
Velove masih berdiri di atas balkon sambil memandang langit di malam hari. Pikirannya terbang ke rumah bersama Justin dan Max.
"Entah apa yang sedang di pikirkan pria itu, awas saja kalau dia berpikiran macam-macam tentangku. Huhh. Menyebalkan." dengus Velove kesal.
Kemudian lamunan Velove buyar ketika ada seseorang yang mengetuk pintu kamarnya. Velove pun beranjak pergi untuk membukakan pintu dan melihat siapa yang datang. Ternyata pelayan yang datang membawakan pakaian untuk Velove.
,
"Nona, ini baju yang Tuan belikan untuk Nona." kata pelayan itu dengan sopan.
"Terima kasih."
"Kalau begitu saya permisi dulu Nona."
Pelayan itu pun keluar dan pergi dari kamar Velove.Velove berjalan menuju ranjangnya dan menenteng beberapa paper bag yang berisi baju-baju mahal. Velove membuka baju-baju tersebut dan semua dari brand nama terkenal.
"Dia pikir bisa merayuku menggunakan semua barang-barang ini? Huhh, bermimpi lah." gerutu Velove sebal.
Kemudian dia melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Setelah satu jam Velove keluar dengan mengenakan bathrobe dengan rambut yang masih basah.Dia segera membuka salah satu paper bag tadi dan mengambil satu set piyama tidur berwarna merah jambu.
"What, dia benar-benar menguji kesabaran ku. Masa aku harus pakai pakaian dengan warna menggelikan seperti ini. Astaga ingin sekali aku membunuhnya sekarang."
Velove terus mengumpat Mr. X dalam hatinya, dan dengan terpaksa dia memakai piyama tersebut. Setelah itu terdengar suara ketukan pintu dari luar. Velove pun langsung membukakan pintu. Terlihat seorang pelayan wanita berdiri di depannya.
"Nona, Tuan menyuruh Nona untuk makan malam bersama di bawah." ucap pelayan itu dengan sopan.
"Bilang saja sama Tuan mu, aku tidak mau makan malam bersamanya."
"Tapi Nona, jika anda tidak mau ikut saya kebawah, Tuan akan membunuh saya Nona. Saya mohon Nona mau menemani Tuan makan."
Velove semakin bingung dengan pernyataan pelayan itu. Dia sangat tidak ingin makan bersama pria yang sangat di bencinya. Akhirnya Velove mengiyakan ajakan pelayan itu, Velove mau menemani Tuannya itu makan malam.
"Baiklah, demi nyawamu aku bersedia makan dengan si brengsek itu." jawab Velove tegas.
"Terima kasih Nona, anda sangat baik sekali."
__ADS_1
Velove berjalan turun kebawah diikuti oleh pelayan wanita itu. Velove melangkah pelan menuruni anak tangga yang melingkar, dan dari bawah Mr. X sudah menunggunya untuk makan malam.
"Kemarilah sayang aku sudah lama menunggumu, para pelayan ku sudah memasak makanan special untukmu. Lihatlah sangat banyak bukan?" ucap Mr. X dengan penuh perhatian.
Velove hanya diam tak menjawab. Dia duduk tepat di depan Mr. X. Kemudian pelayan yang ada disitu langsung melayani Velove dan Mr. X untuk makan malam.
"Bagaimana kamu suka tidak dengan baju yang aku belikan?" tanya Mr. X pada Velove.
"Hemm, selera mu buruk aku tidak suka. Kalau kamu ingin mengambil hati seorang wanita, kamu harus wajib memahami apa yang di sukai atau tidak disukai oleh wanita tersebut. Jika hal itu saja kamu tidak mengerti, jangan harap wanita itu akan luluh denganmu." jawab Velove dengan ketus.
Mr. X menanggapi hanya dengan senyuman. Dia terpesona dengan wajah cantik yang ada di depannya sekarang. Wajah Velove yang cuek dan ketus membuat Mr. X semakin menyukainya.
Kemudian dari luar masuk dua orang untuk melaporkan informasi kepada Mr. X. Kedua orang itu adalah Megan dan Marcell.
"Tuan besok kita sudah bisa berangkat." ucap Marcell kepada Mr. X.
"Bagus lakukan sesuai rencana." jawab Mr. X.
Megan hanya diam dan menatap tajam punggung seorang wanita yang ada di depannya. Kemudian dengan sengaja Velove menoleh ke arah suara tersebut, dan Velove pun tercengang melihat pria yang sedang berdiri di samping Megan. Ya pria itu adalah Marcell sang mantan pacarnya dulu ketika di New York.
Mr. X langsung mengarahkan pandangannya ke arah Marcell, seakan meminta penjelasan. Marcel juga terkejut melihat sang mantan yang dulu hampir membuatnya cacat sebagai seorang laki-laki.
"Kamu, kenapa bisa ada disini?" teriak Marcell dengan emosi.
"Hahahah, tanyakan saja sama tuanmu, aku tidak perlu menjawab pertanyaan mu. Hahaha sangat kebetulan sekali, dunia ternyata sangat sempit. Cihhh." ucap Velove dengan tergelak.
"Kalian ternyata saling mengenal, seperti drama saja. Kamu harus menjelaskannya padaku sayang." ucap Mr. X kepada Velove.
"Menjelaskan? Menjelaskan apa maksudmu? kamu mau dengar kisah ku dengan dia? percuma karena aku sudah lupa." jawab Velove dengan santai dan acuh tak acuh.
Megan diam seribu bahasa dengan mengepalkan kedua tangannya. Velove tersenyum melihat gelagat Megan yang sedang kesal. Kemudian dia mencoba untuk menggoda Megan yang sedang kesal padanya.
"Hai Aunty, bagaimana kabarmu? Wajahmu semakin muda saja. Apa dirimu melakukan operasi plastik lagi." sindir Velove dengan menaikkan satu alisnya.
Megan menggretakkan giginya dan mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dia sangat membenci Velove, Megan sudah menganggap Velove sebagi musuh bebuyutannya.
__ADS_1
Velove puas karena sudah bisa membuat dua orang itu kesal kepadanya. Kemudian Velove menyudahi sesi makan malamnya itu dan kembali keatas.
"Sepertinya aku sudah kenyang, aku kembali ke atas dulu Mr. X." ucap Velove dengan senyum devilnya.
Velove pun berjalan keatas dengan gaya elegannya. Dia sengaja melakukannya karena ingin menggoda Megan dan Marcell.
Setelah Velove menghilang dan masuk ke kamar. Megan langsung protes kepada Mr. X, dan Mr. X menjawabnya dengan singkat dan sangat jelas.
"Kenapa Tuan membawa wanita itu kesini?" tanya Megan penuh selidik.
"Karena aku sangat menyukainya, dan aku ingin dia berada di sisiku menjadi wanitaku." jawab Mr. X dengan jelasnya.
Hal itu membuat Megan sangat geram. Karena sekarang Megan juga sudah terobsesi kepada Mr. X. Dia bahkan rela menjadi budak ranjang dan pelampiasan Mr. X ketika sedang kesal.
"Bagaimana kelanjutan rencana besok Megan?" tanya Mr. X.
"Besok pagi kita harus pergi ke Las Vegas, karena target kita semua ada disana." jawab Megan setengah berbisik.
"Baiklah persiapkan semua anggota kita dan tempatkan mereka di setiap titik dan sudut kota." ucap Mr. X memberi arahan.
"Baik Tuan kami akan konfirmasi dengan Leo setelah sampai disana nanti, dia sudah berangkat kesana siang tadi." sahut Megan.
"Bagus lakukan dengan baik jangan sampai ada kesalahan, karena aku tidak suka dengan kesalahan sekecil apapun itu. Sekarang pergilah kalian mengganggu makan malam ku."
Velove menguping pembicaraan antara Mr. X dan Megan. Dia mulai merencanakan sesuatu.
"Las Vegas, aku akan menghabisi kalian disana. Kalian akan segera mati di wilayah ku." gumam Velove dalam hati.
Kemudian dia berjalan pelan dan masuk ke dalam kamarnya untuk memikirkan rencana berikutnya.
**HAI JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS👍😘
HADIAH BUAT OTHOR JANGAN LUPA🌹☕
VOTE YA VOTE PLEASE INI SUDAH HARI SENIN LIST VOTE SUDAH MUNCUL🤭🤭🤭
__ADS_1
TERIMA KASIH😘😘😘😘**