
Matahari pagi telah bersinar dengan cerahnya. Max telah terbangun dari mimpi malamnya. Dia bangun kemudian segera beranjak pergi ke toilet untuk mandi. Setelah beberapa menit kemudian Max keluar dengan hanya lilitan handuk di pinggangnya. Rambut basahnya menambah aura ketampanan seorang Max.
Di atas ranjang Velove mulai bangun dan mengerjapkan matanya. Tangannya meraba-raba di kanan kiri kasur mencari sosok suaminya. Max yang melihat sikap Velove pun langsung menghampirinya. Kemudian Velove pun mendapati Max sudah ada di depannya.
"Max kamu sudah mandi?" tanya Velove dengan nada manja.
" Ya, sekarang kamu bangun dan cepat mandi, nanti kita jalan-jalan." Max berbicara sambil membelai wajah istrinya lembut.
"No, aku sedang malas Max. Biarkan aku tiduran dulu sambil memandang wajahmu yang tampan." Velove memandang wajah suaminya dengan tatapan genit.
"Kenapa kamu sangat tampan suamiku? dan bodohnya aku baru menyadarinya," ucap Velove sambil memegang dagu suaminya.
"Love, please jangan menggoda ku. Aku sedang tidak ingin melakukannya sekarang."
"Why, kenapa kamu menahannya Max?"
"Aku hanya ingin membuat baby kita nyaman di dalam sana sayang," ucap Max dengan lembut.
" Sudahlah, sana cepat mandi. Ibu hamil harus menjaga kebersihan tidak boleh bermalas-malasan." Max menegur istrinya yang bersikap keras kepala.
"No, aku masih ingin tiduran Max, tolong ambilkan laptop ku."
Max hanya bisa menuruti keinginan istrinya. Dia tidak bisa menolak ataupun melarang keinginan Velove. Kemudian dia berjalan mengambil laptop yang ada di meja. Setelah itu memberikannya pada Velove.
"Terima kasih suamiku," ucap Velove dengan wajah yang menggemaskan.
Max hanya menghela nafas panjang sambil beranjak pergi menuju ke lemarinya untuk berganti baju. Sedangkan Velove mengotak-atik laptopnya mencari berita yang sedang tranding.
"Max kenapa berita ku masih saja menjadi tranding disini? Membuatku tidak nyaman," ucap Velove dengan mimik wajah yang serius.
"Tentu saja hal itu akan menjadi tranding Love, aksimu sangat menggemparkan di lingkungan Mafia. Apalagi di negara asalmu, bahkan namamu melambung tinggi." Max berkata sambil memakai bajunya dan berjalan mendekati Velove.
"Aku tidak suka hal itu Max. Aku tidak mau mencari musuh baru. Sangat melelahkan berhadapan dengan musuh. Aku hanya ingin tenang hidup bersamamu dan keluarga kecil kita." Velove terus berbicara sambil menatap layar laptopnya.
__ADS_1
Max pun terharu dengan sikap istrinya yang sudah seratus persen berubah. Hidup keras yang dia jalani dulu memang sangat berat. Velove harus mengorbankan kebahagiaan putranya demi menjaga keselamatan semua.
Max naik ke ranjang kemudian memeluk Velove dan mengecup ujung kepalanya. Dia menenangkan hati istrinya yang sedang diliputi ke khawatiran.
"Love, hilangkan semua kekhawatiran mu. Bukankah aku sudah menjamin keselamatanmu dan keluarga kecil kita. Istirahatlah tugasmu sudah selesai, kini tinggal aku yang akan menjalankan tugas ku sebagai suami yang bertanggung jawab buat keluarga kita."
Velove mengangguk mengiyakan dia benar-benar dibuat terharu oleh perhatian dari suaminya.
"Max kenapa kata-kata mu membuat hatiku bahagia?"
"Hahaha, kenapa pertanyaan mu lucu sekali Love. Sudah tugas ku membuatmu bahagia sayang. Sekarang kamu mandi ya, atau mau aku mandikan?"
"Emm boleh ayo bantu aku mandi, kalau tidak maka aku tak akan mau mandi sendiri."
Tanpa menunggu lagi Max langsung mengangkat tubuh istrinya beranjak dari ranjang menuju ke kamar mandi. Sesampainya dikamar mandi Max langsung meletakkan tubuh Velove di dalam bathtub. Max mengisi air dalam bathtub kemudian menuangkan sabun dengan aromatherapy yang sangat wangi.
Setelah itu Max mulai menggosok badan Velove dari atas sampai bawah. Dia juga memijat pelan punggung istrinya itu dengan lembut. Velove pun menikmati sensasi yang di berikan Max.
"Apapun itu akan ku lakukan demi kamu sayang dan juga baby kita dalam sini harus merasakan pelayanan yang terbaik juga." Max terus memijat sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.
Velove menikmati pijatan demi pijatan Max di tubuhnya. Dia bahkan sempat tertidur karena sangat menikmati sensasi itu.
"Love bangun, kok malah tidur." Max membangunkan istrinya yang hampir terlelap.
Velove menggeliatkan badannya, kemudian dia kembali duduk dengan baik karena Max sedang mencuci rambutnya. Setelah selesai Max segera menyabuni seluruh badan Velove dengan sabun. Kemudian Max mengguyur tubuh istrinya itu dan membilas semua sabun yang menempel. Beberapa menit kemudian sesi mandi yang menyegarkan pun selesai.
Setelah selesai Max mengangkat tubuh istrinya keluar dengan mengenakan bathrobe. Kemudian mendudukkannya di tepian ranjang. Max langsung mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambut Velove.
"Max perutku lapar kita langsung pergi makan saja nanti rambutku juga akan kering sendiri," ucap Velove sambil menatap wajah Max yang sedang serius.
Max hanya diam tak menanggapi ucapan Velove yang sedang memprotesnya. Dia tetap melakukan tugasnya yaitu mengeringkan rambut istrinya.
"Max kamu dengar ucapan tidak? Max, hallo suamiku."
__ADS_1
"No Love jangan banyak protes biar aku mengeringkan rambutmu."
" Ck. Kamu sangat menyebalkan. Huh!!"
Velove berdecak kesal karena keinginannya tidak dituruti oleh suaminya. Dia hanya bisa menurut dan pasrah dengan keputusan suaminya.
Dua puluh menit kemudian rambut Velove sudah kering. Kemudian Velove langsung berdiri untuk menuju ke lemari mengambil baju. Dia berjalan dengan bibir mengerucut. Max menggelengkan kepalanya melihat tingkah Velove yang seperti anak kecil.
"Love kamu kesal denganku? Hem?" Max bertanya sambil menggoda istrinya itu.
Velove hanya diam dia membalas sikap Max yang tadi. Max semakin gemas dan terus menggoda istrinya.
"Love, apa kamu tidak mendengarkan ku?"
Velove diam sambil merias wajahnya. Dia mengabaikan panggilan dari Max.
"Baiklah kalau begitu aku akan pergi ke restoran italia sendirian." Max berdiri dan beranjak pergi kemudian Velove merengek sambil memegangi tangan suaminya.
"Ikut," ucap Velove dengan sedikit merengek pada suaminya.
Bibir Max tersenyum simpul melihat tingkah istrinya yang berubah-ubah melebihi putranya Justin.
"Ayo bersiaplah sayang, jangan mendiami aku lagi okey."
"Emmm," jawab Velove singkat.
Setelah Velove selesai merias wajah, dia pun berangkat pergi bersama Max untuk menuju ke restoran Italia kesukaannya.
...bersambung...
HAI READERS PASTI UDAH PADA BOSEN NIH MA CERITA OTHOR😂😂😂
OTHOR UDAH MULAI NGGAK KONSISTEN SOALNYA🤣🤣🤣 DAN INI DI SEMANGATI OLEH NT LAGI LEVEL NAIK LENCANA NAIK🤣🤣PADAHAL RENCANA MAU HIATUSðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤KARENA OTHOR MULAI BERSELINGKUH😌😌😌
__ADS_1