
Velove sudah sehari yang lalu sampai di Jerman. Velove masih berada di hotel tempatnya menginap. Dia menyusun rencana demi rencana untuk menyusup kedalam markas Dragon Empire.
Sejak kemarin dia selalu stay di depan laptopnya. Dia harus segera menemukan titik pusat penyekapan anak-anak yang diculik itu. Velove dibuat pusing oleh misinya kali ini.
"Justin. Sedang apa dia sekarang, maafkan momy belum bisa menghubungimu sayang." gumamnya.
Velove mematikan semua alat komunikasinya ketika sedang menjalankan tugas. Dengan cara itu lah dia tidak mudah terdeteksi oleh musuh. Velove memijit pelipis kepalanya yang sangat pusing sekali.
"Justin, momy tidak tau apakah momy bisa tepat waktu membawakan daddy untukmu."
Velove masih dengan kegelisahannya. Di saat dia mulai putus asa laptop Velove menunjukkan sebuah notifikasi yang masuk. Dia mulai berjingkat dari duduknya dan menatap dengan saksama layar pipih yang ada didepannya.
"Kena kamu, aku harus cepat memasukkan virus kedalam seluruh data mereka."
Dengan cepat Velove mengerjakan tugasnya, dia mulai meretas data dari musuhnya. Memerlukan waktu yang lama untuk menyerang data lawan dengan memasukkan sebuah virus. Sebab kalau Velove salah sedikit saja tamatlah riwayatnya, karena seluruh identitasnya akan terungkap.
"Finally, Oh my God. Huhhhh tidak pernah aku setegang ini. Aku dapatkan kartu As kalian. Tunggulah kedatanganku."
Velove mulai bergegas menyiapkan segala keperluannya. Dia akan berangkat sore ini, sebelum matahari terbenam dia harus segera sampai di lokasi. Karena lokasi musuh berada di daerah perbukitan dengan jalan yang terjal.
MARKAS BLACK PEARL
Sesampainya Max di Jerman dia langsung menuju ke markas Black Pearl. Karena putrinya telah menjadi korban penculikan klan Dragon Empire.
"Kalian semua bodoh, menjaga putriku saja kalian tidak pecus."
BUGH
BUGH
BUGH
Max memukuli semua anak buahnya, tak terkecuali Luis dan Marvin. Ketika Max sedang emosi seluruh pengikutnya pun diam, mereka tidak berani bersuara atau pun menatap wajah bosnya.
"Sekarang jelaskan kronologi kejadiannya, bagaimana kalian lengah begitu saja. Haa? Kalau sampai terjadi apa-apa dengan putriku, nyawa kalian lah menjadi gantinya. Jelaskan sekarang." teriak Max penuh emosi.
Akhirnya Luis lah yang menjelaskan kronologi terjadinya penculikan. Luis menjelaskan secara detail kepada Max. Dalam hal ini memang Luis lah yang bisa meredakan emosi pemimpinnya.
"Kalian sudah mengetahui lokasi penyekapannya?"
"Sudah Tuan." jawab semua pengikut Max.
"Kumpulkan semua pasukan sore ini kita serang markas mereka."
Max marah sekali, dia tidak habis pikir bisa kecolongan seperti ini. Kemudian Max pun pulang ke mansionnya karena sang Mom syok dengan kejadian ini.
DI HOTEL
Velove sedang mempersiapkan semua barang yang akan dia perlukan nanti. Semuanya dia jadikan satu dalam ransel yang besar. Setelah semuanya lengkap Velove bersiap untuk berangkat. Dia berangkat dengan mengendarai motor trail yang sudah di siapkan oleh aliansinya.
Velove menggendong tasnya dan dia keluar dari hotel menuju basemant. Dia menghidupkan motornya dan Velove segera melaju menuju ke perbukitan yang ada di pinggiran kota.
Velove pergi dengan perasaan yakin bahwa dia akan berhasil. Setelah berkendara selama 2 jam, Velove akhirnya sampai juga di perbukitan. Markas Dragon Empire berada di tengah hutan, untuk menuju sana bisa di lalui dengan menaiki motor. Velove tengah bersiap menanjaki bukit yang tinggi.
"Aku harus cepat sebelum hari makin gelap." batinnya.
Dengan berani Velove menanjaki bukit dengam motor trailnya. Setelah mencapai setengah perjalanan Velove turun dan mematikan motornya. Dia menyembunyikan motornya di balik semak-semak agar tidak ketahuan. Setelah menyembunyikan motornya, Velove berjalan untuk mencapai lokasi sasaran.
Velove sudah memperhitungkan semua ini sebelumnya jadi dia tinggal menjalaninya sekarang. Membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di lokasi. Setelah sampai Velove berjalan mengendap endap di dekat lokasi, Velove menaiki pohon yang tinggi untuk mengintai dan mengawasi gerak gerik lawannya.
"Shiitt, ketat sekali penjagaannya. Aku harus menunggu sampai malam tiba baru aku menyerang."
DI DALAM MARKAS MUSUH
"Hallo tuan, kita sudah mengumpulkan semua sandera disini." ucap salah satu anak buah Dragon Empire.
(...............)
"Iya tuan, anaknya si brengsek itu juga ada disini."
(.............)
"Baik tuan saya akan berjaga dengan baik."
Sambungan telepon pun terputus, di dalam ruangan itu terdapat 10 anak. Masing masing terdiri dari 5 anak remaja dan 5 anak kecil. Mereka semua ketakutan, kecuali Felicia dia masih tetap tenang meskipun nyawanya terancam. Felicia yakin kalau daddy-nya pasti akan segera menyelamatkannya.
Velove yang masih mengamati dari atas pun mulai tidak sabar, karena dia tidak menemukan celah sedikit pun untuk menyerang. Akhirnya dia mempunyai ide, Velove akan mengalihkan orang yang berjaga di luar itu dengan meledakkan bom yang akan dia lempar ke arah hutan.
"Ayo orang bodoh makanlah umpanku."
Velove melemparkan bom itu ke arah hutan dan...
__ADS_1
BOOMM
Terdengar suara ledakan dari dalam hutan, pengawal yang berjaga di situ pun segera berlari untuk mengecek apa yang terjadi. Setelah sebagian pengawal pergi, barulah Velove turun dan pergi menyelinap kedalam.
Velove berjalan pelan sambil mengamati situasi yang ada.Velove berjalan menuju ke ruang tengah dan disana banyak sekali pengawal. Velove pun mengulangi caranya yang tadi, dia melemparkan sebuah kerikil ke arah jendela.
PLETAAKK
Para pengawal itu pun terpancing dan sebagian nya keluar ruangan untuk mengecek. Velove kembali berjalan mengendap-endap.Namun, naas Velove ketahuan ada orang yang melihatnya dari belakang.
"Woy siapa kamu?" teriak pengawal itu.
"Huhh, secepat ini ketahuan." dengus Velove kesal.
"Cepat tangkap penyusup itu." teriak musuh keras.
Velove pun dikeroyok oleh anak buah Dragon Empire. Perkelahian berlangsung sangat sengit, Velove dengan mudahnya menangkis serangan-serangan yang mereka lancarkan.
Velove merasa tersudut karena kalah jumlah, dan Velove memutuskan untuk mengeluarkan senjata laras panjangnya, dan Velove menembaki musuhnya secara bru***tal.
DOR
DOR
DOR
Velove unggul kali ini, musuhnya tergeletak tak berdaya di hadapannya. Namun, suara tembakan Velove justru memanggil semua pengawal yang tadinya pergi menjadi kembali ke markas.
"Sial, mereka kembali."
Velove pun dengan cepat melanjutkan misinya. Velove membuka salah satu pintu ruangan tersebut untuk menyelamatkan para korban penculikan untuk kabur. Velove kesulitan membuka pintu yang terkunci. Akhirnya Velove membuka paksa pintu tersebut dengan merusaknya. Kemudian pintu pun terbuka, dan Velove menyuruh semua anak-anak itu untuk mengikutinya keluar.
MABES BLACK PEARL
"Semuanya sudah siap? Ayo kita berangkat sekarang.
Max berangkat ke lokasi musuh dengan menggunakan armada udara. Max berangkat membawa pasukannya menuju hutan. Max sudah menemukan lokasi penyekapan putrinya.
Hati Max di selimuti rasa cemas yang luar biasa. Dia sangat khawatir dengan keadaan putrinya.
"Felicia daddy datang, tunggu daddy."
MARKAS MUSUH
"Kalian semua pergi lewat pintu belakang, berjalanlah lurus ke depan jangan berbelok kemanapun tunggulah saya disana. Cepat kita tidak ada waktu."
Anak-anak itu pun menuruti instruksi Velove dan mereka semua pun berhasil keluar dari lokasi itu. Saat Velove akan keluar mengikuti anak-anak itu, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang dari dalam.
"Mau pergi kemana kamu? kamu tidak akan bisa lari dari sini."
"Lepaskan tanganku brengsek atau aku akan mengahajarmu." teriak Velove.
Pengawal itu tidak melepaskan tangan Velove, sehingga membuat Velove geram. Velove melayangkan kakinya ke arah wajah musuhnya dan pengawal itu pun tersungkur di lantai.
Dan hal buruk terjadi, saat Velove ingin melarikan diri sebuah tembakan bersarang di lengan tangannya.
DOR
Velove terduduk dilantai dengan memegangi lengan kirinya, kini dia kesulitan untuk bertarung.
"Aku tidak boleh tertangkap, Justin berikan kekuatan untuk momy."
Velove bangkit dan dia segera pergi menyelamatkan diri sebelum pengawal itu mengejarnya.
Max telah tiba di sekitar lokasi, suara helikopternya menggema di udara. Velove pun mendengar suara helikopter itu. Tinggal cara terakhir Velove mengakhiri misinya. Velove akan membombardir markas musuhnya dengan sisa bom yang dimilikinya.
Velove menggunakan cara ini ketika dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Velove membakar sumbu bom itu dan melemparkannya ke arah musuhnya di belakang dan...
BOOMMM
Ledakan keras meluluhlantakan markas tersebut dan Velove pun terlempar jauh ke arah hutan.
"Tuan terdengar suara bom disana." ucap Luis.
"Marvin ikut aku turun." perintah Max pada Marvin.
Marvin pun mengikuti Max turun ke markas yang sudah dihancurkan oleh Velove. Max sudah tiba dibawah dan dia pun segera masuk kedalam namun tidak menemukan apapun.
Max berteriak memanggil nama anaknya pun tidak ada suara yang menyahut. Max hanya melihat tubuh pengawal yang tertembak mati.
"Tidak ada siapapun disini Tuan." ucap Marvin.
Max terus berkeliling mencari keberadaan putrinya.
__ADS_1
Di dalam semak-semak Velove bangkit dan berjalan tertatih tatih.Velove ingin berkumpul dengan semua anak yang berhasil di selamatkannya. Akhirnya Velove menemukan anak-anak yang tadi. Velove terjatuh lemas karena banyaknya darah yang keluar dari lengannya yang tertembak. Felicia pun berdiri membantu Velove yang kesakitan.
"Anda tidak apa-apa? mari saya bantu."
Felicia membantu memapah Velove yang terluka. Velove pun duduk dengan tubuh lenuh luka diantara anak-anak itu.
"Anda banyak kehilangan darah, bisa berbahaya kalau anda kehabisan darah." ucap Felicia pada Velove.
Felicia pun menyobek gaunnya untuk membalut luka di lengan Velove.
"Awwww, Sssssh." desis Velove.
"Maaf apakah sangat sakit?"
"Terima kasih sudah membalut lukaku."
"Seharusnya saya yang berterima kasih pada anda, gara-gara saya anda jadi terluka."
"Su-dah menjadi tugasku. Awwwww. Ssssss."
Velove meringis kesakitan, dan dia pun membuka maskernya. Felicia pun kaget dan membulatkan matanya. Dia mengenali wajah yang kesakitan itu.
"Momy, Momy, Momy akhirnya aku bertemu denganmu?" ucap Felicia tak percaya.
"Apa yang kamu katakan? kamu salah orang, aku bukan momy mu. Awwww."
"Bertahanlah mom, daddy pasti datang menyelamatkan kita."
"Apa maksud kamu."
Velove tidak mengerti siapa anak perempuan yang memanggilnya Momy. Kemudian dari atas terdengar suara helikopter yang mendekat.
"Itu pasti daddy, Mom daddy menyelamatkan kita."
"Gunakan senter ini untuk meminta bantuan." ucap Velove.
Felicia pun langsung mengarahkan senternya ke arah langit. Berharap ada seorang yang tau kalau ada yang butuh bantuan.
"Tuan Luis dibawah ada senter yang mengarah kesini."
"Ya seperti sedang meminta bantuan, ayo kita turun." kata Luis.
Luis pun turun kebawah untum memeriksa siapa yang meminta bantuan. Setelah sampai bawah Luis menghampiri sumber cahaya tadi, dan dia menemukan nona mudanya kembali.
"Nona muda, anda tidak apa-apa?" teriak Luis.
"Kakak Luis selamatkan momy dia sudah tidak bisa bertahan lama lagi, daddy kemana?" sahut Felicia.
Luis langsung menghubungi Marvin, dan Marvin pun segera menuju ke lokasi. Karena lokasinya pun tidak jauh dari tempat Luis berada.
15 menit kemudian Max dan Marvin tiba di tempat Felicia berada.
"Felicia kamu tidak apa-apa sayang?" ucap Max memeluk putrinya.
"Aku tidak apa-apa daddy, tapi tangan momy tertembak dan dia terluka parah."
"Apa kamu bilang Momy?" Max tidak mengerti apa yang di ucapkan oleh putrinya.
Max pun melihat wanita yang tidak asing baginya. Max melihat jari manis orang tersebut tampak sebuah cincin bermata Black Pearl. Max mendekati wanita itu dan memeluknya.
"Love apa benar ini kamu?" Mata Max berkaca kaca melihat seseorang dirindukannya tergeletak tak berdaya.
Velove yang mendengar suara yang dikenalnya pun membuka matanya pelan.
"MAX, akhirnya kita bertemu." ucap Velove lirih dan dia pingsan.
Max panik seketika.
"Love bangun Love bangun, Looveeeee"
bersambung...
**AKHIRNYA KETEMU JUGA YA GAESðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
NANTIKAN KISAH SELANJUTNYA YAðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
KASIHAN SI GANTENG JUSTINðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
JANGAN LUPA LIKE NYA YA READERSðŸ˜
KASIH HADIAH OTHOR JUGAðŸ˜
TERIMAKASIHðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜**
__ADS_1