
Max berjaga di depan pintu toilet, dia menghadang semua yang ingin masuk ke dalamnya. Hal itu berlangsung kurang lebih setengah jam. Tak lama kemudian Velove pun selesai dengan aksinya. Dia pun segera memanggil Max untuk masuk ke dalam.
"Max come here." panggil Velove.
Max pun langsung masuk ke dalam, kemudian Velove berdiskusi tentang rencananya dengan Max. Setelah berdiskusi Velove pun keluar dan kembali ke ruangan VIP tadi, dan Max kembali ke depan untuk menjalankan misi.
Velove berjalan memasuki ruangan tadi, dia langsung duduk di samping Mr. X yang sedang berbincang dengan Mr. Joy.
"Sayang kenapa kamu lama sekali?" tanya Mr. X pada Velove.
"Aku harus mengeringkan celana ku dulu, kalau basah kan tidak enak dipakainya." jawab Velove dengan lembut.
"Semoga Max bisa melancarkan aksinya di luar." gumam Velove dalam hati.
Di luar Max sedang berdiskusi dengan kedua asistennya. Max mengarahkan Luis dan Marvin untuk mengepung semua tempat di sekitar bar. Kini langkah pertamanya adalah meneror sistem data dari Klan Sky Lighter.
Luis segera menjalankan misi keduanya. Dia mengoperasikan laptopnya dengan cepat, tujuannya adalah untuk mengacaukan transaksi penjualan senjata ilegal kepada Dragon Empire. Jika transaksi itu gagal, dengan otomatis sistem mereka akan rusak akibat virus yang sudah Velove siapkan sebelumnya.
Butuh sekitar dua puluh menit, Luis berhasil menggagalkan transaksi ilegal tersebut. Dia berhasil meretas sistem data Klan Sky Lighter. Setelah selesai Luis menutup laptopnya dan segera melapor kepada Max.
"Misi kedua berhasil Tuan," ucap Luis pada Max.
"Bagus, sekarang kita tunggu aksi Marvin. Dia sudah maju ke garis depan bersama yang lain. Kita pantau semua dari sini dulu. Setelah target kita muncul, baru kita maju perlahan." jelas Max kepada Luis.
"Baik Tuan saya mengerti."
Disaat Max mengatur formasi di ruang depan. Velove yang berada di ruang yang sama dengan target pun merasa cemas. Pasalnya belum ada anak buah dari Sky Lighter yang melapor kepada ketuanya. Velove berpikir kalau Luis gagal dalam menjalankan misinya.
Selang beberapa menit kemudian,hal yang ditunggu-tunggu Velove pun datang. Salah satu anak buah Sky Lighter melapor kepada ketuanya. Mereka membisikkan sesuatu ke telinga sang ketua. Mr. Joy pun langsung mengebrak meja yang ada di depannya. Dia sangat marah atas laporan anak buahnya.
"Brengsek, siapa yang sudah berani meretas data transaksi ku." teriak Mr. Joy ditempatnya.
Velove tersenyum mendengar berita itu, kemudian dia tetap berakting pada semua orang dengan wajah polosnya. Mr. X juga menoleh ke arah Velove, dia memandang Velove dengan seksama.
Velove menyadari arah pandangan Mr. X menuju kepadanya. Lalu dengan cepat Velove meribah mimik wajahnya supaya kecurigaan Mr. X reda.
"Shhiit, dia melihat ke arahku, aku harus merayunya agar dia tidak curiga kepadaku." gumam Velove dalam hati.
"Mr. X kenapa kamu memandangku dengan tatapan menakutkan seperti itu?"
"Nothing, aku hanya terlalu banyak berpikir." sahut Mr. X.
"Berpikirlah sampai otak mu menjadi bodoh, tidak ada yang bisa menemukan siapa pelaku di balik sistem data yang bocor itu. Hahahaha!!! Mengasyikkan sekali." ucap Velove dalam hati.
Kemudian Mr. X menanyakan kelanjutan transaksinya dengan Mr. Joy. Mr. X tampak khawatir karena anak buahnya belum bisa mengatasi sistem data yang bocor itu. Kemudian salah satu anak buah Dragon Empire melaporkan sesuatu kepada ketuanya.
"Tuan, di luar bar terjadi penyerangan. Anak buah Balck Pearl sudah mengepung pasukan kita." ucap anak buah Mr. X.
__ADS_1
"Bajingan mereka," teriak Mr. X sambil mengarahkan pandangannya ke arah Velove.
"Apa semua ini rencana mu?" tanya Mr. X pada Velove.
"Bagaimana menurutmu? bukankah aku terus berada di samping mu tadi?" bisik Velove pelan ke telinga Mr. X.
Mata Mr. X melotot tajam, dia sangat emosi kali ini. Velove pun akan memulai aksinya. Dia berdiri dan menginjak meja kaca itu dengan kakinya hingga meja itu hancur berkeping-keping.
"Haih, Sorry, aku sudah tidak bisa berakting lagi. Capek juga ternyata. Hahahaha." ucap Velove dengan gelak tawanya.
"Kamu jangan macam-macam, disini kamu sendirian." ancam Mr. X pada Velove.
"Siapa wanita itu sebenarnya Mr. X? tanya Mr. Joy.
Perkenalkan aku adalah istri dari klan Black Pearl, dan sekarang aku mau menemui suami ku. Karena dia sudah menjemput ku." jawab Velove remeh.
Kemudian Velove melancarkan tendangan melingkar, dan mengenai dada semua orang yang ada disitu. Mr. X yang selalu waspada tidak terkena tendangan dari kaki Velove. Setelah semuanya terjungkal, Velove segera kabur dari tempatnya. Namun, dengan cepat dihadang oleh Megan.
"Jangan halangi langkahku Aunty, atau aku akan menghajar mu." ancam Velove kepada Megan.
"Kita lihat saja kamu bisa lolos atau tidak." sahut Megan dengan senyum liciknya.
Megan pun menyerang Velove dengan cepat. Megan juga di bantu oleh anak buah Dragon Empire yang ikut berjaga di situ. Mr. X memerintahkan jangan sampai melepaskan Velove.
"Tangkap dia hidup-hidup, kali ini aku tidak akan berbaik hati lagi." teriak Mr. X dengan keras.
"Jangan harap kamu bisa lepas wanita jalllla ng." teriak Megan puas karena Velove berhasil dibekuknya.
Velove diam tak merespon, sebenarnya semua yang dia lakukan termasuk dalam daftar misinya.
"Mr. Joy, perbaiki dulu sistem data kalian. Jangan sampai hal ini bocor ke publik. Kalau sampai hal itu terjadi. Kita semua yang akan hancur." ucap Mr. X dan dia pun keluar ruangan dengan membawa Velove.
"Pintar juga si brengsek itu, dia sudah bisa memperkirakan imbasnya." ucap Velove dalam hati.
Sesampainya di luar Mr.X sudah mendapati kondisi bar yang semuanya telah hancur. Dia berteriak memanggil rival abadinya Max.
"Max keluarlah, aku tahu kamu ada disini. Tidak perlu kamu bermain-main denganku, atau kamu ingin wanita mu ini mati di tanganku."
"Kalian semua berhenti menyerang, atau aku ledakkan kepala wanita ini." ancam Mr. X kepada semua anak buah Black Pearl.
Pertarungan itu pun terhenti, Mr. X terus memanggil Max keluar. Namun, hal itu tidak di hiraukan oleh Max. Karena ini masuk ke dalam rencana Velove. Max memerintahkan Luis untuk membocorkan semua data Klan Dragon Empire. Luis sangat sibuk sekali dia harus berkonsentrasi dalam hal ini. Dia tidak boleh salah sedikitpun. Max akan keluar kalau Luis sudah menyelesaikan misinya yang ketiga.
"Kali ini kalian akan hancur di tanganku." gumam Max dalam persembunyiannya.
"Tuan semuanya sudah saya kerjakan, dan kini data mereka sudah bocor. Tinggal menunggu hitungan menit saja mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa." ucap Luis dengan yakin.
"Kerja bagus Luis. Kita keluar kalau Velove sudah memulai aksinya." sahut Max.
__ADS_1
Benar saja baru sepuluh menit berjalan, salah satu hacker andalan Dragon Empire melapor kepada ketuanya.
Tuan sistem data kita telah bocor dan kini semua aset kita telah diakuisisi oleh pemerintah pusat. Kita juga telah menjadi buronan internasional."
"Apa? Mengapa kamu tidak pecus dalam berkerja Ha? Bodoh.!" umpat Mr. X kepada anak buahnya.
"Aku yakin ini pasti ulah mu. Iya kan?" selidik Mr. X kepada Velove.
"Aku sudah bilang sama kamu, aku bukanlah kelinci kecil yang bodoh. Aku ini adalah serigala yang bisa menyerang musuh kapan saja. Hahahaha." ucap Velove dengan gelak tawanya.
Velove pun mengambil ancang-ancang, dia melihat kanan kiri kemudian dia menendang kedua pengawal itu dengan keras. Velove pun terlepas dan dia pun berlari menuju ke anak buah Black Pearl. Velove yang sudah menunjukkan aksinya membuat Max dan Luis ikut keluar.
"Kalian menyerah lah karena klan kalian sudah berakhir." teriak Max tertuju kepada Mr. X.
"Hahahaha. Kamu sangat lucu Max, kamu terus berlindung di bawah ketiak seorang wanita itu sangat menggelikan." ejek Mr. X pada Max untuk memancing emosinya.
"Jangan hiraukan Max dia hanya memancing mu biar emosi." bisik Velove pelan.
Mr. X geram, dia memerintahkan kepada semua anak buahnya untuk menyerang sekarang.
"Ayo kita lanjutkan permainan kita, aku tidak akan tinggal diam untuk kali ini." teriak Mr. X dia menyerang ke arah Max.
Perkelahian terjadi lagi. Kini pertarungan itu justru semakin mencekam. Banyak anak buah Black Pearl dan Dragon Empire yang tumbang. Mr. X masih mengincar Velove. Dia bertarung dengan Max yang sulit dikalahkan.
"Sepertinya tenaga mu sedikit meningkat." ejek Mr. X.
"Fokus lah jangan membicarakan hal yang tidak penting." sahut Max.
Velove bertarung dengan Megan. Luis dan Marvin bertarung melawan Leo dan pengikutnya. Pertarungan berlangsung sangat sengit. Adegan tembak menembak tak luput dari kejadian itu.
Marvin dan Luis terpojok, Velove yang melihat langsung membantu asistennya yang sudah terluka.
"Marvin kamu tidak apa-apa?" tanya Velove.
"Tidak apa-apa Nyonya." jawab Marvin.
Velove yang lengah itu pun di jadikan kesempatan emas bagi klan Dragon Empire. Di ruangan itu teradapat penembak jitu yang bersembunyi, dia menargetkan Velove sebagai incarannya. Penembak itu telah bersiap dan mata Luis menangkap bayangan itu. Si penembak melesatkan pelurunya dan...
DOORR!
... bersambung...
**JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS.👍🥰
HADIAHI OTHOR DONG🌹☕
TERIMA KASIH🥰😍😘**
__ADS_1