
Sebulan telah berlalu, sejak Velove dirawat di rumah sakit. Velove mengalami koma akibat luka parah di sekujur tubuhnya. Keadaanya masih belum membaik meskipun telah mendatangkan dokter khusus untuk menanganinya.
Max selalu setia menemani sang istri yang masih terbaring lemah tak sadarkan diri. Sedikitpun Max tidak pernah beranjak keluar dari ruang perawatan. Dia terus memandang wajah Velove berharap suatu keajaiban datang membuka mata yang sedang terpejam itu.
Nyonya Glover juga berusaha menghibur dan menasehati putranya itu agar selalu optimis dan berpikir secara jernih. Karena terkadang Max melakukan hal yang membahayakan diri sendiri. Maka dari itulah Nyonya Glover selalu meluangkan waktunya untuk menjaga putra dan juga menantunya.
Kini tiba waktu tengah hari dan waktunya jam makan siang. Nyonya Glover pun mengirim makanan untuk Max. Karena kalau tidak diperintah makan, Max tidak akan melakukannya. Max seperti sudah kehilangan separuh jiwanya. Setiap hari hanya duduk melamun sambil menggenggam tangan Velove.
"Max kamu harus makan." perintah Nyonya Glover.
Max diam tak menjawab Mommy-nya. Dia terus memandang wajah Velove tak berkedip. Nyonya Glover semakin prihatin dengan keadaan putranya. Dia tau bagaimana perasaan Max sekarang ini. Akhirnya Nyonya Glover menyerah dia tak lagi memaksa Max untuk makan.
"Love bangunlah buka matamu." ucap Max lirih dia lagi-lagi meneteskan air mata. Max sangat terpuruk dalam hal ini.
Tiba-tiba jari jentik Velove bergerak, Max merasakan sedikit. Setelah itu jari telunjuk juga ikut bergerak, Max melihatnya sendiri. Kemudian untuk memastikan Max melepaskan genggaman tangannya, dan benar saja jari tangan Velove memang bergerak.
"Love kamu sudah sadar!!"
Max langsung berdiri dan melihat wajah Velove, bagian bibirnya juga bergerak seperti ingin berbicara. Max langsung menghubungi dokter agar cepat memeriksa keadaan Velove.
"Dokter, cepat kesini istriku sudah sadar." teriak Max di sambungan telepon.
"Love akhirnya kamu bangun juga,"
__ADS_1
Tak lama kemudian dokter pun masuk ke dalam ruangan. Max segera minggir memberikan ruang kepada dokter untuk memeriksa.
"Bagaimana keadaan istriku, Dok?"
"Selamat, istri anda telah melewati masa koma, dan keadaan jantungnya kini mulai normal. Biarkan istri anda istirahat dulu untuk memulihkan tenaganya. Saya permisi dulu." pamit dokter kepada Max.
"Terima kasih, Dok!!"
Max sangat senang sekali, dia terus memandangi wajah Velove dengan senyum mengembang di bibirnya. Kemudian dia juga memberi kabar kepada orang rumah untuk segera ke rumah sakit.
Satu jam kemudian Tuan Ander, Nyonya Glover, Felicia, dan Justin tiba di rumah sakit. Mereka semua sangat senang sekali orang yang sangat penting dalam hatinya sudah kembali ke dunia ini.
Di dalam Velove sudah membuka matanya, namun belum bisa berbicara, dan dari luar masuk lah Justin beserta lainnya. Justin berlari langsung memeluk Mommy-nya.
"Sayang, Mommy belum bisa berbicara. Tunggu Mommy pulih dulu baru kita bisa ngobrol dengannya. Kamu sabar dulu y Boy!!! jelas Max kepada putranya.
Velove berbicara hanya dengan manik matanya yang memberi isyarat kepada Max. Velove juga senang bisa kembali melihat semua orang yang dia sayangi. Kini yang harus dia lakukan adalah memulihkan diri agar bisa kembali beraktivitas. Kemudian mereka semua dengan sabar menunggui Velove yang masih belum bisa diajak berkomunikasi.
❤️❤️❤️❤️❤️
Tiga hari kemudian Velove mulai bisa berbicara. Namun, belum selancar biasanya. Max terus merawat istrinya dengan sepenuh hati. Dia sangat perhatian dengan wanita yang sangat dicintainya itu.
"Max bagimana dengan musuh kita?" tanya Velove sedikit terbata-bata.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, kita menang melawan mereka semua. Ini berkat kegigihanmu Love. Cepatlah pulih, kita jalani hari-hari kita dengan tenang tanpa gangguan musuh."
"Love setelah kamu sembuh nanti aku akan mengumumkan pernikahan kita. Aku ingin membuat sebuah pesta besar untuk merayakan kebahagiaan dan keberhasilan kita. Kamu bersedia kan?"
Velove hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban, untuk menyetujui rencana yang dibuat suaminya. Tentu sebagai wanita normal Velove juga mempunyai impian untuk merayakan pernikahan yang megah bersama orang yang di cintainya.
Velove menatap wajah Max dengan tatapan yang mendalam. Dia menyentuh wajah Max dengan lembut. Kemudian dia mengatakan sesuatu untuk suaminya.
"Terima kasih, sudah membuatku merasa bahagia dan berarti di dunia ini Max. I LOVE YOU suamiku."
Max tersenyum kemudian berdiri meraih tubuh Velove ke dalam pelukannya. Dia mencium ujung kepala istrinya dengan lembut dan membalas ungkapan cintanya.
"Aku juga berterima kasih kepadamu sayang, kamu sudah merubah hidupku menjadi lebih bahagia dari sebelumnya. Kamu telah mengobati luka di hatiku. Aku mencintaimu dengan segala nyawaku. Semoga kita bisa hidup bersama sampai tua dan hanya maut yang memisahkan kita."
Velove mengangguk-anggukkan kepalanya lagi menjawab ungkapan hati Max.
**HAI READERS BERASA PENDEK KAN BACANYA😂😂😂SETELAH KONFLIK MEREDA MENDAPATKAN 1000 KATA DALAM SATU BAB ITU SULIT BAGI OTHOR🤣🤣🤣 TAPI TENANG BAB SELANJUTNYA AKAN NORMAL LAGI...SIAP2 BUCIN2 AN DAN HAREUDANG YA😂😂🤣🤣
JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA👍😘
HADIAH DAN VOTE NYA YANG PUNYA.
TERIMA KASIH😘🥰😍**
__ADS_1