My Strong Woman

My Strong Woman
SIASAT


__ADS_3

Velove dibawa pergi oleh anak buah Dragon Empire. Dia harus melakukan itu demi putranya Justin. Sedangkan Max kembali ke markas dengan kemarahan yang tinggi. Dia tidak bisa menebak jalan pikiran istrinya itu. Kemudian Max memanggil Luis untuk mengecek keberadaan Justin.


"Luis sekarang kamu cek GPS di liontin yang di pakai Justin sekarang." perintah Max pada Luis.


"Baik Tuan." sahut Luis.


Luis segera mengoperasikan laptopnya untuk memecahkan sandi yang terpasang di liontin Justin. Luis berusaha keras agar dapat memecahkan sandi tersebut.


MANSION MR. X


Velove telah sampai di sebuah mansion besar nan mewah. Mansion tersebut adalah tempat tinggal Mr. X. Velove turun dari mobil dengan diapit oleh pengawal.


"Jangan sentuh aku brengsek, aku bisa jalan sendiri." umpat Velove kepada anak buah Dragon Empire.


Velove pun jalan sendiri masuk ke dalam mansion tersebut. Di dalam terdapat Mr. X yang sudah menyambut kedatangannya.


"Selamat datang di tempatku sayang." sambutan Mr. X kepada Velove.


"Dimana putraku?" ucap Velove tanpa membalas sapaan Mr. X.


"Kejamnya dirimu sayang, kamu mengabaikan sapaan ku. Putramu baik-baik saja karena aku menjagakannya untukmu."


"Sebelum bertemu dengannya, kamu harus membuat sebuah kesepakatan denganku." ucap Mr. X dengan memegang dagu Velove.


Velove langsung menghempaskan tangan Mr. X yang menyentuh dagunya.


"Cepat katakan dimana putraku?" ucap Velove datar.


"Hahahah aku suka gayamu sayang, sangat sadis dan sangat cocok bersanding denganku." kata Mr. X menggoda Velove.


"Kamu setujui dulu permintaanku, baru aku akan pertemukan dirimu dengan putra kesayanganmu itu." ucap Mr. X dengan santai.


"Cepat katakan." bentak Velove pada Mr. X.


"Yang pertama kalau kamu ingin putramu pulang dengan selamat, kamu harus tinggal bersamaku jadilah wanitaku. Kedua turuti segala kemauanku termasuk jadi teman ranjangku. Sebagai gantinya aku akan memberikanmu segala yang aku punya, asal kamu mau menurut. Bagaimana simple kan syaratku?"

__ADS_1


"Hahahaha, kamu sangat jujur sekali dan tampaknya kamu sudah terobsesi denganku. Aku tidak bisa menjadi kelinci kecil yang imut dan penurut, aku ini adalah serigala yang bisa berbuat baik ataupun jahat. Jadi kalau kamu ingin merubahku menjadi wanita penurut cari saja orang lain, karena aku tidak cocok dengan semua itu."


"Kalau begitu kamu tidak menyayangi putramu itu sayang?" sahut Mr. X dengan senyum liciknya.


"Apa kamu tidak takut, aku bisa membunuhmu dengan tangan ku sendiri. Aku juga tidak bisa bercinta dengan orang yang tidak aku sukai apalagi dengan paksaan, aku tidak akan sudi."


"Baiklah aku tidak akan memaksamu untuk bercinta denganku, tapi jangan salahkan aku kalau aku tidak bisa menahannya." imbuh Mr. X.


"Menjijikkan." gumam Velove pelan.


Dari dalam pun terlihat salah satu anak buah Mr. X datang membawa Justin. Justin yang melihat sang Mommy pun langsung berlari ke arahnya.


"Mommy." teriak Justin memeluk Velove.


"Sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Velove dengan memandangi dan meraba seluruh tubuh Justin.


"No, aku tidak apa-apa Mom, Justin ingin pulang, aku tidak mau disini.


"Baik, Mommy akan usahakan kamu untuk pulang." bujuk Velove kepada putranya.


"Aku harus memikirkan cara yang tepat, aku ingin Justin selamat dulu. Jadi aku harus membuat kesepakatan dengan orang itu. Harus dengan cara tinggal disisinya agar bisa untuk membunuhnya." gumam Velove dalam hati.


"Baiklah aku terima tawaranmu, aku akan tinggal di sisimu. Tetapi tetap dengan caraku, jangan berharap aku terlalu menurut dan satu lagi kalau kamu ingin membuatku menjadi partner ranjang mu buatlah aku suka kepadamu. Maka aku akan menyerahkan sendiri apa yang kamu mau." ucap Velove kepada Mr. X.


"Hahahhaha oke aku akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku sayang. Aku akan membuatmu tergila-gila padaku." jawab Mr. X dengan semangatnya.


"Pulangkan dulu putraku ke rumah dengan selamat. Jangan sampai lecet atau pun terluka, karena kalau sampai itu terjadi aku akan membunuh kalian dengan tanganku sendiri." ancam Velove kepada Mr. X.


"Akan ku kabulkan permintaanmu sayang. Kalian cepat antar kan, anak kecil itu ke rumahnya. Kalian harus jaga dia baik-baik. Karena kalau sampai terluka aku juga akan membunuh kalian semua." perintah Mr. X pada anak buahnya.


Kemudian Velove menasehati Justin sebelum dia pulang ke mansion. Velove akan menjelaskan semua tentang identitasnya lewat Max nanti.


"Sayang kamu pulang dulu ya, Mommy masih ada urusan dulu. Mommy tidak bisa menjelaskan disini, tapi kamu bisa menanyakan kepada Daddy siapa Mommy sebenarnya dan juga apa pekerjaan Mommy selama ini. Maafkan Mommy belum bisa menjadi ibu yang baik buat kamu." ucap Velove dengan wajah sendu.


"No, aku ingin pulang dengan Mommy. Ayo Mom, kita pulang." rengek Justin pada Velove.

__ADS_1


"Justin dengarkan Mommy please. Mommy janji setelah selesai Mom akan pulang untukmu, dan bilang sama Daddy jangan terlalu khawatir dengan Mommy karena jika saatnya tiba Mommy akan mencari bantuan keluar. Kamu harus bilang ini pada Daddy ya. Kamu harus janji dengan Mommy."


Dengan berat hati Justin mengiyakan keputusan Mommy-nya. Dia pun diantar pulang oleh anak buah Dragon Empire. Velove pun melepaskan kepergian Justin dengan hati yang gundah dan selalu khawatir, dan tiba-tiba ada tangan yang memeluk pinggangnya dari belakang.


"Sudahlah sayang kamu jangan bersedih ada aku disini yang akan menghiburmu agar tidak kesepian." ucap Mr. X di dekat leher Velove.


"Shhitt, jaga tanganmu jangan memeluk orang sembarangan." umpat Velove kasar.


"Calm down sayang, ingat putra kesayanganmu masih ada di tanganku. Jangan sampai aku berubah pikiran." ancam Mr. X pada Velove.


Mr. X terus memeluk Velove dengan semakin erat. Bahkan tangannya mulai menjalar kedalam kaos yang di kenakan Velove, dan dia juga berani mencium dan mengendus leher Velove dari belakang.


"Shiit apa yang kamu lakukan brengsek. Lepaskan aku. Jangan membuatku marah." teriak Velove memberontak, namun Mr. X memeluknya semakin erat sambil menciumi lehernya dan membuat tanda kissmark di leher putih itu.


Mr. X tau kalau titik sensitif Velove berada di lehernya. Jadi dia melakukan itu dengan sengaja.


Velove hanya bisa menerima penghinaan itu karena dia diancam dengan menggunakan Justin putranya. Dan dari kejauhan ada orang yang sedang merekam adegan itu. Ternyata Mr. X melakukan itu untuk membuat sebuah video yang nanti akan dia kirimkan untuk Max.


Setelah beberapa menit Mr. X mengurai pelukannya dan Velove segera menjaga jarak dengannya.


"Kamu jangan lancang denganku, aku tidak suka itu." ucap Velove kasar.


"Hanya mencium mu sayang tidak lebih." ucap Mr. X dengan senyum seringai di bibirnya.


"Kamu pergi ke atas. Pilih kamar yang kamu suka, atau kamu mau sekamar denganku tidur bersamaku?" ucap Mr. X sedikit menggoda.


"Dalam mimpimu." jawab Velove ketus sambil berlalu dan pergi ke atas.


"Sangat menarik, pantas saja si brengsek itu sangat gila ketika aku menyentuhnya. Aku ingin sekali melihat dia menggila setelah aku kirimkan video ini." gumam Mr. X dengan pandangan kepada Velove.


"Kamu cepat kirimkan video tadi ke akun si brengsek itu." perintah Mr. X kepada anak buahnya.


**JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS..MAAF KEMARIN GK UP KARENA MOOD OTHOR BURUK๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


HADIAH BUAT OTHOR JUGA YA๐ŸŒนโ˜•

__ADS_1


VOTE NYA YANG PUNYA VOTE๐Ÿ˜


TERIMA KASIH๐Ÿ˜˜๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜**


__ADS_2