My Strong Woman

My Strong Woman
PASANGAN PSIKOPAT 2


__ADS_3

Velove berjalan melenggang menuju ke ruang bawah tanah. Banyak anak buah Max yang memperhatikan langkahnya. Karena ini pertama kalinya Velove berkunjung ke markas besar Black Pearl.


Velove berhenti dan berdiri di hadapan sandera yang sudah babak belur karena mencoba untuk kabur. Velove berjalan maju melihat satu persatu wajah musuhnya itu. Max hanya melihat Velove yang sedang mengintrogasi para musuhnya. Dia terheran-heran dengan sikap bar-bar yang semakin mengerikan itu


"Kalian berani sekali membuntuti ku? Apa kalian tidak tau siapa aku? Apa bos brengsek kalian tidak pernah mengajari, bagaimana menjadi penjahat yang profesional. Haaa?" teriak Velove.


"Lepaskan ikatan orang ini." perintah Velove kepada anggotanya.


Anak buah Max pun melepaskan salah satu ikatan sanderanya. Kemudian orang itu langsung menyerang Velove dengan membabi buta. Velove langsung menangkis semua serangannya.


BUGGH


BUGGH


BRUAAKK


Velove menendang lawannya dengan keras sehingga terkapar di lantai. Kemudian dia menginjak tangan musuhnya dan merampas sebuah cincin yang melingkar di jari lawannya.


"Aku tau cincin ini bukan cincin biasa. Aku akan melihatnya nanti, dan kamu pergilah ke neraka."


ucap Velove dengan menodingkan pistolnya ke kepala musuhnya.


DOORR


Suara tembakan menggema di seluruh ruangan. Velove membalikkan badannya dan berjalan mengelilingi seluruh anak buahnya.


"Ini peringatan buat kalian semua yang ada disini. Aku sudah paham semua bentuk kejahatan, baik itu secara langsung atau tersembunyi. Jadi kalian berhati-hatilah jangan sampai aku menemukan penghianat dalam klan ini. Karena kalau sampai ada penghianat, aku sendiri yang akan membereskannya. Berhati-hatilah karena mataku sangatlah jeli."


"Marvin bereskan mereka semua jangan ada yang tersisa." perintah Velove kepada Marvin.


Max hanya diam melihat istrinya mengatur semua anggota di klannya, dan para anggota yang lain pun saling berbisik menunjukkan rasa suka dan tidak suka.


"Kalian semua dengar mulai hari ini aku mengangkat istriku sebagai QUEEN di BLACK PEARL. Apapun yang dikatakan dan juga di perintahkan oleh istriku harus kalian lakukan, karena perintahnya adalah perintahku juga." titah Max pada anak buahnya.


Setelah para sandera di bawa ke ruang eksekusi, Max dan Velove keluar dari ruang bawah tanah. Velove ingin membuka isi dari cincin yang dirampasnya tadi.


"Luis kemari lah." panggil Velove.


"Ada apa Nyonya?"


"Kamu teliti cincin ini, karena ada sesuatu di dalamnya." ujar Velove dengan wajah serius.


"Max aku yakin anak buah mu ada seorang penghianat."


"Aku sudah mencurigai lama Love, tetapi aku belum mempunyai bukti." sahut Max kepada istrinya.


Velove duduk di kursi kebanggaan Max dengan wajah seriusnya. Dia menunggu Luis yang sedang berusaha menghancurkan cincin perak itu.

__ADS_1


"Ada sebuah mikrochip kecil terselip disini Nyonya." teriak Luis kepada Velove.


Velove langsung berdiri menghampiri Luis yang masih berusaha meretas isi dari mikrochip itu.


"Luis cepat kamu buka dan telusuri pastikan kamu masuk dengan hati-hati jangan sampai meninggalkan jejak apapun. Kamu gabungkan kode 553 dan 752 untuk meretas suatu situs dan itu bisa juga untuk menghilangkan jejak mu di laman tersebut." jelas Velove kepada Luis.


"Max jika si penghianat itu bisa ketahuan hari ini, kamu harus segera menyingkirkannya. Karena kalau tidak, bisa membahayakan kita semua."


Velove dan Max memperhatikan cara kerja Luis. Velove terkadang mengarahkan jika Luis dalam kesulitan.


"Luis cepat kamu masukkan kode itu, klik oke. Good Job. Sekarang kamu liat semua aktivitas keluar masuknya."


Luis dengan cekatan menuruti semua arahan Velove. Luis melihat semua aktivitas yang keluar masuk.


"Ternyata selama dua bulan ini kita terus di pantau Nyonya. Dari tanggal yang terlihat dan terakhir dilihat hari ini lokasinya di sekolahan Tuan muda, dan lima belas menit yang lalu."


"JUSTIN" teriak Velove shock.


"Max mereka mengincar Justin, ayo cepat kita ke sekolahan." seru Velove kepada suaminya.


Max dan Velove berlari keluar markas, dengan cepat mereka menuju mobil kemudian melajukannya.


Velove terdiam sepanjang perjalanan. Max juga fokus dalam menyetir, tiba-tiba dari samping mobil Max di salip oleh sebuah mobil kemudian menghadangnya. Max mengerem paksa mobilnya dan membanting stir ke kanan.


"Sialan kita masuk dalam jebakan Max."


"Hati-hati Love kita kalah jumlah."


"Permainan kalian sangat licik, dan hal seperti ini sangat memalukan sekali untuk klan besar seperti kalian." teriak Velove di depan para musuhnya.


"Hahahha, benar, bos berkata kalau ingin mengalahkan mu harus dengan cara tipuan, dan ternyata berhasil." sahut anak buah Dragon Empire.


"Serang mereka." imbuhnya.


Max dan Velove pun terlibat dalam perkelahian, mereka dikeroyok oleh anak buah Dragon Empire yang berjumlah banyak orang. Max menangkis segala serangan musuh yang membawa pisau di tangannya.


Velove juga menggunakan belati kesayangannya untuk membunuh para musuhnya. Kini bajunya pun penuh dengan cipratan darah segar. Velove dan Max berdiri di tengah dengan saling membelakangi.


"Love kamu tampaknya sudah kelelahan." ucap Max dengan nafas berat.


"Itu tidak penting Max, yang terpenting sekarang bagaimana caranya kita kabur. Karena kita tidak mungkin menang melawan mereka semua." sahut Velove dengan peluh yang terus mengucur.


"Max di liontin Justin aku pasang sebuah GPS, jadi kita nanti bisa melacaknya. Kamu hanya perlu menyuruh Luis membukanya kode GPS itu adalah tanggal pertama kali kita bertemu London." bisik Velove dengan suara pelan.


"Apa maksudmu Love? Kita hanya perlu mengulur waktu untuk mengalahkan mereka. Marvin dan lainnya akan sampai sebentar lagi."


Tak lama kemudian dari belakang datanglah anak buah Max. Marvin, Luis, dan lainnya. Mereka semua turun dengan senjata masing-masing, dan perkelahian terjadi kembali. Max menarik mundur Velove karena istrinya itu sangat kelelahan.

__ADS_1


Marvin dan Luis menyerang musuh dengan brutal. Semua terjatuh dengan sekali tebas. Namun tiba-tiba salah satu dari mereka berteriak memberi menunjukkan sebuah panggilan video call dari Mr. X.


"Kalian semua berhenti, kalau tidak nyawa anak kecil ini akan melayang." teriak anak buah Dragon Empire.


Velove yang mendengar itu pun langsung terperanjat. Dia langsung maju ke depan melihatnya secara langsung. Di layar ponsel itu terdapat Mr. X dengan senyum jahatnya, dan disampingnya terdapat Justin yang ketakutan.


"Justin." teriak Velove.


"Lepaskan putraku Brengsek."


"Hahahaa Halo sayang, kamu jangan marah-marah seperti itu. Nanti wajahmu jadi jelek." ucap Mr. X dengan gaya menantang.


"Bajingan kamu beraninya menggunakan cara busuk seperti ini untuk menculik anak ku." umpat Max menambahi.


"Kalau kalian ingin anak ini selamat, menyerah lah sayang datang lah kesini, aku menunggumu." jawab Mr. X dengan senyum seringainya.


Velove terdiam memikirkan cara yang tepat agar anaknya bisa aman dan terselamatkan.


"Baiklah aku akan menyerahkan diri, tapi kalian jangan sentuh anak ku. Kalau sampai putraku lecet, aku akan menghabisi kalian." sahut Velove.


Max pun kaget dengan keputusan istrinya, dia pun protes terhadap Velove.


"Love apa maksudmu? kamu ingin menyerah kepadanya?"


Velove berbalik menatap wajah Max dengan tatapan sendunya. Velove memegang wajah Max dengan kedua tangannya.


"Max percayalah padaku, ini satu-satunya cara agar Justin selamat. Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu Max. Aku mencintaimu kalian berdua adalah nyawaku, yang membuatku kuat bertahan hidup selama ini. Ingatlah pesan ku tadi Max. Aku menunggumu untuk menjemput ku sayang."


Velove menarik wajah Max kemudian mencium bibirnya dengan lembut. Setelah itu Velove mengurai pelukannya.


"Tunggu aku Love aku akan menjemputmu kembali. Jaga dirimu baik-baik."


Velove menganggukkan kepalanya menjawab pernyataan Max. Kemudian dia membalikkan badannya dan berjalan menuju ke anak buah Dragon Empire.


"HAHAHA, Max lagi-lagi kamu kalah. Kamu tidak pantas bersanding dengannya karena hanya aku yang pantas. Kemarilah honey aku kan menyambutmu." ucap Mr. X remeh, dia cemburu dengan keromantisan Max dan Velove.


Akhirnya Velove di bawa pergi oleh Dragon Empire. Max hanya bisa menatap kepergian istrinya itu dengan kemarahan yang tak bisa di bendung lagi.


"Tunggu aku Love, aku akan datang untukmu." ucap Max dalam hati sambil mengepalkan kedua tangannya.


HAI JANGAN BOSEN YA DEARS..😂😂😂TADINYA OTHOR MAU BUAT MEREKA PERGI HONEY MOON TAPI KONDISINYA LUM TEPAT YA MASIH ADA MUSUH JDINYA KAN GK ASIK🤣🤣🤣 TAPI NANTI SETELAH KELAR MUSUHNYA MEREKA AKAN RESEPSI DAN PERGI LIBURAN SEKALIAN HONEY MOON😂😂🤣🤣🤣AHHH KANGEN GK VISUALNYA BABANG MAX INI NIH SUAMI HALU OTHOR🤣🤣🤣



**JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS👍😘


HADIAH BUAT OTHOR LAH😂😂🌹☕

__ADS_1


VOTE NYA VOTE NYA YAH😅


TERIMA KASIH😘😘😍😍🥰🥰🥰**


__ADS_2