My Strong Woman

My Strong Woman
BERAKHIR DAN KEMBALI


__ADS_3

Max masih termangu di pinggir jalan sambil melihat kobaran api yabg terus membesar. Berita tentang kejahatan Dragon Empire sudah tersebar luas di berbagai negara. Semua antek-anteknya juga telah tertangkap. Velove ternyata sudah lama menyimpan kartu As dari klan Dragon Empire, dia sengaja menyembunyikannya karena menunggu kesempatan yang tepat.


Di lokasi kejadian telah datang tim penyelamat yang sudah siap turun ke dasar jurang. Marvin yang terluka parah masih bisa melapor dan meminta bantuan kepada yang berwajib. Kini identitas Velove sebagai istri Max juga sudah menyebar.


"Max kamu tidak apa-apa?" tanya Nyonya Glover yang ikut datang ke Lokasi. Nyonya Glover langsung terbang ke Las Vegas ketika mendengar berita di televisi.


"Mom, Love ku ikut terjun ke dasar jurang. Aku tidak tau istriku selamat atau tidak." ucap Max lirih dan memeluk Momnya.


"Tenang saja mom yakin Velove pasti akan baik baik saja. Sekarang kita kembali ke rumah dulu, menunggu kabar dari pihak berwajib. Justin sangat khawatir sekali kepadamu Max. Dia sudah tau berita ini dari televisi."


Max diam dan berpikir, awalnya dia tidak ingin kembali ke rumah. Tetapi dia langsung berubah pikiran ketika Momnya menyebut nama Justin. Akhirnya Max pun mau kembali ke rumah, dia berjalan sangat lesu sekali, dan ke sekian kalinya Max mengalami kejadian yang seperti ini lagi.


Sementara itu di bawah jurang tim penyelamat berhasil sampai di titik lokasi jatuhnya mobil Mr. X. Mobil yang sudah hangus tidak berbentuk itu telah di padamkan apinya. Para polisi menulusuri bekas kerangka mobil yang telah hangus dan hancur itu. Mereka menemukan potongan tulang yang terbakar di sekitar lokasi jatuhnya mobil tersebut. Di duga itu tulang dari penjahat Mr. X. Namun, setelah di selidiki lagi tidak ada korban lagi di sekitar hutan tersebut. Polisi sudah menelusuri semua wilayah yang ada disitu hasilnya nihil tidak menemukan apapun. Akhirnya setelah semua serpihan itu di evakuasi, pencarian di hentikan sementara.


Berita ini sampai di telinga Max, dia tidak terima jika pencarian di hentikan. Bahkan di bersikukuh untuk mencari keberadaan Velove sendiri. Namun, Nyonya Glover mencegah sikap gila putranya. Dia tidak mau Max mencari dengan keadaanya yang seperti ini.


"Aku harus mencarinya sendiri Mom, bagaimana kalau Velove berada di suatu tempat dalam keadaan pingsan, dan kalau ada binatang buas gimana Mom." Max terus berpikiran negatif tentang keadaan Velove.


Nyonya Glover juga bingung harus bagaimana lagi menjelaskan kepada putra dan cucunya itu. Dia juga tidak tau harus melakukan cara apalagi untuk menemukan menantunya.


Hingga satu minggu berlalu, berita di berbagai media masih mengulas tentang kejahatan yang di lakukan klan Dragon Empire. Hal ini tentu membuat Max semakin terpuruk. Setiap hari dia hanya melamun di kamar sambil memandangi foto istrinya. Dia tidak lagi mempunyai semangat hidup. Meskipun ada Justin di sampingnya, tak mampu mengurangi rasa sedih yang menyiksa relung jiwanya.



Di dalam sebuah Villa yang lumayan besar, ada seorang wanita yang terbaring tak sadarkan diri. Wanita itu adalah Velove, dia dalam keadaan terluka parah. Kaki dan tangannya patah serta banyak luka-luka bakar di tubuhnya efek ledakan mobil saat itu.


Velove di selamatkan oleh seorang pemburu. Dia di temukan di tepian sungai dengan keadaan yang mengenaskan. Seluruh tubuhnya penuh dengan luka bakar. Namun, nasib Velove masih beruntung. Saat mobil itu meledak, Velove terpelanting ke arah sungai. Jadi luka bakarnya tidak merata dan merambat ke bagian tubuh yang lain.


Pemburu itu adalah pria paruh baya yang hidup sendiri di villa dalam hutan. Dia merawat Velove dengan baik, pria itu khusus menyewa dokter special untuk menyembuhkan luka Velove. Pria itu berjalan sedikit pincang dan matanya ditutup sebelah dengan sebuah penutup mata.


"Kasihan sekali kamu nak. Sepertinya lukamu ini akan sembuh lama. Siapa kamu sebenarnya?" ucap Pria itu pelan.


Kemudian dari luar ada orang yang datang, dia adalah dokter pribadi yang telah disewanya. Pria tersebut langsung membukakan pintu dan segera menyuruh dokter itu memeriksa keadaan Velove.


"Bagaimana keadaan gadis ini Dok?"


"Dia perlu di bawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut, Tuan. Soalnya luka bakar ini kalau tidak di tangani dengan tepat, bisa menimbulkan cacat di kemudian hari." jelas dokter itu.


"Kalau begitu segeralah bantu saya membawa gadis ini ke rumah sakit. Kasihan sekali jika terjadi apa-apa di suatu hari nanti." ucap pria itu kepada dokter.


"Baik akan segera saya lakukan, Tuan." jawab Dokter itu.

__ADS_1


Dokter bersama pria itu membawa Velove ke rumah sakit di kota New York. Karena fasilitas medisnya lebih lengkap. Entah siapa pria yang menolong Velove itu. Dia sangat baik dalam menolong seseorang yang sama sekali tidak dikenalnya.


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai di pusat kota karena jarak dari villa ke kota lumayan jauh. Akhirnya setelah perjalanan jauh Velove sampai juga di rumah sakit. Dia langsung di larikan ke UGD dan setelah dilakukan pemeriksaan baru di pindahkan ke ruang ICU.


"Maaf, Tuan harus melengkapi data pasien itu di bagian pendaftaran dan informasi." kata salah satu suster kepada pria itu.


Kemudian pria tua itu segera ke bagian pendaftaran dan dia juga menulis identitasnya sebagai penemu korban kecelakaan. Setelah selesai mendaftar pria tua itu di panggil oleh dokter.


"Tuan bisa saya bicara dengan anda?"


"Bisa dok, anda panggil saja saya Ander."


"Baik Tuan Ander, pasien mengalami patah tulang yang sangat serius, luka bakarnya juga hampir 50 persen. Jadi kami harus melakukan tindak operasi agar patah tulangnya tidak sampai fatal. Namun, saya butuh persetujuan pihak keluarga untuk melakukan operasi tersebut." jelas dokter itu dengan serius.


"Saya tidak tau keluarganya dokter, saya menemukannya di tepi sungai dalam hutan sewaktu saya berburu." jelas Tuan Ander kepada dokter.


Lalu datanglah salah satu suster dan membisikkan sesuatu ke dokter itu, dan sepertinya dokter tersebut sedikit terkejut. Kemudian dokter itu meminta waktu untuk kembali ke ruangan sebentar.


"Maaf Tuan Ander saya sepertinya harus kembali ke ruangan sebentar, nanti saya akan menghubungi anda lagi." ucap dokter itu dan pergi dengan terburu-buru.


Tuan Ander pun sedikit bingung dengan sikap dokter yang menurutnya sangat aneh. Kemudian Tuan Ander duduk di depan ruangan ICU untuk menunggui Velove yang dalam perawatan.


"Tuan ada berita yang menemukan Nyonya muda sedang ada di rumah sakit di kota New York." ucap anak buah Max dengan serius.


"Apa yang kamu katakan itu benar?"


"Mom, Mom, Velove sudah di temukan." teriak Max kepada Nyonya Glover.


Nyonya Glover pun langsung keluar bersama Justin dan Felicia. Mereka sangat senang sekali mendengar berita bahagia ini.


"Ayo kita pergi kesana sekarang Max."


Setelah mendapatkan informasi, Max, Mom, dan kedua anaknya langsung pergi menuju ke rumah sakit di kota New York. Mereka berangkat naik pesawat agar menghemat waktu.


Satu jam kemudian Max dan yang lainnya sampai di rumah sakit yang merawat Velove. Max segera berlari ke bagian informasi untuk mencari tau dimana ruangan Velove berada. Setelah mendapatkan informasi Max segera berlari menuju ke ruang ICU. Dia berlari sangat cepat agar bisa langsung tau keadaan Velove saat ini.


Akhirnya Max sampai juga di ruang ICU, dengan nafas yang terengah-engah dia melihat istrinya terbaring di ranjang dengan keadaan yang memprihatinkan. Max tidak tau kalau ada orang yang sedang memperhatikannya dari belakang. Kemudian sampailah Nyonya Glover dan cucunya di tempat itu juga. Justin dan Felicia langsung berlari ke arah Max. Namun, Nyonya Glover hanya berdiri di tempat sambil memandang pria yang sedang berdiri di belakang Max.


Nyonya Glover seperti mengenal siapa pria tersebut. Dia berjalan pelan dan mendekat, kemudian pria itu menoleh ke arahnya. Betapa terkejutnya Nyonya Glover melihat pria tersebut adalah suaminya yang sudah lama menghilang, dan telah dia anggap meninggal.


Nyonya Glover berdiri dan hampir terjatuh lemas. Air matanya mengalir melihat pria yang sedang berdiri di depannya itu. Max yang mendengar sang Mom yang menangis pun menoleh ke belakang dan mendekatinya.

__ADS_1


"Ada apa Mom? Kenapa Mom menangis?" tanya Max tidak mengerti.


Pria tersebut menoleh ke arah Max kemudian memanggilnya pelan.


"Max, putraku." ucap Tuan Ander pelan.


Max pun menoleh ke arah pria dengan tatapan wajah yang bingung.


"Teressa, istriku." panggil Tuan Ander ke Nyonya Glover.


"Mom, apa Mom mengenal dia?" tanya Max tidak mengerti.


"Dia Daddy mu Max."


"Apa? bukankan Mom bilang kalau Daddy sudah meninggal."


"Mommy juga tidak tau, karena Mommy sudah mencarinya selama ini tapi tidak ada hasilnya."


"Teressa, maafkan aku. Max putraku maafkan Daddy."


Nyonya Glover pun mendekat kemudian berdiri di depan Tuan Ander dan memeluknya dengan erat.


"Kenapa kamu lakukan ini sama aku, apa salahku? kamu meninggal kan aku sendiri tanpa kabar apapun. Kamu jahat Mendy, kamu kejam."


"Maafkan aku Teressa, aku terpaksa karena keadaanku yang seperti ini. Aku tidak pantas berada di sisimu."


"Bodoh kamu sangat bodoh."


Nyonya Glover menangis di pelukan suaminya. Suami yang telah meninggalkannya sejak Max berumur 2 tahun. Max hanya berdiri tak percaya kalau dia masih mempunyai sosok ayah yang tidak pernah muncul dalam hidupnya.


...bersambung...


**JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARSπŸ˜€πŸ˜€πŸ‘


HADIAHI OTHOR JUGA πŸŒΉβ˜•


VOTE YANG PUNYA VOTE KASIHIN KE OTHOR


KALIAN MENCIUM BAU BAU AKAN TAMAT GAK SIH🀭🀭🀣🀣


TERIMAKASIH πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜πŸ˜˜πŸ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2