
Velove tertawa melihat ekspresi kesal Max. Max berjalan menuju ke ranjang Velove dengan membawa laptop dari luis. Dia melihat Velove sedang menertawakannya.
"Apa ada yang lucu sehingga membuatmu senang Love." ucap Max sambil memandang wajah Velove.
"Love aku ingin kamu."
Max mulai memepet tubuh Velove lagi, dan dia memulai aksi yang sempat tertunda tadi. Max ingin mencium bibir sensual yang ada di depannya. Namun, hal itu cepat di hentikan oleh kedua tangan Velove yang segera menutup bibirnya.
"No, hentikan Max. Kamu bisa keterusan nanti, tunggu lukaku sembuh dulu pria bodoh. Sini mana laptop ku." ucap Velove sambil meraih laptopnya dari tangan Max.
Max mendengus kesal karena keinginannya ditolak oleh Velove. Dia benar-benar tidak bisa menahan gejolak hasratnya yang sudah sekian lama dia pendam. Max kembali duduk di kursi samping ranjang Velove.
Setelah mendapatkan laptopnya kembali, Velove cepat membuka akunnya. Banyak sekali notifikasi yang masuk di akun pribadinya. Velove tampak serius sekali jika sudah ada benda kotak pipih itu di depannya. Notif terbanyak adalah dari aliansi rahasia itu. Mereka menginformasikan kalau ketua Dragon Empire berhasil kabur.
"Shiitt, mereka semua bodoh sekali menjaga satu orang saja tidak pecus." umpat Velove dengan jari yang masih mengetik.
Max hanya bisa melihat keseriusan Velove saat mengoperasikan benda pipih itu. Dia juga masih tidak menyangka kalau pasangannya ini adalah seorag hacker yang handal.
"Max apa kamu tahu kalau si bajingan itu telah kabur?" tanya Velove pada Max.
"Ya aku sudah tau kalau mereka berhasil kabur." jawab Max sambil menyilangkan tangan di dadanya.
"Mereka bukan lawan yang mudah Max, butuh taktik yang bagus untuk mengalahkannya. Untung saja semua bukti yang aku kumpulkan selama ini masih ada. Jadi aku mempunyai kesempatan untuk menghancurkan mereka."
"Diluar banyak sekali orang yang mencarimu Love. Di rumah sakit ini pun banyak mata-mata yang ingin menerobos masuk ke dalam sini. Namun, aku tidak akan membiarkan itu terjadi." ucap Max dengan wajah serius.
Setelah beberapa saat Velove menutup laptopnya. Kemudian dia melamun dan memikirkan sebuah rencana.
"Max aku ingin pulang kerumah." ucap Velove sambil menatap Max.
"Baiklah besok aku akan berbicara sama dokter. Malam ini cukup sampai disini, kamu beristirahatlah Love. Jaga kondisimu agar terus stabil dan berangsur pulih."
"Baiklah Max, akan akan tidur sekarang." jawab Velove sambil merebahkan dirinya ke ranjang.
__ADS_1
"Selamat istirahat My Love." ucap Max lalu mengecup kepala Velove dengan lembut.
Seperti biasa Max dari samping menjaga Velove. Dia harus tetap waspada meskipun Velove sudah sedikit pulih.
KEESOKAN PAGINYA
Max masih tertidur di samping kekasihnya.
Velove yang merasakan sesuatu yang berat diperutnya pun terbangun. Velove membelalakkan matanya karena Max tidur hanya dengan bertelanjang dada.
"Ohh Shiitt, pria ini sengaja menggodaku. Oh God rasanya ingin sekali aku memainkannya. Stop Love, jangan berpikiran konyol." ucap Velove dalam hati.
Max hanya tersenyum tipis melihat sikap Velove yang sangat lucu. Max suka wajah malu kekasihnya itu, karena menurutnya itu sangat menggemaskan.
"Apakah kamu sudah puas memandangiku Nona?" ucap Max dengan mata yang terpejam.
Velove pun kaget karena kepergok sedang memandangi oleh Max. Velove pun segera memalingkan wajahnya agar Max tidak tau wajah malunya.
"Janganlah malu-malu sayang, aku sudah siap jika kamu menginginkannya." ucap Max dengan senyum smirknya.
"No Love, aku tidak mau pergi dari sini. Bukankah sangat nyaman berada di pelukanku sayang. Sini biarkan aku memelukmu."
"Shut up, jangan berbicara lagi Max. Cepatlah minggir." ucap Velove dengan mendorong-dorong tubuh Max.
Max semakin jail, dia semakin bersemangat untuk menggoda Velove.
"Hemm sepertinya aku mempunyai sebuah ide yang sangat mengasikkan Love, kamu mau tau apa tidak tentang ideku?" ucap Max sambil berpikir.
"No, ide kamu pasti ide yang tidak baik Max. Cepat sana pergi Max, jangan sampai aku marah ." sahut Velove sangat kesal.
Max pun segera turun ketika Velove meninggikan suaranya. Bisa gawat kalau Velove sampai marah.
__ADS_1
"Okey-okey sayang aku akan turun. Tetapi sebelum itu kasih morning kiss untukku dulu sayang."
"No tidak ada kissing untuk pagi ini sampai malam nanti. Itu hukuman mu karena berani menggodaku pagi ini." ucap Velove dengan tegas.
Max pun tak percaya niat hati mau mengerjai kekasihnya justru dia yang kena dampaknya.
"Love sorry, aku hanya kangen suasana bercanda denganmu. Jangan hukum aku dengan cara itu aku bisa sesak napas jika tidak mencium mu." sahut Max protes.
"No, Max atau mau aku tambahin jadi satu minggu?"
Max pun langsung diam mendengar ancaman Velove. Dia tampak bodoh ketika sedang berhadapan dengan Velove.
"Okey fine, kamu menang pagi ini Love tapi tidak untuk lain kali." ucap Max turun dari ranjang.
Velove pun terkekeh melihat kekesalan Max. Wajah kesal itu mampu membuat hatinya bahagia.
"Tampaknya kamu bahagia melihat ku seperti ini Love. Apa kamu benar-benar tidak tertarik dengan pemandangan ini Love?"
"Ohh Shiitt, Max benar-benar sudah gila. Beraninya dia berpose sperti itu di hadapanku." umpat Velove dalam hati.
"Okey hukuman bertambah menjadi satu bulan untukmu Max. Selamat." seru Velove dengan wajah senang.
Max berdiri terpaku menatap tajam wajah wanita yang berani mempermainkannya itu. Velove pun tertawa melihat ekspresi konyol Max.
"Teruslah tertawa seperti itu Love. Lepaskanlah gundahmu, percayalah kepadaku aku akan sekuat tenaga untuk selalu menjagamu." gumam Max dalam hati.
Max senang melihat tawa bahagia kekasihnya. Velove juga merasakan kelegaan di hatinya, karena dia bisa mengurangi sedikit beban yang ada di hidupnya.
**JANGAN LUPA BUDAYAKAN LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS.πππ
KASIH HADIAH THR BUAT OTHOR BUNGA KOPI JANGAN LUPA.πΉβπ₯°
__ADS_1
OTHOR INGATKAN LIST VOTE SUDAH MUNCUL YA..KASIHLAH KE OTHOR VOTE NYA BUAT THR IN OTHOR BIAR SEMANGAT LAGIπ€£π€£π€£
TERIMA KASIH SEMUAπ₯°π₯°πππππ**