
Velove di bawa ke markas Dragon Empire atas instruksi dari sang ketua Mr. X. Setelah sampai di markas Velove langsung dibawa keruang perawatan untuk menghentikan pendarahan yang ada di lengannya.
"Kamu obati lukanya, setelah selesai ikat tangan dan kakinya. Dia wanita yang sangat berbahaya." perintah Mr. X pada dokter khususnya.
"Baik Tuan."
Sepertinya Mr. X sangat terkesan terhadap Velove. Biasanya Mr. X tidak pernah berbelas kasihan pada orang lain. Bagaimana tidak? Banyak orang yang mencari-cari keberadaan seorang hacker misterius. Namun, tidak pernah ada yang tau tentang identitasnya, dan kini sang hacker muncul dengan sendirinya sudah pasti kalau hal ini tidak akan disia-siakannya.
KEESOKAN HARINYA
Semenjak Velove di culik kemarin malam, Max sama sekali tidak istirahat. Dia masih berusaha untuk menemukan Velove. Dia tampak kusut dan sangat frustasi. Sang Mom dan Felicia pun tak kalah bingungnya. Baru saja terukir senyum di wajah Max. Namun, kini dia harus di hadapkan dengan maslah yang serius.
Tiba-tiba dari depan Luis berteriak dan melaporkan sesuatu pada Max.
"Tuan saya sudah menemukan keberadaan Nyonya Muda." ucap Luis dengan yakin.
Max langsung bangkit dari lamunannya dan menghampiri Luis.
"Cepat katakan Luis dimana dia?"
"Kemarin sekitar pukul 10.00 nyonya muda berada di pinggiran kota Potsdam Tuan, dan saya mengecek Nyonya melakukan perlawanan lalu dibawa paksa oleh mereka." jawab Luis.
"Ayo Luis bawa pasukan kita ke sana , aku tau dimana mereka." ucap Max sambil melangkah keluar.
Felicia yang mendengar pembicaraan Daddy-nya pun melangkah keluar.
"Daddy." panggil Felicia.
Max pun menoleh ke arah putrinya.
"Daddy hati-hati menyelamatkan Momy, tolong bawa pulang Momy Dad." ucap Felicia memohon.
"Baiklah Nak, Daddy akan membawa momy pulang kamu di rumah baik-baik ya!" ucap Max.
Felicia pun mengangguk dan Max lalu pergi menuju ke markas Dragon Empire.
MARKAS DRAGON EMPIRE
Velove masih belum sadar didalam kamar berukuran kecil itu. Tangan dan kakinya di ikat agar tidak bisa kabur. Samar-samar terdengar suara kaki melangkah mendekatinya, dan saat itulah Velove siuman dari pingsannya.
Velove membuka matanya lalu melihat ke sekitar ruangan.
"Sudah bangun wanita sialan?" ucap seorang wanita.
Wanita itu adalah Megan orang kepercayaan Mr. X, dan juga budak nafsunya.
"Aku terkejut sekali kita bisa bertemu lagi dalam keadaanmu yang sudah sekarat seperti ini." kata Megan sambil mencengkram dagu Velove lalu menghempaskannya.
"Hem, aunty apa kabar? tujuh tahun sudah berlalu kamu sudah tampak tua juga ya?" ejek Velove.
Megan pun kesal mendengar perkataan Velove.
__ADS_1
"Sombong sekali ucapan mu, sebentar lagi kamu akan mati di tanganku dan aku sudah bersiap untuk mengirimkan mu ke neraka."
Megan mengeluarkan sebilah pisau dan ingin menusukkannya ke dada Velove dan...
BRUUAAAKK
Megan di tendang oleh seseorang, dan orang itu adalah Mr. X.
"Apa yang kamu lakukan pada wanita kesayanganku bodoh?" teriak Mr. X kepada Megan.
"Kalau kamu punya dendam simpan saja dendam mu itu, karena yang boleh menyentuh dia hanyalah aku." ucap Mr. X dengan keras.
Megan hanya terdiam sambil menatap Mr. X tajam. Dia kesal sekali karena kesetiaan dan pengorbanannya hanyalah sia-sia, justru dia dianggap seperti sampah.
"Keluar kamu dari sini, lagi juga siapa yang menyuruhmu masuk?"
Mr. X mengusir Megan keluar dari ruangan itu. Kemudian Mr. X melangkah mendekati Velove. Dia naik ke atas ranjang dan berbaring di samping Velove.
"Sayang kamu sudah bangun? Harusnya kamu berterima kasih padaku karena kamu sudah aku jadikan seorang ratu disini." ucap Mr. X.
Velove menoleh kan kepalanya dia tidak ingin melihat wajah Mr. X yang berada di sampingnya.
"Hei mengapa kamu tidak menatapku sayang? Menoleh lah ke arahku."
Mr. X menolehkan paksa kepala Velove ke arah wajahnya.
"Sudah ku bilang berapa kali jangan pernah menyentuhku karena itu sangat menjijikan." ucap Velove dengan tatapan kebencian.
"Aku ingin melihat apakah kamu masih bisa bersikap sombong setelah ini?"
Mr. X memanggil salah satu anak buahnya untuk masuk kedalam, dan anak buahnya itu membawa sebotol minuman untuk Mr. X.
"Sayang minumlah anggur ini agar kamu lebih bergairah nanti, dan aku ingin melihat keliaran mu saat di ranjang pasti sangat seksi sekali. Ayo minumlah."
Mr. X meminumkan anggur itu secara paksa untuk Velove. Velove tidak bisa melakukan apapun karena tangan dan kakinya yang terikat sangat kencang.
Mr. X bangun dari samping Velove lalu turun dari ranjang, dia berdiri di tepat di depan Velove. Mr. X mulai membuka kancing kemeja nya kemudian membuangnya ke segala arah.
Velove juga mulai bereaksi tubuhnya terasa sangat panas. Velove juga mulai menggeliat di atas tempat tidur.
"Sialan beraninya dia memberiku obat perangsaaang, aku harus bagaimana ini." batin Velove.
"Baby ekspresi mu itu membuatku bersemangat sekali dan aku sudah tidak sabar untuk ini. Hahahaha." ucap Mr. X bersiap untuk memperkosa Velove.
"Pergi dari hadapan ku orang gila." teriak Velove kepada Mr. X.
"Hahaha, apa kamu bilang? pergi ? dengar aku akan memilikimu agar si brengsek Max itu menyerah dan merasa jijik sama kamu, sehingga dia bisa menyerahkan mu secara suka rela untukku." jawab Mr. X.
Mr. X mulai naik ke atas ranjang, Velove pun merasa panik apalagi bahasa tubuhnya yang menunjukkan reaksi ketika Mr. X menyentuh pinggangnya.
Mr. memasukkan tangannya kedalam kaos tipis yang di pakai Velove kemudian menariknya secara paksa dan..
__ADS_1
SREEEETTT
Kaos itu sobek dan kemudian di buang ke segala arah. Mr. X terpana melihat bentuk tubuh Velove yang sangat mengagumkan.
"Jangan menyentuhku brengsek, lepaskan aku." teriak Velove keras.
Velove terus memberontak agar tidak di sentuh oleh Mr. X. Namun efek dari obat tadi justru membuatnya mengeluarkan suara-suara yang membangkitkan gaiiirah Mr. X.
"Suaramu seksi sekali sayang, membuatku semakin ingin melahap mu." ucap Mr. X dengan senyuman jahat di wajahnya.
Mr. X meraba perut kemudian naik ke atas menuju ke aset kembar Velove. Dua aset yang terbungkus br@ itu terlihat sangat indah.
"Waw, ini indah sekali baby!!! Apakah si Max itu sudah pernah merasakannya?"
"Singkirkan tanganmu itu brengsek."
Velove terus berteriak mengumpat Mr. X yang ingin memperkosanya. Mr. X yang gemas pun langsung menciumi bibir seksi Velove. Namun Velove tidak akan membiarkan itu terjadi. Velove menggigit bibir Mr. X dengan keras hingga terluka.
"Kamu semakin membuatku bernafffsu saja sayang, gigitannn mu sangat manis sekali." ucap Mr. X.
Kemudian Mr. X melanjutkan aksinya dia mulai menciumi leher Velove dan juga membuat kissmark disana. Velove tidak bisa bergerak karena Mr. mengunci kaki dan juga tangannya. Velove hanya bisa berteriak meronta dan jatuhlah air mata Velove di pipinya.
"Max selamatkanlah aku, Max datanglah kenapa kamu lama sekali." ucap Velove dalam hati.
Velove berpikir hidupnya akan berakhir setelah ini. Setelah Mr. X selesai menciumi leher Velove, Mr. X bersiap untuk segera mengeluarkan juniornya yang sudah on fire sedari awal. Mr. X membuka resleting celananya dan kemudian....
TOK
TOK
TOK
Ada suara ketukan pintu dari luar yang mengganggu aksinya.
"Ohhh shiitt, mereka mengganggu kesenanganku."
Mr. X memakai lagi celananya dan melihat apa yang terjadi.
"Ada apa kalian mau mati Haa?" teriak Mr. X.
"Maaf Tuan namun saya mau melaporkan bahwa klan Black Pearl sudah masuk ke ruang tengah kita, dan semua anak buah kita sudah mereka lumpuhkan."
"Hemm akhirnya datang juga si brengsek itu, baiklah aku akan bermain dengannya sebentar. Ini akan menjadi tontonan yang mengasikkan."
**HAI HAI HAI DAG DIG DUG DER JEDEERR GAK KALIAN 🤣🤣🤣🤣 HAYO KITA LIAT AJA NANTI KELANJUTANNYA YA APAKAH VELOVE AKAN DI MAKAN OLEH MR. X ATAU NGGAK😂😂
KALIAN PASTI GAK RELA KAN😂😂😂SAMA OTHOR JUGA GAK RELA😁😁😁VELOVE KAN MILIK BABANG MAX SEORANG🤣🤣😍
JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE NYA YA👍😍**
**HADIAH BUAT OTHOR JUGA 🌹☕
__ADS_1
TERIMA KASIH🥰😍😘**