
Velove tertidur di gereja dan dalam pelukan Max. Sudah menjadi kebiasaannya menjadi tukang tidur semenjak hamil. Setengah jam kemudian Velove terbangun dan mendapati dirinya sudah berada dalam mobil.
"Astaga aku ketiduran lagi, Hoaaammm," ucap Velove sambil menguap dan menggeliat.
"Apa tidurmu sangat nyenyak Love?" tanya Max dari samping.
Velove tersenyum dan dia menjawab pertanyaan suaminya. "Hem, kenapa kamu tidak membangunkan ku Max? Apa kamu tidak bosan menungguku bangun?"
"Aku sangat suka melihatmu ketika tidur sayang, begitu mendamaikan hatiku," ujar Max sambil membelai pipi istrinya. Kemudian dia menyalakan mobil dan pergi dari kawasan gereja.
Max membawa Velove pergi ke sekitar Sungai Thames, karena di sore hari pemandangannya sangat bagus sekali. Velove masih terlihat lemas karena baru saja bangun dari tidurnya. Dia banyak sekali menguap."Hoaaammmm, Max aku ingin es krim."
"Baiklah Love tepat sekali disini ada es krim shop yang sangat populer," ucap Max dengan perasaan senang.
Max menambah kecepatan mobilnya. Lalu beberapa menit kemudian mereka telah sampai disekitar sungai Thames. Max keluar membukakan pintu mobil untuk Velove. Setelah Velove keluar Max menggandeng tangan istrinya untuk duduk di kursi yang tersedia di pinggiran sungai.
"Love kamu tunggu disini ya, aku akan kesana membeli es krim buatmu," ucap Max.
"Okey aku akan tunggu kamu disini Max," jawab Velove sambil duduk di kursi.
Setelah itu Max beranjak pergi untuk membeli es krim pesanan istrinya. Sambil menunggu suaminya Velove duduk sendiri dengan melihat pemandangan sungai Thames yang terkesan indah di sore hari. Tak lama kemudian Max membawa dua cup es krim berukuran jumbo untuk Velove.
"Apa kamu menungguku terlalu lama sayang?" tanya Max sambil menyodorkan es krim jumbo kepada Velove.
"Tidak suamiku, dan es krim ini terlalu jumbo. Wow bagaimana aku memakannya?" seru Velove sambil menelan air liurnya yang sudah ingin keluar.
"Aku sengaja membelikan mu ukuran jumbo sayang, karena aku tau kalau sekarang kau suka porsi besar," ucap Max sambil terkekeh kecil.
Velove berdecak mendengar omongan suaminya yang seperti menyindirnya." Ck, Apa kamu mengejekku karena sekarang aku menjadi gendut?"
"Hahaha, sayang aku tak mempermasalahkan hal itu. Mau kamu berubah jadi gendut pun aku tetap menyayangimu istriku," ucap Max sambil memeluk istrinya dengan penuh kasih sayang.
Setelah melakukan perdebatan kecil, Velove dan Max melanjutkan makan es krimnya. Tak lama kemudian ponsel Max berbunyi panggilan dari Justin telah masuk.
"Justin menelepon kita Love," ucap Max kemudian menjawab panggilan dari putranya.
"Hallo Boy, how are you?" tanya Max pada putranya.
"Daddy, apa Mommy sudah melupakan ku?" tanya Justin dari seberang sana.
__ADS_1
Max terkekeh mendengar pertanyaan putranya yang secara tiba-tiba menyalahkan Velove.
"Hai sayangnya Mommy, bagaimana kabarmu honey?" sahut Velove menjawab pertanyaan putranya.
"Mommy tega sama Justin, Mommy sudah melupakan ku, Huaaaa!" Justin menangis sambil menghentak-hentakkan kakinya.
"Why, Mommy tidak pernah melupakanmu sayang. Hanya saja mood Mommy yang suka berubah-ubah. Jadi, maafkan Mommy ya, Mommy menyayangimu, Muuaachh!" Velove merayu Justin yang sedang merajuk kepadanya.
Justin semakin memperkeras tangisannya dia terus berteriak kepada Velove, "No, Mommy sudah melupakanku, Mommy tidak sayang lagi padaku. Kapan Mommy pulang, aku sangat merindukanmu Mom."
Mendengar putranya yang terus menangis, Max pun mencari cara untuk membujuk Justin agar tidak merajuk lagi. Dia memikirkan sebuah cara dan berkata, "Boy tenangkan dirimu okey. Daddy berjanji padamu, setelah liburan Mom and Dad selesai, Daddy akan mengajakmu liburan lagi. Kamu tinggal pilih mau liburan kemana? Nanti biar Daddy yang persiapkan."
Justin langsung diam mendengar pernyataan Daddy-nya. Akan tetapi dia masih penasaran dengan sang Mommy. Sambil sesenggukan Justin melontarkan sebuah pertanyaan lagi, "Mommy, kali ini Justin maafkan Mommy, tapi tidak untuk lain kali. Sebelum Mommy pulang, setiap pagi Mommy harus video call dan tanyakan kegiatanku. Okey Mommy!"
Velove tersenyum kecil melihat sikap putranya yang sedang cemburu. Velove langsung menjawab persyaratan putranya, "Baiklah sayang, Mommy berjanji. Maafkan Mommy ya! Jangan marah lagi nanti tampannya hilang."
Justin sedikit tenang mendengar penjelasan sang Mommy. Dia pun segera mengakhiri panggilan video callnya dengan Mom and Dadnya.
"Sudah dulu ya Mom, Dad, Justin mau mandi dulu. Bye Mommy, Bye Daddy, semoga hari kalian menyenangkan. Aku mencintai kalian!" ucap Justin dengan penuh cinta.
"Bye sayang, I Love You so much!" sahut Velove dan Max bersamaan.
Akhirnya panggilan video itu berakhir, Velove melanjutkan lagi makan es krimnya yang sudah hampir meleleh.
"Aku tahu itu Max, terkadang sangat menyebalkan juga," jawab Velove datar.
Max terkekeh mendengar jawaban istrinya, dan membuat Velove kesal.
"What apakah ada yang lucu suamiku?" tanya Velove dengan menampilkan senyum sinis.
"Hahaha, tidak ada apa-apa sayang, ternyata kamu merasakan apa yang ku rasakan. Ketika aku merasa sebal dengan sikap keras kepalamu dulu," jawab Max dengan senyuman menggoda.
"Ck, dasar suami yang menyebalkan!"
Sore hari mereka lewati dengan obrolan santai namun romantis. Hal itu membuat Max semakin bahagia. Setelah matahari terbenam Max mengajak Velove pergi dari tempat itu. Dia ingin menuju ke London Eye, dimana kincir angin besar itu menjadi saksi kisah cintanya bersama Velove dimulai.
Max melajukan kendaraanya ke London Eye yang lokasinya tak jauh dari sungai Thames. Velove terdiam lagi di dalam mobil, sepertinya dia mulai mengantuk. Lima belas menit Max sudah sampai di London Eye. Max keluar dan turun dari mobil untuk membukakan pintu untuk istrinya.
"Keluarlah sayang," ucap Max sambil membuka pintu.
__ADS_1
Velove sedikit malas karena dia dilanda ngantuk berat. Velove pun keluar dengan wajah lesu. Hal itu membuat Max gemas, tanpa aba-aba Max langsung menggendong istrinya, dan berjalan untuk naik ke London Eye.
"Uhhh, sepertinya aku harus banyak olahraga lagi. Biar tetap kuat menggendong kamu seperti ini my Queen," ucap Max sambil melirik ke arah istrinya.
"Apa maksudmu? Secara tidak langsung kamu ingin mengatakan kalau aku gendut kan?" sahut Velove dengan mengerucutkan bibirnya.
Dengan tergelak Max pun menjawab,"Hahaha, apa aku tadi mengatakan itu sayang? Hem? Perasaan tadi aku tidak mengatakannya."
"Huhh, ingin sekali aku memukulmu," desah Velove dengan menguatkan lagi pegangannya di leher Max dan menyandarkan kepalanya di dada bidang itu.
Setelah hampir sepuluh menit berjalan Max sampai juga di kincir angin raksasa itu. Max menurunkan Velove dengan hati-hati. Setelah itu dia membeli tiket dan segera naik ke atas.
Velove tampak menikmati pemandangan malam di atas kincir raksasa itu. Velove berdiri sambil melihat pemandangan kota London yang sangat indah di malam hari. Max mendekat dan memeluk istrinya dari belakang.
"Apa kamu senang honey?" tanya Max dengan memeluk Velove dan mengecup lehernya.
"Hem sangat bahagia, perasaan ini mengingatkan ku tujuh tahun lalu Max. Dimana aku menyerahkan semuanya untukmu. I Love You my Hubby." Velove tersenyum dan membalikkan badannya menghadap ke Max. Kemudian kedua pasang mata itu saling bertatapan dan saling mengamati.
Velove tersenyum manis menatap wajah Max yang juga sedang menatapnya dengan tatapan yang menghanyutkan. Kemudian wajah mereka semakin mendekat dan...
CUPPP!
Max mencium bibir Velove dengan lembut. Mereka saling mencium dan melu....mat satu sama lain dengan bertukar saliva. Hingga durasi yang lama dan membuat nafas Velove tersengal.
"Ayo kita pulang dan lanjutkan di hotel," ajak Velove dengan senyuman menggoda.
"Apa kamu yakin?" tanya Max ragu.
"Yeah, bukankah kamu sangat menginginkannya juga?"
"Aku selalu menginginkannya Love, tetapi aku kepikiran dengan baby kita."
"Kita bisa melakukan dengan pelan Max, lakukanlah dengan lembut biar babynya nyaman."
Max tersenyum lebar dan berkata," Baiklah aku akan melakukannya dengan lembut. Kita nikmati dulu pemandangan ini sambil menunggu untuk sampai ke bawah lagi."
Max dan Velove melanjutkan lagi menikmati pemandangan malam di London Eye. Hingga setengah jam kemudian kincir angin raksasa itu telah sampai di bawah. Max dan Velove langsung turun dan kembali ke hotel untuk melanjutkan kegiatan wajibnya.
...bersambung...
__ADS_1
HOHOHO KITA LANJUTKAN KEGIATAN WAJIBNYA DI EPS SELANJUTNYA YA😂😂😂
AHH KAMU MENYEBALKAN THOR UPNYA KELAMAAN MEMBUAT KU BOSAN😂😂🤣🙏IYA MEMANG OTHORNYA LAGI SIBUK BAGI WAKTU🤣🤣MAAP YA SEMUA😍😍🤭🤭