
Justin sedang duduk dengan tenang di dalam mobil bersama grandma-nya. Meskipun begitu Justin juga masih sangat memikirkan keadaan Velove. Nyonya Glover yang melihat cucunya cemas pun bertindak.
"Sayang, kamu kenapa mukanya cemberut gitu?" tanya Nyonya Glover.
"Kepikiran Momy, Grandma." jawab Justin dengan sangat lesu.
"Kan ada daddy yang jaga, pasti momy mu sembuh sayang. Bukankah dia sudah berjanji akan menemani di hari ulang tahun mu kan?"
"Yeahh Momy sudah berjanji padaku, Grandma." ucap Justin pelan.
Nyonya Glover kembali merengkuh cucunya itu ke pelukannya dan membelai rambut Justin.
"Kalau begitu kamu tidak boleh sedih sayang, harus semangat biar nanti kalau momy mu sudah sadar, kamu bisa bercerita kalau cucu grandma ini sudah jadi anak yang hebat."
"Yes grandma, Justin akan jadi anak yang hebat buat momy."
"Good boy."
Nyonya Glover memeluk erat cucunya, cucu yang sudah di dambakannya sejak awal. Cucu yang akan meneruskan semua usaha dari Glover Family.
Setelah setengah jam mobil yang di naiki Justin telah sampai di mansion daddy-nya. Justin kagum melihat rumah besar milik daddy-nya itu.
"Ini rumah daddy grandma?" tanya Justin dengan rasa kagumnya.
"Yeah, mulai sekarang kamu tinggal disini bersama grandma, dan seseorang telah menunggumu di dalam."
"Seseorang siapa grandma?" tanya Justin.
"Nanti kamu juga akan tau sayang, ayo cepat turun dan masuk kedalam." ajak Nyonya Glover.
Justin pun turun dan mengekor di belakang grandma-nya. Dia masih memutar kepalanya melihat sekeliling mansion besar milik daddy-nya.
"Justin ayo cepat masuk."
Justin segera berlari setelah dipanggil oleh Grandma-nya. Kemudian Justin masuk ke dalam rumah, setelah masuk Justin sudah disambut oleh para pelayan yang sudah berbaris rapi membungkukkan badan memberi hormat kepadanya.
"Selamat datang Tuan Muda." ucap seluruh pelayan.
__ADS_1
Justin masih terheran-heran dalam hatinya senang sekali bisa diperlakukan layaknya sang pangeran. Kemudian dari atas terlihat seorang gadis cantik sedang berlari menuruni tangga.
"Grandma." seru Felicia.
Justin yang mendengarnya pun langsung mencari sumber suara. Dia melihat seorang gadis cantik yang tengah tersenyum ke arahnya. Justin masih tidak mengerti siapa gadis itu. Lalu Nyonya Glover pun menjelaskan kepada cucunya yang sedang kebingungan itu.
"Selamat datang di rumah cucu Grandma tersayang, mulai saat ini dan seterusnya kamu akan tinggal disini. Perkenalkan juga dia adalah kakak perempuanmu Felicia, dia sudah sangat menantikan kedatanganmu."
"Hai adik, namaku Felicia. Mulai sekarang panggil aku kakak ya!!" ucap Felicia sambil mengulurkan tangannya.
"Halo kak, namaku Justin. Senang bertemu denganmu." jawab Justin dengan ramah.
Nyonya Glover sangat bahagia melihat pemandangan itu, dia bersyukur sekali telah mempunyai sepasang cucu.
"Justin ayo ikut ke atas, Grandma akan tunjukkan kamarmu."
Tanpa berbicara Justin langsung mengikuti Grandma-nya. Setelah menaiki anak tangga Justin sampai di depan pintu sebuah kamar. Pelayan pun membuka pintu kamar itu, kemudian Nyonya Glover pun masuk kedalam diikuti Justin dan juga Felicia.
"Justin ini kamarmu, Grandma sudah persiapkan semuanya semaksimal mungkin. Bagaimana kamu suka atau tidak?"
"Apa kamu suka dengan desainnya sayang? kalau kamu tidak puas bilang nanti Grandma akan ganti dengan desain yang kamu suka."
"No, tidak perlu Grandma. Kata momy, Justin tidak boleh merepotkan orang lain." ucap Justin polos.
"Orang lain? Grandma bukan orang lain jadi kamu boleh minta apapun itu. Mengerti?"
"Okey, Terima kasih Grandma. Justin senang sekali."
"Oh ya Justin, kamar kakak ada disebelah jadi kalau kamu butuh bantuan tinggal ketuk pintu saja." sahut Felicia.
"Baiklah kak, semoga kakak suka dengan ku."
"Tentu kakak suka lah sama kamu kita kan saudara sekarang." ucap Felicia kemudian dia memeluk Justin.
Justin merasa bahagia sekarang karena sudah mempunyai keluarga yang lengkap. Namun, kebahagiaan itu masih kurang karena sang momy masih terbaring lemah di rumah sakit.
DIRUMAH SAKIT
__ADS_1
Max masih dirumah sakit, dengan setia dia menunggui Velove yang sampai saat ini masih belum sadar. Max sangat teriris hatinya melihat keadaan orang yang dicintainya itu tak berdaya.
Dokter pun masih belum memperbolehkan Max untuk menunggui Velove di dalam ruangan. Hanya beberapa menit saja Max masuk ke ruangan Velove itu pun harus dengan ijin dokter.
"Love sampai kapan kamu akan tertidur seperti ini. Aku mohon bangunlah Love, aku, Justin, dan semuanya menginginkan kamu cepat sembuh." ucap Max dalam hati.
Kemudian dari belakang ada Luis yang memanggil Max, dia mendapatkan sebuah informasi penting dari musuhnya Dragon Empire.
"Permisi Tuan, saya mau melaporkan kalau Mr. X dan Leo berhasil kabur dari tahanan."
"Mereka memang tidak mudah di tangani, kamu perintahkan semuanya untuk lebih berhati-hati dan selalu waspada. Perkuat penjagaan di sekitar rumah sakit, aku yakin mereka tidak akan melepaskan Velove semudah itu." perintah Max pada Luis.
"Aku tidak akan membiarkan mereka menyakitimu lagi Love. Akan ku bunuh mereka suatu saat nanti." ucap Max dengan penuh dendam.
DI HUTAN (DRAGON EMPIRE)
"Tuan kami tidak bisa menerobos ke rumah sakit itu. Penjagaannya sangat ketat sekali. Saya juga mendengar kabar kalau wanita itu mempunyai anak laki-laki dari Max, dan kemarin Max menjemputnya dari Manhattan." ucap anak buah Dragon Empire.
"Hemm, menarik sekali. Max mempunyai banyak kelemahan jadi akan sangat mudah menghancurkan mentalnya."
Mr. X tersenyum puas karena dia mempunyai kesempatan untuk mendapatkan kembali Velove. Dia tidak ingin melepaskan atau merelakan Velove untuk siapapun.
"Max tidak akan ku biarkan kamu memiliki wanita itu, dia terlalu berharga jika di sandingkan denganmu. Aku akan merebutnya sekali lagi hingga semua tujuanmu tercapai." Mr. X bermonolog dalam hati dengan penuh kebencian.
"Cepat carikan aku gadis perawan aku ingin sekali melemaskan otot-otot ku ini. Gara-gara si brengsek itu aku tidak bisa merasakan tubuh My Love ku." perintah Mr. X pada anak buahnya.
"Baik tuan saya permisi dulu."
Mr. X masih sangat penasaran dengan Velove. Dia mempunyai banyak cara untuk mengalahkan musuh-musuhnya. Namun kali ini melawan klan Black Pearl sangatlah sulit karena kekuatannya hampir sama dengan kekuatan Dragon Empire.
**JANGAN LUPA SETELAH BACA BUDAYAKAN UNTUK LIKE YAππππ
EPS SELANJUTNYA VELOVE AKAN KEMBALI SADAR.
HADIAH UNTUK OTHOR JANGAN LUPAπΉβπ
TERIMAKASIHπππ₯°π₯°ππ**
__ADS_1