
Keesokan harinya Justin bangun dari tidurnya. Dia bangun namun tidak mendapati siapapun dalam kamarnya. Justin menguap sambil mengucek kedua matanya. Dia pun memanggil Mommy and Daddy-nya.
MOMMY!
DADDY!
Tak ada sahutan, Justin beranjak pergi dari kamar menuju keluar. Di depan sudah ada Grandma dam Grandpa-nya yang duduk di meja makan. Justin pun bertanya kepada Grandma-nya.
"Grandma, Mommy and Daddy kemana? Aku bangun kok mereka tidak ada." tanya Justin dengan wajah masih mengantuk.
"Benarkah? Tetapi Grandma belum melihat Mom and Dad mu keluar dari kamar sayang."
"Tadi malam Justin tidur bersama Mommy and Daddy, Grandma."
"Ya sudah sekarang kamu mandi, segera bersiap ke sekolah. Biar Grandma yang mencari Daddy-mu.
Justin pun menurut, dia langsung naik ke atas menuju kamarnya untuk bersiap-siap ke sekolah. Sedangkan Nyonya Glover mencari putra dan menantunya yang menghilang. Nyonya Glover berjalan menuju ke setiap kamar namun tidak ada Max disana. Tibalah dia di salah satu kamar di ujung ruangan. Nyonya Glover mengetuk pintu kamar itu dengan keras.
TOK! MAX!
TOK!
TOK! MAX!
Nyonya Glover terus mengetuk pintu. Max yang masih tertidur pulas pun mendengar suara ribut di depan. Max mengurai pelukannya dengan Velove. Kemudian dia turun dari ranjang untuk membukakan pintu.
CEKLEK!
Nyonya Glover berdiri sambil menyilangkan tangan di dada. Max yang masih setengah sadar pun bertanya ada apa kepada Mommy-nya.
"Mom masih pagi, aku masih mengantuk." ucap Max dengan kepala menyandar di pintu.
"Kamu keterlaluan membiarkan Justin tidur di kamarmu sendirian dan kamu malah kabur menghindarinya."
"Hehehe, Aku ada pekerjaan penting dengan istriku Mom, Justin justru datang mengacaukannya." jawab Max dengan santai.
"Dasar kamu ini, sana cepat beri penjelasan dengan putramu jangan sampai dia salah mengartikan."
"Siap Mom, aku bangunkan Velove dulu."
Nyonya Glover kembali ke bawah dan Max pun menutup pintu, kemudian membangunkan istrinya yang masih terlelap tidur.
"Love, my Love bangun sayang."
Max memanggil Velove dengan menggosokkan dagunya ke dada istrinya. Velove pun menggeliat karena geli, Velove mengumpat suaminya itu karena sangat kesal.
"Shhitt, hentikan Max atau ku pukul kamu."
"Hahaha, kenapa kamu galak sekali sayang atau kita awali lagi pagi ini dengan satu ronde." goda Max pada Velove dengan menaikturunkan alisnya.
"Bodoh, kamu menyakitiku Max."
"Sakit karena nikmat kan sayang?" sahut Max dengan tangan yang menjelajah di perut Velove.
"Ck, hentikan tanganmu, aku ingin mandi Max."
__ADS_1
"No, pagi ini aku mau mengajakmu mencoba kolam renang yang ada di depan kamar kita dan kamu harus memakai bikini yang aku beli kemarin." bisik Max pelan di telinga Velove
"No, aku tidak mau memakainya. Kalau kamu suka pakai saja sendiri." sahut Velove kesal.
"Honey, please pakai. Mau ya." rayu Max lagi.
"Huhh, di otakmu selalu terdapat ide-ide gila Max, menyebalkan."
"Sayang, aku menggila hanya padamu. Ya sudah sekarang kita bangun dan temui Justin, karena anak itu mencari kita tadi." Max beranjak dari tempat tidur ingin menggendong istrinya. Namun Velove menolaknya.
"Papah saja aku Max, aku ingin mencoba berjalan."
"Kamu yakin?"
"Ya, kalau aku tidak mencoba nanti akan lama pulihnya."
"Baiklah, hati-hati."
Max memapah istrinya itu keluar dari kamar. Velove berjalan pelan pelan sekali. Dia sangat berhati-hati sekali. Setelah beberapa menit berjalan Justin keluar dari kamarnya dan berteriak memanggil Velove.
"Mommy, Mommy, where are you?" panggil Justin dari lantai atas.
"Mommy disini sayang." jawab Velove.
Mendengar suara Velove, Justin langsung turun ke bawah mengahampiri Mom and Dad nya.
"Mommy dari mana saja?"
"Emmmm."
"Mommy berolahraga dengan Daddy, Boy." sahut Max dengan cepat.
"Yeah! cepat kamu sarapan boy, segera berangkat ke sekolah."
Kemudian Justin menuju ke meja makan untuk sarapan pagi bersama kakaknya. Max dan Velove juga menuju ke meja makan tapi tidak untuk sarapan.
"Morning, Mom and Dad." sapa Velove kepada mertuanya.
"Morning Love." balas keduanya.
"Kakimu sepertinya sudah sedikit membaik." tanya Nyonya Glover.
"Iya Mom, aku ingin melatihnya untuk berjalan agar tidak kaku nantinya."
"Ya tapi tetap harus hati-hati ya jangan terlalu di paksakan." sahut Tuan Ander.
"Baik Dad."
"Sayang setelah sarapan kamu cepat berangkat ya. Daddy ada sebuah pekerjaan dengan Mommy." ucap Max kepada putra dan putrinya.
Mata Velove melotot ke arah Max, dia tiba-tiba merasa merinding mendengar ucapan suaminya.
"Okey Dad," jawab Felicia dan Justin.
Sedangkan Nyonya Glover dan Tuan Ander hanya bisa menggelengkan kepalanya karena sikap Max yang terlalu mencolok itu.
__ADS_1
Setelah itu Max membawa Velove ke kamar utama yang belum pernah di masukinya. Max menggendong istrinya karena perlu menaiki tangga. Setelah sampai di atas Max segera menuju ke pintu kamar. Max menurunkan Velove kemudian dia membuka pintu kamar itu.
Velove memasuki kamar utamanya dengan Max. Kamar luas dan mewah itu sangat indah dengan pemandangan dan kolam renang di depannya.
Max menurunkan Velove kemudian menyuruhnya memakai bikini yang sudah dia siapkan.
"Pakailah ini Love." ucap Max dengan senyum sumringah.
Dengan terpaksa Velove menuruti keinginan suaminya. Setelah memakai bikini itu Velove berjalan sendiri tanpa menunggu Max yang sedang berada di toilet. Velove berjalan pelan menuju ke kursi yang berada di pinggir kolam. Velove duduk disana dan menikmati pemandangan sekitar. Lalu Max keluar dari toilet mengenakan boxer berjalan menghampiri istrinya.
"Kamu tadi berjalan sendiri Love?"
"Yeah, pemandangan ini sangat bagus Max, terima kasih aku suka sekali."
"Apapun itu hanya untuk mu sayang, kamu disini dulu ya aku berenang duluan." ucap Max dia menuju ke kolam renang.
BYUURRR!
Max menceburkan diri ke kolam renang dia berenang ke sana kemari sambil bergaya. Sesekali dia menebarkan senyum ke arah istrinya. Velove juga tersenyum melihat pesona Max yang sangat cool di matanya.
Setelah puas berkeliling Max menyudahi aksinya dia berenang ke tepian dan naik ke atas untuk mengajak istrinya masuk ke kolam. Velove terpesona dengan ketampanan suaminya sehingga dia tidak sadar kalau Max sudah ada di sampingnya.
"Sayang kamu sedang melihat apa?" bisik Max di dekat telinga Velove.
Velove tersadar dan terkejut ternyata sesorang yang membuatnya terpesona sudah ada di sampingnya.
"Astaga, kamu membuyarkan lamunanku Max."
"Memang kamu sedang melamun kan apa sayang?"
"Rahasia, kamu tidak perlu tau, weeek." jawab Velove sambil menjulurkan lidahnya.
"Ternyata ada yang sedang menggodaku."
Max tersenyum menyeringai kemudian dengan gerak cepat dia mengangkat tubuh Velove dan membawanya ke dalam kolam renang.
"Max kamu mau apa? Turunkan aku." teriak Velove sambil memukul pelan dada Max.
"No sebelum sampai ke dalam air."
Max berjalan pelan menuju ke dalam air sambil menggendong istrinya. Sedangkan Velove berpegangan erat ke leher Max, dia takut terjatuh karena belum bisa menjaga keseimbangan.
...bersambung...
**HAI READERS APA YANG DILAKUKAN BABANG MAX DI DALAM KOLAM RENANG BERSAMA ISTRINYA😂😂😂
JANGAN LUPA LIKE 👍 SESUDAH MEMBACA YA
HADIAH BUNGA 🌹DAN KOPI☕ BUAT OTHOR.🥰🥰
__ADS_1
VOTE YANG PUNYA VOTE BUAT OTHOR.😘😘
TERIMA KASIH😘🥰😍**