My Strong Woman

My Strong Woman
SALING MENCARI


__ADS_3

Di mansion Max sudah bersiap untuk rencananya pergi ke Manhattan. Dia sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan cepat. Dari belakang datanglah Felicia menghampiri Max.


"Daddy akan berangkat hari ini?" tanya Felicia.


"Ya sayang, maaf Daddy tidak bisa melihat pertunjukan biolamu." Jawab Max.


"Tidak apa-apa Daddy, cukup bawakan Momy untukku. Itu sudah membuatku senang, kan ada grandma yang menemaniku."


Selain Max yang merindukan Velove, ada juga Felicia yang sudah lama mendambakan kehadiran seorang ibu. Karena dari kecil dia tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu.


"Baiklah sayang doakan daddy agar bisa membawa momymu pulang. Dan daddy sudah memerintahkan Marvin dan pengawal lainnya untuk menjaga mu selama pertunjukan nanti."


"Ya daddy." Jawab Felicia.


Besok Felicia ada pertunjukan biola di sekolahnya dan pertunjukan itu diadakan di sebuah gedung olahraga di kota Berlin. Max sangat menjaga ketat keselamatan putrinya, karena akhir-akhir ini sering terjadi kasus penculikan di Jerman. Dimana sasarannya adalah gadis remaja dan juga anak-anak.


"Sayang ingat pesan daddy, jangan jauh-jauh dari pengawal ya. Kalau kamu butuh apa-apa perintah saja Marvin atau Luis. Daddy tidak pergi bersama mereka."


"Baiklah daddy. Daddy hati-hati ya!!"


Max memeluk dan mencium kepala putrinya. Kemudian Max pun berangkat menuju bandara untuk segera pergi ke New York. Max pergi dengan diantar oleh kedua asistennya. Max tiba di bandara Jerman, di belakangnya ada Luis dan Marvin yang berjalan mengikutinya. Max pun berpesan pada kedua asistennya itu.


"Luis, Marvin aku pasrahkan sebentar semua nya sama kalian. Kalian harus tetap waspada karena musuh selalu mengincar kita dibelakang. Jangan sampai kalian lengah dan memberi celah pada mereka."


"Baik Tuan kami akan selalu waspada." Jawab mereka serentak.


"Baiklah aku pergi."


"Hati-hati Tuan."


Max pun berangkat menggunakan pesawat pribadinya. Didalam pesawat Max tidak bisa memejamkan matanya, dalam pikirannya hanya Velove, Velove, dan Velove.


Setelah 4 jam mengudara Max mendarat juga di bandara John F Kennedy di New York. Max turun dari pesawat kemudian menuju ke imigrasi untuk pencatatan diri. Setelah itu dia keluar untuk mencari taksi untuk membawanya ke hotel. Max mencari penginapan langsung di hotel sekitar kota Manhattan.


Max mendapatkan sebuah informasi kalau Velove tinggal di sekitar gereja di Manhattan. Setengah jam naik taksi Max tiba juga di hotel, dia langsung masuk dan chek in. Setelah mendapatkan key card, Max masuk menuju ke atas untuk menuju ke kamarnya. Setelah sampai kamarnya, Max meletakkan ranselnya dan segera pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Setelah bersih-bersih Max memutuskan untuk beristirahat, karena dia merasa lelah sekali. Max memejamkan matanya lalu tertidur.


Siang hari pun tiba Max masih tertidur, dia beristirahat dengan nyenyak sekali. Tak lama kemudian Max pelan-pelan membuka matanya dan mulai bangun dari tidurnya. Max mulai bersiap untuk melakukan pencariannya. Max mengenakan kemeja putih sambil menatap keluar jendela.



Setelah bersiap Max segera keluar dari hotel untuk menuju ke gereja. Sebelum itu Max bertanya pada orang-orang di sekitar apakah mereka kenal dengan seseorang atau tidak. Namun, diantara mereka tidak ada yang tau sedikitpun. Max mulai putus asa karena dia tidak mempunyai foto atau apapun yang bisa dia gunakan. Max bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami.


Kemudian Max melangkahkan kakinya masuk ke Gereja Katredal Santo Patrick.



Max masuk kedalam gereja tersebut, didalam Max berdoa pada tuhannya agar di pertemukan dengan seseorang yang di cintainya. Max berdoa dengan sangat khidmat.

__ADS_1


Setelah berdoa Max keluar untuk berkeliling di sekitar gereja. Lalu dia melihat segerombolan anak kecil yang sedang terjatuh dirundung oleh teman-temanya dan Max melihatnya dari kejauhan.



"Kamu pembohong besar,kamu bilang punya daddy tapi mana daddy kamu tidak pernah muncul. Atau jangan-jangan kamu anak yatim ya? pantas saja kamu tinggal di yayasan. Hahahahha." ucap salah satu anak nakal itu.


"Aku tidak bohong aku benar-benar mempunyai daddy, dan dia ada disini kalau saja daddy melihat kalian membully ku pasti kalian akan dimarahi." teriak Justin dengan keras.


"Hahah dasar pembohong, ayo teman-teman kita kasih pelajaran padanya biar dia tidak berbohong sama kita."


Justin pun di keroyok oleh teman-temannya. Justin pun marah dia tidak terima , Justin pun tak segan berkelahi dengan mereka. Namun Justin kalah karena tubuhnya yang masih kecil. Kemudian Justin melihat ada seseorang yang memperhatikannya. Justin pun berlari ke arah orang itu.


"Daddy, daddy akhirnya daddy datang juga. Mereka semua sedang merundung ku daddy," ucap Justin sambil memeluk kaki Max.


Max pun terkejut ketika ada anak kecil yang tiba-tiba memanggilnya dengan sebutan daddy. Max pun melangkah kan kakinya menuju ke segerombolan anak nakal itu. Kemudian anak-anak nakal itu pun lari terbirit-birit takut dengan wajah garang Max.


"Hahahaha rasakan itu. Jangan lagi kalian merundung ku atau daddy akan memukuli bokong kalian. Hahahaha." Justin tertawa melihat temannya lari ketakutan.


Max pun ikut senang dia tersenyum melihat tawa anak kecil yang ada di depannya itu. Ada perasaan aneh yang muncul di hatinya, rasanya dia tidak asing dengan anak kecil ini.


"Hei siapa yang menyuruhmu memanggilku daddy?" tanya Max pada Justin.


Justin pun langsung terdiam sambil menundukkan kepalanya dan memainkan Jari tangannya. Max berjongkok melihat wajah tampan Justin.


"Maaf uncle aku tidak sengaja, mereka membully ku karena aku tidak punya seorang daddy."


Max tersenyum melihat ekspresi anak kecil yang ada di depannya.


Justin pun menegakkan kepalanya dan tersenyum lebar pada Max.


"Terima kasih uncle, sudah membantuku."


Justin tiba-tiba memeluk Max, Max pun terkejut jantungnya berdebar. Seperti pertama kali dia merasakan jatuh cinta.


"Sama-sama boy, Siapa namamu?"


"Namaku Justin Anderson Keihl." jawab Justin penuh percaya diri.


Max lagi-lagi terkejut dengan pernyataan Justin.


"Wahh kok bisa kebetulan seperti itu ya, nama kita sama boy. Nama uncle adalah Max Anderson Glover."


"Oh ya apa jangan-jangan uncle adalah daddy ku. Hahahahah. Oppss sorry uncle just kidding." ucap Justin dengan menggemaskan.


"Memang dimana daddy mu boy?" tanya Max.


Justin pun kembali menundukkan kepalanya, dia mulai sedih ketika ada orang yang menanyakan tentang daddynya.


"Aku tidak tau uncle, momy sedang perbi mencari daddy untukku. Momy akan membawanya ketika aku ulang tahun nanti uncle."

__ADS_1


"Oh ya wahh selamat ulang tahun boy, semoga daddy mu secepatnya ketemu ya?" ucap Max dengan tersenyum cerah.


"Kalau uncle sedang apa disini? berliburkah?" tanya Justin.


"No, uncle disini sedang mencari istri uncle yang telah lama pergi."


"Semoga uncle cepat bertemu dengan istri uncle ya?"


"Ya semoga saja boy."jawab Max.


"Kamu tampan sekali boy." ucap Max.


"Ya karena Momy ku sangat cantik uncle. Momy mu sedang ke Jerman untuk mencari daddy ku."


"JERMAN? kebetulan uncle juga dari Jerman."


Justin melongo tak percaya.


"Wahhh aku akan menunjukkan foto momy ku uncle, siapa tau nanti uncle bertemu momy ku di Jerman."


Justin mencari foto Velove yang dia simpan dalam ranselnya, dan tiba-tiba ponsel Max berbunyi. Kemudian Max mengangkat teleponnya.


Justin yang sudah menemukan foto Velove pun menunggu Max yang sedang berbicara di sambungan teleponnya. Max terlihat sangat serius sekali. Entah ada masalah apa yang terjadi.


Justin memandang Max dengan wajah polosnya. Sesekali dia memandang foto momynya. Dari kejauhan Max berteriak.


"APA?


"BODOH sekali kalian"


Sepertinya terjadi masalah di Jerman. Max pun langsung menutup teleponnya dan beranjak pergi meninggalkan Justin yang masih berdiri memandang Max.


"Boy uncle pergi dulu, semoga kamu cepat bertemu dengan daddy mu ya, byee."


Max akhirnya pergi meninggalkan Justin di gereja. Justin sedikit kecewa entah kenapa dia sangat menyukai orang itu.


"Andaikan uncle itu adalah daddy ku," gumamnya dalam hati.


**EA EA EA EA🤣🤣🤣


GIMANA GIMANA GIMANA PENASARAN NGGAK🤣🤣🤣MAAPIN OTHOR YA🤣🤣🤣JANGAN MARAHIN OTHOR🤣🤣🤣


TETAP BERDOA AGAR MEREKA SECEPATNYA BERTEMU😂😂😂😂


JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE LHOH YA😂😂👍👍


HADIAH BUNGA JUGA SEKEBON BUAT OTHOR🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹😂


KOPI MANA KOPI ☕☕☕☕☕☕BIAR OTHOR BETAH MELEK NIH MATA NYA BUAT MANTENGIN KEYBOARD HPNYA🤣🤣🤣

__ADS_1


TERIMA KASIH EPISODE SELANJUTNYA NANTI MALAM YA.😂😂😂PERTEMUAN MAX SAMA VELOVE🤣🤣🤣


TERIMAKASIH😍😍😘😍😍😍**


__ADS_2