My Strong Woman

My Strong Woman
ONE HEART 3


__ADS_3

Velove pergi bersama Mr. X menuju ke salah satu bar yang terkenal di Las Vegas. Di bar itulah Mr. X akan melakukan pertemuan rahasia bersama klan Sky Lighter. Semua anak buah Mr. X mengikuti dari belakang. Posisi Velove juga tidak pernah terlepas dari sisi Mr. X.


"Sayang, sampai sekarang aku tidak tau dimana kamu berasal." ucap Mr. X kepada Velove.


"Apakah itu penting? darimana aku berasal itu bukan urusanmu." jawab Velove cuek dan ketus.


"Ternyata dia masih mencurigaiku, aku harus tetap waspada." gumam Velove dalam diamnya.


Velove terus memalingkan pandangannya ke luar jendela. Tak lama kemudian mobil yang dinaikinya telah sampai di bar yang sudah di persiapkan. Velove turun setelah di bukakan pintu oleh salah satu pengawalnya. Mr. X pun berjalan ke arah Velove kemudian dia menggamit pinggang ramping itu dan berjalan dengan penuh percaya diri.


Velove hanya bisa mengumpat dalam hati atas ulah Mr. X yang semakin berani. Dari kejauhan ada seorang pria yang tengah berdiri mengamati dari kejauhan. Ya Max sudah berada di tempat itu sebelum Mr. X dan rombongannya tiba. Dia merasa panas ketika istri tersayangnya itu berada di pelukan pria lain.


"Luis, Marvin, kita bergerak sekarang." ucap Max memberi aba-aba.


"Siap Tuan," jawab mereka serentak.


Kemudian Max dan anak buahnya mulai menjalankan rencana yang telah tersusun. Mereka semua menyamar menjadi pelayan agar bisa masuk ke dalam bar tersebut. Max menyamar sebagai bartender, dan kedua asistennya menyamar sebagai pelayan juga tukang pencuci gelas.


Velove dan Mr. X masuk ke dalam Bar, dan di sambut oleh seseorang yaitu asisten dari klan Sky Lighter.


"Hallo, Mr. X selamat datang. Silahkan lewat sini, ketua sudah menunggu anda." ucap pria tersebut.


Mr. X pun langsung mengikuti langkah pria yang membawanya itu ke sebuah ruangan VIP. Max sangat geram melihat Velove yang terus ditempel oleh Mr. X. Dia harus lebih bersabar menunggu kesempatan untuk menemui istrinya nanti.


Kemudian Velove dan Mr. X sampai di sebuah ruangan dengan penerangan yang redup. Di dalam situ terdapat beberapa pengawal bertubuh kekar dan gadis-gadis penghibur yang memakai pakaian seksi menampakkan lekuk tubuhnya. Velove pun jengah melihat pemandangan itu, dia merasa jijik kepada mereka semua.


"Hallo Mr. X," sapa ketua klan Sky Lighter dengan berjabat tangan.


"Hallo, Mr. Joy!! sudah lama kita tidak saling jumpa." balas Mr. X dengan senyuman ramah.


Mr. Joy membalas dengan anggukan dan dia melirik ke arah Velove, matanya penuh dengan pertanyaan. Velove yang sadar pun langsung memalingkan mukanya ke arah lain.


"Ayo silahkan duduk." Mr. Joy mempersilahkan kepada semua anggota Dragon Empire.


"Seperti biasa anda selalu di kelilingi oleh wanita-wanita cantik Mr. X." ucap Mr. Joy sambil melirik ke arah Velove.


"Hahaha, iya begitulah mungkin karena pesona saya yang terlalu memukau. Bukan begitu sayang?" seru Mr. X dengan memeluk mesra Velove.


Velove semakin bersungut-sungut dengan sikap Mr. X yang semakin berani. Dan di belakang, Megan yang melihat hal itu pun emosinya semakin menggebu kepada Velove. Karena semenjak Velove hadir dalam lingkungannya, posisi dia sebagai wanita Mr. X telah tergantikan.


Setelah beberapa menit mengobrol, masuk lah beberapa pelayan yang membawa minuman dan beberapa makanan ke ruang itu. Luis membawa nampan yang berisi makanan lalu meletakkannya di meja. Dia pun menuangkan sebotol bir kesemua gelas yang ada meja. Luis melirik ke arah Velove, namun dia tidak menyadari kalau yang jadi pelayan itu adalah Luis.

__ADS_1


Luis menjalankan misi pertamanya, dia menuangkan minuman dan dengan sengaja menumpahkan salah satu gelas hingga mengenai pakaian Velove.


TING!


BYUURR!


Segelas minuman tumpah tepat di celana Velove. Luis pun langsung meminta maaf dan segera membersihkan ceceran bir itu di lantai. Mr. X pun menghardik Luis karena kecerobohannya.


"Dasar pelayan bodoh, bekerja saja tidak bisa. Sana pergi." hardik Mr. X pada Luis.


Luis pun tidak berkata apa-apa dia langsung pergi setelah misinya berhasil.


"Aku harus pergi ke toilet dulu membersihkan ini." ucap Velove pada Mr. X.


Velove pun beranjak dari tempat duduknya, Namun Mr. X langsung menarik tangan Velove sehingga membuatnya jatuh terjerembab ke dalam pelukan Mr. X.


"Apa-apaan ini?" pekik Velove terkejut.


"Aku mengizinkanmu pergi ke toilet, tapi jangan coba-coba kabur dariku." ancam Mr. X kepada Velove.


Velove pun kesal dengan sikap Mr. X yang sok menguasainya. Dia pun berbicara dengan lembut untuk meyakinkan Mr. X agar percaya kepadanya.


"Bagus, itu baru wanita ku, sekarang pergilah bersihkan tubuhmu, dan jangan lama-lama." pesan Mr. X kepada Velove.


"Sial, ingin sekali aku mencongkel ma. ta nya. Menyebalkan." gerutu Velove pelan.


Velove keluar dari ruangan tersebut menuju ke toilet. Setelah sampai toilet, Velove masuk namun ada seseorang yang membekap mulutnya dari belakang dan langsung menarik tubuhnya ke dalam toilet. Dengan cepat orang itu pun langsung mengunci pintu toilet. Velove memberontak dan bersiap menghajar orang itu.


"Emmm." Velove mencoba berteriak kemudian orang itu menyapa Velove dengan suara lembut.


"Hai, istriku sayang."


Velove kaget, dia mengenali suara itu. Velove pun membalikkan badannya dam berteriak memanggil orang tersebut.


"MAX? Kamu datang, aku kangen sekali denganmu." seru Velove senang sambil memeluk tubuh suaminya.


"Sial, aku ingin memarahinya kenapa sikapnya justru sangat menggemaskan. Sepertinya aku kalah lagi dalam hal ini." gerutu Max dalam hati.


"Max kenapa kamu diam? bagaimana Justin dia baik-baik saja kan.?" tanya Velove kepada Max.


Max masih diam, dia menatap Velove dengan tatapan yang serius dan tajam. Kemudian dia mendorong tubuh Velove ke tembok dan menguncinya. Max mengangkat dagu Velove kemudian mendaratkan sebuah ciuman ke bibir istrinya itu dengan lembut. Velove langsung terbuai sesaat, dia langsung menyambut ciuman itu dengan antusias. Karena dia juga sangat merindukan pria yang sudah menjadi suaminya itu.

__ADS_1


Velove mengalungkan tangannya ke leher Max, Max pun dengan lembut melu..mat bibir manis istrinya itu. Hingga beberapa menit ciuman panas itu pun berakhir. Nafas Velove tersengal akibat lummmatan Max yang ganas.


"Aku merindukanmu Max,"


"Kamu pikir aku tidak merindukanmu Love? Kamu membuatku hampir gila. Ingin sekali aku menghajar si brengsek itu." jawab Max dengan kesalnya.


"Kamu pikir aku menikmatinya Max? Aku juga ingin sekali segera membunuhnya, tapi aku menunggu kesempatan yang tepat. Karena dia bukan lawan yang mudah."


"Aku mengerti Love. Kamu tidak di apa-apakan sama dia?"


"Tidak, hanya saja dia sering memelukku." jawab Velove pelan sambil memalingkan mukanya.


"Aku tau itu, membuatku kesal saja."


Velove tersenyum melihat wajah cemburu Max.


"Tenang lah, pria bodoh. Diriku ini hanya kamu yang boleh memiliki. Jadi jangan ragukan kesetiaan ku. Okey!!!


CUPP!


"Baiklah, sekarang apa rencana mu?" ucap Max sambil memeluk dan mencium bibir istrinya.


"Aku membutuhkan laptop ku Max, semua rencanaku ada disana."


"Sudah aku bawakan untukmu Love." ucap Max, dia mengeluarkan laptop milik Velove.


"Waaw, terima kasih Max, aku mencintaimu."


CUPP!


Velove menerima dan segera membuka laptopnya, dia harus segera melancarkan aksinya sebelum semuanya terlambat.


"Max kamu jagakan pintu depan untukku, hajar saja orang yang ingin masuk ke dalam. Setelah selesai nanti aku akan memberitahumu apa rencana ku, dan ayo kita hancurkan mereka bersama-sama." perintah Velove kepada Max.


"Baiklah Love, aku akan berjaga di depan untukmu." sahut Max kemudian keluar dari dalam toilet.


...bersambung...


**JANGAN LUPA LIKE YA DEARS 👍😀


TERIMA KASIH😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2