My Strong Woman

My Strong Woman
KEJUTAN KECIL


__ADS_3

Max sekeluarga akhirnya sampai juga di Jerman. Sepanjang perjalanan Velove selalu tertidur, mungkin efek dari obat yang dia minum. Karena dokter menyarankan kalau Velove harus banyak istirahat. Max pun pelan-pelan membangunkan istrinya.


"Love bangun kita sudah sampai,"


Velove membuka matanya, kemudian dia menghela nafas panjang lalu menghembuskannya. Tatapan sendunya menjurus ke wajah pria yang tepat di depannya itu.


"Max rasanya tubuh ku lemas sekali." ucap Velove lirih.


"Ya nanti setelah sampai rumah langsung istirahat, memang sudah seharusnya kamu banyak istirahat. Ayo sayang kita segera turun, biarkan aku menggendong mu."


Max menggendong istrinya turun dari pesawat. dan Velove mengalungkan tangannya ke leher suaminya. Nyonya Glover yang melihat Velove yang tak berdaya di gendongan Max pun bertanya.


"Ada apa dengan istrimu Max?"


"Velove berkata tubuhnya sangat lemas Mom," jawab Max.


"Ayo sekarang kita semua harus cepat, agar istrimu bisa cepat istirahat." ucap Nyonya Glover kepada semua yang ada didalam pesawat.


Max dan semua orang keluar dan turun dari pesawat. Max masih menggendong Velove hingga sampai ke mobil yang sudah menunggu. Justin sendiri lebih dekat bersama Grandpa-nya. Jadi dia tidak begitu berisik mengganggu Momm-nya.


Setelah berjalan selama sepuluh menit , Max sampai juga di mobil yang akan membawanya kembali ke rumah. Max masuk mobil dan mendudukkan istrinya dengan hati-hati. Sedangkan Velove masih memejamkan matanya. Kemudian mobil pun melaju dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di rumah nanti, Max sudah menyiapkan kejutan kecil untuk istrinya. Max sudah menyiapkan semua itu jauh-jauh hari ketika Velove pergi meninggalkannya dulu.


Setengah jam kemudian Max beserta yang lainnya tiba di sebuah mansion besar dan mewah. Mansion bernuansa klasik itu begitu indah dengan halaman luas dan ada air mancur di tengahnya. Max membangunkan istrinya yang masih tidur di pelukannya.


"Love bangun kita sudah sampai di rumah." ucap Max sambil membelai pipi Velove.


Velove menggeliat dan mencoba untuk mengatur badannya untuk rileks. Velove melihat ke sekeliling, dia tampak bingung, dan Max tersenyum melihat wajah istrinya yang tampak kebingungan.


"Bagaimana perasaanmu Love? apakah masih lemas?"


Velove tidak menjawab, dia hanya menganggukkan kepalanya. Lalu di luar ada pelayan yang mengetuk jendela mobil. Dia memberi sebuah kode kepada Max, dan setelah itu Max bersiap menggendong istrinya lagi untuk keluar dari mobil.


"Love ayo kita masuk rumah."


"Aku ingin duduk di kursi roda saja Max." sahut Velove pelan.


"Baiklah aku akan turun dulu."


Max turun menyiapkan kursi roda untuk Velove. Setelah siap Max masuk ke dalam mobil untuk mengangkat tubuh istrinya ke kursi roda. Setelah duduk Velove terkesima dengan pemandangan di sekitarnya.

__ADS_1


"Rumah siapa Max? tanya Velove bingung.


"Rumah kita Love, mulai sekarang aku, kamu, Felicia dan Justin akan tinggal disini. Bagaimana kamu suka tidak dengan semua desainnya?"


"Ini terlalu besar Max."


"Tidak sayang, karena suatu hari nanti akan ada banyak orang yang mengisinya. Ayo kita masuk sekarang. Justin sudah masuk dulu dari tadi."


Setelah berbincang sebentar, Max mulai mendorong kursi roda untuk masuk ke dalam rumah. Di dalam rumah semua orang tengah bersiap menyambut kedatangan Velove. Max sudah sampai di depan pintu kemudian dia pun masuk ke dalam. Sesampainya didalam seluruh ruangan dalam keadaan gelap gulita. Max mendorong kursi roda sedikit maju ke tengah. Setelah itu lampu pun di nyalakan dan..


"SURPRISE"


"Selamat datang kembali My Love nya keluarga Glover."


Velove tersentuh dan terharu dia merasa sangat bahagia. Velove menitikkan air mata bahagia. Max yang melihat itu pun langsung berjongkok di hadapan istrinya untuk mengusap air mata bahagia itu.


"Stop, jangan menangis, kami semua mencintaimu."


"Terima kasih atas kehangatan yang kamu berikan padaku Max, aku bahagia, bahagia sekali."


"Terima kasih juga buat kalian semua, terutama Mom, Dad. Felicia, Justin kemarilah nak, tidakkah kalian ingin memeluk Mommy?"


Felicia dan Justin langsung berlari untuk memeluk sang Mommy.


Mommy, Justin sayang sama Mommy. Terima kasih atas perjuangan Mommy selama ini. Aku sudah mengerti segalanya tentang Mommy, dan aku sangat bangga ternyata Mommy ku adalah seorang Wonder Woman. I love you Mom." ucap Justin sambil mencium pipi Velove.


"Kamu tidak takut dengan Mommy?"


"No Mom, suatu saat nanti Justin ingin menjadi kuat seperti Mommy and Daddy. Jadi aku bisa melindungi kalian semua." ucap Justin polos.


"Oke, berarti mulai sekarang kamu harus berlatih dengan giat tidak boleh malas-malasan."


Mata Justin langsung mendelik mendengar ucapan sang Mommy, pasalnya Justin sangat enggan sekali untuk berlatih seni bela diri.


"Emm, Mommy sepertinya ada yang Justin harus kerjakan di dalam kamar baru ku, Byee. Mommy. Aku mencintaimu Mom," teriak Justin sambil berlalu pergi ke kamarnya.


Velove pun tertawa dan menggeleng-geleng kan kepalanya melihat tingkah nakal putranya itu.


"Sepertinya aku harus melatihnya lebih keras lagi."


"Benar aku akan mendukungmu sayang, Justin harus dilatih mulai dari sekarang. Soalnya kita belum tau suatu saat nanti apakah ada musuh lagi atau tidak."

__ADS_1


"Kalian boleh saja melatihnya tapi ingat jangan terlalu keras, bagaimanapun juga Justin masih kecil." sahut Nyonya Glover mengingatkan.


"Iya Max, benar kata Mommy mu. Kalau kalian terlalu keras mengajarinya, Dad takut kalau Justin akan jadi anak yang keras kepala. Ya contohnya seperti kalian berdua." sambung Tuan Ander.


"Iya Dad, kami tau itu. Dad tidak perlu khawatir. Kalau begitu Max bawa Velove ke kamar dulu Dad, Mom." ucap Max sambil mendorong kursi roda istrinya.


"Saya beristirahat dulu Dad, Mom." sahut Velove sambil berlalu.


"Ya sayang istirahatlah biar cepat pulih." jawab Nyonya Glover.


Max menuju kamar di lantai bawah untuk di gunakan sementara karena Velove belum bisa berjalan sendiri. Dan kamar utamanya berada dilantai atas.


"Sayang sementara kita tidur disini dulu ya, nanti kalau kamu sudah benar-benar lulih baru kita pindah ke kamar utama."


"Dimana pun kalau itu bersamamu aku akan suka kok." ucap Velove sambil memalingkan mukanya.


"Wait, sepertinya istriku sekarang sudah bisa sedikit merayu." celetuk Max menggoda Velove.


"Biasa saja dan hanya sebuah kata-kata. Kalau tidak mau aku akan tarik lagi omonganku."


Max menahan senyum melihat wajah tersipu istrinya. Kemudian dia mengangkat tubuh Velove naik ke atas ranjang.


"Aku suka melihat wajahmu yang seperti ini sayang, sangat menggemaskan."


Max menyandarkan tubuh Velove di head board ranjang, dan dia juga ikut bersandar di samping Velove sambil memeluknya.


"Love besok aku akan mengajakmu berkeliling rumah. Aku yakin kamu pasti suka dengan desain rumah ini."


"Kenapa kamu begitu yakin kalau aku suka?"


"Karena aku tau selera mu Love. Kamu tau, aku juga sudah menyiapkan beberapa mobil kesukaanmu di garasi. Kamu bisa melihatnya besok."


"Baiklah jadi tidak sabar buat besok."


"Sekarang istirahatlah sayang biar aku memelukmu seperti ini."


"Emmmm," jawab Velove singkat dan dia mengeratkan pelukannya di tubuh Max.


...bersambung...


**JANGAN LUPA LIKE 👍SETELAH MEMBACA YA DEARS😘

__ADS_1


HADIAH DAN VOTE NYA MASIH OTHOR TUNGGU😀


TERIMA KASIH😘😘😘**


__ADS_2