My Strong Woman

My Strong Woman
BERTAHANLAH


__ADS_3

"Love bangun, Love please jangan membuatku takut."


"Cepat cari tempat yang lapang untuk pendaratan."


Max berteriak sangat panik kepada anak buahnya. Max sangat ketakutan karena keadaan Velove yang lemas dan sudah tampak pucat. Max menggendong Velove pergi dari tempat itu diikuti Felicia dan seluruh orang yang ada disitu.


Max telah sampai di tempat lapang yang telah menjadi pendaratan darurat helikopter miliknya. Max naik dengan Velove yang masih dalam gendongannya. Darah segar terus mengucur keluar, tubuh Max kini penuh dengan darah Velove.


Kedua helikopter itu pun segera terbang menuju ke rumah sakit. Felicia duduk bersama Luis dan Marvin di helikopter yang kedua. Felicia juga sama tegangnya karena khawatir dengan kondisi Velove.


Dalam waktu setengah jam perjalanan, helikopter itu pun mendarat di lapangan yang luas. Max sengaja memilih rumah sakit yang dekat dengan lapangan agar helikopternya bisa mendarat dengan mudah.


Max pun segera keluar, kemudian dia cepat berlari menuju ke rumah sakit. Setelah sampai di pintu rumah sakit, Max berteriak keras memanggil pihak medis yang sedang bertugas.


Para petugas medis pun segera berlari sambil mendorong brankar menuju ke arah Velove. Max pun meletakkan tubuh kekasihnya itu pelan, dan para petugas langsung membawa Velove ke ruang ICU karena keadaanya sudah parah.


Max berlari mengikuti petugas medis yang membawa Velove. Max ingin masuk kedalam, tetapi para petugas melarangnya. Max mondar-mandir di depan pintu ICU, hingga Felicia dan lainnya datang.


"Max bagaimana keadaan menantuku?" tanya nyonya Glover.


"Iya Dad, bagaimana keadaan Momy?" sahut Felicia.


"Dokter melakukan operasi pengangkatan pelurunya." jawab Max.


"Tenanglah dia pasti kuat Max." kata Nyonya Glover menenangkan Max.


"Iya Dad, Momy pasti kuat. Felic melihatnya langsung Momy sangat hebat, dia mengalahkan para penjahat itu sendirian." sahut Felicia.


Max hanya diam menanggapi cerita putrinya, kini dia penasaran pada Velove kenapa dia bisa punya permasalahan dengan Dragon Empire.


Marvin pun datang membawa baju bersih untuk Max.


"Tuan ini baju bersih buat anda." ucap Marvin.


"Baiklah aku ganti baju dulu, dan kamu Marvin perkuat penjagaan jangan sampai kecolongan lagi. Setelah ini mungkin mereka akan tau kalau aku menemukan wanitaku kembali."


Max memberi perintah pada asistennya, kemudian pergi untuk mengganti bajunya. Setelah berganti baju Max secepatnya kembali, dia sangat berhati-hati kali ini. Beberapa jam kemudian dokter keluar dari ruangan tanda operasi sudah selesai. Max segera menghampiri dokter itu dan bertanya tentang keadaan Velove.


"Dokter bagaimana keadaan istriku?"


"Operasinya berjalan lancar dan bisa melewati masa kritis. Kini pasien masih pingsan dan sedang dalam masa pemulihan karena terlalu banyak kehilangan darah." kata dokter itu.


Max bernapas lega, dia terus memandang Velove dari balik jendela. Max sangat ingin memeluk dan dia juga mempunyai banyak sekali pertanyaan. Namun, hal itu harus dia tahan sampai Velove siuman nanti.


"Felicia kamu pulanglah dengan grandma, biar daddy yang menjaga momy mu disini."


Felicia sebenarnya ingin sekali menunggu Velove sampai sadar, tetapi dia harus mengikuti apa kata daddy-nya.


"Baiklah Dad, Felicia pulang dulu."


"Kalau menantuku sudah sadar cepat hubungi Mom, Okey!!! ucap Nyonya Glover.


"Baik Mom." jawab Max.


Nyonya Glover dan Felicia kembali pulang kerumah. Mereka diantarkan oleh para pengawal.


"Tuan saya ingin berbicara sesuatu dengan anda." ucap Luis.


"Ayo ikuti aku, Marvin kamu tetap berjaga disini."

__ADS_1


"Siap laksanakan Tuan." jawab Luis.


Luis mengikuti Max yang berjalan dari belakang. Entah apa yang ingin disampaikan Luis. Kini mereka berdua sudah berada di tempat yang aman untuk berbicara.


"Ada apa Luis?" tanya Max.


"Saya menemukan sesuatu di lokasi penyekapan kemarin Tuan!!!"


"Apa itu?"


Luis pun membuka ponselnya dan memperlihatkan sesuatu pada Max. Max pun terkejut, dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.


"Senjata ini hanya milik mereka Luis, kenapa Love ku bisa mempunyai senjata ini?"


"Saya mempunyai dugaan kalau Nyonya muda itu berkerja untuk mereka Tuan. Tuan masih ingatkah dengan kasus narkoba di Amerika 3 bulan yang lalu? Kasus tersebut terbongkar dengan sangat cepat dan rapi, dan saya juga mendengar kalau salah satu data mereka diretas oleh seorang hacker yang saat ini masih misterius identitasnya."


"Kamu benar juga Luis. Nanti akan ku tanyakan semuanya disaat dia sudah sadar. Ayo kita kembali, kamu harus terus selidiki kasus ini Luis."


"Baik Tuan."


Max dan Luis pun kembali ke ruang ICU, dan Max pun kembali menatap Velove dari luar jendela lagi. Dia pun akhirnya tidak tahan dan menerobos masuk ke dalam ruangan. Max mendekati Velove yang terbaring tak berdaya. Max memegang tangan Velove lalu di genggamnya tangan itu dan menciuminya.


"Love aku sangat merindukanmu, cepatlah sadar Love."


Max terus menggenggam tangan kekasihnya hingga dia tertidur di samping Velove. Hingga pagi hari tiba Max masih tertidur, Velove yang mulai sadar pun sedikit menggerakkan tangannya yang sedang di genggam Max.


Max yang menyadari ada sesuatu yang bergerak di pipinya pun terbangun, dan dia melihat Velove yang sudah sadar.


"Love kamu sudah sadar? Syukurlah aku senang sekali. Kamu istirahat dulu jangan banyak bergerak. Okey."


Max sangat senang karena sang pujaan hati telah kembali sadar. Dia terus melihat wajah kekasihnya dan tak berhenti menciumi tangan Velove yang masih lemas.


"Max." ucap Velove lirih.


"Sayang kamu sudah bangun?"


"Aku haus."


"Ini sayang cepat minum."


"Bagaimana keadaanmu? Bagian mana yang sakit."


"Aku ingin cepat sembuh, ada sesuatu yang harus aku lakukan." ucap Velove pelan.


"Kamu ingin mencari masalah lagi Love? Aku mempunyai banyak pertanyaan untukmu, tapi aku tidak ingin menanyakannya sekarang. Karena kamu baru saja sadar."


Velove hanya diam ketika Max sedang memarahinya. Di pikiran Velove sekarang hanya lah Justin.


"Justin pasti kamu sangat khawatir sama Momy, kamu bersabar ya sayang. Sebentar lagi Momy pasti akan berhasil. Momy sudah bertemu dengan daddy nak."


Velove kembali memejamkan matanya, tubuhnya masih sangat lemas sekali. Untuk berbicara saja masih kesulitan.


KEESOKAN HARINYA


"Love bangun sayang, aku membawakan sarapan untukmu. Love, Love."


Max terus membangunkan Velove. Max sudah mempersiapkan sarapan special untuk kekasihnya.


"Love bangun baby."

__ADS_1


"Max kamu sangat berisik sekali."


"Bangun Love aku bawakan sarapan kesukaanmu."


Velove pun membuka matanya, kini tubuhnya sudah sedikit membaik. Max pun tersenyum melihat kekasihnya. Dia tak menyangka kalau seseorang yang telah dia cari selama bertahun-tahun telah berada di depannya sekarang.


"Singkirkan pandanganmu itu Max, kamu tidak berubah sama sekali."


"Kamu juga sama Love, kamu justru makin kejam kepadaku. Tapi aku tetap suka dan makin cinta." ucap Max menggoda Velove.


"Apa kamu juga merindukanku Love?" tanya Max.


"Sedikitpun aku tidak merindukanmu Max." jawab Velove sambil menerima suapan dari Max.


"Love itu tidak lucu."


"Aku serius pria bodoh."


"Kenapa waktu di Hongkong kamu menghindari ku Love?"


"Karena aku tidak ingin bertemu dengan pria bodoh sepertimu Max."


Velove terus menerima suapan suapan Max, dan Velove sangat senang menggoda pria yang dia rindukan selama ini.


"Love kamu semakin seksi."


"Max kamu tau, rasanya ingin sekali aku memukulimu. Sikap meeesumm mu itu tidak pernah hilang ya."


"Itu karena kamu tega padaku Love, kamu meninggalkan ku tanpa pesan apapun waktu itu. Kamu tau aku hampir gila karenamu."


"Satu lagi Love, ini sangat membuatku penasaran. Apakah kamu adalah hacker yang misterius itu?"


Dengan refleks tangan Velove membungkam mulut Max agar tidak keras berbicara.


"Jangan keras-keras Max itu bisa membahayakan ku. Ya memang benar aku adalah hacker Ve yang dicari cari oleh orang-orang itu." jawab Velove pelan.


"Dan lagi Love, kenapa kamu berkerja dengan aliansi rahasia itu? apa kamu sedang kekurangan uang sehingga kamu membahayakan nyawamu sendiri? Ha?


Velove terkejut dengan pernyataan Max yang tau dia sedang menjalankan sebuah misi.


"Itu karena..."


"Aku tidak bisa menjelaskan pada Max sekarang. Kalau sampai Max tau aku melakukan ini demi Justin, maka keselamatan Justin lah yang dipertaruhkan. Aku belum bisa menjelaskan pada Max sekarang. Justin maafkan momy. Sungguh momy sangat bingung sekali."


"Love kenapa melamun? aku bertanya padamu?"


"Tidak apa-apa Max, aku tidak bisa menjelaskan alasannya padamu saat ini." jawab Velove.


Max terdiam melihat Velove yang masih tidak mau jujur kepadanya. Max semakin penasaran dengan apa yang sudah terjadi 7 tahun yang lalu.


"Apa yang kamu sembunyikan dariku Love, dari matamu aku melihat, ada sesuatu rahasia besar yang sedang kamu tutupi. Kenapa Love? kenapa kamu masih tidak mempercayaiku?" batin Max dalam hati.


**HAI READERS SLOW DULU YA ALURNYA. TETAP NANTIKAN OKEY๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚MASIH ADA EPISODE YANG MENEGANGKAN DARI AKSI VELOVE DAN AKSI MENGHARUKAN DARI SI GANTENG JUSTIN DAN SANG DADDY๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE NYA๐Ÿ‘๐Ÿ‘๐Ÿ‘


HADIAHNYA JUGA YA๐ŸŒนโ˜•


TERIMA KASIH๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2