My Strong Woman

My Strong Woman
IDE GILA


__ADS_3

Max telah sampai di dalam kolam renang, dengan perlahan Max menurunkan tubuh Velove di atas air. Velove belum bisa menguasai tubuhnya karena kakinya masih sakit. Max pun menyuruh istrinya selalu berpegangan erat di pundaknya.


"Berpegangan lah di pundak ku Love."


"Wow ini menyenangkan Max, sudah lama sekali aku tidak bisa santai seperti. Kapan-kapan aku ingin diving bersamamu." ucap Velove sambil memandang wajah tampan suaminya. Dia memandang dengan penuh kekaguman.


"Max kenapa kau tampan sekali?"


Max tersenyum senang, baru kali ini Velove memujinya secara langsung.


"Love suamimu ini memang tampan sejak lahir, kenapa kamu baru menyadarinya sekarang? Kalau aku tidak tampan, kamu yang bar-bar ini mana mau denganku."


Velove lagi-lagi tersenyum memandangi pria tampan yang ada di depannya sekarang. Matanya juga memandang jauh ke langit yang tampak cerah dan biru, serta pemandangan pegunungan yang sangat menyejukkan.


"Ini sangat indah Max, aku suka sekali dengan pilihanmu ini,"


"Ya karena aku tau selera mu sayang, jadi aku mendesain ini dengan hati-hati dan sangat teliti."


Velove semakin mengeratkan pelukannya, dia semakin menempelkan tubuhnya ke dada Max. Velove memandang suaminya itu dengan penuh arti. Velove memegang wajah Max, dan kemudian dia mencium bibir suaminya itu dengan lembut. Max senang sekali karena Velove mempunyai inisiatif untuk menciumnya. Max pun membalas ciuman itu dengan penuh gairah. Max melummmat bibir manis itu, menyesappnya dan bertukar saliva di dalam mulut masing-masing. Semakin lama ciuman itu semakin memanas.


Hal itu memanggil gairah bercinta Max muncul. Max menyudahi aksi ciuman panasnya. Setelah puas Max beralih ke leher Velove yang terpampang jelas dan terlihat seksi dengan bikini yang sangat cocok di tubuh istrinya. Max mengendus dan menjillati seluruh area leher Velove yang basah. Max semakin terpancing hasratnya. Pelan-pelan tangannya meraba semua tubuh Velove di dalam air. Kemudian Max ingin membuka tali bikini yang ada di leher Velove. Namun hal itu dengan cepat di hentikan oleh Velove.


"Max stop kamu mau apa?"


"Aku ingin melakukannya disini sayang, aku sudah tidak bisa menahannya lagi."


"No, kita tidak boleh melakukannya disini Max,"


"Why Love? Aku ingin merasakan sensasi bercinta di dalam air."


"Simpan ide gila mu itu Max. Kamu tidak kasihan apa dengan Author kita?"


"Kenapa dengan Author kita Love, bukankah selama ini dia baik-baik saja?"


"No Max, sesama perempuan tentu aku tau bagaimana perasaannya. Kasihan kalau dia melihat adegan panas kita disini. Aku takut dia kejang-kejang Max, terus otaknya nanti jadi error. Kan tidak baik efeknya, karena dia harus memikirkan pernikahan dan honey moon kita."


"Betul juga katamu Love, baiklah aku akan menunda dulu adegan ini. Tapi kamu harus menenangkan juniorku dulu agar tertidur kembali."

__ADS_1


"Baiklah terserah kamu saja suamiku."


Akhirnya demi sang author tercinta Max dan Velove menunda sesi bercintanya di dalam kolam renang. Kemudian mereka saling menenangkan diri masing-masing dan mengakhiri kegiatan berendam siang hari ini. Max mengangkat tubuh Velove ke atas kemudian mereka melanjutkan dengan mandi bersama.๐Ÿ˜‚(pintunya mereka tutup dears jadi othor nggak bisa ngintip)๐Ÿ˜‚


Setelah hampir satu jam setengah Max keluar dari kamar mandi bersama istrinya. Velove tampak lemas dalam gendongan Max. Sepertinya Max sudah menuntaskan hasratnya di dalam kamar mandi.


Max berjalan kemudian merebahkan tubuh istrinya di atas ranjang. Dia tersenyum melihat Velove yang tak berdaya. Kemudian Max ingin membawakan makanan untuk Velove karena dari lagi belum makan makanan apapun.


Max keluar dari kamar menuju ke bawah untuk mengambil makanan. Karena tidak ada sesuatu di dapur, Max menyuruh pelayannya untuk membuatkan makanan untuk dia dan istrinya. Setelah memerintah pelayan Max pergi keluar sebentar dan tiba-tiba Luis datang membawa sebuah laporan.


"Tuan apa kabar?" sapa Luis.


"Baik gimana liburanmu? Apakah menyenangkan?"


"Sangat menyenangkan Tuan, terima kasih sudah memberikan liburan yang berkesan buat saya."


"Ya kamu pantas mendapatkannya Luis. Ada laporan apa kamu datang kesini?"


"Begini Tuan, Nyonya besar memerintahkan kepada saya untuk memberi tau Tuan, bahwa besok anda dan Nyonya muda harus fitting gaun pengantin di butik langganan yang biasanya."


"Baiklah, bagaimana observasi gedungnya sudah sampai tahap mana?"


"Bagus kalau ada apa-apa langsung laporkan saja kepadaku."


"Baik Tuan, kalau begitu saya permisi dulu."


Setelah melapor Luis pun langsung pergi, kemudian dari belakang ada pelayan yang datang dan memberitahu kalau makanan sudah siap.


"Permisi Tuan, makanan sudah selesai saya buat."


"Okey, biar aku sendiri yang membawanya ke atas."


Max membawa nampan yang berisi makanan itu ke atas. Sesampainya di atas Max langsung menuju ke kamarnya dan segera membuka pintu. Max mendapati istrinya masih tertidur dengan pulas. Kemudian Max meletakkan nampan itu di atas meja dan dia membangunkan istrinya itu dengan lembut.


"Love bangun sayang, kita makan dulu."


Velove menggeliatkan badannya dengan malas. Dia sangat ingin tidur kali ini.

__ADS_1


"Love bangunlah aku membawa makanan untukmu."


"Emmmpphh, Aku mengantuk sekali Max. Aku ingin tidur."


"Makan dulu sayang, agar kamu bertenaga."


"Ini semua gara-gara kamu bodoh, menghajar ku habis-habisan tadi."


"Hahaha, kan aku sudah bilang Love kalau aku ingin maka harus menuntaskannya di hari itu juga tidak bisa di tunda-tunda."


"Kamu menyiksaku, kakiku hampir patah menahan serangan mu."


"Oke, oke sorry sayang. Lain kali aku akan lebih lembut dan pelan. Sekarang bangunlah nanti cepat dingin makanannya.


Setelah berdebat Velove akhirnya bangun dan mulai makan dengan tenang di suapi oleh Max. Velove sangat lahap dengan makanannya. Karena menu yang dibawakan Max adalah makanan kesukaannya.


"Ck, kamu menyebalkan sekali."


"Why Love."


"Kamu selalu tau kesukaanku Max!!"


Max tergelak dia merasa gemas sekali dengan sikap manja istrinya.


"Love, my honey. Aku sudah tau semua tentangmu jadi wajar kalau aku membuat mu senang. Karena tujuanku adalah selalu membuatmu bahagia saat ini dan sampai nanti."


"Baiklah, jangan sampai kamu mengingkari janjimu, kalau hal itu terjadi aku akan membuat perhitungan denganmu." ucap Velove dengan nada mengancam.


"Hal itu tidak akan pernah terjadi sayang, hanya orang bodoh yang pergi meninggalkanmu."


Max dengan sabar dan penuh kasih sayang merawat dan menghadapi sifat keras kepala istrinya. Dan hal ini sudah menjadi kewajiban untuknya. Selalu membuat orang-orang yang dia sayangi selalu bahagia.


...bersambung...


JANGAN LUPA LIKE ๐Ÿ‘SETELAH MEMBACA YA SEMUA๐Ÿ˜˜


HADIAH HADIAH OTHOR KASIH HADIAH ๐ŸŒนโ˜•

__ADS_1


VOTE YANG VOTE MASIH NGANGGUR KASIH KE OTHOR๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


TERIMA KASIH๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ


__ADS_2