My Strong Woman

My Strong Woman
THE WEDDING DAY


__ADS_3

Setelah puas melihat dan mengingat lagi memori kenangan masa lalu, Max membawa kembali istrinya kembali ke rumah. Velove harus beristirahat karena besok adalah hari yang paling special dalam hidupnya. Max menggendong Velove menuruni anak tangga. Sesampainya di bawah Max dan Velove masuk ke dalam mobil untuk segera kembali.


Karena jarak apartemen dan rumah dekat jadi hanya dalam waktu singkat Max dan Velove sampai di rumahnya. Velove segera turun dia sudah ingin sekali untuk tidur. Max juga mengerti karena ini termasuk efek dari kehamilan istrinya. Max mengantarkan istrinya ke dalam kamar. Setelah itu dia minta izin keluar untuk mempersiapkan segala sesuatu untuk acara besok.


Pernikahan Max akan diselenggarakan di gereja Katredal Santo Patrick. Di gereja itulah saksi hidup Velove selama ini dan juga di gereja itulah Justin melihat Max untuk yang pertama kali. Semua orang sedang sibuk mengatur semuanya. Tidak banyak yang hadir, pemberkatan itu hanya di saksikan oleh beberapa kerabat dan juga teman dekat. Karena rencananya setelah pemberkatan selesai, Max akan mengajak Velove untuk segera pergi honey moon.


Tujuan negara pertama yang akan dia kunjungi adalah London. Dimana kota itu adalah saksi pertama hubungannya di mulai. Setelah dia menjelajahi semua kota dan tempat yang pernah dia singgahi bersama sang istri, Max akan mengajak Velove untuk pergi ke Paris dan masih banyak lagi kota yang ingin dia kunjungi. Tetapi melihat kondisi istrinya yang lagi hamil. Max memutuskan untuk singgah di beberapa tempat saja. Dia harus memprioritaskan kesehatan janin yang di kandung istrinya.


Max dan Nyonya Glover saling sibuk dengan kegiatan dan rencana masing-masing. Hingga sore hari tiba dan semuanya sudah siap tinggal besok acaranya di mulai. Max kembali ke rumah bersama Mom dan Dad-nya. Di ruang tengah Max melihat Velove yang sedang duduk sambil memeluk toples yang berisi biskuit. Velove makan biskuit itu dengan lahapnya. Sepertinya Velove sangat kelaparan.


"Hai sayang serius sekali kamu jika sudah ada di depan laptop."


"Why? Aku sudah lama sekali menunggumu Max. Aku kelaparan sekali."


"Kan ada pelayan sayang, kenapa kamu tidak menyuruh mereka."


"No aku tidak mau masakan pelayan, aku hanya mau makan masakan mu. Sekarang cepat buatkan aku spagetti dengan saus kacang. Cepat buat Max, aku kasih kamu waktu lima belas menit. Kalau telat aku tidak mau makan biar saja aku kelaparan."


"Astaga mulai lagi keras kepalanya. Huhhh." Ucap Max dalam hati.


"Baiklah tunggu disini aku buatkan. Minumnya apa sayang?"


"Lemon ice seperti biasanya Max."


Setelah itu Max segera pergi ke dapur untuk membuatkan spagetti untuk istrinya. Untung saja Max bisa memasak, seandainya dia tidak bisa akan gawat jadinya. Max dengan cekatan mengolah semua bahan yang ada dan tepat lima belas menit spagetti siap di hidangkan dengan segelas lemon ice. Max membawa nampan ke ruang tengah dimana Velove sedang menunggunya.


"Sayang, spagetti sudah siap."


"Emmm, baunya sungguh enak. Woahhh ini perfect sekali. Terima kasih suamiku. Muuacch."


Velove terlihat senang dia sangat lahap sekali makan masakan yang di buat suaminya. Belum ada sepuluh menit, spagetti dan segelas lemon ice itu sudah habis. Velove menyadarkan punggungnya dia sangat kenyang sekali.


"Max pijitin kaki ku, pegel sekali rasanya. Awas pelan-pelan dan pijit yang enak."


Max hanya menuruti keinginan istrinya. Dia duduk di samping Velove dan mengangkat kedua kaki istrinya kemudian dia letakkan di pahanya. Max mulai memijit pelan kaki Velove. Max dengan sangat hati-hati sekali melayani semua yang di perintahkan istrinya. Karena Max tau jika istrinya sehat maka janin yang di kandungnya juga akan tetap sehat.


"Max pijatan mu nyaman sekali, membuatku mengantuk lagi."


"No jangan tidur lagi Love, kamu harus mandi dulu setelah itu boleh jika kamu ingin tidur. Ibu hamil harus menjaga kebersihan."


"Aku malas berjalan, aku ingin tidur sebentar disini. Hooaaammm."


"Baiklah suamimu ini akan menggendong mu untuk mandi, sekalian kita mandi bersama."


"No turunkan aku Max, aku mau berjalan sendiri dan aku tidak mau mandi bareng bersamamu."


Velove terus memberontak dalam gendongan suaminya dan Max juga tidak mau menurunkan Velove. Justru sikap manjanya itu membuatnya senang. Setelah kurang lebih setengah jam Max keluar dari kamar mandi bersamaan dengan istrinya. Kemudian dia melakukan tugas rutinnya ketika sang istri selesai mandi. Max mengambil hair dryer untum mengeringkan rambut Velove. Setelah kering Velove segera merebahkan dirinya ke ranjang.


"Hemmm, tempat ternyaman adalah ranjang." Ungkapnya senang.


"Istirahatlah sayang, besok pagi kita akan sibuk sekali." Ucap Max membelai rambut istrinya.


"Hatiku berdebar kencang jika membayangkan hari besok Max."


"Tetap tenang sayang, karena besok kita harus khidmad mengucapkan janji di depan Tuhan."


"Iya suamiku, aku tidur dulu ya!"


"Tidurlah istriku, mimpi indah. Emmuuach."


Max mengecup pipi istrinya, kemudian dia menemani Velove yang semakin terlelap. Setelah itu Max juga ikut terlelap, dia juga lelah karena seharian belum istirahat.


Keesokan harinya Max bangun awal sekali. Dia harus bersiap-siap, Max membangunkan istrinya. Namun sangat sulit sekali. Lalu dia membisikkan kata kata yang membuat Velove kaget.


"Sayang bangun kita sudah telat ke acara pernikahan kita."


"Hah yang benar, kenapa kamu telat bangunin aku Max."


"Kita tidak telat sayang, masih ada banyak waktu, tapi kita harua bersiap. Orang yang akan merias kita sudah datang, bahkan Justin dan Felicia sudah bersiap dari tadi. Mereka sangat antusias sekali Love."


"Hari ini adalah hari yang di nanti Justin Max."

__ADS_1


"Kalau begitu kita cepat siap-siap sekarang sayang."


Max dan Velove beranjak dari tempat tidurnya. Mereka bersiap dengan membersihkan tubuhnya dengan mandi. Setelah itu Max dan Velove akan memakai baju pengantin.


Max dan Velove telah selesai mandi, mereka segera mempersilahkan kepada para make over untuk masuk ke dalam kamar mereka. Ada empat pasang wanita yang membawa tas-tas berisi alat untuk merias pasangan pengantin yang sedang berbahagia.


Dua orang melayani Velove dan dua orang lainnya melayani Max. Mereka duduk saling membelakangi. Max memakai Jas tuxedo dengan dasi bermotif pita hitam di lehernya. Karena ini pernikahan yang kedua jadi Max tampak lebih tenang di bandingkan istrinya.



Velove di dandani oleh penata rias. Dia tampak tenang di luar tapi dalam hatinya sangatlah gugup. Velove berdiri dan segera memakai gaun yang telah di persiapkan mertuanya jauh-jauh hari. Max yang sudah selesai duluan menghampiri Velove yang kelihatan sangat gugup.


"Kamu gugup sayang?"


Velove tersenyum dan mengangguk.


"Aku lapar." Velove berbisik di telinga suaminya.


"Kamu ingin makan apa?"


"Buatkan aku roti selai saja, karena aku tidak mau merepotkanmu. Karena kamu sudah terlihat sangat tampan."


Max tersenyum melihat pengertian Velove, dia langsung pergi ke dapur untuk membuatkannya roti selai. Di bawah semua orang sangat sibuk, terlihat Justin dan Felicia sedang sibuk dengan penampilan masing-masing.


"Daddy." Teriak Justin dan Felicia.


"Hai sayang, Daddy mau membuatkan sarapan untuk Mommy. Karena adik baby sedang lapar."


"Apakah Mommy sudah bersiap Dad?" Tanya Felicia.


"Sebentar lagi akan siap kalian tunggu saja disini, okey!"


"Okey Dad,"


Sesampainya di dapur Max segera membuatkan roti dengan olesan selai coklat di atasnya. Juga segelas lemon ice untuk meningkatkan mood sang istri. Tidak butuh waktu lama Max membuatkan sarapan, setelah selesai Max segera membawa nampan menuju ke atas. Setibanya di atas dan Max masuk ke kamar, betapa terkejutnya dia melihat sang istri yang tampak cantik dan anggun memakai gaun yang indah itu.



Velove tersipu malu dengan pujian suaminya. Kemudian Velove melihat roti selai yang diinginkannya dan segelas lemon ice.


"Wahh, kamu membuatkan ku lemon ice juga Max."


"Yeah, karena aku tau minuman ini bisa membuatmu rileks sayang."


"Terima kasih suamiku."


Velove menyantap roti dan minuman yang di buatkan suaminya. Setelah selesai, Nyonya Glover datang dan menyuruh semuanya bersiap.


"Max apakah semuanya sudah siap?"


Nyonya Glover terpesona melihat menantunya sangat cantik mengenakan gaun pengantin yang di rancangannya.


"Wahh sayang, kamu cantik sekali. Gaun ini cocok sekali di badanmu."


"Terima kasih Mom, semua ini berkat Mom yang sudah mempersiapkan semua."


"Ya sudah sekarang kita bersiap. Max gandeng istrimu turun."


"Okey Mom."


Max menggandeng istrinya untuk turun ke bawah. Velove terlihat sangat gugup sekali. Sesampainya di tangga, pelan-pelan Velove turun. Semuanya terpesona dengan kecantikan Velove. Bahkan Justin dan Felicia sesaat tidak berkedip melihat kecantikan Mommy-nya.


"Mommy cantik sekali." Ucap Justin dan juga Felicia.


"Terima kasih sayang."


Kemudian semua orang berangkat menuju ke Gereja Katredal Santo Patrick. Mobil mewah sudah bersiap di depan. Max menggandeng istrinya masuk ke dalam mobil. Setelah semua masuk Luis mulai menjalankan mobil yang dinaiki kedua majikannya. Sedangkan yang lain mengikuti dari belakang.


Tak lama kemudian Max dan Velove sampai juga di Gereja. Max turun kemudian masuk duluan, dia diiringi Luis dan Martin. Setelah Max masuk ke dalam, kini giliran Velove yang turun dari mobil. Velove berjalan sambil membawa buket mawar putih dan diapit mertuanya. Velove berjalan pelan dan sangat anggun.


__ADS_1


Sesampainya di dalam Max langsung maju ke depan menunggu Velove yang belum sampai. Di dalam gereja itu tampak hening karena tidak banyak orang yang menghadiri pernikahannya. Max terus memandang ke arah pintu masuk dan Velove pun muncul dari luar.


Velove berjalan pelan menuju ke Altar. Di depan sudah ada Max yang menunggunya. Setelah sampai Max meraih tangan istrinya kemudian mereka berdiri sejajar menghadap Pastor yang sudah siap meresmikan janji suci mereka.


Sang Pastor sudah berdiri di depan kedua mempelai dan siap membimbing kedua mempelai mengucapkan janji suci.


"Maka tibalah saatnya, saya meresmikan perkawinan saudara. Saya persilahkan saudara masing-masing menjawab pertanyaan saya,"


"Max Anderson Glover, bersedia kah saudara menikah dengan saudari Velove Alexandra Keihl yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"


"Ya saya bersedia." Jawab Max.


"Velove Alexandra Keihl, bersedia kah saudari menikah dengan saudara Max Anderson Glover yang hadir disini dan mencintainya dengan setia seumur hidup baik dalam suka maupun dalam duka?"


"Ya saya bersedia." Jawab Velove.


Setelah kedua mempelai mengucapkan janji suci. Pastor melanjutkan ke prosesi selanjutnya yaitu pemasangan cincin pernikahan. Sambil memegang cincin sang Pastor pun mengucapkan sebuah kata.


"Cincin ini bulat, bulat tanpa awal dan tanpa akhir, sebagai lambang kasihnya yang tanpa awal dan tanpa akhir. Atas dasar cincin itu, cincin ini menyatakan bagi saudara berdua, untuk meniru kasihnya dalam kehidupan berumah tangga. Dengan mengasihi pasangan tanpa awal dan tanpa akhir."


Kemudian mempelai pria menerima dan mengucap.


"Velove Alexandra Glover cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaanku."


Setelah itu Max memasangkan cincin di jari manis Velove dan tibalah giliran mempelai wanita menerima cincin dari Pastor dan dia juga mengucapkan kalimat yang sama.


"Max Anderson Glover cincin ini aku berikan kepadamu sebagai lambang cinta kasih dan kesetiaan ku."


Kemudian Velove memasangkan cincin itu di jari manis Max, dan kedua mempelai saling berciuman sebagai pernyataan kasih sayang mereka.


Prosesi pengucapan janji serata pemasangan cincin selesai. Kini tiba saatnya sang Pastor memberkati kedua mempelai dan mengucapkan doa. Kedua mempelai berlutut di depan Pastor untuk menerima pemberkatan. Setelah pemberkatan selesai Pastor membaca doa untuk kedua mempelai dan setelah itu kedua mempelai sudah sah menjadi suami istri di hadapan Tuhan.


Prosesi selanjutnya adalah penyalaan tiga lilin di dekat Altar. Ada dua lilin kecil dan satu lilin besar berada di tengah. Kedua lilin kecil itu di nyalakan oleh kedua orang tua. Sedangkan lilin yang besar dan berada di tengah di nyalakan oleh kedua mempelai. Hal ini melambangkan kedua ibu yang memberikan bekal dari rumah tangga masing-masing untuk kedua anak dan pasangan yang memulai rumah tangga baru bersama.


Setelah itu kedua mempelai melakukan tanda tangan janji nikah dan kedua mempelai mengucapkan sambutan dan beberapa kata untuk kedua orang tua. Kemudian berakhirlah serangkaian acara di hari pernikahan Max dan Velove. Acara yang berlangsung sangat khidmad itu berjalan dengan lancar tanpa suatu kendala. Kini Max dan Velove turun dari Altar dan berjalan menuju ke luar gereja untuk segera pergi berbulan madu.


Max menggandeng tangan istrinya dengan erat, dia berpamitan kepada orang tua dan anaknya untuk izin pergi berbulan madu ke London.


"Mom aku ingin mengajak Velove pergi ke London untuk merayakan pernikahan kami. Jadi acara resepsi tunggu Max pulang dari London."


"Baiklah Mommy mengerti jaga Velove ya. Ingat jangan sampai dia kecapekan. Jaga selalu kandungannya."


"Okey Mom. Terima kasih atas semuanya. Max bahagia sekali."


"Itu sudah tugas Mommy Max. Mom dan Dad akan selalu menunggumu pulang." Jawab Nyonya Glover dengan penuh haru kemudian memeluk Max dan Velove.


Kemudian Velove memeluk putra dan putrinya. Dia juga izin pamit kepada dua anaknya.


"Mommy pergi dulu ya sayang, jangan nakal. Menurut sama kakak dan juga Grand ma okey."


"Siap Mommy, Justin pasti akan rindu Mommy."


"Jangan sedih boy, Daddy tidak akan lama kok sayang. Daddy berangka dulu ya." Sahut Max menghibur Justin yang sedih.


"Kami pergi dulu Mom, Dad, Felicia, Justin jangan cemberut gitu. Bye semua!" Ucap Max sambil melambaikan tangannya.


Kini mereka berdua akan terbang ke London untuk menikmati indahnya kebersamaan berdua tanpa ada yang mengganggu.


"Apa kamu bahagia Love?"


"Sangat bahagia sayang, sangat bahagia. I Love You suamiku." Jawab Velove. Kemudian mereka berciuman mesra lagi saling memagut dengan penuh kasih.


...bersambung...


HAI READERS MAAF JIKA PROSESI PERNIKAHANNYA ADA YANG KURANG ATAUPUN TIDAK TEPAT HARAP DI MAKLUMI YA APABILA PARA READERS ADA YANG NON MUSLIM PASTI SANGAT MENGERTI BAGAIMANA PROSES PEMBERKATAN PERNIKAHAN. SALAM TOLERANSI DARI OTHOR😀🙏


JANGAN LUPA LIKE NYA YA DEARS.👍😂


SEDIKIT LAGI GOAL NIH CERITA OTHOR😂


HADIAH DAN VOTE MASIH OTHOR TUNGGU😀

__ADS_1


TERIMA KASIH😘🥰😍


__ADS_2