
"Woooouwwww. Aduhhh..Ssssssshhhh...Awwwww.." desis Velove memegang lengannya yang sakit.
"Kenapa Love? Apa tanganmu terluka?" tanya Max gugup.
Velove memutar pundaknya untuk menetralkan kram yang terjadi pada lengannya.
"Tidak apa-apa Max hanya sedikit kram saja di bagian sini."
"Nyonya sebaiknya anda bersandar dulu biar ototnya rileks." sahut Marvin.
"Benar yang dikatakan Marvin Love, kemari lah rebahkan kepalamu di pangkuanku." ucap Max dengan nada cemas.
Velove pun menuruti saran dari Max dan Marvin. Dia merebahkan kepalanya di pangkuan Max, dengan terus memegangi lengannya. Max membelai rambut Velove yang tergerai di perutnya, dan Velove yang merasa nyaman kemudian memejamkan mata. Dia merasa lemas sekali setelah melakukan aksi yang menegangkan tadi.
MARKAS DRAGON EMPIRE
"Bodoh kalian semua, percuma kalian membawa banyak pasukan kalau pada akhirnya kalian hanya menjadi pecundang." teriak Mr. X kepada seluruh anak buahnya.
"Kalian terlalu meremehkan wanita itu. Dia itu terlalu cerdas dan banyak taktik, jadi untuk menghadapinya kalian juga harus menggunakan taktik bukan hanya sekedar menyerang. Bodoh, Tolooll, kalian semua pergi dari sini." teriak Mr. X semakin marah.
"Leo."
"Ya Tuan."
"Kamu sudah sekian lama menjadi kaki tanganku, Tapi kenapa otak mu justru semakin bodoh. Haahhh? Aku tidak mau tau, kamu harus mendapatkan wanita itu untuk ku dalam keadaan utuh tanpa lecet sedikitpun. Sekarang kamu pergi dan berikan apa yang aku mau." perintah Mr. X pada Leo.
"Baik Tuan saya permisi." jawab Leo gemetaran.
"Max aku tidak akan membiarkan kamu memiliki wanita yang aku sukai. Aku akan melakukan segala cara untuk merebutnya darimu." ucap Mr. X dalam hati.
DI MANSION
Mobil yang membawa Max dan Velove sudah sampai di halaman depan Mansion. Semua anak buah Max pun berbaris menyambut kedatangan Tuannya. Luis pun turun lalu membukakan pintu untuk Max. Velove yang masih tertidur pun mulai bangun.
"Apakah kita sudah sampai ? Apakah aku juga akan tinggal disini sekarang?" tanya Velove bingung.
"Haih apa yang kamu pikirkan Love? kalau kamu tidak tinggal disini mau tinggal dimana lagi? Kan sekarang kamu sudah menjadi Nyonya di rumah ini." jawab Max dengan senyum mengembang.
"Ya sudah kita turun sekarang, tidak usah duduk di kursi roda aku akan gendong kamu."
Max keluar dengan menggendong Velove di depan ala bridal style. Semua anak buah Max membungkukkan badan menyambut kedatangannya. Max langsung masuk menuju ke dalam rumah.
"Rumahmu besar sekali Max." ucap Velove dengan kagum.
"Ini juga rumahmu Love, kalau kamu tidak nyaman aku bisa membelikan mu rumah yang jauh lebih bagus dari rumah ini." sambung Max.
"Ck...bukan seperti itu maksudku bodoh."
Di dalam rumah terdengar suara yang sangat ramai. Seorang anak kecil yang sedang teriak marah-marah dengan seorang pelayan.
"Ahhhhh kalian semuanya bodoh tidak bisa berkerja. Awas saja kalau daddy sudah pulang akan aku aduin kalian biar di pecat. Sana sana pergi..." teriak Justin dengan menghentak-hentakkan kakinya.
Velove yang mendengar suara keras Justin pun langsung naik darah, dengan suara keras Velove berteriak memanggil Justin.
"JUSTIN." teriak Velove.
Justin yang mendengar suara mommy nya pun langsung menoleh, dia sangat kaget karena tiba-tiba sang Mommy ada di belakangnya.
"Mo-mommy." ucap Justin terpaku di tempat.
"Turunkan aku Max."
__ADS_1
Max pun menurunkan Velove lalu mendudukkannya di sofa. Justin menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap Velove yang dari awal sudah melotot kepadanya.
"Jadi begini sikapmu selama Mommy tidak ada Justin? Apa sikapmu juga begini kepada ibu yayasan?" tanya Velove dengan nada meninggi.
Justin hanya tertunduk dia tidak berani menjawab pertanyaan Mommy-nya. Dari atas terlihat Nyonya Glover berjalan menuruni anak tangga dan di susul oleh Felicia.
"Mommy, Mommy sudah pulang?" seru Felicia.
Felicia berlari menuju arah Velove, kemudian memeluknya.
"Hai sayang." sapa Velove pada Felicia.
"Hai Mom." sapa Velove pada Nyonya Glover.
"Kamu kok tidak memberitahu Mommy, Max? Kalau Velove sudah mau pulang." tanya Nyonya Glover.
"Max sengaja ingin memberikan kejutan Mom, tapi sepertinya kita lah yang mendapat kejutan." jawab Max.
Nyonya Glover menoleh kearah Justin yang masih menunduk.
"Love,Justin masih kecil jadi kalau dia nakal itu masih wajar." ucap Nyonya Glover pada Velove.
"Justru masih kecil itu wajib kita bimbing Mom, agar kelak kalau dia dewasa bisa membawa diri." sahut Velove.
"Justin, Mommy ingin penjelasan dari kamu, kenapa hanya diam saja? Apa kamu lebih senang jika Mommy tidak ada?"
"No Mom, Justin rindu sekali dengan Mommy juga Daddy. Justin hanya ingin di temani kalian berdua. Justin tidak ingin orang lain Mom. Aku hanya ingin Mommy. Huaaaaaaaa."
Pecahlah tangisan Justin, dia berlari naik keatas menuju ke kamarnya. Suara tangisannya yang memenuhi semua ruangan membuat hati Velove teriris.
"Ini semua salahku, aku yang terlalu egois. Aku lah yang sudah merebut kebahagiaannya Justin. Aku bukanlah seorang ibu yang baik." ucap Velove lirih membuat Max dan Nyonya Glover memandangnya sedih.
"Sudah Love ini bukan kesalahanmu, ayo aku bawa kamu ke kamar. Istirahatlah." bujuk Max pada Velove.
"Baiklah, aku ke atas dulu Mom."
"Ya sayang, istirahatlah yang baik ya."
Max pun membawa Velove ke atas menuju kamarnya. Velove masih dengan tatapan sedihnya. Setiap mengingat kejadian Justin di culik waktu itu, membuatnya tidak bisa memaafkan dirinya sendiri.
Max sudah sampai di kamarnya, dia menurunkan Velove diatas ranjang besarnya.
"Max bawa Justin kesini."
"Baiklah aku tinggal sebentar ya."
Max keluar untuk menuju ke kamar Justin. Dia ingin membujuk putranya agar tidak berlarut dalam kesedihan. Max mengetuk pintu kamar Justin.
TOK
TOK
"Justin boleh Daddy masuk?"
"Masuklah Daddy pintunya tidak terkunci." sahut Justin dari dalam.
Max membuka pintu dan masuk kedalam. Dia melihat putranya sedang duduk di atas sofa kecil.
"Jagoan Daddy, tidak boleh bersedih. Mommy ingin bertemu kamu sayang." ucap Max membujuk.
"No Dad, nanti Mommy marah lagi denganku." jawab Justin dengan memalingkan mukanya.
__ADS_1
Justin sangat malu jika orang lain melihatnya sedih ataupun menangis.
"Tidak Nak, Mommy tidak akan marah sama kamu. Buktinya Mommy menyuruh Daddy untuk membawamu menemuinya."
"Malam ini Daddy akan izinkan kamu untuk tidur bersama dengan Mommy di kamar Daddy."
"Really Dad?" seru Justin senang.
"Yes boy, ayo sekarang kita bertemu Mommy dulu."
"Ayo Dad, tapi aku minta gendong."
"Ayo cepat naik ke punggung Daddy."
Max pun menggendong putranya di punggung. Dia langsung menuju ke kamarnya untuk bertemu Velove. Setelah sampai Max langsung masuk dan menurunkan Justin di lantai. Justin masih menundukkan kepalanya.
"Justin apa kamu tidak ingin memeluk Mommy?" seru Velove sambil merentangkan tangannya.
Justin menegakkan kepalanya, lalu dia segera berlari menuju ke arah Velove.
"Mommy, Justin rindu sekali denganmu Mom."
"Mommy juga sangat merindukanmu sayang, maafkan sikap Mommy tadi ya?"
"Justin memang salah Mom, maafin Justin juga. Mungkin setelah ini Justin tidak akan marah-marah lagi karena sekarang ada Mom and Dad di samping ku. Inilah impianku Mom."
Max tersenyum melihat kebahagiaan orang yang disayanginya. Dia pun ikut merebahkan tubuhnya ke ranjang untuk memeluk Velove dan Justin
"Okey boy, karena malam ini kamu boleh tidur di kamar Daddy puas-puaskan lah dan jangan sering-sering ya!! Soalnya Daddy mempunyai tugas penting dengan Mommy dan itu akan terjadi setiap hari."
Velove yang mendengar ucapan Max pun membelalakkan matanya, dia mengerti tentang apa yang di katakan oleh Max.
"Daddy and Mommy ada tugas apa?" tanya Justin polos.
"Tugas penting sayang ini menyangkut masa depan keluarga kita. Daddy and Mommy akan on proses dalam pembuatan Bab..."
BUUGGHH
Velove melempar bantal ke wajah Max, kemudian melancarkan jurus andalannya yaitu mencubit perut Max.
AWWWWWW
"Sakit sayang." ucap Max sambil cengengesan.
"Bisakah jaga omongan mu sedikit Max!!" sahut Velove dengan menaikkan alis matanya.
"Bab.. apa Dad? Jangan buat aku penasaran Dad." ucap Justin sambil memainkan ujung rambut Velove.
"Sudahlah jangan hiraukan Daddy. Sekarang Mommy ingin dengar semua kegiatan mu selama seminggu ini."
"Nanti Daddy akan kasih tau kamu boy, okey!!" bisik Max ke telinga putranya.
"Max ingin sekali aku menendang mu keluar." seru Velove dengan keras.
bersambung
**BUDAYAKAN LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS๐๐
๐นโ JANGAN LUPA BUAT OTHOR๐
VOTE NYA JUGA MAU๐๐ฅฐ
__ADS_1
TERIMA KASIH๐๐๐ฅฐ๐ฅฐ๐๐**