
Hari berganti dengan hari, sejak Velove memberi peringatan kepada Max untuk tidak menyentuhnya kesehatannya berangsur pulih. Kini Velove sudah bisa berjalan dengan baik, luka di tubuhnya juga mulai memudar karena sering perawatan di klinik kecantikan. Hal itu sangat penting, agar di pernikahannya nanti Velove tampil dengan memukau.
Hari pernikahan Velove dan Max sudah sampai depan mata. Semua orang sangat sibuk sekali menyiapkan segala sesuatu agar pesta pernikahan berjalan baik dan lancar. Velove meminta pemberkatan pernikahannya dilaksanakan di kota kelahirannya Manhattan.
Rencananya hari ini semua keluarga Glover akan terbang menuju ke New York. Karena pesta pernikahan akan diselenggarakan disana sesuai permintaan Velove.
Pagi hari pukul 08.00 pagi waktu Jerman, Max sedang melakukan olahraga di ruangan gym. Itu menjadi hal wajib bagi Max untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.
Setelah satu jam berlangsung Max mengakhiri olahraganya, kemudian dia menuju ke kamar untuk bersih-bersih dan melakukan persiapan. Max berjalan melewati ruang tengah, dia melihat Justin dan juga Felicia sedang bermain. Max mencari keberadaan istrinya namun tidak ada.
"Justin, Mommy dimana Nak?" tanya Max.
"My be masih tidur Dad!"
Max heran tumben sekali istrinya telat bangun apalagi nanti siang akan ada acara. Kemudian Max langsung menuju ke kamarnya. Sesampainya di kamar Max melihat Velove masih tertidur pulas di bawah selimut. Max lalu membangunkannya dengan lembut.
"Honey, bangun sudah siang. Kita harus bersiap untuk terbang ke New York."
Max membangunkan istrinya namun tetap tak ada reaksi. Lalu Max mengeluarkan jurusnya yang sering dia gunakan untuk membangunkan istrinya. Max menciumi seluruh wajah Velove, dari wajah turun ke leher, dari leher turun ke dada, dan dari dada turun ke perut.
Akhirnya Velove menunjukkan reaksinya, dia mulai menggeliat dan merasa kesal karena tidurnya terganggu. Velove pun mengumpat kasar Max yang masih mengganggunya.
"Shhiitt, menyingkir lah Max jangan ganggu tidurku." umpat Velove sambil menyingkirkan wajah Max yang berada di perutnya.
"Love bangunlah kenapa kamu sekarang jadi pemalas seperti ini. Ayo bangun sayang."
"No Max aku masih mengantuk biarkan aku tidur."
"Love jam satu siang nanti kita akan ke New York, kamu harus bersiap-siap."
"Aku tau, biarkan aku tidur satu jam lagi. Okey."
Velove masih tetap dengan pendiriannya. Max pun menyerah dan membiarkan istrinya tidur satu jam lagi. Max langsung pergi mandi karena badannya sudah terasa lengket. Setengah jam kemudian Max selesai dan keluar dari kamar mandi. Kemudian dia berjalan menuju ke lemari untuk memakai baju. Sebelum itu Max menyemprotkan body spray ke arah dadanya yang bidang.
Velove yang mencium bau wangi parfum langsung bangun dan menyuruh Max untuk memeluknya.
"Suamiku, Hug me!"
Max mengernyitkan dahinya dia merasa aneh kepada sikap istrinya. Kemudian Max memakai kemejanya dan berjalan ke arah Velove yang sudah merentangkan tangan untuknya. Max naik ke atas ranjang dan memeluk istrinya yang sedang mode manja.
"Aku suka bau mu Max."
Velove menghirup aroma maskulin dari tubuh suaminya. Aroma wangi yang mampu menenangkan hatinya. Max tersenyum melihat kemanjaan Velove pagi ini. Dia sangat suka dengan sikap manja itu karena menurutnya sangat menggemaskan.
"Love ada apa dengan mu?"
__ADS_1
"Nothing, aku hanya ingin memelukmu saja."
"Ouh No, aku lapar sekali Max. Kamu bisa buatkan aku roti bakar dengan selai coklat, sayu telur mata sapi setengah matang, dan segelas jus orange no sugar. Ingat harus kamu yang buat, jangan kasih pelayan. Okey. Aku akan mandi sekarang, dan setelah aku selesai makanan itu harus sudah sampai sini. Kalau telat aku tidak akan memakannya."
Setelah memerintah Max dengan seribu macam permintaan, Velove segera kabur pergi menuju ke kamar mandi. Sedangkan Max masih terpaku mencerna semua omongan istrinya. Kemudian dia segera bergegas turun dan membuatkan itu semua untuk istrinya.
Max berjalan menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Dia segera melesat ke ke dalam dapur. Hal itu membuat heran Nyonya Glover, dan dia langsung menghampiri Max yang ada di dapur.
"Ada apa Max? Kenapa kamu sepertinya panik?"
"Istriku dalam mode manja Mom, dia memerintahkan aku untuk membuatkan sarapan untuknya."
"Oh Mom kira ada apa? Mom sudah mempersiapkan semua kebutuhan Justin jadi istrimu nanti tidak usah menanganinya."
"Okey Mom, terima kasih."
Max dengan cekatan membuat sarapan pagi untuk istrinya. Gayanya sudah semacam chef yang sudah handal. Setelah membakar roti selai coklatnya, Max segera membuat orange juice tanpa gula. Max heran biasanya istrinya itu suka dengan minuman manis. Tetapi hal itu tak membuatnya berpikir terlalu lama. Setelah semua siap Max membawa roti dan jus itu ke atas. Max tidak boleh telat karena kalau sampai dia telat, dan dengan temperamen istrinya yang sulit di tebak. Max pasti akan mati kutu karean Velove akan mendiaminya seharian.
CEKLEK!
Pintu kamar dan pintu kamar mandi terbuka secara bersamaan. Velove tersenyum melihat suaminya membawa makanan yang sudah di pesannya. Velove keluar dengan mengenakan bathrobe di tubuhnya kemudian dia melangkah kan kakinya menuju ke sofa mengahampiri Max.
"Wow kelihatannya enak sekali."
"Special for you my Honey."
Velove segera melahap roti bakar itu dan segera meminum segelas orange juice yang sangat segar sekali.
"Woah kenyang, terima kasih suamiku." ucap Velove nenyambar bibir suaminya.
CUPP!
Setelah mencium Max Velove kabur dan melangkahkan kakinya ke arah lemari untuk mengambil baju. Sedangkan Max sangat geram karena merasa di permainkan oleh Velove. Max pun segera berdiri dan berjalan di belakang Velove. Kemudian dia menggamit tubuh istrinya dan membantingnya di atas ranjang.
"Sepertinya aku terlalu lembut padamu sayang?"
Max mengungkung Velove di bawahnya dan Velove justru menanggapi dengan senyum devil. Melihat ekspresi wajah Velove Max semakin terpancing dan Velove juga memancing jiwa lelaki suaminya. Velove dengan sengaja membuka tali bathrobe-nya. Kemudian membuka dan memperlihatkan tubuh mulusnya di hadapan Max. Velove meraba wajah Max yang sudah sekuat tenaga menahan napsunya.
Dari wajah turun ke dada, dari dada turun ke perut dan dari perut turun ke arah sang junior yang sudah memberontak ingin keluar dari sarangnya. Velove membelainya naik turun di balik celana jeans ketat itu. Setelah itu Velove menarik tangannya kemudian dia menarik kemeja Max yang belum di kancing kan itu sehingga Max terjatuh di atas tubuh istrinya.
"I Love You Max, suamiku?"
Kemudian Velove menyambar bibir Max dengan lembut menciumnya dan melummmatnya dengan penuh napsu. Max pun mulai menerima kode yang di berikan istrinya. Kini Max lah yang mendominasi ciuman panas itu.
Max menyambar bibir Velove mencium melummmmat, dan menggigit kecil bibir manis itu. Max memainkan lidahnya di dalam mulut Velove, menyecapp dan saling bertukar saliva. Tangan Velove mulai nakal dia meraba-raba seluruh tubuh suaminya. Sehingga tibalah tangan Velove ke kancing celana Max. Velove membuka kancing celana tersebut, dan hal itu membuat Max membulatkan matanya. Karena istrinya itu ternyata meminta hal lebih darinya. Velove membuka kancing dan resleting itu dan dengan cepat mengeluarkan sang junior yang sudah on tegak berdiri.
Velove memegang benda yang sudah mengeras itu dengan lembut. Kemudian Velove bangkit dan membalikkan tubuh suaminya di atas ranjang. Kini posisi Velove lah yang mendominasi. Max hanya diam menanggapi sikap agresif istrinya, di dalam hati dia sangat senang sekali.
__ADS_1
Velove berdiri sambil memegang sang juniir yang semakin tegak berdiri. Dia menarik ulur benda tersebut dan Velove pun mulai membungkukkan badan. Diarahkannya sang junior ke arah mulutnya. Velove melahap sang junior dengan lembut. Dia menghisappp dan mengulummmnya dengan lembut.
Max terbuai dengan apa yang dilakukan istrinya. Dia mendesssah mengeluarkan suara yang membuat Velove semakin bersemangat.
"Ohh Love, Oohh so Godd. Babe."
Max meracau menikkmati hissapan tiapa hissapan Velove di barang pusakanya itu. Max mencengkeram rambut Velove yang masih basah dan kepala Velove bergerak naik turun memainkan sang junior yang semakin gagah berdiri.
Velove masih asyik memainkan sang junior,dan Max sangatlah menikmati sensasinya. Velove melepas kuluuumannya dan dia menjulurkan lidahnya. Kemudian Velove memainkan ujung sang junior itu dengan lidah nya dan membuat Max mengeeerang hebat.
UUUGGGHHHH!
OOOHHHHHHH!
"Love aku mencintaimu."
Velove tersenyum smirk melihat kepuasan di wajah suaminya, dan setelah puas Velove melepaskan sang junior. Kemudian Velove mulai merangkak naik ke atas tubuh suaminya. Velove berinisiatif akan bermain di atas. Setelah naik Velove mulai berancang-ancang dia mengarahkan sang junior ke ruang indahnya. Perlahan Velove memasukkannya hingga dengan sekali tekan sang junior terbenam lah seluruhnya di ruang indah Velove.
UUUGGGHHHH
Velove meringis sambil memainkan sang junior dengan bergerak naik turun di atas tubuh suaminya. Semakin cepat ritme yang dia gunakan semakin keras pula Max menddesssah menikmati sensasi yang dilancarkan istrinya itu. Velove menundukkan badannya sambil menggoyangkan pinggulnya.
Max pun memeluk istrinya itu sambil memainkan dua aset kembar yang bergerak naik turun juga mengikuti gerak tubuh istrinya. Max memegang dan meremas dua aset kembar itu dengan lembut. Kemudian Max melahapnya juga seperti bayi yang kelaparan. Max menghiissap, dan memainkan dua choco chip itu dengan lidahnya.
Velove semakin pelan dia mulai kelelahan, melihat istrinya yang sudah kelelahan Max mengambil alih permainan. Max bangkit dan berdiri kemudian Max menunggiiiing kan tubuh istrinya. Setelah itu dia mengarahkan dan memasukkan sang junior ke ruang indah Velove.
JLEWBBB!
AHHHHHH!
Max dan Velove mengeeerang bersamaan. Max dengan cepat memaju mundurkan pinggulnya sambil meletakkan tangannya di pinggang Velove. Max semakin bernapsu dan mempercepat gerakannya. Setelah puas Max melepas sang junior menarik tubuh Velove dan mendorongnya dia atas ranjang. Kini Velove terlentang dan Max mulai memasukkan kembali sang junior. Max bermain pinggul sambil menikmati bibir manis istrinya. Kemudian dia juga melahap lagi dua aset kembar kesukaannya menghisssap, menyeecaap, dan memainkan ujung choco chip itu dengan lidahnya.
Max merasaakan sesuatu mulai berkumpul dan ingin keluar. Max melepasakan kuluuumaannya didada istrinya. Max membungkam mulut Velove dengan bibir, kemudian dia mempercepat ritmenya. Semakin cepat dan semakin cepat hingga Max mengeluarkan suara napas yang memburu. Semakin cepat dan meledaklah benih cinta itu di rahim suci milik Velove.
ARRRKKHHH!
Max menjatuhkan tubuh lemasnya di atas tubuh Velove. Dengan napas yang belum stabil Max telah mengakhiri permainan panas di pagi hari.
...bersambung...
HAI READERS DUA HARI NGGAK BISA UP. OTAKNYA OTHOR RADA ERROR DUA HARI KEMARIN😂😂😂GARA2 MENCARI INSPIRASI UNTUK PERNIKAHAN MAX DAN VELOVE😂😂😂OTHOR NONTON MOVIE 365 DAYS 🤣🤣🤣DAN OTAK OTHOR JADI TERKONTAMINASI DENGAN VIRUS YANG SANGAT PARAH EFEKNYA🤣🤣🤣 MEMBUAT DIRI OTHOR MENJADI SABLENG DAN ERROR SEKETIKA🤣🤣🤣🤣🤣
JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA👍🤭🥰
HADIAH JUGA LOH BUNGA🌹 KOPI☕
TERIMA KASIH.🥰🥰😍😍😘😘
__ADS_1