
Max sudah sampai di markas Dragon Empire. Dia membawa banyak sekali anggotanya. Dia langsung memerintahkan anak buahnya menyerang secara langsung tanpa ampun sehingga banyak sekali anak buah Dragon Empire berjatuhan.
Max memposisikan sebagian anak buahnya di luar. Kemudian dirinya sendiri dan anak buah lainnya masuk kedalam markas tempat dimana Velove berada. Awal masuk Max dan anak buahnya langsung di hadang oleh para pengawal Dragon Empire. Baku tembak pun terjadi, Max sudah memperhitungkan semuanya jadi dia bisa menguasai permainan.
Luis dan Marvin juga ikut andil dalam pertarungan itu. Semua orang menggila dalam pertarungan itu. Setelah Max berhasil menguasai pertarungan, keluarlah Mr. X dari dalam kamarnya. Dia keluar dengan tertawa keras disertai tepuk tangannya.
HAHAHAHAHA
PROK
PROK
PROK
"Hallo Max, sudah lama kita tidak bertemu? sepertinya kamu sudah bisa melupakan Cathrine sepenuhnya ya?
Max diam tidak menjawab dia melihat Mr. X dengan tajam yang menusuk.
"Dimana kamu sembunyikan wanita ku?" terik Max keras.
"Hahahahha, kamu bilang wanita mu? dia tidak pantas bersanding dengan pria bodoh sepertimu. Nona Ve adalah calon Queen di klan ku." jawab Mr. X.
Max mengepalkan tangannya dia semakin tersulut emosinya.
"Marvin cepat kamu bunuh Leo didepan ketuanya." teriak Max.
Marvin pun siap dengan senjata di tangannya. Marvin mengangkat tangannya dan sedikit menarik tuas pistol tersebut. Namun, hal itu di hentikan oleh Mr. X.
"Lakukan saja jika kalian berani, aku masih mempunyai ganti yang lebih bagus spesifikasinya. Hahahaha." ucap Mr. X dengan tawanya yang keras.
"Kalian bawa wanita itu kesini."ucap Mr. X memerintah anak buahnya untuk membawa Velove keluar dari kamar.
Kemudian Velove keluar diapit oleh kedua pengawal. Velove keluar hanya mengenakan br@ dan di lehernya banyak kissmark dari Mr. X tadi. Max yang melihat Velove yang terlihat lemas dengan beberapa tanda merah di lehernya pun geram dan sangat marah.
"Kau apakan dia brengsek?" teriak Max keras.
"Apa kamu sudah buta sehingga tidak bisa melihat dengan jelas?" sahut Mr. X.
"Aku akan membunuh kalian semua yang ada disini." teriak Max dia sangat emosi melihat keadaan Velove yang mengenaskan.
Max segera menghajar dan memukuli semua tawanan yang berhasil dia tangkap. Namun aksinya itu terhenti ketika Mr. X kembali menghisap leher Velove untuk kesekian kalinya.
"Emmmmmmhhhh." Velove menahan suaranya agar tidak terdengar oleh semua orang.
Velove seperti hilang harapan dia sudah sangat putus asa dan ingin menyerah. Dalam hati Velove lebih baik dia mati daripada harus di lecehkan seperti ini.
"Hentikan itu bajingan." teriak Max sekali lagi.
Max melangkahkan kakinya untuk mendekati Velove namun, dia segera di hentikan oleh para pengawal yang ada disana. Max pun memukuli mereka yang ingin mendekatinya.
BUGH
BUGH
BUGH
"Jangan hentikan aku brengsek." umpat Max kepada mereka semua.
"Love."
"Kalian akan membayar ini semua!!! Arrrkkkkhhhh."
Max terus menggila karena dia sudah tidak tahan dengan keadaan orang yang sangat dicintainya itu.
"Marvin cepat bunuh Leo." teriak Max.
"Stop, jika kamu berani pistol ini juga akan menembus kepala wanita mu ini. Namun sebelum ini aku akan menyiksa dia dulu." ucap Mr. X pada Max.
Mr. X menyulut sebatang rokok dan menghisapnya, setelah itu asap rokok yang dikeluarkannya pun langsung disulut kan ke dada kiri Velove.
"Ahhhhhhhhhhhhh" Velove menjerit kesakitan.
"Hentikan itu bajingan, jangan kamu sakiti dia." teriak Max sambil memberontak.
"Maka menyerah lah Max. Aku akan hentikan penyiksaan ini pada wanitamu." ucap Mr. X pada Max.
__ADS_1
"Jangan percaya Max dia membohongimu." sahut Velove dengan keras.
"Hahahahhaha, sungguh pasangan yang romantis. Tapi, keromantisan kalian membuatku muak." teriak Mr. X dia merasa cemburu dengan apa yang dimiliki Max.
Velove mulai bisa berbicara jelas, karena efek obat tadi hampir hilang. Namun, dia masih tidak mempunyai tenaga untuk melawan penjaga yang sedang memegangi kedua tangannya.
"Berlututlah di bawah kakiku Max." perintah Mr. X.
"No Max, jangan lakukan itu?" teriak Velove.
PLAAAKKKK
"Diam kamu, atau wajah cantikmu ini akan ku buat cacat. Sepertinya aku terlalu lembut padamu sayang." ucap Mr. X dengan tatapan membunuhnya ke arah Velove.
"Akan ku potoooong tanganmu jika kamu berani menyentuhnya lagi." teriak Max.
"Hahahahaha, kau lucu sekali Max." ucap Mr. X tergelak.
Mr. X pun mendekati Velove lalu menjambak rambutnya ke belakang.
"Kamu lihat Max, apa yang akan aku lakukan jika kamu tidak segera berlutut." ucap Mr. X.
Mr. X mengeluarkan pisau kecilnya dan di arahkan ke wajah cantik Velove.
"Hentikan, baiklah aku akan berlutut. Kamu jangan sakiti dia." sahut Max.
"Tuan." teriak semua anak buah Max.
"No Max jangan lakukan itu. Please!!" teriak Velove, dia merasa tidak tega pada Max yang di rendahkan seperti itu.
Max pun segera berlutut di lantai dengan mengepalkan kedua tangannya. Mr. X sangat senang melihat Max yang tak berdaya. Kemudian Mr. X menyuruh Leo untuk memberi pelajaran kepada Max.
"Kalian lepaskan Leo, jika kamu tidak ingin Nyonya kalian ini terluka." teriak Mr. X pada anak buah Black Pearl.
"Max sepertinya kamu lah yang harus memerintah mereka." ucap Mr. X pada Max.
Max pun tidak punya pilihan lain, dia menyuruh Marvin untuk melepaskan Leo.
"Marvin lepaskan dia." perintah Max pada anak buahnya.
"Tapi Tuan!!" ucap Marvin.
Marvin pun langsung melepaskan Leo. Kini Leo langsung berjalan ke depan menuju ke arah Max, dengan cepat Leo melayangkan tendangan di punggung Max.
DUGGGHHH
Max tersungkur di tanah, Marvin yang melihat tuannya pun ingin menghentikan Leo tetapi langsung di hentikan oleh Mr. X.
"Jika kamu melangkahkan kakimu selangkah saja, Nyonyamu ini akan segera cacat."teriak Mr. X dengan keras.
Marvin pun menghentikan langkahnya. Semua anak buah Max pun tidak ada yang berkutik. Leo pun melanjutkan aksinya untuk menghajar Max lagi.
Max masih dalam posisi berlutut, Leo menghampirinya dan mencengkeram kaos yang dikenakan Max, dan Leo pun melayangkan tinju ke arah wajah Max dengan bertubi-tubi.
BUGH
BUGH
DUGH
BRUAAKK
Max terkapar di lantai dengan lebam dan darah mengucur dari wajahnya. Leo terus menendang dan menginjak injak tubuh Max. Hingga akhirnya Max sudah tak berdaya.
"Hentikan jangan pukuli dia lagi, aku mohon hentikan."teriak Velove air matanya pun menetes melihat Max yang sudah terkapar dilantai
"Max sudahlah jangan hiraukan aku, lawanlah mereka Max aku mohon sama kamu, bangun lawanlah." Velove terus terisak.
Mr. X yang melihat ekspresi Velove pun geram dan menyuruh Leo untuk menghajar Max lebih keras lagi.
"Hajar di terus Leo, ini sangat lah menyenangkan. Hahahaha."
Leo langsung melanjutkan tendangannya dan terus menghajar Max tanpa ampun.
"No hentikan." teriak Velove
__ADS_1
"Max kamu tidak boleh mati aku mohon, Max bangunlah dan lawanlah mereka."
Velove terus menangis, dia tidak ingin Max mati karena Justin belum tahu soal siapa ayah kandungnya.
"Love kamu menangisi aku, berarti aku sangat special di hatimu. Aku tidak ingin melihatmu terluka Love, aku bisa menahan semua ini." gumam Max dalam hati.
"Lepaskan tangan ku brengsek," teriak Velove terus memberontak.
Max yang babak belur pun mencoba bangun namun tubuhnya langsung di tendang oleh Leo.
BUGGH
Max kembali terkapar lagi, kemudian Velove menangkap beberapa bayangan yang dia kenal masuk ke dalam ruangan tengah itu. Mata Velove terus menyelidik memastikan kalau yang dilihatnya itu benar.
Velove sudah tau siapa yang dia lihat. Bantuan yang dia inginkan kemarin sudah datang. Velove melihat beberapa penembak jitu yang sembunyi di ruangan itu. Velove mengenali dari senjata yang mereka bawa.
"Max aku mohon bangunlah dan lawan mereka. Max percayalah padaku, kamu sudah tau kan apa yang aku maksud!!"
Velove terus menyadarkan Max agar melakukan perlawanan. Max pun mencerna kata-kata Velove. Dia mencari sebuah arti dalam ucapan Velove.
"Velove menyuruhku melawan, berarti aku harus melawan, ya aku harus melawannya," ucap Max dalam hati.
Max pun langsung bangkit dia mencoba untuk berdiri tegak. Namun, didepak langsung oleh Leo. Para penembak jitu juga sudah ada di tempatnya dan sudah sangat siap untuk membidik musuh. Velove terus mengamati ke segala penjuru ruangan. Dia menangkap bayangan orang lain yang bukan dari anggota rahasianya.
Penyelinap itu pun bersiap untuk menembak. Dia mengarahkan pistolnya itu ke arah Max.
"Tidak dia akan menembak Max, aku harus hentikan itu. Demi Justinnnnn."
Velove mulai memberontak dia mengumpulkan seluruh tenaganya, dia menendang kan kakinya ke arah vital kedua penjaga itu.
DUGGGH
DUGGHH
Kemudian Velove berlari ke arah Max.
"Max awasss minggir."
DOOOORRR
DOOORRRR
Dua tembakan melesat dan mengenai dada dan kaki Velove. Velove memeluk tubuh Max karena tembakan itu mengarah ke arah Max. Velove pun terjatuh di lantai. Max pun tak percaya jika Velove nekat melakukan itu.
"LOOOOVEEEE." teriak Max sambil memeluk kekasihanya.
Kemudian terjadi suara tembakan beruntun. Para penembak jitu itu menembaki semua anggota Dragon Empire, dan pasukan gabungan masuk dengan jumlah banyak untuk menangkap semua pihak yang ingin kabur.
Mr. X yang melihat semua itu pun ingin segera kabur. Namun, usahanya digagalkan oleh salah satu penembak jitu yang melesatkan timah panas ke kakinya . Mr. X pun bisa di bekuk beserta asistennya Leo.
Keadaan Velove sekarat dengan luka tembak yang ada di dada dan kakinya.
"Love kenapa kamu lakukan ini, bertahanlah Love."
"M-Max ka-kamu ti-tidak bo-boleh ma-mati, se-se-orang me-nunggumu. JUSTIN ingin ber-temu de-ngan-mu. Uhukk uhukk." Velove terabatuk dan menyemburkan darah.
"Siapa itu Love kamu bicara apa?" Max sangat panik sehingga dia tidak begitu jelas mendengar apa yang di ucapkan Velove.
"Jus-tin pu-tra ki...." Velove pun pingsan seketika."
"LOOOVEE no LOVEEE ." teriak Max memeluk Velove.
"Tuan helikopternya sudah siap di luar." ucap Luis pada Max.
Max pun langsung berdiri dan segera membawa Velove ke rumah sakit.
"Love bertahan lah."
bersambung
πππππππKU MENANGIS GAESSππππππππ JUSTIN KU YANG GANTENGπππππ GIMANA NASIBMU NAKπππππππ
JANGAN LUPA LIKE YA GAESSπππππ
OTHOR SAMBIL NYESEK NULISNYAππππ
__ADS_1
HADIAH NYA JUGA YAπΉβππππππ
TERIMA KASIH πππππππππππ