My Strong Woman

My Strong Woman
MAAFKAN MOMY


__ADS_3

Velove yang sudah berhasil menghapus jejaknya pun langsung bergegas pergi meninggalkan The Ritz Carlton Hotel. Velove belum ingin bertemu Max karena dia tidak ingin membahayakan nyawa putranya. Permusuhan Max dengan klan Dragon Empire bukanlah musuh yang bisa di remehkan. Jika saja banyak orang yang mengetahui identitas Velove yang sebenarnya maka nyawanya sendiri pun akan terancam.


Velove berlari dengan tergesa-gesa, dia keluar dan langsung menaiki mobil yang sudah siap jalan di halaman hotel. Akhirnya Velove sudah masuk dan mobil segera berjalan meninggalkan kawasan hotel.


Begitu juga dengan Max, setelah mendapatkan informasi dari Mr. Wong dia langsung kembali ke hotel dia berencana untuk meninggalkan negara Hongkong secepatnya.


"Luis kamu masuk dan bereskan semua barang-barang ku di dalam. Aku tunggu kamu disini." perintah Max pada Luis.


"Baik Tuan." jawab Luis.


Max keluar dari mobil dia tampak bingung sekali. Di dalam benaknya terdapat banyak pertanyaan yang tidak bisa dia mengerti. Max tidak mengerti apa tujuan dari Velove sebenarnya, mengapa dia tidak ingin bertemu lagi dengannya??



Di BANDARA CHEK LAP KOK, HONGKONG


Velove telah sampai di bandara, dia langsung melakukan chek in dan setelah itu masuk ke dalam boarding.


"Huh gara-gara masalah ini aku tidak bisa membelikan sesuatu buat si tampan kecilku." gumam Velove.


Velove kembali membuka ponselnya, banyak sekali pesan dan telepon yang masuk dari putra kesayangannya. Velove tersenyum membaca semua pesan dari sang putra, karena semua isi pesan itu adalah permintaan yang saat ini belum bisa kabulkan untuk putranya.


" Maafkan Momy sayang. Mom belum bisa mempertemukanmu dengan daddy, karena daddy kamu masih terlalu banyak musuh. Momy tidak mau kamu berada dalam bahaya sayang." gumam Velove dalam hati.


Setelah 20 menit menunggu, akhirnya terdengar panggilan pesawat akan lepas landas. Velove berdiri dan akan segera masuk ke dalam pesawat. Kini Velove sudah dalam perjalanan pulang menuju ke negaranya Amerika.


Max yang masih berdiri di luar mobil sambil memandangi langit-langit dan jalanan Hongkong yang masih ramai di malam hari. Tak lama kemudian muncul lah Luis beserta teman-temanya yang sudah selesai membereskan semua barang-barang Max ddi hotel.


"Semuanya sudah beres Tuan." ucap Luis pada Max.

__ADS_1


"Baiklah ayo kita berangkat sekarang." jawab Max masuk kedalam mobilnya.


Max dan anak buahnya pun pergi meninggalkan hotel itu menuju ke bandara. Suasana hati yang tadinya tenang kini berkecamuk lagi setelah dia mengetahui identitas gadisnya.


"Luis apakah kamu benar-benar tidak bisa mencari identitas hacker Ve itu?" tanya Max.


"Maaf Tuan kemampuan meretas hacker Ve sangat tinggi, saya belum bisa melampauinya." jawab Luis.


"Maaf Tuan saya mau menyampaikan dugaan saya terhadap hacker Ve."


"Katakanlah." ucap Max.


"Menurut pengamatan saya hacker Ve itu memang sengaja menyembunyikan identitasnya kepada semua orang, karena kalau saja identitasnya terbongkar pasti akan membahayakan nyawa hacker Ve itu sendiri. Jadi menurut saya hacker Ve itu sengaja menghindari anda karena jika sampai semua orang tau kalau anda itu sedang ada hubungan dengan hacker Ve maka yang bahaya bukan hanya anda sendiri tapi seluruh anggota keluarga anda Tuan." ucap Luis mencoba menenangkan hati bosnya.


"Pemikiran yang masuk akal Luis, dia tipe gadis yang sangat berhati-hati dalam bertindak dan dia selalu memikirkan resiko yang terkecil sekalipun." jawab Max.


"Oke terima kasih Luis kamu sudah menenangkan aku disaat pikiranku kacau, dan setelah sampai rumah nanti kamu langsung kerjakan data dan berkas yang kita dapatkan tadi. Setelah selesai atur perjalananku ke Manhattan segera."


Max mendapat sedikit pencerahan oleh Luis. Luis memang sangat kritis terhadap sikap Max ketika sedang kebingungan. Kata-kata Luis selalu masuk akal untuk Max, maka dari itu Max selalu membawa Luis ketika melakukan perjalanan bisnis.


Setelah 30 menit Max sampai juga di bandara Chek Lap Kok, Max bergegas turun untuk menuju ke pesawat pribadinya dan dia pun segera terbang ke negaranya Jerman.


LAX, LOS ANGELES INTERNASIONAL AIR PORT



Velove sudah sampai di LAX Los Angeles. Dia segera turun dari pesawat dan bergegas menuju ke markas aliansi rahasianya untuk menyampaikan laporan. Velove pergi ke markas dengan menaiki taksi karena jarak markas tidak lah jauh dari bandara.


Hanya butuh setengah jam Velove sudah sampai ke markas rahasia. Tanpa basa basi Velove langsung masuk ke dalam. Sebenarnya Velove sudah benci dengan keadaanya saat ini tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


"Aku sudah menyelesaikan tugas ku. Apa aku bisa langsung pulang?" ucap Velove kepada seorang pria yang sedang duduk di kursi kebanggaannya.


"Oh Nona Ve, akhirnya kamu pulang juga. Seperti biasa kamu selalu mengejutkanku."


"Tidak perlu bermulut manis di hadapanku itu membuatku muak!!" sahut Velove dengan ketus.


"Oke oke aku tahu kamu tidak suka bercanda Nona Ve. Kamu boleh pulang istirahat, aku beri kamu waktu 3 hari dan setelah itu selesai aku mempunyai tugas baru untukmu. Tugas ini sangatlah penting dan ini berhubungan dengan musuh yang kamu tembak kemarin malam." ucap pria itu dengan tatapan liciknya.


Velove pun sedikit terkejut dengan pernyataan bosnya itu.


"Aku peringatkan padamu Nona Ve kamu boleh melakukan sesuatu hal sesuai rencana mu tapi kamu juga tidak mempunyai hak untuk tidak mengikuti arahan ku karena disini aku lah yang memutuskan aturan - aturan itu. Jangan remehkan aku jika kamu masih ingin hidup bersama putra kesayanganmu itu."


Velove membeku sesaat ketika menyinggung tentang putranya. Velove mengepalkan kedua tangannya kemudian dia menggebrak kan tangannya ke meja.


BRAKKKK


"Jangan menyudutkan ku dengan ancaman basi mu itu. Aku sudah sangat jengah mendengarnya dan aku juga peringatkan kepadamu janganlah terlalu menekan singa yang sudah tunduk karena singa itu bisa kembali liar ketika dirinya merasa terancam."


Velove pergi meninggalkan markas itu dan segera menuju ke mobilnya untuk pulang menjemput putranya. Velove mempunyai segala hal yang diinginkannya mobil mewah dan tabungan yang berlimpah. Dia bisa membeli apapun yang dia inginkan, tapi kini dia sudah tidak mempunyai kebebasan lagi.


Seperti kali ini Velove rela bergonta ganti mobil karena mobilnya sering rusak akibat perkelahiannya di jalanan. Velove sering melakukan balapan di setiap kali mendapatkan tugas. Kini Velove menaiki mobil sport putihnya. Mobil keluaran dari Maserati ini adalah mobil yang ke 3 Velove.



Velove melajukan mobilnya menuju ke panti asuhan di Manhattan. Dia sudah kangen sekali terhadap putra kesayangannya itu. Velove juga harus bersiap diri untuk dimarahi oleh putranya karena belum berhasil mengabulkan permintaan sang putra yang menginginkan bertemu dengan Max.


BANYAK YANG NUNGGUIN NIH VELOVE DAN MAX CEPAT KETEMU. SECEPATNYA AKAN KETEMU KOK READERS YA DI TUNGGU SAJA OKEY. KARENA OTHOR LAGI NYIAPIN PERTEMUANNYA ITU SECARA DRAMATIS DAN PENUH AKSI TENTUNYA SESUAI DENGAN JUDUL NUPELKU YA DEARS..☺️☺️☺️


**JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE NYA YA READERS. 👍👍👍

__ADS_1


HADIAH NYA 🌹☕ JUGA😁😁😁


TERIMA KASIH😍😍😘😘😘**


__ADS_2