My Strong Woman

My Strong Woman
PASANGAN PSIKOPAT 1


__ADS_3

Sejak kejadian itu Bianka dan putrinya tidak pernah lagi menginjakkan kakinya di keluarga Glover. Velove juga sudah kembali pulih, dia sudah bisa melakukan aktivitas normal. Justin juga sudah bersekolah di sekolah pilihan Daddy-nya.


Pagi hari yang sibuk, Velove memulai aktivitasnya sebagai seorang istri dan ibu yang baik. Dia mulai menyiapkan keperluan suami dan juga anaknya, baik itu Justin atau Felicia. Sejak pulih Velove banyak belajar menjadi seorang ibu rumah tangga agar bisa melakukan tugasnya dengan sempurna.


"Felicia, Justin cepat turun sarapan kalian sudah Mommy siapkan di meja makan." panggil Velove kepada dua anaknya.


"Okey Mom." jawab mereka serentak.


Tak lama kemudian Felicia dan Justin keluar dari kamar mereka masing-masing dan turun ke bawah.


"Mana Daddy Mom?" tanya Justin pada Velove.


"Daddy sudah pergi pagi-pagi sekali dan yang akan mengantar kalian nanti adalah Mommy."


"Yeeee, senangnya bisa di antar sama Mommy." seru Felicia dengan gembira.


Velove tersenyum menanggapi kegembiraan putra dan putrinya. Kini dia pun sarapan bersama di meja makan.


"Grandma dimana Mom?" tanya Justin.


"Grandma masih di dalam kamar, katanya lagi tidak enak badan." jawab Velove.


"Cepat ya sarapannya Mommy khawatir kalau terjadi macet nanti."


Kemudian mereka melanjutkan sarapan paginya, dan setelah dua puluh menit sarapan pagi pun selesai. Velove menyuruh Justin dan Felicia untuk bersiap-siap mengambil tas sekolahnya masing-masing.


Velove dan kedua anaknya berjalan menuju garasi untuk siap berangkat. Velove melajukan mobilnya keluar dari garasi menuju ke jalan raya. Dia mengemudi dengan sedikit cepat agar tiba tepat waktu. Setelah tiga puluh menit mobil Velove pun sampai di sekolah, dia menempatkan Justin satu sekolah dengan Felicia agar penjagaan tetap kondusif.


Setelah kedua anaknya masuk ke dalam, Velove melajukan kendaraanya untuk pulang ke rumah. Namun di tengah perjalanan Velove di ikuti oleh beberapa mobil yang sangat mencurigakan. Velove melihat mobil itu lewat spion dan sangat terlihat jelas bahwa mobil itu memang sedang mengikutinya.


"Hufft, sangat menyebalkan, pertama kali keluar sudah ada yang mengintai. Sungguh populernya diriku. Baiklah akan aku ladeni permainan kalian." gumam Velove dalam hati.


Velove memikirkan cara untuk menghadapi musuh bebuyutannya itu. Sambil menyetir Velove berpikir, kemudian dia mendapatkan ide yang bagus. Seperti biasa dia akan mengecoh musuh untuk menjauh dari komplotannya. Velove sudah tau kalau di depan pasti sudah ada musuh yang sedang menunggunya.


Velove memutar balik mobilnya dan seperti yang dia duga, musuh di belakangnya terkecoh. Kemudian mereka juga memutar balik mobilnya untuk mengejar kembali mobil Velove.

__ADS_1


"Bodoh, kalian pikir semudah itu menangkap ku." seru Velove dengan senyuman liciknya.


Velove dengan lihainya bermain kejar-kejaran mobil dengan para musuhnya. Dia tidak merasa terancam meskipun dalam keadaan sendiri. Kemudian Velove menghubungi Max.


"Hallo Max, kamu dimana? aku ingin kamu bawa anak buah mu sekarang ke arah tenggara kota, aku datang membawa mangsa untuk kalian. Cepat bergerak jangan sampai telat." perintah Velove kepada suaminya.


Setelah selesai melakukan panggilan telepon Velove segera melajukan mobilnya lebih cepat lagi ke arah tenggara kota. Dimana tempat itu sangatlah luas dan juga hanya ada satu jalan jadi mereka tidak akan bisa kabur disaat mereka terkepung.


Dua puluh menit kemudian Velove sudah sampai di tempat yang dia tuju. Disana terdapat banyak sekali anak buah Max yang sudah bersiap untuk menangkap penjahat.


Max berdiri dengan menyilangkan tangannya di dada dan melihat Velove yang turun dari mobil sportnya dengan gaya cool-nya. Velove berjalan menghampiri para musuh yang mengikutinya. Dan Max mengarahkan anak buahnya untuk segera mengepung lawannya.


"Kalian masih belum belajar dari kekalahan sebelumnya. Sungguh bodoh sekali, dan sekarang kalian telah masuk dalam kandang singa dan bersiaplah untuk jadi santapan singa yang lapar." ucap Velove dengan tatapan tajamnya ke seluruh musuh yang sudah tertangkap.


Max berjalan dari belakang menghampiri istrinya yang sedang marah-marah. Max memeluk pinggang Velove dari samping.


"Sayang jangan habiskan tenaga mu untuk berteriak disini." ucap Max dengan melihat para musuhnya.


Anak buah Dragon Empire tidak bisa berkutik karena anak buah Max membawa senjatanya masing-masing.


"Kalian semua bawa mereka ke markas, aku ingin bermain dengan para pecundang itu sebelum mereka mati." perintah Velove terhadap anak buahnya.


"Simpan dulu godaan mu Max, karena kita akan bersenang-senang." sahut Velove sambil berlalu menuju mobilnya. Kemudian Max pun mengikutinya dari belakang.


"Luis, Marvin bawa mereka semua ke ruangan yang biasanya." perintah Max kepada asistennya.


"Baik Tuan."


Max dan seluruh anak buahnya pergi meninggalkan tempat itu dengan membawa banyak sandera.


MARKAS DRAGON EMPIRE


"Kalian semua tollooll, aku sudah bilang beberapa kali pada kalian untuk menggunakan tak tik untuk mengikuti wanita itu. Kalian semua sungguh bodoh." teriak Mr. X dengan segala emosinya.


"Apa yang harus kita lakukan Tuan," tanya Leo.

__ADS_1


"Mereka pantas mati, biarkan mereka semua pergi ke neraka."


"Ternyata aku begitu meremehkan mu sayang, sepertinya aku harus turun tangan sendiri untuk mendapatkan mu. Tunggulah kedatangan ku, aku tidak akan berbelas kasihan kali ini." ucap Mr. X dalam hati.


MARKAS BLACK PEARL


Max dan Velove sudah sampai di markas Black Pearl. Para sandera di giring menuju ke ruang bawah tanah untuk di beri pelajaran. Max dan Velove masuk ke ruangan. Velove takjub dengan markas besar Black Pearl yang mempunyai senjata lengkap dan beberapa monitor untuk mengontrol setiap gerak gerik yang mencurigakan.


"Wow Amazing. Lengkap juga senjata mu Max, dan ini semua ilegal tentunya." ucap Velove dengan berkeliling di seluruh ruang rahasia Max.


"Sorry sayang baru sekarang aku mengajakmu kesini." sahut Max dengan santai di kursi kebanggaannya.


"What is that? jadi yang memesan senjata ini adalah kamu? Oh my God, aku tidak percaya ini. Kamu tau Max aku membawa senjata ini dengan taruhan nyawa, dan ternyata kamu yang membelinya."


"Jadi selama ini aku begitu dekat denganmu Love. Dan yang terpenting sekarang adalah semua yang ada disini adalah milikmu Love. Semua anak buah ku juga milikmu sekarang. Kamu boleh memerintahkan apa saja kepada mereka."


"Baiklah. Aku akan terima semua ini karena aku menyukainya." jawab Velove dengan senyuman devilnya. Kemudian masuk lah salah satu anak buah Max memberikan laporan.


"Permisi Tuan, Nyonya, semuanya sudah siap."


"Oke " jawab Max singkat.


"Ayo kita pergi Max, aku sangat bersemangat sekali kali ini. Sudah lama aku tidak melatih otot-otot ku."


"Love janganlah terlalu capek. Biar aku yang menyelesaikan semuanya."


"No, aku akan beraksi dulu Max, kamu harus lihat kekejaman ku."


"Astaga apa benar dia istriku? Mengerikan sekali tampilan Velove yang seperti ini." gumam Max dalam hati sambil mengikuti langkah Velove dari belakang.


**HAI PASANGAN PSIKOPAT SEGERA BERAKSI🤣🤣🤣🤣ENAKNYA DIAPAIN YA MUSUHNYA😂😂😂,MUNGKIN ENAKNYA DI KULITI DI KASIH TEPUNG TERUS DI GORENG AJA KALI YA 🤣🤣🤣


JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA👍😀


HADIAHI OTHOR DONG ☕🌹

__ADS_1


VOTE YANG PUNYA VOTE KASIH OTHOR🤭🤭


TERIMA KASIH😍😍😘😘**


__ADS_2