
Velove telah selesai makan siang. Dia merasa sangat puas sekali dengan hidangan di restoran ini. Setelah kenyang rasa kantuk melanda dirinya. Dia pun meminta Max untuk segera membawanya pulang ke rumah.
"Max aku kenyang sekali dan sekarang. Hooaammm, rasanya sangat mengantuk. Ayo cepat kita pulang."
Max terheran-heran dengan sikap istrinya. Sudah sering kali Max melihat Velove mengantuk dan tidur setelah perutnya kenyang.
"Love selera makan mu bertambah sepertinya. Kamu tidak takut berat badan mu naik?"
"Why Max, apakah aku tidak boleh makan ketika perutku lapar? Ayo cepat kita pulang."
Velove berjalan sendiri menuju mobil tanpa memperdulikan Max atau yang lain. Velove merasa malas sekarang untuk mengurusi keperluan orang lain. Untung saja Justin mengerti sifatnya Mommy-nya, jadi dia tau ketika Velove dalam mode mood yang buruk.
Nyonya Glover menghampiri Max yang sedang dilanda kebingungan. Dia menanyakan keadaan Velove, karena menurut penglihatannya Velove sangat aneh sekali sikapnya.
"Max ada apa dengan istrimu?"
"Aku juga tidak tau Mom, beberapa hari ini dia sangat manja, terus sering ngambek, juga moodnya berubah-ubah Mom dan yang lebih aneh lagi selera makannya bertambah drastis."
"Wait, atau jangan-jangan. Istrimu lagi hamil Max!"
Max terkejut dengan ucapan Mommy-nya. Kemudian dia berpikir flashback dirinya yang dulu pernah mengalami hal yang sama seperti yang Velove lakukan sekarang.
"Benarkah Mom, apa tanda-tanda orang hamil seperti itu?"
"Ya Mommy sangat yakin kalau istrimu sedang hamil. Kamu sebaiknya segera membawanya ke dokter. Jadi kita bisa tau dia sedang hamil atau tidak. Kalau sedang hamil kamu harus ekstra hati-hati. Jangan bersikap ceroboh."
"Baiklah Mom, akan aku bawa Velove ke dokter nanti."
Setelah mendapat pencerahan dari Momnya, Max berjalan keluar menyusul Velove yang sejak tadi sudah pergi. Kemudian dari belakang Justin berlari karena dia mendengar percakapan Max tadi.
"Grandma, apakah Justin akan segera punya adik?"
"Kamu ini selalu menguping kalau ada orang tua bicara! Grandma hanya menebak sayang, hanya dokter yang tau Mommy mu hamil atau tidak."
"Semoga saja Mommy hamil, jadi aku mempunyai seorang teman. Yeee."
Justin terlihat sangat senang sekali mendengar Mom nya akan segera mempunyai baby. Kemudian Nyonya Glover dan semuanya segera keluar untuk menuju ke rumah yang akan di tinggali sementara. Sedangkan Max membawa Velove pergi ke dokter kandungan.
Max sudah tiba dalam mobil, dia pun masuk ke dalam. Betapa terkejutnya Max melihat istrinya sudah tertidur lelap. Max tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Dia sangat yakin kalau Velove sedang mengandung.
Max membiarkan istrinya tertidur, dia hanya memindahkan kepala Velove ke pangkuannya. Setelah itu Max menyuruh Luis untuk pergi ke rumah sakit.
"Luis bawa aku ke rumah sakit!"
"Ke rumah sakit Tuan? Siapa yang sakit?" tanya Luis penasaran.
"Sudahlah nanti kamu juga akan tau."
__ADS_1
"Baik Tuan."
Luis segera melajukan kendaraanya menuju ke rumah sakit terdekat di Manhattan. Hanya butuh lima belas menit Max sudah sampai di sana. Tanpa membangunkan istrinya, Max segera menggendong Velove untuk menemui dokter.
Velove merasa nyaman ketika berada di gendongan suaminya. Hal itu dia tunjukkan secara jelas sekali. Velove menempelkan wajahnya ke dada Max. Dia sangat nyaman dengan bau parfum yang menempel di kaos suaminya.
Max menyuruh Luis untuk mendaftar, dan ketika mendaftar nama Velove sudah ada dalam daftar para pasien. Itu artinya 7 tahun yang lalu Velove juga memeriksakan kandungannya di rumah sakit ini.
Luis langsung memberitahukan informasi yang dia dapatkan kepada Max.
"Tuan, saya sudah mendaftarkan nama Nyonya dan ketika saya mendaftar nama Nyonya sudah ada dalam data pasien. Setelah saya tanyakan ternyata Nyonya dulu sering periksa di rumah sakit ini."
"Benarkah? Love aku anggap ini hadiah pernikahan kita darimu untukku."
Tak lama kemudian Velove terbangun karena mendengar suara mic yang keras memanggil nama pasien. Velove membuka matanya, dia pun heran mengapa dirinya bisa ada dirumah sakit.
"Max kok kita ada di rumah sakit? Siapa yang sakit?"
"Tidak ada yang sakit sayang,"
"Lalu ngapain kita berada disini, aku tadi ingin pulang Max."
"Kita ketemu dokter dulu baru pulang. Aku seha saja Max tidak ada yang sakit."
"Jelas kamu tidak sakit sayang, tapi calon baby kita perlu di periksa dan harus bertemu dokter."
Max mengangguk sambil tersenyum.
"Maksudmu aku hamil?"
"Yeah, My be!" sahut Max tersenyum.
Velove terkejut sambil menutup mulutnya, dia tak percaya kalau dirinya berada dalam fase kehamilan.
Setelah itu nama Velove di panggil dan Max langsung menuntun Velove masuk ke dalam ruangan dokter. Max dan Velove masuk ke dalam ruangan itu. Kemudian mereka disambut oleh seorang dokter laki-laki yang duduk sambil menunggu pasien.
Velove sedikit kaget karena dokter yang memeriksa itu masih sama seperti tujuh tahun yang lalu, dan sang dokter juga masih mengenali Velove sebagai salah satu pasiennya.
"Selamat datang kembali Nona Ve. Sepertinya anda sudah sangat berubah."
Velove tersenyum dia tidak menyangka kalau dokter itu masih mengenalinya.
"Dokter juga masih sama justru tidak berubah."
"Mana ada, itu sudah sangat lama sekali. Silahkan duduk."
Setelah mereka duduk, Velove mulai bercerita tentang perubahan sikapnya beberapa hari ini. Kemudian Velove menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah dia sedang hamil atau karena faktor lain.
__ADS_1
Setelah diperiksa Max dan Velove menunggu dengan harap-harap cemas. Tak lama kemudian dokter keluar membawa hasil pemeriksaan, dan hasil dari pemeriksaan itu Velove dinyatakan positif hamil.
"Nona Ve, menurut hasil pemeriksaan anda dinyatakan positif hamil. Usia kandungan anda sudah tiga minggu. Selamat ya. Jaga kesehatan, jaga pola makan, asupan vitamin, biar janin tetap sehat. Satu lagi soal berhubungan badan harap di perhatikan jangan terlalu over dan berlebihan karena itu bisa berpengaruh buruk disaat awal kehamilan."
"Baik dok, saya akan menjaganya dengan baik." sahut Max dengan senyuman bahagia.
Setelah mengetahui hasil pemeriksaan Max dan Velove keluar ruangan. Luis pun langsung berdiri ketika Tuan dan Nyonya-nya keluar dari ruang pemeriksaan.
"Bagaimana hasilnya Tuan? Apakah Nyonya sedang hamil?" tanya Luis penasaran.
"Iya Luis saya di nyatakan hamil." jawab Velove senang.
"Selamat Tuan, Selamat Nyonya atas kehamilan anda. Saya turut senang mendengarnya."
"Terima kasih Luis."
"Kalau begitu ayo segera pulang pasti berita ini sangat di tunggu dirumah." ucap Max sambil memeluk istrinya.
Akhirnya Max meninggalkan rumah sakit itu dengan segala kebahagiaan dalam hatinya. Dia tak berhenti tersenyum dan terus mengelus perut Velove yang masih rata.
Max dan Velove masuk ke dalam mobil, Kemudian Luis langsung menjalankan mobilnya pergi dari rumah sakit itu.
Velove terus menyandarkan kepalanya di lengan suaminya, dan Max masih mengelus perut istrinya itu dengan penuh kasih sayang.
"Max apakah kamu bahagia?"
"Sangat bahagia Love. Terima kasih ini hadiah pernikahan yang sangat berharga. Aku berjanji akan mengganti hadirku yang hilang di tujuh tahun yang lalu. Aku akan menjaga dan menyayangimu sepenuh hati dan jiwaku. Bersamamu dan bersama anak-anak kita. Sampai nanti dan sampai kita tua. Aku akan selalu bersamamu. Karena kamu adalah mutiara yang paling berharga dalam kehidupanku Love."
Mata Velove berkaca-kaca mendengar ungkapan hati suaminya. Dia tidak bisa berkata-kata dan hanya mengangguk menanggapi ucapan Max yang penuh dengan ketulusan.
"I Love You, suamiku."
"Love you to istriku."
Kemudian Max dan Velove saling berciuman mesra dalam mobil itu tanpa menghiraukan kehadiran Luis yang sudah sangat canggung dengan adegan majikannya.
Setelah ciuman itu selesai Max kembali memeluk Velove dan terus mengelus perut istrinya.
...bersambung...
HAI READERS OTHOR BAPER SEKALI DENGAN KEBAHAGIAAN MEREKA๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ๐ฅฐ
JANGAN LUPA LIKE NYA YA๐๐
HADIAH NYA JUGA๐นโ
VOTE NYA MANA VOTE NYA๐๐
__ADS_1
TERIMA KASIH๐๐๐๐