
Velove tetap diam ketika Mr. X mengungkit tentang Max. Velove harus memikirkan jalan keluar dan pergi dari tempat itu. Karena Mr. X sangat susah di tangani, harus menggunakan tipu daya untuk mengecohnya. Itu pun tidak akan mudah pastinya.
Mr. X kembali ke tempat duduknya sambil menyilangkan kakinya. Tak lama kemudian asistennya Leo masuk ke dalam kamar tersebut untuk memberi sebuah informasi.
"Tuan saya mendapatkan informasi yang sangat penting." ucap Leo.
"Katakan." jawab Mr. X.
Leo pun bicara dengan berbisik-bisik dan hal itu membuat Velove curiga. Setelah Leo selesai membisiki bosnya, tawa Mr. X pun pecah. Velove heran dan penasaran apa yang mereka diskusikan.
"Ternyata aku mendapatkan sebuah jackpot." seru Mr. X menatap Velove dengan mata yang tajam.
Mr. X berjalan mendekati Velove lagi semakin dekat. Kini Mr. X berada tepat di depan Velove yang duduk terikat di ranjang.
"Berhenti mendekat." ucap Velove kepada Mr. X.
"Why? apa kamu takut sekarang? dimana kesombongan mu tadi manis? bibir ini ingin sekali aku melahapnya."ucap Mr. X membelai bibir Velove.
"Singkirkan tangan mu itu bodoh, menjijikan sekali di sentuh olehmu." umpat Velove kasar.
"Hhahahah, aku suka raut wajah mu itu baby."
"Baiklah persiapkan dirimu baik-baik nanti malam kita bersenang-senang Nona Ve." ucap Mr. X dengan senyum liciknya.
Velove pun kaget mendengar Mr. X mengucapkan namanya.
"Kenapa? apa kamu terkejut aku tau namamu hacker Ve? Pantas saja kamu bersifat sombong , ternyata kamu lah yang selama ini selalu mengganggu bisnisku."
"Kamu juga beruntung sayang nyawa mu masih ku perhitungkan, mengingat kamu masih bisa untuk ku manfaatkan, dan wajah mu ini membuatku semakin ingin memilikimu. Hahahahah."
Mr. X tergelak kemudian keluar ruangan. Velove sedikit panik dengan keadaannya saat ini. Tangan dan kakinya terikat, dia tidak bisa pergi kemana-mana.
"Aku harus cepat mencari cara untuk keluar dari sini, dan aku membutuhkan sebuah laptop untuk menghubungi mereka kalau aku dalam bahaya." ucap Velove dalam hati.
Di tubuh Velove terdapat sebuah micro chipes yang sengaja di pasang oleh aliansi rahasianya. Tujuannya adalah untuk memberi signal ketika Velove terancam bahaya. Kini Velove sedang berusaha untuk melepaskan diri dari ikatan yang ada di tangan dan kakinya.
__ADS_1
Velove menggunakan cincin yang sengaja dia rancang setajam pisau untuk mengiris tali yang mengikatnya. Velove sangat cerdik dalam mengatasi setiap masalahnya. Namun, kali ini dia sedikit kesulitan karena tangannya yang masih sakit efek dari tembakan kemarin.
"Aku harus cepat siang ini aku harus bisa keluar kalau tidak tamatlah riwayatku. Apalagi dua hari ulang tahun Justin. Justin maafkan momy, momy mungkin tidak bisa datang tepat waktu."
Setelah kurang lebih satu jam berusaha, akhirnya tali yang mengikat tangan dan kakinya terlepas juga. Velove segera mencari jalan untuk keluar. Dia memeriksa ke seluruh ruangan untuk mencari celah. Tetapi kamar itu sangatlah rapat sekali. Jalan keluar satu-satunya hanya bisa lewat pintu depan.
Velove kemudian mondar mandir sambil memikirkan sebuah ide. Setelah itu dia mendapatkan ide yang cemerlang. Velove sengaja membuat keributan di dalam kamar agar para penjaga itu masuk ke dalam ruangan. Jadi Velove tidak perlu usaha untuk bisa membuka pintu.
Velove mulai mengacak-acak semua barang yang ada di kamar itu, dia memecahkan semuanya agar terdengar di telinga penjaga itu. Dan rencananya pun membuahkan hasil. Para penjaga itu mendengar aksi Velove, dan mereka pun ingin masuk kedalam untuk melihat apa yang sedang terjadi.
Velove sedang bersiap-siap dia sembunyi di balik pintu. Kemudian penjaga itu pun masuk, dengan cepat Velove menutup pintu lalu menguncinya dari dalam. Dia harus secepatnya membereskan dua penjaga itu.
" Hei cari apa kalian? aku disini." seru Velove dan dia sudah bersiap untuk melumpuhkan musuhnya.
Kedua penjaga itu pun menoleh ke arah Velove, dan dengan segera Velove melayangkan tendangan ke perut salah satu musuhnya. Selanjutnya Velove menyerang ke penjaga satunya lagi. Dia menyerang ke bagian vital musuh, sehingga dengan dua serangan dua penjaga itu pun langsung pingsan.
Velove dengan cepat mencari ponsel mereka. Dia juga mengambil pistol penjaga itu. Velove segera menghubungi aliansinya untuk meminta bantuan.
"Hallo cepat kalian kirimkan bantuan untuk ku. Aku terluka dan aku butuh bantuan, carilah aku dengan sinyal chips yang ada dalam tubuhku."
"Shiit, mereka banyak sekali. Aku harus waspada." ucap Velove.
Velove pun keluar dengan mengendap-endap agar tidak ketahuan oleh para penjaga. Dia berjalan menunduk dan sembunyi di balik tembok-tembok yang dia lewati. Velove berhasil menyelinap, dia melewati pintu belakang. Namun, naas aksinya di ketahui oleh para penjaga.
Velove pun langsung lari secepat mungkin. Dia pun berbelok ke arah garasi, di dalam garasi terdapat deretan mobil sport. Velove segera memasuki salah satu mobil sport itu dan dia segera menghidupkan mesinnya. Setelah mesin hidup Velove segera melajukan mobilnya itu dan mobil pun berjalan sudah di halaman.
Salah satu penjaga pun berteriak kalau tawanan kabur. Dengan serempak mereka mengejar mobil yang di kendarai oleh Velove. Velove melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar dia bisa langsung masuk ke arah kota. Namun, dari belakang mobil dari anak buah Dragon Empire berhasil mengejarnya.
"Sial, mereka berhasil mengejarku." ucap Velove sambil menggebrak stir mobilnya.
Mobil Velove terus melaju dan kini mobilnya sudah di imbangi oleh anak buah musuhnya. Aksi kejar-kejaran mobil pun terjadi. Ada tiga mobil yang mengejar Velove dan semuanya sudah sangat berpengalaman sepertinya. Karena teknik mengemudi mereka sudah seperti pembalap.
Velove sudah berada di jalan yang luas, namun mobil Velove berhasil di hadang oleh para musuh. Mobil Velove pun berhenti karena dia sudah terkepung.
__ADS_1
Velove pun segera keluar dari mobilnya. Kemudian dia menghajar musuh-musuh mereka dengan senjata yang di dapatnya tadi.
"Menyerah lah kalau nyawamu ingin selamat." teriak musuh Velove.
"Dalam mimpimu." sahut Velove dengan lantang.
Kini Velove melakukan pertarungan dia di kepung dan juga di keroyok oleh musuh. Velove tentu saja kesulitan menghadapi mereka, karena tangannya yang masih belum pulih. Jadi tenaganya tidak bisa maksimal.
BUGH
BUGH
BUGH
DUAGGH
Velove tertendang mundur, dia memegang perutnya karena di tendang oleh musuh. Velove pun segera bangkit namun luka di tangannya kembali terbuka dan mengeluarkan banyak sekali darah.
Velove ingin segera kabur namun dia cepat tertangkap oleh musuhnya. Kedua tangan Velove di pegang oleh kedua anak buah Dragon Empire.
"Lepaskan aku."
Velove terus memberontak namun usahanya sia-sia, darah yang keluar dari lengannya sangat banyak. Karena keadaannya yang belum pulih benar, Velove langsung mengalami pusing dan dia pun pingsan seketika. Lalu Velove di bawa pergi oleh anak buah Dragon Empire.
**HAIIHH SEMAKIN PENASARAN ATAU UDAH BOSEN KALIAN PARA READERSKU😂😂😂
KASIH TAU OTHOR YA BAGAIMANA PERASAAN KALIAN BACA NUPEL HALU OTHOR INI🤣🤣🤣
EPS SELANJUTNYA BABANG MAX NYELAMETIN VELOVE YA🥰🥰🥰
JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE NYA..👍
HADIAHNYA JUGA🌹☕
TERIMAKASIH😍😍😘**
__ADS_1