My Strong Woman

My Strong Woman
MISI BARU


__ADS_3

Velove berjalan pelan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dia berjalan dengan sangat pelan melatih otot kakinya agar tetap bergerak. Setelah sampai Velove pun segera masuk dan segera melakukan ritual mandinya.


Setengah jam kemudian Velove selesai mandi di keluar dengan mengenakan bathrobe. Rambutnya yang basah dia biarkan terurai dan berjalan menuju ranjang. Velove duduk dan punggungnya bersandar di head board ranjang. Velove duduk sambil memangku laptopnya. Dia membuka akunnya dan login kemudian dia mendapati sebuah notifikasi yang masuk.


Ada sebuah notifikasi rahasia yang masuk, dan Velove tau dari siapa notifikasi tersebut. Untuk membuka notifikasi tersebut juga harus menggunakan sandi khusus, kalau tidak notif tersebut tidak akan bisa terbuka. Velove mengoperasikan laptopnya dengan serius. Jari jemarinya sangat terampil sekali mengetik tanpa melihat keyboard.


Tak lama kemudian Max masuk dan dirinya mendapati sang istri yang sedang serius ketika sedang berhadapan dengan benda pipih tersebut. Max tidak akan bertanya apapun ketika Velove sedang dalam mode diam. Dia cukup tau dengan sikap Velove yang sekarang.


Max berjalan dan mengambil sebuah hair dryer. Dia berdiri di samping Velove dan menyalakan hair dryer untuk mengeringkan rambut istrinya yang masih basah. Karena sudah menjadi kebiasaan Velove yang malas mengeringkan rambut setelah keramas.


Max fokus mengeringkan rambut istrinya tanpa ingin tau kegiatan yang dilakukan oleh Velove. Kemudian Velove membuka pembicaraan dengan Max. Dia memberikan informasi yang ia temukan di dalam laptopnya.


"Max aku mendapatkan petunjuk baru klan bajingan itu." ucap Velove kepada Max.


"Petunjuk apa?" balas Max.


"Setelah aku menghancurkan markas mereka yang ada di hutan, Dragon Empire membuka markas lagi yang baru di daerah utara kota ini. Lokasi tersebut dekat dengan laut dan tebing. Menurut informasi Dragon Empire menyimpan dan menyembunyikan semua barang selundupan mereka disana. Sebelum mereka memperluas jaringan, kita harus mulai bergerak untuk membatasi aksi mereka Max. Karena akan sangat merepotkan jika Dragon Empire berhasil memperkuat penjagaan lokasi tempat mereka." jelas Velove pada Max yang mulai dalam mode serius.


"Kamu dapat informasi darimana Love?"


"Dari Aliansi rahasia." jawab Velove singkat.


"Mengapa kamu masih berhubungan dengan mereka Love? Bukannya kamu sangat membenci mereka?"


"Ya aku memang membenci mereka, tetapi secara tidak langsung mereka memberiku informasi yang penting Max. Aku tidak mengikuti cara mereka untuk melawan Dragon Empire. Akan aku gunakan rencana ku sendiri untuk mengalahkan mereka." sahut Velove tak mau kalah.


"Berarti mereka juga secara tidak langsung mengambil keuntungan darimu Love, dengan cara membeberkan informasi itu padamu."


Velove terdiam sejenak mencerna semua perkataan Max. Dia merasa apa yang dikatakan suaminya itu benar adanya. Akhirnya Velove menyimpan kembali informasi yang didapatkannya itu.


"Max mungkin besok ada mata-mata yang di tugaskan kemari untuk mengantarkan sebuah memory card, kamu perintahkan anak buah mu untuk menerima paketan tersebut. Kode password mereka ada 156VE. Kalau mereka menyebutkan itu langsung terima saja. Aku penasaran apa isi memory card tersebut." titah Velove terhadap suaminya.


"Baiklah Love, aku percaya kepadamu, dan aku mendukung semua keputusan yang kamu buat."


Max akhirnya mengalah, dia tidak akan bisa merubah keputusan Velove, dan dia juga selesai mengeringkan rambut istrinya.


"Max perutku lapar, kamu suami yang kejam. Kamu menghajar ku habis-habisan tanpa memberiku makan." gerutu Velove dengan bibir mengerucut.


Max pun tersenyum melihat sikap manja Velove.


"Ayo kita ke bawah sayang, atau kamu pengen makan apa? nanti biar pelayan membuatkan makanan kesukaanmu."

__ADS_1


"Terserah makan apa saja Max, aku tidak bisa berpikir sekarang. Minggir aku mau keluar." ucap Velove sambil menurunkan pelan-pelan kakinya ke lantai.


"Sini aku bantu Love."


"No tidak usah Max, aku mau berlatih menggerakkan kakiku."


"Biar aku memapah mu Love."


Max membantu memapah Velove yang masih kesulitan berjalan. Velove berjalan keluar kamar kemudian berjalan pelan menuruni anak tangga. Max tidak sabar melihat Velove yang masih meringis kesakitan di setiap langkahnya. Akhirnya dia menggendong paksa Velove agar cepat sampai bawah.


"Max turunkan aku." teriak Velove sambil memukul pelan dada Max.


Velove memprotes apa yang dilakukan Max, dan dengan cepat Max sudah sampai dibawah. Di ruang tengah terlihat Nyonya Glover sedang menerima tamu. Ada dua orang wanita yang satu sebaya dengan Nyonya Glover dan yang satu kelihatan masih muda.


"Max, kesini bawa Velove." panggil Nyonya Glover pada Max.


Max dan Velove saling berpandangan sejenak. Ada apa kiranya sang Mommy memanggilnya ketika sedang ada tamu. Max datang menghampiri Mom-nya dengan memapah Velove.


"Max sini kamu masih ingat dengan mereka nak?" tanya Nyonya Glover kepada putranya.


Max terdiam mengingat dan melihat kedua orang tersebut. Dan dua orang itu juga sedang menatap tajam ke arah Velove dan Max.


"Haiss kamu ini, mereka adalah istri dari teman lama Daddy mu. Tante Bianka dan putrinya Tiffany. Masa kamu lupa Max?"


"Aku sudah lupa Mom, apa ada masalah? Kalau tidak ada aku mau ke dapur, istri kesayanganku sedang kelaparan Mom." ucap Max dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Velove.


Mendengar kata istri dari mulut Max, kedua tamu itu pun saling beradu pandang. Mereka sepertinya terkejut dengan ucapan Max tadi.


"Max sudah menikah lagi jeng?" tanya Bianka kepada Nyonya Glover.


"Iya Max sudah menikah lagi bahkan sudah memiliki seorang putra." jawab Nyonya Glover dengan bangga.


Kemudian dari dalam kamar terdengar suara Justin memanggil Velove dengan keras.


"Mommy , Mommy," teriak Justin sambil berlari menuju ke arah Velove.


Kedua tamu itu pun menoleh ke arah sumber suara, dan mereka terkejut melihat Justin yang baru keluar dari kamar.


"Itu cucu laki-laki ku bukankah sangat tampan sekali jeng?"


"Ahh iya sangat tampan, wajah Max sangat mendominasi."

__ADS_1


"Hahah iya benar, kamu cepat lah menikahkan Tiffany jeng, biar cepat juga kamu mempunyai seorang cucu." ucap Nyonya Glover sedikit menyindir.


"Mommy, Daddy." sapa Justin.


"Ada apa boy, Daddy sudah bilang janganlah berlarian kalau di dalam rumah."


Justin cuek dan kemudian memeluk Velove.


" Ada apa, Mommy tau pasti kamu ingin meminta sesuatu."


Tiffany sedikit kesal melihat kebahagian keluarga kecil itu. Dia terus menatap tajam ke arah Velove dengan muka cemberut.


"Mom aku kebelakang dulu, nanti istriku bisa pingsan kalau terlalu lama disini. Ayo boy ikut Daddy, Daddy akan memasak sesuatu buat kalian."


"Daddy bisa memasak,?" tanya Justin polos.


"Daddy sangat jago memasak. Lihat saja nanti."


"Bagus Dad, tidak seperti Mommy ku yang tidak bisa memasak."


"Justin apa kamu juga minta di pukul oleh Mommy?"


"Nah benar kan Dad, Mommy itu jago dalam pukul memukul. Aku saja tidak pernah merasakan masakan Mommy."


"Hahaha tidak apa-apa boy, Mommy tidak bisa memasak Daddy akan selalu cinta pada Mommy."


"Justin sepertinya malam ini kita perlu mengobrol sebentar." ucap Velove dengan melirik putranya.


"No mommy, nanti malam Justin ada pertandingan game melawan uncle Marvin."


Max, Velove, dan Justin masih saling berdebat dengan masalah masing-masing. Mereka tidak menghiraukan kehadiran tamu di rumah mereka. Justru kedua tamu itu merasa panas melihat kebahagiaan Max dan keluarga kecilnya.


HAI DEARS COBA TEBAK SIAPA DUA TAMU TERSEBUT? KALIAN SETUJU GK DENGAN KEHADIRAN MEREKA?🤣🤣🤣🤣


J**ANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA AGAR OTHOR SENANG YA👍😘


HADIAH NYA JUGA BUAT OTHOR.☕🌹


VOTE VOTE JANGAN LUPA VOTE INI HARI SENIN YA😂😂😂


TERIMA KASIH.😘😘😘**

__ADS_1


__ADS_2