My Strong Woman

My Strong Woman
KEPUTUSANKU


__ADS_3

Malam hari telah tiba, Velove yang seharian berbaring di ranjang perlahan membuka matanya. Rasa pusing yang masih sedikit terasa membuatnya masih sedikit malas untuk bangun. Dia melihat ponselnya berharap ada pesan atau telepon yang masuk dari putranya. Namun, yang ada tidak satupun pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


"Astaga Justin benar-benar marah padaku. Apa yang harus aku lakukan?"


Velove yang bingung memijit pangkal hidungnya, tak lama kemudian ponselnya pun berdering. Ada panggilan yang masuk menggunakan privat number. Velove menghela nafas panjang lalu menghembuskannya secara kasar. Velove tau siapa yang menghubunginya kali ini. Kemudian Velove mengangkat telepon tersebut.


"Hallo." sapa Velove datar.


"Selamat malam Nona Ve, apakah istirahatmu nyaman hari ini?"


"Tidak usah banyak bicara, langsung to the point saja. Aku tidak ada waktu untuk berbasa-basi."


"Ada tugas untukmu dan aku ingin kamu besok melaksanakannya."


"Apa kamu sudah gila? aku ini bukan robot yang bisa seenaknya kamu perintah. Ingat kamu memberiku waktu 3 hari untuk beristirahat dan sehari saja belum terlewati kamu sudah memberiku tugas lagi." teriak Velove emosi.


"Aku sudah bilang Nona Ve kalau kamu harus mengikuti aturanku, dan tugas ini ada kaitannya dengan orang yang kamu tembak waktu di Hongkong. DRAGON EMPIRE."


"Kamu ingin aku melawan Dragon Empire? Kami benar-benar sudah gila, taukah kamu kalau Dragon Empire itu sangat berbahaya sekali. Jaringan mereka global di setiap negara, Kamu ingin aku mati?"


" Tentu tidak Nona, mana mungkin aku membiarkanmu mati. Kamu sangat menguntungkan ku. Aku ingin kamu membongkar kasus penculikan di Jerman. Polisi disana tidak bisa berbuat apa-apa karena hal ini berkaitan dengan klan Dragon Empire."


"Aku tidak mau membahayakan nyawa ku sendiri. Kamu tau resikonya sangat besar, bisa saja aku mati dalam misi tersebut. Tidak aku tidak mau."


"Hahahha kamu tinggal pilih Nona Ve, kamu menerima tugas atau kamu pilih yang ini... bukalah email mu aku sudah mengirim file di akunmu."


Velove langsung membuka email dari ketua aliansi rahasianya. Velove terkejut dengan foto yang sudah dikirimkan. Foto itu berisi tentang Justin yang duduk di teras depan yayasan.


"Shiitt, Jangan pernah kamu mendekati putraku. Sedikit saja kamu menyentuhnya akan kupot**ong kedua tanganmu."


"Aku tidak akan mencelakai putramu, asal kamu setuju dengan tugas yang aku berikan. Besok siang datanglah ke markas, aku akan menjelaskannya disana."


Velove mengepalkan tangannya, dia tidak bisa berbuat apa-apa kali ini.

__ADS_1


"Baiklah besok siang aku akan ke markas. Pergilah menjauh dari yayasan itu."


"Good Girl, oke aku akan pergi dari tempat ini. Sampai ketemu besok Nona Ve."


Percakapan yang penuh emosi pun berakhir. Velove segera mengambil remote mobilnya kemudian keluar dari apartemen. Dia ingin pergi ke yayasan untuk bertemu dengan Justin.


Velove melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi. Sehingga hanya butuh 15 menit dia sudah sampai di yayasan. Velove keluar dari mobilnya, dia berjalan cepat dengan berurai air mata. Velove melihat putranya sedang duduk di halaman sendirian.



"Justin."


Justin pun menoleh ke sumber suara. Dia melihat momy nya sedang menangis berurai air mata. Velove pun langsung berlari memeluk dan menciumi putra kesayangannya. Dia mengecek seluruh badan anaknya seakan khawatir telah terjadi sesuatu pada Justin.


"Mom, Momy kenapa? Mom menangis?" ucap Justin sambil mengusap air mata di pipi Velove.


"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa sayang, Momy khawatir sekali sama kamu."


"No, kamu tidak salah sayang. Momy lah yang bersalah, Momy sudah mengambil kebahagiaan mu Nak, maafkan Momy ya?"


"Momy jangan menangis lagi, aku sedih kalau Momy menangis."


Velove tersenyum tipis di depan anaknya, dia sangat terharu sekali dengan sifat dewasa Justin.


"Baiklah Momy tidak akan menangis lagi, apa itu artinya kamu sudah memaafkan Momy?" tanya Velove.


Justin mengangguk-anggukan kepalanya pelan sambil tersenyum manis pada Velove.


"Makasih sayang, Momy ada berita bagus buat kamu Nak,"


"Berita apa Mom?" tanya Justin.


"Momy akan membawakan daddy untuk di hari ulang tahunmu nanti."

__ADS_1


"Really, apa Momy sungguh-sungguh, Momy tidak membohongi Justin lagi kan?"


"No, Momy sungguh-sungguh kali ini. Besok siang Mom akan pergi ke Jerman menemui daddy." ucap Velove membuat putranya senang.


"Yeeee... Justin akan bertemu daddy. Justin akan memeluk daddy. Thanks Mom, aku mencintaimu. Emuach."


Justin mencium pipi Velove, dia berjingkrak-jingkrak dengan gembira. Velove yang melihat putranya bahagia pun kembali meneteskan air mata, Velove sangat terharu melihat Justin yang begitu bahagia hanya karena ingin bertemu Max.


"Max aku akan menemui mu, aku akan mencarimu demi putra kita aku rela melakukan apapun bahkan aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk putra kita. Karena aku yakin hal ini tidak akan berjalan mulus, dan semoga kamu juga bahagia ketika kamu tau kalau aku sudah mempunyai malaikat kecil darimu."ucap Velove dalam hati.


"Sayang malam ini kamu tidur di rumah atau disini?" tanya Velove pada putranya.


"Justin disini saja Mom, biar Momy tidak capek bolak balik mengantarku nanti."


"Baiklah kalau begitu Momy pulang dulu kerumah. Kamu cepat masuk ke dalam, salam buat ibu yayasan dari Momy."


"Okey Mom, Justin masuk dulu ya. Momy hati-hati. I LOVE YOU mom."


Justin melambaikan tangannya ke arah Velove yang pamit pulang ke apartemen. Velove pun pulang dengan perasaan yang campur aduk. Dia memikirkan tentang tugas yang diberikan padanya besok. Dimana dia harus mencari informasi klan Dragon Empire yang sangat berbahaya.


Velove sudah banyak mendengar tentang klan Dragon Empire sejak dia bertarung dengan anak buah klan tersebut 7 tahun lalu di London. Velove selalu mengikuti perkembangan dunia bisnis ilegal berskala global, dan semua bisnis ilegal itu 50% dikuasai oleh klan Dragon Empire. Dimana di setiap negara ada satu komplotan yang berkuasa disana. Hal ini tentunya akan sangat menyulitkan Velove.


"Aku harus hati-hati dalam misi ini, aku tidak boleh lengah. Sekali lengah maka tamatlah riwayatku. Aku sangat membenci situasi ini." gumam Velove sambil mengepalkan kedua tangannya di stir.


Velove kembali memacu kendaraanya dengan cepat. Kali ini dia berada di posisi yang sangat sulit dimana keselamatan putranya yang menjadi taruhannya.


**HAI HAI HAI EPISODE SELANJUTNYA PERTEMUAN VELOVE DENGAN MAX YA READERS๐Ÿคฃ๐Ÿคฃ๐ŸคฃJANGAN MARAHIN OTHOR YA HARI INI UP HANYA SATU BAB๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚OTHOR SIBUK SEKALI HARI INI๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜


JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE๐Ÿ‘๐Ÿ‘


HADIAH POIN NYA KU TUNGGU YA๐ŸŒนโ˜•๐Ÿ˜


TERIMA KASIH READERS ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿฅฐ๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜**

__ADS_1


__ADS_2