
Max terus melajukan kendaraanya pulang menuju ke mansionnya. Di tengah perjalanan ponsel Max berbunyi, ternyata panggilan itu dari Justin. Max pun mengangkat telepon dari putranya.
"Hallo boy, ada apa sayang?"
"Daddy pergi kemana? kapan pulang? kita semua sedang menunggu Daddy makan malam."
"Ini Daddy sudah dalam perjalanan sayang. Lima belas menit lagi akan sampai."
"Okey Dad, aku tunggu."
Setelah telepon dimatikan Max memacu lebih cepat kendaraanya agar cepat sampai. Sepuluh menit kemudian Max sampai juga di mansionnya. Max keluar dari mobilnya dan segera masuk ke dalam. Sampai di dalam ternyata Velove dan yang lainnya sudah menunggu di meja makan.
"Hai semua aku tidak terlambat kan!!" seru Max dari ruang tamu.
Semua orang yang ada di meja makan pun menoleh ke arah Max. Max berjalan mengahampiri Velove yang sudah duduk dengan manis.
"Hai sayang aku merindukanmu." ucap Max sambil memeluk dan mengecup ujung kepala Velove.
Velove melihat Max sesaat, dia berpikir tentang sesuatu. Namun, saat ingin bertanya pada Max dia mengurungkan niatnya karena ini waktunya makan malam. Max tau kalau Velove sedang memperhatikannya dia hanya membalas tatapan itu dengan senyuman manis.
Senyuman Max membuat Velove sadar dan dengan cepat dia memalingkan mukanya lalu membuang nafas panjang. Nyonya Glover juga memperhatikan sikap putra dan calon menantunya itu. Kemudian menanyakan sesuatu ke Velove.
"Ada apa Love kok kamu melamun?" tanya Nyonya Glover.
"Em, tidak ada apa-apa Mom." jawab Velove singkat.
"Max layani Velove ambilkan dia nasi!!" perintah Nyonya Glover.
"Baik Mom." jawab Max.
"Daddy ambilkan juga untukku." sahut Justin pada Max.
"Okey boy. Felicia apa kamu juga ingin Daddy ambilkan?"
"No Dad, aku bisa ambil sendiri." jawab Felicia dengan tersenyum.
Makan malam itu berlangsung dengan suasana hati yang bahagia. Velove masih banyak diam karena dia belum bisa berbaur kepada keluarga barunya. Mungkin dia harus mulai membiasakan diri mulai sekarang.
Setelah satu jam makan malam pun selesai, Nyonya Glover melakukan aktivitas rutinnya setelah makan yaitu menonton televisi. Sedangkan Felicia kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas karena dia nanti ingin ikut tidur bersama Dad and Mom-nya. Kalau Justin dia langsung meluncur ke kamarnya untuk bermain game. Max pun berpesan sesuatu kepada Justin dan Felicia.
"Felicia, Justin, setelah kegiatan kalian selesai. Kalian boleh langsung ke kamar Daddy."
"Oke Dad," jawab keduanya.
Setelah semuanya pergi tinggal Max dan Velove sendiri di meja makan. Max memandangi wajah wanita yang ada di depannya sekarang. Velove pun salah tingkah dengan sikap Max.
"Jangan sampai garpu ini melayang di matamu Max."
"Love kasar sekali ucapan mu sayang. Ayo aku gendong kamu ke kamar."
"No, aku bisa jalan sendiri Max." sahut Velove cuek.
Velove pun mencoba berdiri, dia berpegangan pada kursi yang didudukinya. Pelan-pelan dia berdiri dan melangkahkan kakinya perlahan. Tiba-tiba Max berdiri lalu dengan cepat menggendong Velove.
"Biar aku menggendong mu sayang, aku siap melayani mu kapan saja." ucap Max dengan penuh senyuman.
Velove tidak bisa berkata-kata karena dari awal dia sudah tersentuh dengan semua perlakuan Max.
"Sial kenapa setiap aku ditatap oleh pria ini membuat jantungku berdebar dan salah tingkah." batin Velove.
Max membawa Velove ke atas menuju kamar. Setelah sampai Max meletakkan Velove di atas ranjang. Kemudian dia ikut merebahkan tubuhnya di samping Velove. Max memeluk pinggang kekasihnya dari samping dan menghirup dalam aroma khas Velove.
"Love aku rindu aroma tubuhmu ini. aroma ini membuatku candu."
Velove hanya diam tak menanggapi perkataan Max. Justru Velove menanyakan pertanyaan yang tadi dia simpan.
"Darimana kamu Max? sampai di rumah sudah berganti baju saja."
"Aku tadi menemui seorang wanita cantik Love." jawab Max bercanda. Velove pun terdiam dan kemudian...
BUGHH
BUGHH
__ADS_1
"Pergi dari sini bodoh."
Velove memukuli Max dengan guling. Max tergelak melihat Velove yang kesal.
"Hahahha aku bercanda Love. Stoopp." teriak Max.
"Kamu selalu membuatku kesal Max."
"Sayang tidak ada satu wanita pun di dunia ini yang mampu menggantikan mu, begitu bodohnya aku jika berpaling darimu." ucap Max dengan memandang wajah cantik di hadapannya.
"Terus kamu dari mana?"
"Aku tadi menyingkirkan sampah yang tak berguna karena dia berani mengusik kawasan ku." jawab Max santai.
"Musuh mu? jadi kamu tadi pergi ke markas?"
"Yeah, aku mengeksekusi sampah itu disana. Nanti kalau keadaanmu membaik akan aku bawa kamu ke sana Love." jawab Max sambil memainkan ujung rambut Velove.
"Kebiasaan mu yang seperti ini menurun pada Justin Max, dia suka memainkan ujung rambut ku ketika dia tidur di pangkuanku."
"Justin itu foto copy mu dan aku Love, keras kepalanya itu menurun dari kamu."
"Yeah aku akui itu Max."
Dari luar terdengar suara Justin berteriak sambil berlari bersama dengan Felicia.
"Mommy, Mommy, Mommy," panggil Justin dari luar kemudian disusul Felicia dari belakang.
Justin langsung masuk kedalam dan menghamburkan diri ke atas ranjang. Justin merebahkan dirinya di tengah-tengah Max yang sedang dalam posisi memeluk Velove.
"Justin tidak boleh berlari-larian dalam rumah." tegur Velove pada putranya.
"Kak Felicia mengejar ku Mom, itu dia orangnya." sahut Justin dengan girang.
"Felicia kamu tidak boleh kejar-kejaran dalam rumah, nanti kalau ada yang jatuh gimana?" tegur Max pada putrinya.
"Hehehe, soory Daddy. Tadi Justin menggodaku."
"Sini sayang, bukankah sudah waktunya tidur!!" ucap Velove pada Felicia.
"Mom aku mau tidur ditengah-tengah. Kakak and Daddy di pinggir saja." seru Justin semangat.
"Baiklah boy, kamu di tengah di peluk Mommy dengan kakakmu, sedangkan Daddy akan memeluk Mommy dari belakang." ucap Max memberikan ide.
"Okey Dad." jawab serempak.
Malam bahagia itu pun di lewati dengan tidur bersama. Velove, Justin, dan Felicia begitu cepat terlelap. Hanya Max yang masih terjaga, dia memandangi keluarga kecilnya dengan penuh cinta dan pada akhirnya dia ikut tertidur dengan tangannya memeluk pinggang Velove.
KEESOKAN PAGI.
Pagi hari telah tiba, Velove masih tertidur pulas di ranjangnya. Baru kali ini Velove bisa merasakan tidur tenang di sepanjang sepak terjangnya. Max dan lainnya sudah bangun dari tadi, dia melarang putranya untuk membangunkan sang Mommy.
Max berdiri berjemur di atas balkon dengan mata yang melihat seseorang yang masih tidur lelap di atas ranjang. Tak lama kemudian tubuh Velove menggeliat dan perlahan mengerjapkan matanya, dia melihat sekeliling ruangan dan tidak menemukan siapapun. Kemudian netranya menatap ke arah luar jendela. Dia menangkap sosok pria yang sangat di cintainya. Velove tanpa sadar menatap Max yang juga sedang menatapnya. Max pun dengan sengaja berpose cool memamerkan tubuh sixpack-nya kepada Velove.
Velove telah lama memandang hingga dia terpesona. Max menghampiri Velove ke ranjang, dia memanggil Velove dengan pelan tepat di kupingnya.
"Love kamu sedang melihat apa?" bisik Max kepada Velove.
Velove pun segera sadar dia sangat terkejut karena Max sudah ada di dekatnya tanpa dia sadari
"Aku hanya memandang ke luar jendela," jawab Velove salah tingkah.
"Benarkah? kamu tidak sedang memandang ini?"
Max mengambil tangan Velove kemudian mengarahkannya ke arah dadanya yang berbentuk seperti roti sobek itu.🤤
Velove membelalakkan matanya merasakan getaran yang secara otomatis mengalir di tubuhnya. Kemudian dengan cepat dia menarik tangannya dari dada bidang Max.
"Apa yang kamu lakukan Max?"
"Kamu tidak tau apa yang sedang aku pikirkan sekarang Love?" ucap Max dengan menaikkan kedua alisnya ke atas.
__ADS_1
"Minggir aku ingin mandi Max." ucap Velove menghindari tatapan liar Max.
"Biar aku yang membawamu ke toilet sayang."
"No, aku bisa jalan sendiri."
Velove beranjak dari ranjangnya, kemudian berjalan pelan ke arah toilet dan memasukinya. Max tersenyum melihat wajah Velove yang malu-malu. Dia heran kenapa Velove sekarang bersikap malu-malu padanya. Kemudian Max mempunyai ide nakal. Dia akan menyusul Velove ke toilet.
Di dalam toilet Velove dengan pelan membuka piyama tidurnya kemudian dia langsung menuju ke ruang mandi. Di bukanya shower itu dan basah lah seluruh tubuhnya terkena guyuran air.
Max menyusul Velove ke dalam toilet, dia membuka pintu pelan. Dia melihat Velove di balik tirai yang menutupi lekuk tubuhnya. Darah Max berdesir seketika, dia merasakan gejolak hasszrat yang sedang merasukinya. Sang junior pun tiba-tiba bangun dari tidur panjangnya, seakan tau kalau sang pawang telah kembali dan berada di dekatnya sekarang.
Max segera melepas celananya, dia berjalan dengan sang junior yang sudah berdiri tegak. (Namun, bukan keadilan😭) Perlahan dia menyibak tirai yang menjadi penghalangnya.
SREEEETTT
Tirai terbuka dan Velove pun kaget karena Max tiba-tiba sudah ada di belakangnya. Velove syok dengan apa yang di lihatnya, dia menutup mulutnya yang secara otomatis menganga takjub dengan pemandangan eksotis yang ada di depan matanya.
"Max apa-apaan ini?" tanya Velove pada Max, namun pertanyaan itu tidak di hiraukan Max.
Max terus melangkah maju ke arah Velove yang berada di bawah guyuran shower. Max mendekati Velove, tangannya meraih dagu kekasihnya dan dengan cepat Max menciiiiumm dan melu. maatt bibir manis itu dengan rakusnya. Sedangkan tangan yang lain dia arahkan untuk menyentuh dua aset kembar kesukaannya itu. Aset kembar yang bisa membuatnya melayang.
Dibawah guyuran air Max mencu mmbu Velove dengan sangat hati-hati dia tau kalau Velove belum sembuh total. Tetapi dia tidak bisa menahan hasrat yang sudah sekian lama terpendam.
Max masih bermain di bibir Velove, setelah puas Max menuju ke aset kembar yang menjulang. Max melahap rakus dua aset itu, dia juga memainkan li. dahnya ke 2 choco chips berwarna merah muda itu. Max menji. lat, menyes. aap, dan menghi. sap mengukir tanda cinta disana. Max menyematkan kissmark di seluruh dada Velove.
AHHHHHHH
UUHHHHHH
MMMPPPHHHH
Terdengar suara indah Velove meni. kmati setiap sentuhan lembut Max di tubuhnya. Max mengangkat satu kaki Velove ke pundaknya. Max pun melihat sebuah rumah yang di hiasi rumput-rumput lembut di sekitarnya. Rumah indah yang mampu membuat jiwa lakinya berge. jolak hebat. Max membelai lembut rumah indah Velove. Velove pun menggeliat seketika dia tidak sudah terjatuh dalam permainan indah Max. Hanya suara des. ahan dan leng. uhan yang terdengar di dalam ruangan itu.
Tidak menunggu lama Max pun segera melahap rumah indah Velove itu dengan rakusnya. Max memainkan li. dahnya di dalam rumah yang akan memberikannya keni. kmatan
nanti. Max menyusuri setiap jengkal yang ada tubuh Velove. Velove hanya bisa berteriak sambil mencengkram rambut Max.
"Oohhhhhh, Fucckkk, Ahhhhhhhh"
Velove berteriak menik. mati permainan yang Max lakukan. Setelah puas menji. lati rumah indah Velove. Max menurunkan kaki Velove dan dia pun berdiri. Max membalikkan tubuh Velove menghadap tembok. Dia mempersiapkan sang junior untuk segera berkunjung ke dalam rumah indah Velove.
"Love bersiaplah, mungkin ini akan sedikit sakit."
Velove mengangguk pelan mengiyakan Max melanjutkan aksinya. Max memegang Sang junior yang sudah tegakkk berdiri dan mengarahkannya ke rumah indah Velove. Max mengangkat satu kaki Velove agar mempermudah jalan sang Junior untuk mengunjungi rumah indahnya itu. Max memasukkan ujung sang junior dengan pelan, kemudian dia mendorongnya pelan dan pelan hingga sang junior masuk kedalam rumah sepenuhnya.
JLEEEBBB
AAAHHHH😭
Max dan Velove menge rang bersama. Sunggu kenik. matan yang luar biasa bagi keduanya. Max memaju mundurkan pinggulnya untuk menggo. yangkan sang junior di dalam rumah Velove. Velove mende. sa. hh dan meracau menik. mat i permainan yang sedang Max lakukan.
Setelah hampir lima belas menit bermain, Velove sudah merasa lelah. Kakinya gemetar menahan serangan-serangan Max. Tidak mau terjadi apa-apa terhadap Velove. Max segera mengakhiri permainannya, dia memacu pinggulnya maju mundur dengan cepat. Max berpegangan kedua lengan Velove. Dia menghentak-hentakkan sang junior dengan begitu cepat dan luruhlah pertahanan Max. Dia menyemburkan benih ke dalam rumah Velove untuk pertama kalinya selama tujuh tahun tertahan.
AHHHHHHH
"Love kamu begitu indah, aku mencintaimu." ucap Max sambil mencium pundak Velove.
"Kakiku Max aku sangat lemas sekali."
"Baiklah aku akan membantumu mandi, terima kasih sayang."
Max mencium kembali bibir manis itu dan Max pun membantu Velove untuk mandi.
bersambung
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭**TOLONGIN OTHOR DONG READERS😭😭😭😭😭😭😭KENAPA JARI OTHOR JAHAT BANGET MENYIKSA JIWA OTHOR😭😭😭😭😭
JANGAN LUPA LIKENYA😭😭😭👍👍
HADIAHIN OTHOR BIAR GAK OLENG OTAKNYA😭😭☕🌹
VOTE OTHOR BIAR OTHOR WARAS KEMABALI😭😭
__ADS_1
TERIMA KASIH 😭😭😘**