
Max mengajak Velove dan Justin pergi menuju ke dapur. Dia menggandeng tangan istrinya dan mengiringi langkahnya. Mereka meninggalkan ruang tengah tanpa menghiraukan kehadiran tamu di rumahnya. Bahkan Max pura-pura tidak mengenal mereka. Padahal dalam ingatannya Max masih ingat betul siapa mereka.
Max telah sampai di dapur dia menuntun Velove untuk duduk di kursi. Justin sangat senang sekali melihat keharmonisan Mommy and Daddy-nya.
"Daddy, apakah Daddy sangat mencintai Mommy?" tanya Justin polos kepada Max.
"Bukankah sudah sangat jelas boy, kalau Daddy tidak mencintai Mommy, kamu tidak akan ada di dunia ini sayang." jelas Max kepada putranya.
"Justin kenapa kamu menanyakan pertanyaan yang aneh seperti itu?" tanya Velove kepada putranya.
"Nothing Mom."
"Sekarang giliran Daddy menunjukkan keahlian memasak kepada kalian, karena Mommy mu suka dengan masakan ala Perancis jadi Daddy akan buat Spagetti untuk kalian."
"Bolehkah aku membantumu Dad?"
"Tentu saja boleh boy, ayo kita layani ratu kita." seru Max bersama Justin.
Velove pun tersenyum melihat keseruan Max dan Justin. Bahkan Velove tergelak karena kelucuan Max dan putranya. Max juga memperhatikan sikap Velove yang awalnya dingin penuh dengan kecurigaan, pelan-pelan sikap dingin itu mencair dengan sendirinya.
Di luar Nyonya Glover sedang mengantar tamu yang akan pulang. Sebenarnya dia tidak begitu suka dengan kehadiran mereka, namun karena pernah kenal jadi terpaksa mempersilahkannya masuk. Padahal dia tau maksud dari tamunya itu adalah untuk mendekati putranya.
Setelah kedua tamu itu pergi, Nyonya Glover masuk ke dalam rumah dan menyusul Max ke dapur. Dia melihat keceriaan Putra, menantu, dan juga cucunya itu. Sungguh pemandangan yang membuat orang bahagia.
"Ehhh pada asyik nih, sampe Grandma di cuekin."
"Daddy lucu sekali Grandma, membuat Justin tertawa terus." celetuk Justin pada Grandma-nya.
"Kedua orang itu apa sudah pergi Mom?" tanya Max kepada Momnya.
"Sudah mereka tadi ingin bertemu denganmu Max, tapi untung sekali kamu membawa Velove turun." ucap Nyonya Glover dengan melirik ke arah Velove.
"Iya Mom, tidak ada yang bisa menandingi pesona istriku yang sekarang." goda Max kepada Velove.
Velove hanya memutar bola matanya ketika dua orang sedang memujinya. Karena Velove tipe orang yang tidak suka di puji.
DI JALAN
__ADS_1
Sebuah mobil mewah yang melaju dengan kecepatan sedang berjalan menuju ke pusat kota. Di dalam mobil terdapat dua orang wanita yang tadi bertamu di rumah Max. Mereka berbincang membahas tentang kunjungannya ke keluarga Glover tadi.
"Aku tidak menyangka kalau Max sudah beristri lagi Mom," ucap Tiffany dengan nada kesal.
"Iya Mommy juga tidak tau ada hal seperti itu. Setau Mommy Max itu belum menikah semenjak istrinya meninggal. Tapi pada kenyataannya sudah memiliki seorang putra." sahut Bianka tak kalah kesal.
Kedua orang tersebut mengungkapkan kekesalan masing-masing hingga tak tau kalau di depan mobil mereka sudah ada orang yang menghadang. Sopir mereka pun mengerem mendadak dan hal itu membuat ibu dan anak itu langsung memarahi sang sopir.
"Kamu mau buat kita mati ya?" teriak Bianka kepada sopirnya.
"Maaf Nyonya di depan ada seseorang yang menghadang mobil kita." jawab Sopir dengan nada ketakutan.
"Siapa?" sahut Tiffany.
Kemudian turun beberapa orang berbadan tegap memakai baju serba hitam berjalan ke arah mobil mereka, dan salah satu diantara orang itu membawa senjata di tangannya. Sontak hal itu membuat Bianka dan putrinya ketakutan.
Mobil Bianka di kepung dan salah satu dari mereka mengetuk kaca mobil, mereka memberi kode agar menurunkan kaca mobilnya. Setelah kaca di turunkan mereka menodongkan sebuah pistol ke kepala Bianka dan Tiffany.
"Buka pintunya atau kepala kalian akan meledak." ancam orang itu.
"Ba-baik akan aku buka." jawab Bianka ketakutan.
"Jalankan mobilnya dan ikuti kami. Cepat." perintah penjahat itu.
Sopir pun menjalankan mobilnya mengikuti arahan dari penjahat itu. Bianka dan Tiffani berpelukan satu sama lain karena mereka sangat ketakutan.
"Kalian mau apa kenapa kami harus ikut dengan kalian?" teriak Bianka melawan.
"Diam atau pistol ini akan menembus kepalamu."
Bianka diam tak bersuara, dia hanya saling bertukar pandang dengan putrinya. Setelah hampir satu jam berkendara mobil Bianka telah sampai di sebuah gudang yang di kelilingi dengan tembok tebal dan tinggi.
Bianka dan putrinya turun dan di giring masuk ke dalam gudang tersebut. Banyak sekali orang bertubuh besar di dalam gudang itu. Mereka semua berdiri sambil berjaga dengan tatapan menyeramkan.
"Berhenti dan tunggu disini." perintah salah satu penjahat itu.
Bianka dan putrinya pun berhenti, matanya melihat ke seluruh ruangan yang pengap itu. Kemudian dari dalam muncul seorang pria yang keluar dari sebuah ruangan. Pria tersebut berbadan tinggi dan kekar. Terdapat sebuah tato naga di tangan kirinya. Pria itu adalah Mr. X ketua dari klan mafia Dragon Empire.
__ADS_1
"Selamat datang di markas ku. Pasti kalian berdua bingung kenapa anak buah ku membawa kalian kemari. Langsung saja ke intinya, ada hubungan apa kalian dengan keluarga Glover? kalian baru saja pulang dari sana kan?" tanya Mr. X dengan tatapan menyelidik.
"Cepat kalian jawab, atau nyawa kalian akan melayang." teriak Leo dari samping.
"Ka-kami tidak ada hubungan apa-apa dengan mereka. Kami hanya teman di masa lampau." jawab Bianka ketakutan.
"Apa saja yang kalian lihat di dalam rumah itu, apakah ada seorang wanita muda?" tanya Mr. X lagi.
"Iya ada wanita itu adalah istri Max, putra dari keluarga Glover." sahut Tiffany.
"Istri? bagaimana keadaan wanita itu?"
"Wanita itu sepertinya terluka, karena jalannya pincang dan harus di papah." jawab Tiffany gemetar.
"Lalu ada apa lagi katakan secara lengkap." teriak Mr. X keras.
"Mereka sudah mempunyai seorang putra." jawab Tiffany.
"Putra?"
"Benar, putra mereka sekitar berumur 6 atau 7 tahun."
"6 atau 7 tahun, jadi begitu. Good. Informasi yang bagus." ucap Mr. X dengan senyum smirknya.
"Kalian berdua harus mengikuti caraku, kalau tidak nyawa kalian lah yang menjadi gantinya. Aku akan menyuruh kalian jika waktunya sudah tepat nanti."
"Leo antar mereka keluar dari sini, dan kamu tau apa yang harus kamu lakukan?" titah Mr. X kepada asisten kepercayaannya.
"Kalian ikuti aku." perintah Leo terhadap Bianka dan putrinya.
Bianka dan Tiffany pun berjalan mengikuti Leo dari belakang. Sedangkan Mr. X masih dengan sejuta rencananya.
"Putra? jadi kamu sudah mempunyai anak dari bajingan itu. Tapi itu akan mempermudah jalanku untuk mendapatkan mu sayang. Tunggu saja tanggal mainnya." gumam Mr. X dalam hati.
J**ANGAN LUPA LIKE SESUDAH MEMBACA YA DEARS👍🥰
HADIAHI OTHOR JUGA DONG🌹☕
__ADS_1
VOTE NYA YANG PUNYA VOTE🙏🙏
TERIMA KASIH🥰🥰😘😘**