
Velove kini telah sampai di apartemennya. Velove dengan cepat masuk ke dalam rumah untuk merencanakan cara untuk misinya besok. Velove duduk di meja kerjanya, dia membuka laptopnya dan jari jemarinya pun mulai beraksi dengan cepat.
Dia mencari informasi semua anggota Klan Dragon Empire yang ada di Jerman. Velove cukup kesulitan dengan pencariannya, butuh waktu yang sangat lama untuk bisa membobol data yang sedang di serangnya. Setelah lama berusaha akhirnya Velove mendapatkan titik terang. Di dalam data yang dia temukan terdapat semua jadwal dan aktivitas anggota dari Dragon Empire yang berada di pinggiran Kota Berlin.
Mereka melakukan penculikan dan pemban***taian kepada gadis muda dan juga pada anak-anak. Gadis-gadis muda itu diculik untuk dijadikan wanita penghibur, kalau anak-anak dibu***nuh untuk di jual organ tubuhnya.
"Kejam sekali mereka, aku tidak menyangka di era modern seperti ini masih ada kejahatan yang sadis seperti itu. Aku harus berhati-hati dalam misi ini, mereka tidak mudah untuk dikalahkan."
Velove terus mengoperasikan laptopnya dia menyusun rencana untuk aksinya nanti. Velove juga memikirkan jalan keluar jika nanti ada kesalahan teknis yang dibuatnya.
"Markas ini dekat sebuah hutan, kalau aku menyelinap dari sini aku harus lewat sini untuk berjaga-jaga jika aku tersudut." ucap Velove.
Velove terus berpikir hingga larut malam. Inilah sifat yang disukai oleh ketua aliansi itu. Velove sangat cekatan dalam segala aksinya. Hampir di semua aksi Velove selalu berhasil dan tidak pernah gagal.
Velove begadang sepanjang malam hingga tak sadar dia telah tertidur diatas meja kerjanya. Hingga pagi tiba Velove pun belum bangun, kemudian dia dibangunkan oleh suara dering dari ponselnya. Velove terkejut karena kaget, dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang sudah meneleponnya sepagi ini. Ternyata Justin lah yang menelepon.
"Mom...Momy sudah bangun belum?"
"Hoaaamm, Momy baru saja bangun sayang. Momy begadang semalam." ucap Velove dengan mata yang masih terpejam.
"Momy jadi kan hari ini ke Jerman?"
"Iya mungkin nanti malam Momy akan berangkat. Maaf nanti siang Momy tidak bisa menemui kamu Justin."
"Tidak apa Mom, Justin tau kalau Momy sedang sibuk. Ya sudah Justin tutup dulu ya teleponnya, Bye Momy...Selalu hati-hati ya."
"Bye sayangnya Momy."
Velove pun menyudahi percakapan dengan putranya. Dia pun terbangun kali ini, Velove merasa perutnya sangat lapar karena dari semalam belum terisi apapun. Dia pergi ke dapur untuk membuat mie instan, Velove malas delevery karena sudah sangat kelaparan.
Mienya pun sudah siap, Velove menyantapnya dengan lahap. Tangannya mulai aktif lagi di layar pipihnya.
"Sial, terkunci lagi. Mereka sangat waspada sekali rupanya. Untung aku sudah mengcopy semua datanya."
__ADS_1
Velove sangat serius sekali sampai tak sadar kalau mienya sudah dilahap habis. Setelah itu Velove beranjak dari duduknya, dia ingin mandi membersihkan tubuhnya lalu bersiap-siap berangkat ke Markas rahasia.
Velove telah selesai membersihkan tubuhnya, dia memakai bajunya dan memasukkan semua barang yang akan diperlukannya nanti. Velove membuka kotak perhiasannya, dia mengeluarkan kalung, cincin, dan anting bermotif Black Pearl itu. Velove memandangi perhiasan yang ada ditangannya kali ini.
"Sudah 7 tahun aku menyimpan perhiasan ini dan kali ini aku akan mulai memakainya. Akan ku tunjukkan kekuatan Black Pearl yang sesungguhnya." ucap Velove dalam hati.
Velove memakai anting dan cincin yang diberikan Max dulu. Kemudian dia mengambil jaket serta ranselnya dan bergegas pergi menuju ke markas rahasia.
Velove melajukan kendaraannya dengan cepat menuju ke markas. Perlu waktu 2 jam untuk sampai ke Los Angeles. Di sepanjang perjalanan Velove selalu berpikir tentang misinya. Sungguh sebuah tantangan yang besar untuknya.
Setelah 2 jam berlangsung akhirnya Velove sampai juga di Markas. Dia memarkirkan mobilnya di basement, kemudian dia masuk ke dalam ruangan rahasia dimana bosnya berada.
Dengan langkah tegapnya Velove masuk ke ruangan itu, lalu dia duduk dengan menyilang kan kakinya. Kemudian dari dalam keluarlah seorang pria yang sangat dibencinya.
"Akhirnya kamu sampai juga Nona Ve."
"Seperti biasa langsung saja, cepat katakan." bentak Velove pada pria tersebut.
"Cih, kamu sangat bersemangat sekali Nona Ve, tapi aku sangat suka sikapmu yang seperti itu."
Velove sudah sangat malas bertemu dengan orang yang selalu menekannya itu.
"Oke, aku akan jelaskan misimu kali ini, dengarkan baik-baik."
Pria tersebut pun menjelaskan misi yang harus dijalankan oleh Velove. Velove pun tampak serius mendengarkannya, dan tiba-tiba Velove menggebrak meja di depannya dengan sangat keras.
BRAAAKKKKK
Velove tampak sangat marah, wajahnya merah padam karena emosi. Lalu Velove pun mengumpat pria itu dengan kasar.
"Brengsek, kamu mau membunuhku secara perlahan, Haa?? Untuk misi kali ini aku akan menggunakan caraku sendiri. Kalau kamu merasa keberatan kerjakanlah sendiri jangan menyuruhku." teriak Velove membuat pria di depannya itu sedikit terkejut.
Pria itu justru tersenyum jahat mendengar jawaban Velove.
__ADS_1
"Apa kamu bisa menjamin cara mu itu akan berhasil Nona Ve?"
"Aku yakin akan berhasil, tetapi kamu harus berjanji satu hal denganku."
"What?"
"Kamu harus menjaga keselamatan putraku selama aku menjalankan misi."
"Its okey itu syarat yang mudah. Baiklah berarti kamu resmi menjalankan misi ini."
Pria itu memanggil pengawal nya untuk mengambilkan sesuatu di gudang dan pengawal itu keluar membawa 2 buah senjata untuk Velove.
"Aku berikan senjata ini padamu pergunakan jika kamu sedang terdesak. Senjata laras panjang ini mampu membu**nuh banyak musuh dalam jarak 100 meter jika kamu tepat sasaran, dan satu lagi disaat kamu tiba di bandara Jerman keluarlah di pintu khusus agar kamu dapat menghindari petugas. Mengerti?"
"Baiklah, aku tidak ingin mengulur waktu. Aku ingin berangkat sekarang. Aku harus mengatur rencana matang untuk misi ini dan aku harus memeriksa secara detail markas yang mereka duduki."
"Wow, aku suka dengan gayamu Nona Ve. Sungguh aku tidak salah memilih orang, kamu wanita yang menakjubkan. Good!!! Kamu berangkatlah sekarang anak buah ku akan mengantarmu, jika kamu berhasil jackpot besar menantimu." ucap pria itu dengan puas.
Velove pun pergi dengan membawa senjata yang diberikan oleh ketuanya. Velove pergi dengan jiwa yang membara semangatnya berkobar demi sang putra yang ingin bertemu dengan ayahnya.
"Justin tunggu momy, momy akan berjuang untukmu."
Velove masuk kedalam mobil menuju ke bandara LAX, untuk segera terbang menuju ke Jerman. Di dalam mobil Velove sibuk mempersiapkan senjatanya. Velove ahli dalam tembak menembak, sehingga dia dipasrahi senjata yang sangat berbahaya dari dunia militer.
"Ternyata orang itu tidak ingin aku gagal, dia memberikan aku senjata ini!! Senjata yang sangat mematikan."
Velove melihat dan mengelus senjata yang dia peroleh. Velove sangat suka dengan tantangan, dan tantangan itu harua dengan caranya sendiri. Dia tidak pernah menerima saran dari orang lain, begitulah cara dia memenangkan sebuah misi...
HAI HAI HAI READERS BERKAT DOA KALIAN OTHOR AKAN CRAZY UP HARI INI. 😆😆😆OTAK OTHOR LAGI ENCER NIH DAPAT PENCERAHAN DARI YANG MAHA KUASA🤣🤣🤣🤣 KALAU BACANYA MUNGKIN BELUM BISA BERLANJUT MAAPIN YA MUNGKIN ADMIN NYA AGAK TELAT NGE REVIEW NYA😁😁😁YANG PENTING KAN OTHOR UDAH CRAZY UP YE KAN😍😍😍
JANGAN LUPA LIKE LIKE LIKE YA SETELAH MEMBACA👍👍👍
TERUS HADIAH POIN NYA LAH KAN OTHOR UDAH CARZY UP☕🌹
__ADS_1
VOTE VOTE VOTE INI HARI SENIN YA VOTE NYA KASIH KE OTHOR JUGA BIAR OTAKNYA OTHOR SELALU ENCER GK NGELAG🤣🤣🤣🤣
TERIMA KASIH😘😘❤️❤️