
Max dan Velove sudah sampai di bandara New York. Luis dan Marvin turun membukakan pintu untuk majikannya. Max dan Velove pun keluar. Dengan masih mengenakan gaun pengantin Velove berjalan pelan sambil memegangi gaunnya yang terseret di lantai.
Luis dan Marvin mengantar majikannya sampai ke dalam bandara. Max berangkat dengan pesawat pribadinya. Setelah sampai Max masuk ke dalam dengan istrinya. Sebelum itu Luis dan Marvin mengucapkan selamat kepada Tuan dan Nyonya-nya.
"Tuan, Nyonya, sekali lagi kami ucapkan selamat berbahagia."
"Terima kasih untuk kalian, ini semua tidak jauh dari jasa-jasa kalian juga." jawab Velove.
" Marvin, Luis kita berangkat dulu, ingat jaga rumah dan pastikan semuanya aman." ucap Max memberi perintah.
"Siap laksanakan Tuan. Tuan dan Nyonya hati-hati di jalan."
Setelah saling berpamitan Max dan Velove segera masuk ke dalam pesawat dan lima belas menit kemudian pesawat take off untuk menuju ke London. Di dalam pesawat Velove selalu menempel ke tubuh suaminya. Sungguh dia sangat menggilai tubuh Max.
"Love semenjak kamu hamil, kamu begitu menyukai ku. Buktinya kamu selalu menempel padaku!"
"Mungkin ini efek hamil, entah mengapa aku sangat menyukai aroma mu Max. Aroma tubuhmu membuat hatiku tenang."
"Kalau begitu aku rela kamu endus setiap hari Love."
"Ck, kamu pikir aku kucing," ucap Velove sambil mengeratkan rangkulannya.
"Tidurlah Love, perjalanan kita masih lama."
"Emm, aku lapar sekali."
"Astaga aku lupa tadi kan kamu hanya makan sepotong roti saja. Aku suruh pelayan buatin kamu makanan ya?"
"No, aku ingin makan masakan italy dan langsung dari restoran."
"Tapi kamu bilang sudah lapar kan."
"Aku akan tahan sampai nanti kita mendarat."
"Terserah padamu Love. Tidurlah."
Velove rela menahan perutnya yang lapar hanya untuk memakan masakan Italy. Memang soal keinginannya tidak meminta yang aneh, akan tetapi cukup membuat Max merasa gemas karena sikap manjanya.
Setelah beberapa jam mengudara pesawat landing juga di bandara London. Max membangunkan istrinya, namun seperti biasa sangat sulit membangunkan istrinya yang sedang terlelap itu. Akhirnya Max menggendong istrinya untuk turun dari pesawat. Beberapa langkah kemudian Velove terbangun tetapi masih malas untuk berjalan sendiri. Jadi Velove masih tetap berada di gendongan suaminya. ( Si Max memang tipe suami idaman jadi iri othornya pen di gendong jugaðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ¥ºðŸ¥ºðŸ¥º)
Setelah mencatatkan diri di bagian imigrasi Max segera keluar dari bandara menuju ke mobil yang sudah dia persiapkan sebelumnya. Max menurunkan istrinya di dalam mobil, kemudian dia ikut masuk dan menjalankan mobil sport mewah berwarna putih itu.
__ADS_1
"Max kita mau kemana?"
"Diamlah aku akan membawamu ke tempat pertama kali kita bertemu."
Max menjalankan mobilnya menyusuri jalanan di Ibukota Inggris itu.Dengan mobil open cup nya, angin sepoi-sepoi menerpa wajah kedua pasangan itu di hari yang sudah mulai sore. Velove tampak menikmati perjalanannya kali ini .
"Max kita meninggalkan banyak kenangan indah di kota ini."
Velove menoleh suaminya dengan mengembangkan senyum.
"Ya sangat indah Love, aku berpikir kamu waktu adalah gadis berandal yang bertindak sesuka hati."
"Cih, justru aku tidak beranggapan seperti itu, karena aku melihat kamu begitu terpesona dengan ku hingga membuat matamu itu tidak berkedip?"
"Yeah kamu benar sekali sayang. Pesona mu memang bisa membuatku gila. Apalagi saat pertama kali melihatmu melawan Dragon Empire, kamu membuatku takjub Love. Pada saat itu lah aku terobsesi ingin mendapatkan mu."
Velove hanya tersenyum menanggapi pujian dari suaminya dan Max terus melajukan mobilnya menuju ke kota Manchester, di kota itu lah Velove menyerahkan seluruh jiwa raganya kepadanya.
Setelah hampir satu jam perjalanan Max sampai juga di hotel tempat kenangannya dulu bersama Velove. Max membangunkan istrinya yang selalu tertidur dimanapun berada.
"Love kita sudah sampai."
Velove membuka matanya, kemudian segera turun tanpa menunggu Max membukakan pintu. Velove melihat ke sekitar hotel. Velove ingat hotel ini adalah tempat kedua baginya menginap, ketika dia kabur dari kejaran Dragon Empire.
"Yeah ayo kita masuk sayang."
Max menggamit pinggang Velove, kemudian mereka berdua masuk ke dalam Hotel. Setelah sampai di dalam Max langsung menuju ke atas karena semua sudah dia persiapkan sebelumnya.
Velove menggelayut manja di lengan kekar suaminya. Dia merasa sangat amat bahagia. Akhirnya Max sudah sampai di lantai paling atas. Max membuka pintu kamar tersebut dan kemudian dia masuk bersama dengan istrinya.
Velove terperangah takjub melihat kamar yang sudah dihias dengan indah. Kamar dengan hiasan berwarna putih berpadu merah hati itu terkesan sangat romantis.
"Ini seperti kamar pengantin Max."
"Hei kita memang pengantin baru Love."
Max mendekati Velove, ditangkupnya wajah cantik itu. Max membelai lembut kedua pipi Velove hingga mendarat di bibir dan mengusapnya pelan. Max mendekatkan wajahnya, dia ingin mencium bibir Velove yang masih merah karena lipstik. Velove pun mengalungkan tangannya di leher Max dan ketika bibir Max sudah semakin dekat. Velove justru membisikkan sesuatu di dekat telinga suaminya.
"Sepertinya kamu telah melupakan seauatu suamiku?"
"What?" tanya Max tak mengerti.
__ADS_1
"Apa kamu mau membuatku mati kelaparan Max?"
Max menepuk jidatnya, dia sangat lupa akan hal itu.
"Astaga, aku lupa sayang. Ya sudah kamu ganti baju kita cari restoran italia."
"Ck menyebalkan."
"Hehehe Maafkan aku sayang, tapi hal yang tadi akan aku tuntaskan nanti malam."
"Awas jangan membuatku kesakitan dan ingat anak mu masih dalam proses Max."
"Aku tau sayang maka dari itu aku akan mengunjunginya dan akan memperkenalkan diriku sebagai Daddy-nya."
"Dasar Daddy yang nakal," ucap Velove sambil mencubit hidung mancung suaminya.
"Love jangan menggodaku dengan senyuman itu, aku bisa saja tak tahan dan melakukannya sekarang."
"Coba saja kalau berani Max."
Velove berdiri sambil mengacungkan jari tengahnya ke arah Max dan hal itu justru membuat Max semakin tergelak.
Setelah berganti pakaian Max dan Velove keluar kamar untuk makan malam. Max memilih salah satu restoran Italia yang terkenal di kota Manchester. Max dan Velove telah sampai di mobil, kemudian mereka masuk ke dalam. Setelah itu Max menjalankan mobilnya ke pusat kota.
Velove sangat menikmati indahnya malam di kota Manchester.
"Besok aku ingin pergi ke Tower Bridge Max,"
"Ya besok kita akan berkeliling London lagi Love. Akan aku antar sesuai keinginanmu."
"Emmm, sekarang percepat lah mobilmu Max, aku sudah sangat lapar."
"Okey sayang."
Max menutup atap mobilnya yang terbuka untuk menambah kecepatan berkendaranya. Dan mobil sport itu berjalan dengan cepat di keramaian malam kota Manchester.
...BERSAMBUNG...
JANGAN LUPA LIKE SETELAH MEMBACA YA DEARS😂 AKIBAT BOLONG UP SUDAH SEPI NIH NUPEL OTHOR🤣🤣
OTHOR MAU PROMOSI NIH OTHOR LAUNCHING NOVEL BARU MINTA DUKUNGANNYA DARI KALIAN YA SILAHKAN MAMPIR😂😂
__ADS_1
TERIMA KASIH🥰😘