
MOMMY!
DADDY!
Terlihat Justin berlari dari depan menuju ke taman belakang dan sikap Justin yang seperti itu membuat sweet moment Max dan Velove terganggu. Ciuman yang berlangsung sangat romantis itu berakhir dengan kecanggungan. Justin berlari dan langsung memeluk Velove.
"Mommy, temani Justin jalan-jalan. Tadi di sekolah semua teman-teman ku bercerita mereka jalan-jalan dengan Mom an Dad-nya. Justin pengen Dad, Mom." rengek Justin dengan memanyunkan bibirnya.
Velove dan Max saling berpandangan mata, mereka gemas dan juga kasihan melihat putranya yang selama ini belum merasakan kasih sayang yang penuh dari orang tuanya. Kemudian Max menyetujui keinginan Justin, dia akan mengajak istri serta anaknya pergi jalan-jalan.
"Baiklah ayo kita pergi jalan-jalan sekarang. Bersiaplah boy." seru Max kepada putranya.
"Really Dad, bersama Mommy juga kan?
"Yeah bersama Mommy juga, sayangnya kakakmu belum pulang. Tapi tidak apa-apa karena masih bisa lain waktu."
"Lets go, aku tunggu di depan ya Dad," seru Justin gembira.
"Kamu benar mau mengajakku Max?" tanya Velove ragu.
"Ya memang kenapa Love?"
"Apa kamu tidak malu mendorong kursi roda di hadapan orang-orang nanti?"
"Berhenti berbicara yang tidak-tidak sayang. Aku bangga sama kamu dan tidak ada yang indah lagi selain dirimu." ucap Max sambil mendorong Velove pergi keluar.
Di luar Justin sudah menunggu, dia sudah bersiap dan duduk di atas cup mobilnya.
"Ck, Mommy, Daddy lama sekali." ucap Justin kesal.
MOM!
DAD!
Dari dalam Max mendorong Velove menuju ke halaman rumah dimana Justin sudah menunggu disana.
"Kalian lama sekali Justin sudah menunggu dari tadi." tegur Nyonya Glover dari ruang tamu.
"Aku kan harus membantu Velove berganti pakaian Mom,"
"Ya sudah hati-hati saja kalau pergi, tetap waspada."
"Iya Mom," jawab Max.
"Kami pergi dulu Mom, Dad." pamit Velove pada mertuanya.
Setelah berpamitan Max dan Velove keluar dari dalam rumah. Mereka melihat Justin yang sudah duduk di atas mobil dengan wajah cemberut.
"Dasar anak itu kalau sudah mempunya kemauan ya begitu, harus dengan segera." gumam Velove membicarakan putranya.
"Bukankah itu mirip sekali denganmu Love. Kalau kamu melihat Justin ya begitu juga lah dirimu."
__ADS_1
"Ahh sudahlah apa aku begitu menyebalkan untukmu suamiku?"
"No, kamu tidak menyebalkan sayang tapi begitu menggemaskan sehingga aku ingin segera..."
"Stop, berhenti bicara karena aku sudah ratusan kali mendengar jawaban itu Max."
"Ck, kamu benar-benar wanita kejam Love."
Setelah melakukan perdebatan kecil Max dan Velove sampai juga di mobil yang akan mereka kendarai. Justin tampak diam memalingkan mukanya ke arah lain tanda dia sangat kesal kepada orang tuanya. Max pun punya ide jail untuk menggoda putranya yang sedang kesal itu.
"Sayang, bagaimana kalau kita tunda saja ya acara jalan-jalan kita." seru Max kepada Velove. Namun, istrinya itu tampak bingung. Kemudian Velove melihat Max mengedipkan mata padanya, kode untuk menggoda Justin.
"Sepertinya iya karena kalau pergi jalan-jalan tapi tidak happy kan hanya membuang waktu." sahut Velove sambil melirik Justin.
"Aaaaaaa. Mommy, Daddy menyebalkan." teriak Justin sangat kesal.
"Sayang kamu tidak boleh bersikap seperti ini. Kamu kan tau kalau Mommy belum sepenuhnya sehat jadi Daddy harus mempersiapkan semuanya dulu. Baru setelah aman kita bisa berangkat dengan nyaman."
Justin diam dia menyadari kesalahannya. Kemudian dia meminta maaf kepada Mommy-nya.
"Maafkan Justin Mom, aku mengaku salah." ucap Justin dengan kepala menunduk.
"Iya sayang, jangan ulangi lagi ya nak?"
Justin menganggukkan kepalanya kemudian tersenyum dan memeluk Velove. Setelah itu Max mengangkat tubuh istrinya ke dalam mobil, dan berangkat menuju ke pusat perbelanjaan dengan tetap membawa pengawal di belakangnya.
Max melajukan kendaraanya dengan santai. Dia ingin menikmati setiap moment yang dulu pernah hilang. Justin juga sangat gembira, pasalnya ini adalah quality time pertama baginya dengan orang tuanya.
Setelah setengah jam berkendara Max sampai di pusat perbelanjaan di pusat kota. Max mengambil kursi roda dari belakang dan menatanya untuk Velove. Max mengangkat tubuh Velove dan mendudukkannya. Setelah itu Max mendorong Velove masuk ke dalam Mall tersebut.
"Sayang kamu mau kemana dulu?" tanya Max kepada putranya.
"Aku mau bermain game Dad." jawab Justin dengan mata yang berputar melihat sekelilingnya.
"Kalau begitu lets go." seru Max dengan tangan yang masih mendorong.
Lima belas menit berjalan Max sampai juga di pusat permainan game. Justin langsung berlarian menuju ke setiap wahana permainan tersebut.
"Dad belikan tiket untukku, cepat Daddy aku ingin bermain ini." teriak Justin tidak sabar.
Max langsung menuju ke tempat pembelian koin untuk memainkan semua permainan. Beberapa menit kemudian Max kembali dengan sekantong koin dan dia berikan kepada Justin.
"Ini boy, bermainlah sepuasnya."
"Terima kasih Daddy. Mommy Justin bermain dulu."
"Hati-hati sayang. Tidak boleh nakal. Lihatlah Justin sangat bahagia sekali Max. Ini pertama kali baginya bermain seperti ini, karena dulu aku selalu melarangnya dengan alasan keselamatan." ucap Velove sedih.
"Love jangan sedih, bukankah aku sudah berjanji padamu akan mengganti waktu Justin yang hilang."
"Ya Suamiku, aku hanya teringat saja bayangan masa lalu itu."
"Tahukah kamu Love, disaat kamu mengucapkan kata suamiku membuat hati ini berbunga-bunga."
__ADS_1
"Ck. Biasa sajalah, tidak usah berlebihan." cibir Velove kepada suaminya.
Max tersenyum melihat wajah malu istrinya. Setelah itu dia mendorong kursi roda menghampiri Justin yang tengah asyik bermain. Kemudian Max juga ikut bermain bersama dengan Justin. Justin berjingkrak-jingkrak karena sangat gembira sekali.
Setelah puas bermain Max mengajak istri dan putranya untuk shoping. Max masuk ke dalam sebuah outlet shop sepatu bermerk di situ. Dia ingin membelikan sepatu buat Justin.
"Boy, Ayo kita membeli sepatu untukmu."
Justin langsung mengikuti Daddy-nya yang berjalan menuju ke outlet tersebut. Setelah sampai Max menyuruh putranya untuk memilih sepatu yang disukai oleh Justin.
"Boy, pilihlah sepatu yang kamu sukai. Kamu ingin berapa terserah." ucap Max kepada putranya.
Justin pun berjalan berkeliling melihat deretan sepatu yang berjajar. Namun, dia bingung tidak tau harus memilih yang mana. Setelah berkeliling tetapi tidak tau harus pilih yang mana, akhirnya Justin menghampiri Velove untuk memilihkan sepatu yang cocok untuknya.
"Mom, pilihkan satu untukku."
Velove menggelengkan kepalanya, karena dia tau karakter putranya tersebut. Justin tidak begitu suka dalam hal pilih memilih. Dia lebih suka di pilihkan, baginya memilih sendiri itu adalah hal yang membosankan.
"Bagaimana Boy? apakah sudah memilih?"
Justin menggelengkan kepalanya, dan melihat ke arah Mommy-nya. Max bingung dengan sikap diam putranya. Dia pun menanyakan hal itu kepada Velove.
"Ada apa Love? Kenapa Justin diam seperti itu?"
"Putramu itu tidak suka jika kamu suruh pilih sendiri Max, dia lebih suka jika di pilihkan."
"Astaga aku kira kenapa, ya sudah kalau begitu Daddy akan pilihkan untukmu Boy."
Max pun memilih sepatu untuk Justin, dia memilihkan 2 pasang sepatu untuk putranya. Setelah membeli dan membayarnya Max keluar dari outlet tersebut dan berkeliling lagi.
Sudah dua jam Max menyenangkan istri dan anaknya. Merasa sudah lelah Justin meminta untuk pulang. Max langsung menuruti permintaan putranya, karena menurutnya memang sudah terlalu lama berada di luar dan itu tidak baik untuk kondisi Velove.
Setelah keluar dari pusat perbelanjaan Max menuju ke mobilnya. Kemudian dia menaikkan istrinya untuk duduk di dalam mobil. Max meminta izin untuk masuk kedalam Mall lagi untuk membeli sesuatu.
"Love kamu tunggu disini dulu ya, karena ada sesuatu yang harus ku beli."
"Baiklah, jangan lama-lama." jawab Velove.
Max kembali kedalam entah apa yang di belinya. Setelah lima belas menit Max kembi dengan menenteng dua kantong plastik di tangannya. Max berlari sambil tersenyum ke arah istri dan anaknya.
"Apa itu Max?"
"Nanti kamu juga akan tau sayang. Sudah ayo kita pulang."
...bersambung...
**JANGAN LUPA LIKE👍SETELAH MEMBACA YA DEARS😀😘
HADIAH 🌹☕UNTUK OTHOR
VOTENYA YA YANG PUNYA VOTE😀😀
__ADS_1
TERIMA KASIH🥰🥰😘😘😍😍**