My Strong Woman

My Strong Woman
ONE HEART 5


__ADS_3

DOORR!


"Nyonya awas," teriak Luis menghalangi peluru yang diarahkan ke tubuh Velove.


BRUGG!


"Luis." teriak Max


Luis terkapar di tanah dengan luka tembak di lengan kanannya. Velove pun panik melihat Luis yang terluka.


"Luis..." teriak Velove.


Velove ingin mendekati Luis namun berhasil di cegah oleh Leo.


"Mau kemana kamu, wanita brengsek." ucap Leo dengan nada marahnya.


Leo berhasil menangkap tubuh Velove, dia mengacungkan sebilah pisau ke leher Velove.


"Kalian semua jangan ada yang bergerak, kalau tidak akan aku bunuh wanita ini." teriak Leo dengan mengarahkan pisau ke leher Velove.


Max pun berhenti dengan aksinya, dan Mr. X pun memukul mundur Max hingga terjatuh.


"Max jangan hiraukan aku, kamu cepat berikan pertolongan kepada Luis dan Marvin." teriak Velove kepada Max.


"Hahaha kamu jangan terlalu banyak bicara wanita brengsek, pikirkan sendiri nyawamu yang berada di tanganku." sahut Leo kepada Velove.


"Kamu terlalu banyak omong kosong, liat dulu siapa lawanmu." ucap Velove dengan sengit.


Velove memegang, kemudian memelintir tangan Leo dan menjatuhkan pisaunya. Setelah itu dia membanting tubuh Leo ke tanah, dengan sekuat tenaga.


GEDEBUG!


"Kamu bukanlah lawanku, sekarang matilah dan pergi ke neraka." Velove berteriak sambil menusu. kkan belatinya ke leher Leo.


SREETTT!


Darah segar mengucur segar hingga memuncrat mengenai wajah Velove.


Mr. X tercengang melihat kekejaman Velove, dia tidak menyangka kalau wanita itu bisa nekat seperti itu. Mr, X pun langsung mengambil langkah seribu. Dia kabur dan bersembunyi di salah satu ruangan di bar itu. Kemudian Velove berlari ke arah salah satu anak buah Dragon Empire. Velove melompat dan menendang perut salah satu anak buah musuh. Velove mengincar senjata apinya.


DUGGH!


Velove berhasil merebut senjata api itu, dan mulai menembaki musuh yang masih berdiri.


DORR!


DORR!


DORR!

__ADS_1


Velove mengincar penembak jitu yang telah melukai Luis tadi. Namun, penembak itu sudah kabur dan menyembunyikan diri.


"Shhiiiit, beraninya mereka bermain petak umpet denganku." umpat Velove.


Max yang melihat aksi istrinya itu pun bangkit dan membantunya. Dia juga ikut mengambil senjata apinya yang terjatuh tadi.


Kini tinggal Megan dan Mr. X yang masih sembunyi, Max dan Velove pun berpencar untuk mendapatkan musuhnya.


"Max lebih baik kita berpencar mencari mereka. Kita harus menuntaskan bajingan itu hari ini juga." ucap Velove dengan tatapan mautnya.


"Baiklah Love kamu hati-hati."


Max dan Velove pun berpencar untuk mencari sisa musuhnya. Semua anak buahnya tidak banyak yang tersisa, karena semuanya sudah terluka. Velove membuka setiap ruangan kamar di bar tersebut. Max juga menendangi pintu dengan kasar untuk membuka kamar yang terkunci.


Max menuju ke sebuah ruangan yang berada di paling ujung. Dia mendobrak pintu itu dengan sekuat tenaga, setelah terbuka Max di serang secara mendadak oleh penembak jitu tadi. Perkelahian terjadi lagi antara Max dan penembak jitu Dragon Empire. Max menendang dan memukul penembak itu dengan tangan dan kakinya.


BUGH!


BUGH!


DUUGH!


BRUUAAKK!


Max menendang mundur penembak itu hingga terpental dan menghancurkan sebuah meja. Max melangkah dan mendekatinya, dia menginjak kepala si penembak itu agar tidak kembali berdiri. Kemudian Max menodongkan senjata apinya dan menembakkan peluru ke arah dada musuh.


DOOORR!


Di tempat lain Velove masih mencari keberadaan Megan dan Mr. X. Velove masuk ke dalam toilet. Dia menendangi semua pintu, namun tidak menemukan siapapun. Kemudian dari belakang Velove diserang oleh seseorang, orang itu menendang punggung Velove hingga terjatuh ke lantai. Orang itu adalah Megan, dia terus menghajar Velove yang masih terbaring di lantai, dan Velove dapat menangkis semua serangan Megan.


Velove menendang ke arah perut Megan dan menjatuhkannya, tetapi tendangan itu begitu pelan hingga Megan dapat langsung berdiri lagi. Velove pun bangkit dan menyerang lagi ke arah Megan. Namun Megan dapat menangkis semua serangan Velove. Hingga pada akhirnya Velove dapat menangkap tangan Megan dan menguncinya dari belakang, Velove mengepalkan tangannya dan mengarahkan ke arah leher Velove dan...


SREETTT!


Sebuah sayatan berhasil merobek urat nadi di leher Megan. Velove merobeknya dengan cincin runcing yang selalu di pakainya ketika mengalami hal yang mendesak. Cincin yang sudah di rancang khusus itu selalu dia gunakan di setiap misi berbahayanya. Megan pun tewas di tangan Velove.


"Akhirnya aku berhasil menghabisi mu," ucap Velove dengan nafas terengah-engah.


Kemudian dari belakang ada seseorang yang berjalan mengendap-endap menuju ke arah Velove. Orang itu membawa sebilah balok kayu berukuran besar. Dia mengangkat balok itu tinggi-tinggi dan mengarahkannya ke arah leher belakang Velove.


BUGHH!


Velove mendapat serangan yang tidak dia ketahui dari belakang. Velove memegang kepalanya dan berusaha menoleh ke belakang. Namun sebelum melihat siapa orang itu Velove terjatuh di lantai lalu pingsan.


"Aku tidak menyangka justru kamulah yang sangat berbahaya daripada si bajingan itu. Kamu mampu menghabisi kedua asisten ku dengan mudah. Namun sekarang aku lah yang akan menghabisi mu. Kali ini aku tak akan melepaskanmu dengan mudah sayang. Hahahaha." Mr. X tergelak dengan menggendong tubuh Velove yang pingsan. Dia membawa Velove pergi dari tempat itu.


Max masih mencari keberadaan Velove. Perasaanya tidak enak, dia merasa kalau terjadi apa-apa dengan istrinya. Kemudian salah satu anak buahnya melapor kepada Max.


"Tuan, Tuan, gawat."

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Max.


"Nyonya muda di bawa pergi oleh Mr. X naik mobil."


"Apa? Ayo kita cepat kejar mereka sebelum jauh." teriak Max.


"Love kenapa selalu terjadi hal yang seperti ini." gumam Max sambil berlari.


Max segera mengejar mobil Mr. X yang berhasil membawa istrinya kabur. Max naik mobil dan diikuti oleh semua anak buahnya yang tersisa.


Di dalam mobil Mr. X tertawa dengan kerasnya, dia sedang menertawakan Max.


"Hahahaha. Kamu pikir bisa mengalahkan ku semudah itu pecundang. Kamu sudah menghancurkan semua usahaku, kali ini aku juga akan menghancurkan mu dengan menggunakan wanita ini, dan akulah yang sepenuhnya menang. Hahahaha!!!"


Mr. X terus tertawa sambil berbicara mengumpat Max sang rival abadinya itu. Dia terus melajukan kendaraanya menuju ke jalan pegunungan yang kanan kirinya terdapat tebing yang sangat curam.


Velove tersadar, dia kini berada tepat di samping Mr. X yang sedang mengemudi. Velove melirik sedikit orang gila yang sedang tertawa sendirian itu.


"Dia tidak boleh tau kalau aku sudah sadar. Aku harus bisa mendepaknya keluar dari mobil ini. Lebih bagus kalau aku bisa langsung membunuhnya." batin Velove dalam diamnya.


Di belakang Max masih berusaha mengejar mobil Mr. X. Max sangat serius dalam pengejarannya. Dia masih belum bisa menyalip mobil Mr. X yang melaju sangat cepat.


Di dalam mobil Velove mulai mengatur rencana, dia perlahan bangun kemudian melakukan tendangan ke arah kepala Mr. X.


DUAAKK!


Mr. X terkejut dan membanting setir ke arah kiri hingga menabrak pembatas jalan hingga hancur dan mobilnya pun terpelanting kemudian terjun bebas ke dalam jurang yang curam itu.


BRUAAKK!


BOOMMM!


Mobil Mr. X meledak di dasar jurang. Kobaran api mengepul di bawah pegunungan itu. Max yang terlambat satu langkah pun melihat adegan itu, dengan cepat dia turun dan melihat kobaran api itu di dasar jurang. Max berteriak memanggil nama Velove.


"Love.."


"Aaarrrkkhhhh." Max terus berteriak memanggil nama istrinya.


"Cepat kalian turun ke dasar jurang itu, cari istriku sampai dapat." teriak Max kepada anak buahnya.


"Love, apa yang harus ku jelaskan kepada Justin, Lovee."


Max terduduk di pinggir jalan sambil memegangi kepalanya. Dia bingung dan khawatir kalau saja kejadian buruk menimpa istrinya.


...๐Ÿ˜‚bersambung๐Ÿ˜‰...


**JANGAN LUPA LIKE YA DEARS๐Ÿ‘๐Ÿ˜˜


HADIAHI OTHOR๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐ŸŒนโ˜•

__ADS_1


SELAMAT MALAM MINGGU๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜˜


TERIMA KASIH๐Ÿ˜๐Ÿ˜‚๐Ÿฅฐ๐Ÿ˜˜**


__ADS_2