Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Sendiri Lagi


__ADS_3

5 tahun kemudian, hari-hari Miya lalui dengan begitu berat. Dua tahun setelah kelahiran bayinya, Bibi Arum meninggal dunia, satu-satunya orang paling baik kepadanya telah pergi. Toko bunga pun sudah ditutup, karena dijual oleh anaknya. Tanpa bekerja di toko, Miya tak mendapatkan penghasilan apapun. Dia kebingungan harus mencari pekerjaan dimana, yang mau menerima dirinya yang membawa serta seorang anak yang berusia kurang lebih enam tahun.


Naasnya, Robert yang selalu membantunya juga pulang ke negara asalnya satu tahun setelah kepergian Bibi Arum. Sekarang, Miya benar-benar seorang diri. Dan akhirnya, dia bekerja disebuah mini market sebagai kasir. Disana dia boleh membawa putri kecilnya yang bernama Naumi Patrisia.


Naumi tumbuh menjadi gadis yang begitu cantik, rambutnya panjang, bola matanya biru, pipinya tembem, bibirnya tipis, tubuhnya tinggi. Dia benar-benar cantik persis seperti Miya. Bahkan kecantikan Naumi melebihi kecantikan ibunya. Semua orang tidak ada yang tidak mengagumi kecantikannya.

__ADS_1


Walau bekerja sebagai kasir dengan gaji yang hanya cukup untuk makan, tapi Miya hidup bahagia bersama putri tercintanya. Tapi, sayangnya ia tak mampu menyekolahkan putrinya, biaya sekolah di kotanya makin mahal. Dan dia tidak akan mampu membayar itu semua. Tapi, putrinya begitu cerdas tanpa harus ia sekolahkan.


Naumi begitu pintar, Miya bahkan selalu menangis saat melihat putrinya mengerjakan soal-soal pelajaran SMP begitu mudahnya. Padahal putrinya sama sekali tidak pernah dia sekolahkan. Tapi, Miya selalu mengusahakan untuk membeli beberapa buku untuk putri kecilnya belajar sendiri. Tak disangka, putrinya mengenal huruf hanya sekali ia ajarkan. Setiap hari Miya membeli buku-buku pelajaran SD. Namun semua itu tidak ada yang tidak putrinya ketahui. Hingga suatu hari ia membelikan putrinya buku pelajaran SMP, dan hasilnya membuatnya begitu terharu kala sang putri mampu menyerap pelajaran sulit itu hanya dengan mempelajarinya sekilas. Dan hal itu membuat Miya semakin menyayangi putri kecilnya.


Disini dia baru menyadari perkataan dokter yang dulu pernah menasihatinya untuk tidak menggugurkan kandungannya. Dia begitu mengingat perkataan sang dokter yang mengatakan bahwa putrinya bukanlah sebuah Noda dalam hidupnya. Namun, putrinya adalah sebuah anugrah yang begitu besar bagi dirinya. Dia tidak pernah menyangka seorang putri yang dulunya pernah akan ia bunuh, tumbuh menjadi gadis yang luar biasa hebatnya.

__ADS_1


"Aku tidak ingin menjadi apapun, Ibu. Aku hanya ingin melihat Ibu bahagia, dan aku ingin bertemu Ayah. Hanya dua itu cita-citaku. Tidak ada yang lain." Jawab Naumi polos, mendengar kalimat putrinya, Miya menangis tanpa disadari. Andai putrinya tau bahwa Ayahnya tidak mau mengakuinya, pasti putri kecilnya akan sangat bersedih. Untuk itulah Miya tidak pernah membahas atau menceritakan tentang Ayah kepada Naumi.


"Tuhkan, aku juga sedih kalau ibu bersedih. Itulah kenapa cita-citaku ingin membuat ibu bahagia." Ucap gadis itu polos. Sepintar apapun seorang anak, dia tetaplah seorang anak yang polos.


"Naumi sayang, ibu menangis bukan karena bersedih. Ibu menangis terharu karena ibu bangga punya Putri secantik, sepintar dan setulus dirimu." Jawab Miya lalu memeluk erat putrinya.

__ADS_1


"Ibu, tubuhku lemas lagi." Ujar Naumi kala merasakan sakit pada tubuhnya. Sudah seminggu ini Naumi mengeluhkan sakit pada tubuhnya. Namun, Miya belum sempat-sempat untuk membawa putrinya kerumah sakit. Kebetulan besok dirinya libur dan dia akan membawa putrinya ke ruang sakit besok.


__ADS_2