Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Tanpa Judul


__ADS_3

***


"Aku yakin setelah ini kamu akan pergi meninggalkan Alvin. Dan saat itu terjadi, Kak Robert akan datang padamu, dan membawamu pergi jauh, Ahahaha," gumam Yirien dengan tawa liciknya. Dia tampak begitu senang karena rencananya berjalan dengan lancar. Puas menatap Miya yang terus menangis, dia pun segera pergi untuk melaporkan hasil kerjanya kepada Robert.


"Kenapa kamu melakukan itu semua ini kepadaku, Alvin. Hiks, hiks," ucap Miya terus menangis terisak-isak. Cukup lama Miya berada di dalam gudang itu, hingga akhirnya, Miya menyeka kasar air mata di pipinya. Lalu berdiri untuk segera keluar dari gudang itu.


Berjalan gontai, Miya menuju kamarnya. Pikirannya begitu kalut hingga tanpa sadar, Miya menabrak tubuh kekar seseorang. Miya mengelus hidungnya yang terasa sakit.


"Kau dari mana saja, Sayang. Aku mecarimu sedari tadi. Naumi juga mencarimu. Sekarang ayo kita ke ruang makan, Naumi sudah menunggumu lama." Ajak Alvin.


"Lepaskan aku! Aku ingin sendiri." Bentak Miya menghempaskan tangan Alvin kasar.


"Ada apa denganmu, Sayang." Cegat Alvin.


"Ku bilang lepaskan, aku tidak lapar. Aku ingin beristirahat." Jawab Miya kesal.


"Baiklah-baiklah, kau istirahatlah. Aku akan membawa makanan ke kamar." Jawab Alvin mengalah.

__ADS_1


"Apa semua Ibu hamil sensitif seperti itu. Sedikit-sedikit marah," batin Alvin sambil menatap punggung Miya yang semakin lama semakin menghilang.


***


Begitu selesai makan siang bersama Putrinya. Alvin berjalan menuju kamarnya dengan membawa makanan kesukaan Miya.


"Sayang, ayo makan dulu. Setelahnya baru lanjut tidur lagi." Ucap Alvin mendekati Miya yang kini berbaring menghadap dinding.


"Sayang, kamu kenapa? Apa ada yanh sakit?" Tanya Alvin memegang pundak Miya, namun langsung ditepis oleh Miya.


Miya tidak menjawab, tapi suara isakkannya terdengar oleh Alvin. Membuat Alvin merasa bersalah karena telah membentaknya.


"Sa-sayang, maafkan aku. Aku tidak bermaksud memarahimu, aku hanya ... aku hanya tidak ingin kamu sakit karena terlambat makan." Ucap Alvin berusaha membujuk Miya.


"Aku tidak lapar. Pergilah, aku ingin sendiri." Ketus Miya.


"Ada apa Miya. Kalau aku punya salah padamu tolong katakan, jangan membuatku bingung." Ujar Alvin.

__ADS_1


"Pikirkan saja sendiri apa salahmu!" Ketus Miya lagi.


"Dia ingin dimengerti, tapi dia tidak mengatakan apa yang dia inginkan. Kenapa hati wanita begitu sulit ditebak." Batin Alvin Frustasi.


"Baiklah, aku akan pergi. Ini makananmu, jangan lupa dihabiskan." Ucap Alvin segera pergi meninggalkan Miya seorang diri.


Kini, Alvin berada di ruang kerjanya.


"Apa Yirien melakukan sesuatu yang membuat Miya marah kepadaku. Lebih baik aku cek cctv untuk mengetahui apa yang terjadi." Ucap Alvin segera mengaktifkan komputernya yang telah tersambung dengan cctv dirumahnya.


Satu persatu Alvin membuka cctv di setiap ruangan. Cukup lama dia mengobrak-abrik komputernya, hingga akhirnya dia berhasil menemukan Video dimana Yirien mengajak Miya memasuki sebuah gudang yang dulunya adalah kamarnya ketika SMA.


"Shit! Aku tidak bisa melihat apapun. Kenapa lampunya tidak dihidupkan. Lebih baik aku kesana untuk mengecek apa yang telah Miya lihat." Ucap Alvin langsung pergi dan membiarkan komputernya tetap menyala.


Alvin berlari menuju gudang itu. Sebelum masuk, dia menghidupkan lampu terlebih dahulu. Begitu terang barulah dia melangkahkan kakinya hingga tak sengaja dia menginjak pecahan ponselnya dulu.


"Astaga, ini kan ponselku dulu. Apa Miya ... A-apa Miya melihat dan mendengarkan Audio di ponsel itu. Dan itu artinya, Miya sudah mengetahui segalanya. Oh astaga, apa yang harus aku lakukan sekarang," ucap Alvin frustasi sambil mengacak rambutnya kasar.

__ADS_1


__ADS_2