Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Amnesia


__ADS_3

***


"Kau tidak perlu tau siapa aku, tapi satu yang pasti, aku mengenal siapa dirimu sebenarnya." Jawab Yirien.


"Apa maksudmu, Yirien? Kau jangan coba-coba mengelabuhiku, karena aku tidak akan pernah tertipu olehmu." Tegas Miya.


"Apa untungnya bagiku, aku berada disini atas perintah kedua orang tuamu yang ingin membawamu kembali." Saut Yirien membaut Miya semakin tak percaya.


"Aku tidak akan pernah tertipu olehmu," tegas Miya sekali lagi.


"Terserah padamu, tapi aku akan terus berusaha untuk mebawamu pergi." Jawab Yirien langsung pergi meninggalkan Miya yang kini dipenuhi tanda tanya.


***


"Kau lihat, dia bisa beladiri. Tidak salah bukan aku mencurigainya, entah apa yang dia katakan kepada Miya." Ucap Alvin memperlihatkan Video dimana Yirien dengan mudahnya mengalahkan Miya. Anan melihat Video itu dengan saksama. Video itu Alvin dapatkan dari pengawalnya yang dia tugasnya untuk memantau gerak-gerik Yirien lewat cctv. Saat mendapatkan video Yirien yang mencurigakan, maka sang pengawal akan langsung mengirimkannya kepada Alvin.


"Kau benar, Alvin. Siapa gadis ini sebenarnya? Kenapa dia ingin menikahimu?" Kata Anan bingung.


"Entahlah, entah siapa dia sebenarnya. Mata-mataku tidak berhasil menemukan data tentangnya. Seperti ada orang besar yang melindunginya, aku Sangat curiga padanya." Jelas Alvin.


Setelah lenggang beberapa menit.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan ...." Sambung Alvin dan Anan bersamaan. Keduannya saling memandang dengan isi pikiran yang sama.


***


"Siapa dia sebenarnya, kenapa dia juga bisa beladiri. Bukan hanya bisa, tapi sangat hebat." Gumam Miya sambil berjalan menuju kamarnya.


Kini, Miya telah tiba dikamarnya. Miya duduk di tepi ranjang sambil memeriksa lukanya.


"Siapa Yiruen itu, dan kenapa dia mengatakan bahwa aku adalah Monica Loven. Nama siapa itu, Monica Loven, Akh! Kepala sakit sekali," ringis miya merasakan sakit ditengah-tengah kepalanya.


"Monica tolong aku!" Teriak seorang gadis kecil meminta tolong membuat kepala Miya semakin sakit. Beberapa kali Miya mendengar kalimat itu. Dan sesekali bayangan disebuah ruangan gelap, tertutup, dengan banyaknya orang berbaju serba hitam muncul dipikiran Miya. Samar-samar Miya melihat beberapa orang berbaju serba hitam mengawasinya. Terputarnya adegan itu membuat kepala Miya semakin terasa berat, pandangnya semakin lama semakin buram hingga akhirnya gelap. Dan Miya pun kehilangan kesadarannya.


Tok, tok, tok


"Nona Miya baik-baik saja. Kenapa Tuan menyuruhku mengecek keadaan Nona." Gumam Bibi Musti sambil mendekati Miya yang kini tergeletak di pinggir ranjang. "Apa ada yang tidak beres, sebaiknya aku bangunkan Nona saja," sambungnya lagi.


"Nona, apa Nona baik-baik saja. Nona bangunlah Nona," beberapa kali Bibi Musti mencoba membangunkan Miya tapi Miya tak kunjung bangun.


"Astaga, Nona Miya!" Teriak Bibi Musti kala menyadari bahwa Nona mudanya tidaklah tertidur melainkan pingsan. Bibi Musti langsung membopong tubuh Miya untuk dibawa ke rumah sakit.


Darran Grup

__ADS_1


"Apa!" Teriak Alvin ketika mendapatkan Kabar bahwa Miya sudah berada di rumah sakit.


Tanpa pikir panjang Alvin segera menuju rumah sakit bersama dengan Sekretaris Haven dan juga Anan.


Beberapa menit kemudian, ketiga pria tampan itu telah tiba di rumah sakit tempat Miya di tangani.


"Bibi Musti, apa yang terjadi kepada Miya?" Tanya Alvin murka.


"Saya tidak tau, Tuan, saat saya temukan, Nona Miya telah pingsan." Jawab Bibi Musti ketakutan.


"Kalau begitu Bibi pulanglah, jaga Naumi. Dan jangan katakan kepadanya tentang kondisi Miya," titah Alvin mengkhawatirkan Putrinya.


"Baik, Tuan." Jawab Bibi Musti lalu segera pergi.


Tak lama setelah kepergian Bibi Musti,Dokter Kelvin keluar dari ruang UGD bersama dengan Dokter Nita.


"Bagiamana keadaan Miya?" Tanya Alvin, dari raut wajahnya terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Miya.


"Tenanglah Alvin, dari hasil pemeriksaanku dan Dokter Nita. Nona Miya baik-baik saja." Jawab Dokter Kelvin.


"Kalau dia baik-baik saja, kenapa dia bisa pingsan!?" Tanya Alvin membentak.

__ADS_1


"Nona memang baik-baik saja, Tuan. Nona pingsan hanya karena efek dari Amnesia yang selama ini dia alami." Jelas Dokter Nita membuat Alvin begitu terkejut.


"Apa! Miya Amnesia!?"


__ADS_2