Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Monica Loven?


__ADS_3

***


Tok, tok, tok.


"Ayah, Ibu, aku ingin tidur bersama Ayah dan juga Ibu." Teriak Naumi diluar sana.


Ceklek


"Sayang, kamu kenapa belum tidur?" Tanya Miya sambil menggiring Putrinya untuk masuk ke dalam kamarnya.


"Aku ingin tidur bersama Ibu dan juga Ayah," jawab Naumi membuat Miya begitu senang. Setidaknya, malam ini dia bisa lolos dari hukuman Alvin.


"Naumi Sayang," seru Alvin sambil membantangkan tangannya siap menangkap Naumi.


"Ayah, aku boleh tidur bersama Ayah bukan?" Tanya Naumi polos.


"Tentu saja, Sayang. Ayah juga ingin tidur dengan Putri Ayah yang cantik ini." Jawab Alvin seraya mengelus rambut gelombang Naumi.


"Terima kasih, Ayah." Seru Naumi memeluk erat tubuh Alvin.


Malam itu, mereka tidur begitu nyenyak. Naumi berada ditengah-tengah, dipagari Alvin dan juga Miya. Miya begitu terharu melihat Alvin memeluk putrinya begitu erat.

__ADS_1


"Dia sangat jago berakting. Adegan setingan ini, terlihat sangat nyata." Batin Miya lalu memaksa matanya untuk ikut terpejam.


Pagi kembali tiba. Kini, Alvin, Miya, Naumi dan juga Yirien pastinya, sudah berada di ruang makan untuk menyantap sarapan pagi.


Seperti sebelumnya, Yirien hanya menjadi penonton disana. Adegan romatis satu keluarga itu benar-benar membuatnya ingin muntah.


Yirien semakin memanas saat Melihat bagaimana aksi Miya yang sengaja memanas-manasi dirinya. Suapanlah, pegangan tanganlah, dan lihatlah bagaimana Miya sengaja mencium bibir Alvin saat Yirien menatapnya.


Braaaakk!


Yirien memukul mejanya membuat Naumi begitu kaget.


"Aku sudah kenyang, aku pergi." Ucap Yirien dengan nada suaranya yang tinggi. Miya pun tersenyum puas melihat Yirien yang pergi karena ulahnya.


"Tidak usah, Sayang. Nanti pekerjaanmu akan terganggu." Tolak Miya.


"Iya, Ayah. Lebih baik, Ayah bekerja yang cepat lalu segera pulang." Tambah Naumi.


"Tapi, Yirien ada disini. Aku takut dia berbuat jahat kepada kalian berdua." Jawab Alvin khawatir.


"Percayalah padaku, aku bisa melindungi diriku dan juga Putriku." Jawab Miya yakin.

__ADS_1


"Baiklah, jaga Naumi untukku." Saut Alvin.


"Tentu saja," jawab Miya.


"Apakah barusan itu Akting," batin Miya heran.


Setelah kepergian Alvin, Naumi mengajak Ibunya untuk bermain di kamarnya. Seperti biasa, setelah puas bermain, Naumi akan ketiduran. Begitu memastikan bahwa Putrinya sudah tidur dengan nyenyak. Barulah Miya keluar dari kamar Putrinya. Miya segera menuju dapur dengan niat ingin membuatkan makan siang. Namun, langkahnya dihentikan oleh Yirien yang tiba-tiba mencegatnya.


"Apa yang kau lakukan! Lepaskan aku!" Bentak Miya karena merasa sakit dipergelangan tangannya yang dicengkram kuat oleh Yirien. Lukannya memang telah sembuh, tapi belum sepenuhnya. Akibat ulah Yirien mungkin saja lukanya kembali terbuka.


"Apa kau benar-benar melupakan aku?" Tanya Yirien dengan raut wajahnya yang Terlihat terharu menatap Miya.


"Apa maksudmu?" Tanya Miya heran.


"Ternyata kau benar-benar melupakan aku, Monica Loven." Saut Yirien lagi, kali ini ekspresinya terlihat sangat kecewa.


"Apa yang kau katakan, minggirlah, jangan halangi aku! Jangan sampai aku menyakitimu." Langkah Miya kembali dihentikan oleh Yirien.


Miya yang merasa terganggu langsung akan memelintirkan lengan Yirien. Tapi yang terjadi begitu membuat Miya terkejut.


Bagaimana Miya tidak terkejut. Karena kini Yirienlah yang memelintirkan lengannya.

__ADS_1


"Kau! Lepaskan tanganku!" Teriak Miya karena tidak dapat bergerak saat tubuhnya dikunci oleh Yirien. Sedikit saja Miya bergerak, maka seluruh tubuhnya akan terasa nyeri. Bila dipaksa sudah pasti Miya akan cedera. Sepertinya Miya salah perhitungan—karena ternyata, Yirien bukanlah gadis lemah dan manja.


"Siapa kau sebenarnya?" Tanya Miya ketika Yirien melepaskannya.


__ADS_2