Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Tuan dibalik Tuan


__ADS_3

***


"Apa kau bilang!" Bentak Tuan Kelinci Hitam.


"Iya, Tuan. Tuan Zek saja mereka kalahkan dengan begitu mudah." Lapornya lagi.


"Alvin Darran dan Miya Patrisia. Siapa mereka sebenarnya, bagaimana mereka bisa sekuat itu?" Ucapnya bertanya-tanya. "Kenapa juga Tuan ingin kita mengganggu mereka. Tapi aku suka bila lawanku sepadan, katakan apapun yang kau tau tentang mereka berdua." Sambungnya lagi.


"Alvin Darran, putra pertama Tuan Aldarran. Alvin adalah pewaris Darran grup. Di Negaranya Italia, Darran grup sangatlah besar. Dan mereka baru saja membangun cabang disini. Sedangkan Miya Patrisia hanyalah gadis biasa yang tidak punya keluarga," jawabnya.


"Cukup menarik, aku rasa Tuan menginginkan gadis biasa tapi tak biasa itu. Itulah kenapa Tuan menginginkan kita menghancurkan hubungan mereka. Tapi, karena ini tugas dari Tuan kita, kita harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh. Kelemahan Alvin adalah Miya, kelemahan gadis itu adalah Putrinya. Kita lihat, siapa yang akan dia selamatkan lebih dulu. Tapi tidak perlu terburu-buru, biarkan mereka bersenang-senang lebih dulu." Sambung Tuan Kelinci hitam sambil tersenyum licik.


***


Sampai di Mansion Alvin langsung menggendong Miya hingga ke kamarnya. Walau Miya menolak, Alvin tetap memaksa. Miya terkejut saat melihat Dokter Kelvin telah berada didalam kamarnya. Terkejut bukan karena keberadaan Dokter Kelvin yang tiba-tiba. Tapi, Miya hanya tidak menyangka bahwa Dokter Kelvin adalah Dokter yang sama dengan Dokter yang menangani sakit Putrinya.


"Kelvin cepat obati lukanya!" Titah Alvin.

__ADS_1


"Baiklah Bro," jawab Dokter Kelvin santai, lalu mulai memeriksa dan sedikit menjahit luka Miya yang ternyata cukup dalam.


"Apa sakit?" Tanya Alvin sedikit ngilu saat melihat Kelvin menjahit luka Miya.


"Tidak, Tuan. Sama sekali tidak sakit." Jawab Miya tersenyum.


"Tentu saja tidak sakit. Kalau saja Dokter Kelvin menjahitnya tanpa membiusku lebih dulu. Mungkin aku sudah menjerit kesakitan sedari tadi." Oceh Miya tapi hanya didalam hatinya. Ya, cukup hatinya dan Tuhan saja yang tau.


"Sudah selesai. Hanya butuh beberapa hari kedepan lukanya akan segera kering. Tapi sebelum itu, jangan Sampai lukannya terkena air dulu." Jelas Dokter Kelvin. Tiga jahitan Miya dapatkan malam itu. Beruntung Naumi sudah tertidur pulas, kalau saja Naumi melihat luka pada lengan Ibunya, mungkin saja dia tidak akan tidur dan hanya akan terus menangis hingga hari berganti.


"Ini obatnya, diminum setelah makan. Jangan lupa ya Nona Miya." Ucap Dokter Kelvin mengingatkan Miya.


"Baik, Dokter Kelvin." Jawab Miya membalas senyuman Dokter Kelvin dengan senyuman manisnya.


"Apalagi yang kau tunggu, keluar dan pergilah. Pasienmu masih banyak bukan!" Usir Alvin tak suka melihat keakraban Antara Dokter Kelvin dan Miya.


"Iya-iya, aku memang meninggalkan banyak pasien yang sekarat di rumah sakit hanya untuk menjahit luka wanita tercintamu." Goda Dokter Kelvin, lalu pergi sebelum Alvin mengancamnya dengan hal yang tidak ingin dia dengar.

__ADS_1


"Kau mau kemana!?" Seru Alvin.


"Sa-saya ingin ke kamar mandi, Tuan." Jawab Miya gugup.


"Iya, aku tau kau ingin ke kamar mandi. Tapi kau ingin apa didalam sana?" Tanya Alvin memojokkan Miya.


"Kenapa, apa aku harus menjawabnya. Dasar pria bejat plus aneh." Kesal Miya dalam hati.


"Apa yang kau pikirkan?" Tanya Alvin tersenyum nakal.


"Apa, apa lagi yang aku pikirkan. Apa pria bejat plus aneh ini tidak akan melepaskanku. Oh Tuhan tolong aku, luka di lututku saja masih nyeri, apalagi luka di lenganku ini. Tolong jangan biarkan pria ini melukaiku dengan yang enak-enak, aku mohon Tuhan. Selamatkan aku." Mohon Miya putus asa.


"Aaakh!" Teriak Miya saat tubuhnya tiba-tiba melayang di udara.


"Aku sudah menduga ini. Apakah akan sama seperti adegan di novel-novel. Dimana pemeran utama pria akan memandikan pemeran utama perempuan, lalu mereka terbuai dan melakukannya didalam kamar mandi." Batin Miya dengan pikiran kotornya.


"Tidaaaaaaak!" Teriak Miya sambil meronta.

__ADS_1


__ADS_2