Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Leukemia


__ADS_3

***


Keesokkan paginya, Miya pun pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan keadaan putri tercintanya. Begitu nama putrinya dipanggil, dia pun menggendong putrinya yang kini telah tertidur lelap, karena terlalu lama mengantri.


"Baringkan putrimu disini," titah dokter Nita kepada Miya.


Miya hanya menatap kuatir pada keadaan putrinya yang semakin pucat. Tanpa dia sadari air matanya menetes saat melihat putrinya yang kini diperiksa oleh Dokter Nita.


Begitu selesai, Dokter Nita kembali duduk di kursi kebesarannya. Miya meninggalkan putrinya yang terbaring lemah di ranjang. Dan segera menghampiri Dokter Nita untuk menanyakan kaedaan putrinya.


"Dokter, bagaimana keadaan putri saya. Putri saya baik-baik saja kan Dok?" Tanya Miya tak sabaran.

__ADS_1


Huuufff ....


Dokter Nita memgehembuskan napasnya berat sebelum berbicara.


"Buruk Miya. Dengan berat hati aku mengatakan keadaan putri sangatlah buruk. Dia harus dirawat disini." Jelas Dokter Nita membuat Miya tak dapat lagi menahan air matanya untuk tidak mengalir.


"Maksud Dokter apa? Putri saya sakit apa, Dokter? Kenapa harus di rawat?" Tanya Miya yang telah menangis terisak-isak.


"Itu tidak mungkin, Dokter. Tidak mungkin putri saya mengidap penyakit itu. Selama ini dia baik-baik saja, Dokter. Itu tidak mungkin, putri saya tidak mungkin mengidap Leukemia." Ucap Miya tak percaya. Apa ini, apa yang telah terjadi. Bagaimana mungkin putrinya yang selama ini sehat-sehat saja tiba-tiba mengidap penyakit mematikan itu. Itu sangat mustahil untuk dia terima.


"Maafkan aku Miya. Sebagai Dokter aku harus menyampaikan apapun yang terjadi pada pasienku. Aku akan menyampaikan sepahit apapun kenyataanya. Kau tau Miya, tuhan selalu punya cara untuk menguji hambanya. Dan untuk kali ini, tuhan kembali menguji kesabaran dan kekuatan hatimu. Aku yakin kau pasti bisa melewatinya. Sama seperti tanjakkan yang dulu juga pernah kamu hadapi. Kali ini kau pasti juga bisa melewatinya." Jelas Dokter Nita mencoba menguatkan Miya.

__ADS_1


"Separah apa Leukemia yang putri saya idap, Dokter. Apa bisa disembuhkan? Tapi, bagaimana pun caranya, berapa pun biayanya. Saya mohon selamatkan Putri saya. Saya mohon, Dokter. Selamatkan Putri saya." Mohon Miya pada Dokter Nita.


"Leukimia yang Naumi idap cukup parah, aku belum memastikannya. Tapi sepertinya sudah stadium akhir. Karena hal itulah Naumi sering merasakan sakit. Tapi, kau tenang saja, aku akan melakukan yang terbaik untuknya." Jawab Dokter Nita.


"Jadi, karena itulah rambutnya rontok. Ya Tuhan ada apa denganku. Kenapa aku tidak menyadarinya selama ini. Ini semua terjadi karena diriku sendiri. Putriku sakit karena diriku." Sesal Miya begitu merasa bersalah.


"Tenanglah Miya. Kau tidak boleh menyalakan dirimu sendiri. Semua ini terjadi sudah atas kehendak yang diatas. Jangan sesali semua ini. Lebih baik berdoalah untuk kesembuhan putrimu. Sebentar lagi akan ada perawat yang akan menyiapkan ruangan untuk putrimu dirawat. Saranku fokuslah bekerja, karena biaya kemoterapi tidaklah sedikit. Mungkin aku bisa membantumu, tapi tidaklah seberapa, kau harus berjuang untuk kesembuhan putrimu. Jadi semangatlah." Jelas Dokter Nita memberi semangat pada Miya.


"Terimakasih, Dokter Nita. Dokter tenang saja. Berapapun Biayanya saya yakin saya sangup. Saya akan melakukan apapun demi kesembuhan putri saya." Tegas Miya, menuju pada putrinya. Dan memeluk erat putri kesayangannya.


"Ibu mohon bertahanlah, sayang. Ibu yakin kau akan segera sembuh." Ucap Miya tak henti-hentinya menangis.

__ADS_1


__ADS_2