Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Istri Kontrak


__ADS_3

***


Tiba di kamar, Miya begitu gelisah saat teringat akan putrinya.


"Ya Tuhan, dimana Tuan Alvin. Kenapa dia belum juga datang, aku membutuhkan uangnya segera. Besok adalah jadwal komoterapi Naumi. Malam ini aku harus mendapatkan uang darinya. Aku benar-benar sudah menjadi wanita bayaran." Ucap Miya sambil mondar mandir. Merasa lelah, Miya pun duduk di sofa. Tak lama, Miya pun terlelap di sofa, tanpa dia sadari.


Keesokkan paginya.


"Hey, bangunlah. Kenapa kau tidur di sofa?" Tanya Alvin sambil menepuk pelan bahu Miya.


Perlahan, Miya mengerjabkan matanya, menggosoknya pelan, lalu menengadah menatap Alvin dihadapannya.


"Tuan Alvin." Ucap Miya. "Astaga, ini sudah pagi. Ayo Tuan kita lakukan." Ucap Miya langsung berdiri akan mencium Bibir Alvin.


"Apa yang kau lakukan!" Bantak Alvin.


"Sa-saya akan melakukan tugas saya, agar Tuan memberikan saya uang." Jawab Miya cepat. Ya, dia harus cepat mendapatkan uang sebelum dia terlambat menyelamatkan nyawa putri kesayangannya.

__ADS_1


"Apakah otakmu ini isinya hanyalah uang," ucap Alvin memandang rendah Miya. Miya tak menanggapi. Dia sadar akan dirinya. mulai saat ini, dia tau dia harus banyak bersabar.


"Saya mohon, Tuan. Saya sangat membutuhkan uang itu." Jawab Miya memohon.


"Kalau begitu bacalah surat itu," ucap Alvin melemparkan sebuah map ke wajah Miya. Miya segera menangkap map itu sebelum terjatuh ke lantai.


"Apa ini, Tuan?" Tanya Miya.


"Itu adalah surat perjanjian nikah kontrak." Jawab Alvin.


"Nikah kontrak? Maksud Tuan apa?" Tanya Miya tak mengerti.


"Jadi, maksud Tuan kita akan menikah?" Tanya Miya tersenyum bahagia. Ya, setidaknya dia tidak akan melakukan dosa lagi bukan. Itu sudah cukup untuk Miya. Tidak apa menikah kontrak, yang penting dia mendapatkan uang untuk biaya pengobatan putri kecilnya dengan cara yang halal.


"Jangan senang dulu. Tidak ada yang istimewa dari pernikahan kontrak ini. Aku akan mengusirmu setelah kontraknya habis. Tapi kau harus ingat satu hal, kau tidak boleh berhubungan dengan pria manapun selama menjadi istri kontrakku. Jika kau melanggarnya, maka akan aku pastikan, kau akan kehilangan nyawamu," Ancam Alvin. Miya menelan salivanya bersusah payah. Apapun itu, Miya senang dijadikan istri kontrak.


"Bukankah istri Kontrak lebih baik dari pada Wanita bayaran." Batin Miya begitu bahagia.

__ADS_1


"Sekarang cepat tanda tangani surat itu," titah Alvin.


"Bila saya menandatangani surat ini artinya kita sudah menikah, Tuan. Dan Tuan akan langsung memberikan saya uangnya?" Tanya Miya.


"Iya, aku akan memberikanmu uangnya setelah kau menandatangani surat itu." Jawab Alvin, dan Miya tanpa ragu mendatangani surat pernikahan kontrak itu.


"Kenapa kau tidak membacanya dulu?" Tanya Alvin heran.


"Saya tidak peduli Tuan. Saya hanya ingin uang itu." Jawab Miya.


"Kau benar-benar wanita murahan. Ini, ambilah." Ucap Alvin mengulurkan selembar cek kepada Miya. Miya tersenyum bahagia menerima cek itu, dia tampak begitu puas melihat angka yang tertera didalamnya.


"Dengan ini, aku akan segera menyelamatkan nyawa putriku Naumi. Naumi sayang, Ibu datang sayang." Gumam Miya pelan.


"Kau bilang apa?" Tanya Alvin.


"Tidak ada Taun. Emm, apakah saya sudah boleh pulang, Tuan?" Tanya miya yang tak sabar untuk menemui putri tercintanya.

__ADS_1


"Baiklah, kau boleh pergi sekarang. Tapi, sebelum itu. Siapkan dulu pakaian kerjaku. Ingatlah, kau sudah harus berada dirumah ini sebelum aku pulang kerja." Ucap Alvin.


"Baiklah, Tuan. Akan segera saya siapkan." Ucap Miya langsung menuju lemari pakaian Alvin lalu mengambilkan pakian karja untuk Alvin dan meletakkannya diatas kasur. Dia langsung pergi tanpa pamit pada Alvin yang kini masih didalam kamar mandi.


__ADS_2