
***
Dor!
Dor!
Dua kali tembakkan tepat mengenai kening seorang supir dan satu pria disamping supir. Mobil itu pun hilang kendali. Miya melihat salah satu orang dibangku belakang mencoba untuk maju kedepan. Miya yang melihat itu segera menembak dibagian ban mobil. Hingga mobil itu benar-benar hilang kendali, lalu terjerumus kedalam jurang. Kepulan asap menjadi pertanda kematian penghuni didalamnya. Miya tak percaya atas apa yang barusan dia lakukan, terpikir olehnya "Siapa aku sebenarnya, kenapa aku bisa melakukan hal-hal sadis seperti ini." Batin Miya heran.
Bukan hanya Miya yang heran pada kemampuannya. Tapi juga dua lelaki yang kini bersamanya. Alvin sampai termenung melihat kemampuan Miya. Diamnya Alvin menjadi kesempatan emas bagi musuh untuk menyerang. Miya melihat musuh membidik kearah Alvin yang masih terdiam, dengan gesit Miya menarik kepala Alvin untuk menunduk, hingga peluru menembus udara kosong.
Dor!
Miya menembak untuk melumpuhkan supir di mobil musuh. Namun dengan gesit supir mengelak, dan peluru mengenai kepala teman disampingnya. Alvin pun tak ingin kalah, ia kembali membidik. Tapi dengan mudah berhasil dihindari oleh musuh. Dijalan lurus, Sekretaris Haven ikut memberikan tembakkan ke arah musuh walau selalu meleset.
Tak disangka-sangka, seorang musuh dengan tubuh kekar berhasil melompat ke atap mobil Alvin. Alvin juga naik ke atap. Kedua pria kekar itu saling baku hantam karena memang keduannya tak membawa pistol.
Sedangkan Miya terus memberikan bidikan ke arah mobil musuh. Sepertinya mobil musuh yang terakhir ini begitu kuat pertahanannya sehingga Miya kualahan. Sekretaris Haven berusaha mengendalikan mobilnya agar tetap seimbang guna membantu tuannya yang kini ada diatap.
Sekali lagi Miya mencoba untuk menembak. Sebelum itu, Miya menarik napas dalam menghembuskannya perlahan. Lalu,
Dor!
Dor!
__ADS_1
Dor!
Tiga kali tembakkan, Miya berhasil melumpuhkan musuh didalam mobil itu. Mobil berwarna hitam itu pun jatuh ke dasar laut, karena kini mereka tengah berada jalan yang dikelilingi oleh laut.
Sekarang hanya tinggal satu musuh yang kini bertarung bersama Alvin diatap.
"Nona hati-hati, jangan sampai mengenai Tuan," ucap Sekretaris Haven saat melihat Nona mudanya menongolkan kepalanya lalu mulai membidik.
Dor!
Miya berhasil membidik tepat di bahu musuh. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan Alvin langsung menendang musuh hingga jatuh terpontang-panting di aspal jalan.
"Tuan, tuan terluka." Ucap Miya saat melihat kening Alvin meneteskan darah segar.
"Itu tidak penting, Haven cepat hentikan mobilnya!" Teriak Alvin membuat Sekretaris Haven terkejut dan refleks menginjak rem mendadak.
"Cepat keluar, diatap ada Bom!" Teriak Alvin langsung menarik paksa Miya.
Mereka bertiga berlari sekencang mungkin, menjauhi mobil sejauh-jauhnya.
Duaaarrrr!
Beruntung mereka telah jauh saat Bomnya meledak.
__ADS_1
"Tuan, maaf kami terlambat." Ucap Pengawal dari Mansion yang baru saja datang.
"Kenapa kalian begitu lama Ha!" Bentak Alvin murka.
"Maaf Tuan, kamu kehilangan sinyal. Di daerah sini tidak ada sinyal sama sekali, Tuan," jawabnya jujur.
"Kali ini kalian aku maafkan. Tapi tidak ada lain kali," tegas Alvin.
"Tuan bisakah kita pulang sekarang, aku sangat lelah." Keluh Miya.
"Baiklah, Ayo kita pulang. Kalian selesaikan urusan disini. Jangan ada jejak sedikitpun." Titah Alvin.
"Siap, Tuan." Jawab mereka serentak.
"Aw, perih sekali." Ringis Miya pelan.
"Apa kau terluka?" Tanya Alvin khawatir.
"Tidak apa-apa Tuan. Hanya sedikit tergores." Jawab Miya sambil memegangi pergelangan tangannya yang tergores.
"Astaga, ini bukan tergores bodoh. Tapi luka besar. Haven naikkan kecepatannya." Titahnya.
"Baik, Tuan." Jawab Sekretaris Haven sambil menginjak gas.
__ADS_1
"Ini tidak apa-apa tuan. Aku baik-baik saja." Jawab Miya tak ingin kalah.
"Diam atau lukamu ini aku tambah. Biar kau sadar," bentaknya membuat Miya terdiam.