
"Syukurlah, Kita semua selamat." Ucap Miya langsung memeluk erat Alvin. Membuat Alvin tersenyum lebar. Cukup lama Miya memeluk Alvin, bebarapa detik kemudian, tangan Miya terkulai lemas.
"Tuan, Nona Miya pingsan." Ujar Sekretaris Haven yang menyadari hal itu.
"Shit! Haven, hubungi Kelvin. Katakan padanya untuk datang ke Mansion sekarang juga." Titah Alvin berusaha untuk tidak panik.
Beberapa menit kemudian, Hellikopter telah mendarat di atap Mansion Darran. Alvin bergegas membawa Miya menuju kamarnya. Dokter Kelvin yang telah stand by segera memeriksa keadaan Miya.
"Ayah, Ibuku kenapa? Hiks," tangis Naumi pecah ketika melihat kondisi Ibunya yang kini masih belum sadarkan diri.
"Kamu tenang ya, Sayang. Ibumu baik-baik saja. Sebentar lagi Ibumu pasti akan sadar." Bujuk Alvin menggendong putri tercintanya.
"Ibu, bangunlah. Aku merindukan Ibu." Suaranya mulai habis karena seharian menangis karena ingin bertemu dengan Ibunya.
Miya tampak mengerjabkan matanya. Sebagai seorang Ibu, dia seakan terpanggil dengan teriakan histeris Putrinya Naumi.
"Ibu bangun, Ayah. Ibu aku ingin memeluk Ibu, tolong lepaskan aku, Ayah." Pinta Naumi meronta-ronta minta dilepaskan. Alvin pun melepaskan Naumi. Dan Naumi langsung memeluk erat Ibunya.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa menangis?" Tanya Miya khawatir.
"Aku mengkhawatirkan Ibu. Ibu pingsan." Jawab Naumi menengadahkan kepalanya menatap Miya.
"Ibu baik-baik saja, Sayang. Sudah, kamu jangan nangis lagi ya." Sambung Miya menyeka perlahan air mata yang membasahi pipi gembul Naumi.
"Apa yang terjadi kepada Miya, Kelvin?" Tanya Alvin.
"Nona Miya baik-baik saja. Nona pingsan karena kelelahan. Sebaiknya Nona Istirahat sekarang." Saran Dokter Kelvin.
"Iya, Sayang. Ibumu baik-baik saja, sekarang Biarkan Ibumu istirahat agar kondisinya semakin membaik, oke." Seru Dokter Kelvin.
"Baiklah, Dokter. Aku mengerti." Jawab Naumi kembali memeluk Miya. "Tapi, aku ingin tidur bersama Ibuku." Sambung Naumi lagi.
"Tentu saja, Sayang. Kau akan tidur bersama Ibumu malam ini." Bujuk Alvin membuat Naumi senang.
"Ini vitamin untuk Nona Miya. Minum sebelum makan. Kalau begitu aku akan segera pergi karena masih banyak pasien yang menungguku." Pamit Dokter Kelvin dan Alvin keluar dari kamarnya untuk mengantarkan Dokter Kelvin yang tak lain adalah sahabatny sendiri.
__ADS_1
***
"Iya, Kak Robert. Semua rencana kita gagal. Dan aku tidak berhasil membawa Miya. Dan Gangsternya kelinci hitam telah musnah. Aku sangat yakin Alvin mengetahui semua rencana kita. Dia mengirimkan virus lalu menyalin percakapanku dengan Tuan kelinci hitam. Sekarang apa yang harus aku lakukan, Kak. Mereka semua sudah mengetahui siapa aku sebenarnya. Apakah aku harus pergi sekarang?" Tanya Yirien panik.
"Kau tanang saja, Yirien. Mereka tidak akan berani menangkap apalagi menyekapmu selama Tuan Aldarran masih percaya padamu." Jawab Robert diseberang sana.
"Ah iya, kakak benar juga. Tuan Aldarran masih berada dibelakangku. Dia sangat mempercayaiku." Saut Yirien dengan segala ide busuknya.
"Bagus kalau begitu. Rencana kita telah gagal, kau langsung saja gunakan rencana terakhir untuk memisahkan mereka berdua," ucap Robert dengan suara khasnya.
"Apa itu, Kak? Akan aku lakukan sekarang juga." Tanya Yirien.
"Kau pasti tau maksud Kakak apa," saut Robert.
"Maksud Kakak masalah itu. Tentu saja aku paham, Kak. Kakak tenang saja, setelah ini, aku pastikan Miya akan kembali berkumpul bersama kita." Jawab Yirien tersenyum licik. Lalu segera memutuskan panggilan itu. Tak lupa dia juga langsung menghapus percakapannya dengan Robert, agar Alvin tak lagi bisa mendengarkan hasil percakapannya.
"Tepat sekali, ini adalah masa yang sangat tepat untuk aku membantu kak Robert membalaskan dendamnya kepada Alvin. Alvin sudah tau siapa Miya, aku sangat yakin kalau dia akan sangat hancur bila kehilangan Miya dan Putrinya. Aku tidak akan menyia-nyiakan penantianmu selama lima tahun ini, Kak Robert." Gumam Yirien tersenyum licik.
__ADS_1