Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Alvin Tau Segalanya


__ADS_3

***


"Ya Tuhan, apa yang terjadi kepada diriku. Kenapa hatiku bisa sesakit ini. Ini tidak benar, aku tidak boleh jatuh cinta padanya. Kebaikannya hanyalah setingan, aku melakukan semua ini hanya untuk Naumi. Baginya, aku hanyalah pasangan diatas ranjang, tidak lebih. Memangnya kenapa bila dia memiliki calon istri, dia tentu saja akan menikah setalah bosan denganku. Sudahlah Miya, sadarkan dirimu. Oh Tuhan, aku mohon jangan biarkan hatiku mencintainya. Sadar dirilah Miya, kau tidak akan pernah pantas untuk siapapun." Gumam Miya sambil terus terisak.


Sedikit banyak, Alvin mendengar gumaman Miya. Ya, dia pulang cepat hanya karena merasa merindukan Miya dan juga putrinya Naumi. Namun hatinya turut perih kala mendengar isi hati Miya yang sesungguhnya.


Alvin pun tidak jadi masuk kedalam kamar. Alvin memilih keluar dari Mansion, kembali masuk ke dalam mobilnya, lalu tancap gas akan pergi entah kemana tujuannya.


Kini, Alvin telah berada di kamar Apartemen milik Anan.


"Ada apa denganmu? Kenapa tidak bilang dulu bila ingin datang. Menggangguku saja, belum juga pelepasan." Keluh Anan.


"Miya mencintaiku, Anan." Ucap Alvin tiba-tiba membuat Anan tersedak salivanya sendiri.


"Kemana saja kau selama ini?" Kesal Anan.

__ADS_1


"Aku selalu bersamamu." Jawab Alvin jujur.


"Bukan begitu maksudku. Oh iya, dari mana kau tau kalau Miya mencintaimu?" Tanya Anan berusaha memasang wajah sebiasa mungkin.


"Aku mendengar sendiri dia mengatakan itu."


"Maksudmu, dia mengatakan bahwa dia mencintaimu. Lalu kau jawab apa?" Tanya Anan tak sabaran.


"Bukan begitu. Maksudku, aku tidak sengaja mendengar dia mengatakan itu," jelas Alvin.


"Hem, lalu apa yang akan kau lakukan. Oh iya, sejujurnya aku mencurigaimu." Ucap Anan mendekati Alvin sambil melipat kedua lengannya.


"Apa kau tau siapa Miya dan Naumi sebenarnya?" Tanya Anan mengerutkan kedua alisnya, begitu penasaran dan tak sabar ingin mendengar jawaban Alvin.


Alvin mendudukkan bokongnya di sofa yang ada dikamar Apartemen milik Anan, memijit pelan pangkal hidungnya, lalu memasang wajah sendunya yang seakan ada begitu banyak beban yang dia pikul.

__ADS_1


"Apa kau kira aku akan menerima orang asing untuk tinggal bersamaku. Bila aku tidak mengenali siapa dia sebenarnya, aku pasti akan menjadikan dia wanita simapananku atau hanya wanita bayaranku. Aku tidak mungkin menjadikan dia istriku." Jelas Alvin membuat Anan membulatkan matanya begitu terkejut atas apa yang Alvin sampaikan.


"Ja-jadi, kau sudah tau bahwa Miya adalah wanita yang bersamamu saat insiden yang terjadi ketika SMA. Dan itu artinya kau juga tau bahwa Naumi itu adalah Putrimu. Lalu kenapa kau tidak menikahinya secara sah," seru Anan menggebu-gebu.


"Tidak semudah itu, Anan. Kau tau siapa Ayahku. Dia tidak mungkin setuju bila aku menikahi Miya, kau tau dia sudah menjodohkanku dengan Yirien. Aku takut, aku sangat takut kehilangan Miya dan Putriku. Kau tau Ayahku bisa berbuat apapun yang dia inginkan, aku tidak ingin Ayahku melukai Miya. Dan satu hal lagi, Miya pasti tidak akan memaafkanku bila dia tau bahwa akulah yang telah menghancurkan hidupnya. Aku tidak ingin mereka berdua meninggalkanku, Anan." Ucap Alvin menjelaskan semuanya dengan raut wajah yang terlihat begitu sedih.


Tak terukur seberapa besar penyesalannya kini. Dia tetap ingin terus hidup bersama dengan wanita yang begitu dia cintai, apalagi Putri kesayangan yang kehadirannya begitu membuatnya terkejut sekaligus sangat bahagia.


JANJI DEH🙈


Konfliknya nggk berat-berat amat💃


Kalau berat, Othor janji penyelesaian nggk akan bertele-tele😅


Hari Senin nih, boleh dong Othor minta votenya 😘 Hadiah juga, mawar, kalau ada kopi boleh banget apalagi koin🙈

__ADS_1


Terima kasih reader yang Othor cintai😘😘😘


Yang mau liat visual ada di IG Othor ya, @Oniya_99


__ADS_2