Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Kembali Diserang


__ADS_3

***


"Apa! Miya Amnesia!?" Bentak Alvin kaget.


"Benar, Tuan. Kemungkinan besar Nona Miya mengingat sedikit potongan memorinya dimasa lalu. Karena Nona terlalu memaksakan dirinya untuk mengingat setiap potongan memori itu, hingga menyebabkan dia kehilangan kesadaran." Jelas Dokter Nita.


"Sejak kapan Miya Amnesia, kenapa kalian berdua tidak pernah memberitahuku akan hal ini." Bentak Alvin emosi.


"Sorry Alvin, kukira kau sudah tau hal itu." Jawab Dokter Kelvin.


"Sudahlah Alvin, yang terpenting sekarang Miya baik-baik saja. Lebih baik kau segera temui dia." Saut Anan, dan Alvin segera masuk untuk menemui Miya.


Tanpa memperdulikan ucapan Anan, Alvin langsung bergegas masuk kedalam ruang rawat Miya.


"Al-alvin, aw!" Ringis Miya kala kembali merasa pusing saat mencoba untuk bangun.

__ADS_1


"Tetaplah berbaring, jangan kemana-mana!" Cegat Alvin membantu Miya untuk kembali berbaring.


"Aku ingin pulang, Naumi pasti mencemaskan aku," jawab Miya.


"Naumi aman bersama Bibi Musti. Yang terpenting kesehatanmu terlebih dahulu yang harus kau pikirkan. Aku tidak suka wanita penyakitan." Ucap Alvin menolak keras keinginan Miya.


"Tapi aku harus ....


"Diamlah dan tetap berbaring. Aku akan menghukummu bila kau tidak menurut padaku!" Potong Alvin dengan bantakkan yang membuat Miya terdiam dan berbaring dengan nyaman.


"Ada apa dengannya, kenapa dia terlihat sangat mengkhawatirkan aku. Apanya yang khawatir, Miya. Dia bahkan ingin menghukummu saat kau sedang sakit." Batin Miya bersedih.


"Kau tidak boleh pulang, sebelum keadaanmu benar-benar membaik." Jawab Alvin membuat Miya membulatkan matanya sempurna. Selama hamil, malahirkan, Naumi sakit, waktu yang selama itu, membuat Miya begitu bosan berada di rumah sakit.


"Aku baik-baik saja, sungguh aku baik-baik saja. Aku tidak ingin lama di rumah sakit. Aku mohon, Alvin. Bawa aku pulang." Ujar Miya benar-benar tidak tahan dengan suasana rumah sakit.

__ADS_1


"Kalau begitu diam dan istirahatlah sebentar. Begitu infusnya habis, aku akan membawamu pulang." Jawab Alvin akhirnya mengalah. Alvin juga tidak ingin berada di rumah sakit, Naumi masih berada di Mansion bersama dengan Yirien. Alvin tidak ingin Yirien menyentuh Putri kesayangannya. Sore hari menjelang malam barulah Miya diperbolehkan pulang, karena memang kondisinya tidak terlalu buruk.


Dokter Kelvin hanya berpesan agar Miya tidak terlalu memikirkan adegan yang sebelumnya ada di pikirannya. Dokter Kelvin juga memberikan beberapa vitamin untuk Miya. Begitu semuanya selesai, Miya pun segera pulang kembali ke Mansion bersama dengan Sekretaris Haven sebagai Supir. Sedangkan Anan telah pulang lebih dulu sebelumnya.


Kini, mobil mewah milik Alvin telah berada di sebuah hutan yang memang harus dilewati untuk pulang menuju Mansionnya.


Miya mendongakkan kepalanya keluar untuk mengingat kejadian dimana dia pernah diganggu oleh 2 orang Gangster Kelinci hitam.


"Aaaakhh!" Teriak Miya kala Alvik tiba-tiba menarik tangannya hingga kepalanya terbentur kaca mobil. Beruntung Miya baik-baik saja. Miya begitu terkejut mendengar suara peluru yang tersangkut di kaca mobil yang beruntung anti peluru.


Miya sadar atas apa yang barusan Alvin lakukan, ternyata ada beberapa mobil didepan yang menghadang dengan menghujani mobil mereka dengan peluru.


Jika memilih maju, maka serangan musuh siap menanti mereka. Bila memilih mundur, butuh waktu lama untuk mundur. Fisik mobil hanya bisa bertahan bila terkena peluru. Tapi, tidak dengan hujan peluru yang siap menghancurkan mobilnya. Pada akhirnya, Sekretaris Haven memilih banting stir ke kiri tepi jalan, ada banyak pepohonan besar disana, pohon itu bisa menjadi tempat berlindung dari genjatan senjata.


Dor!

__ADS_1


Dor!


Dor!


__ADS_2