Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Pria bertato kelinci


__ADS_3

***


"Tidurlah yang nyenyak, sayang. Muach," menyelimuti putrinya agar hangat tak lupa kecupan selamat malam. Lalu, Miya pun keluar perlahan dari ruangan putrinya untuk kembali ke Mansion Darran.


"Tidak, pertama-tama aku harus pergi ke mini market untuk menyerahkan surat pengunduran diri ini. Aku tidak akan bisa bekerja disana lagi." Ucap Miya yang kini berjalan menuju mini market tempatnya bekerja.


Hanya 10 menit berjalan kaki. Kini, Miya telah berada di mini market tempatnya bekerja. Masuk kedalam, Miya langsung menemui bossnya.


"Maaf, Bu. Saya datang kemari untuk menyerahkan surat pengunduran diri." Ucap Miya lancar. Lagi pula tidak ada kenangan baik selama dia bekerja di mini market itu. Bossnya yang kejam ini, begitu cerewet dan suka marah-marah. Tidak ada kenangan baik membuat Miya merasa lega karena akan segera terbebas dari penjara pekerja itu.


"Kalau mau keluar bilang dari kamarin-kamarin. Pergi sana!" Bentaknya mengusir Miya.

__ADS_1


"Tapi, Bu. Bulan ini, ibu belum memberikan gaji saya." Tangih Miya.


"Enak saja. Kalau kau sudah memberikan surat pengunduran dirimu, ya sudah pergi sana. Kenapa malah meminta gaji padaku. Kau kan bukan karyawanku lagi." Jawabnya lalu menarik Miya untuk keluar dari mini market miliknya. Dan saat itu juga dia langsung menutup mini marketnya.


"Dasar nenek lampir pelit!" Umpat Miya segera pergi.


"Aduh, kaki sudah sangat lelah." Ucap Miya duduk di kursi yang tersedia di pinggir jalan. "Astaga, aku benar-benar tidak punya uang seperpun. Gara-gara nenek lampir itu tidak memberikan gajiku, aku jadi jalan kaki begini. Kira-kira sejauh apalagi aku harus berjalan untuk sampai ke Mansion Tuan Al ... Al siapa ya namanya. Ah sudahlah. Tuan Al kan juga keren namanya. Ya Tuhan ini sudah sangat malam, bukankah aku harus ada dirumahnya sebelum dia pulang. Matilah aku, aku pasti akan dihukum olehnya. Bagaimana ini, lebih baik aku kembali berjalan. Arah ke ... Kesana. Ya, aku ingat jalan itu." Kata Miya lalu bangkit dan melanjutkan kembali perjalanannya.


"Hallo, Nona manis. Rambut panjang dengan wajah mempesona. Untung memakai baju warna pink, kalau putih ....


"Hantu dong, Ahahaha ...." Sambung lelaki disebelahnya.

__ADS_1


"Maaf tuan-tuan berdua. Saya sangat lelah, jadi sebaiknya kalian pergi dan jangan mengganggu saya. Saya yang diam ini bisa berubah jadi tangguh bila refleks. Karena saya tidak ingin melukai siapa pun. Jadi, tolong pergilah." Saut Miya tetap selonjoran di pinggir jalan itu.


"Jangan berpura-pura galak Nona manis. Karena terlihat jelas kau menyembunyikan ketakutanmu itu." Ujar seorang pria dengan tato kelinci di kedua pipinya.


"Benar sekali, Bro. Kau terlalu cantik untuk galak Nona. Bagaimana kalau malam ini temani kita berdua. Kami akan membawamu ke surga dunia. Bagaimana Nona, kau mau bukan." Ucap satunya lagi mendekat pada Miya.


"Surga dunia?" Tanya Miya.


"Benar sekali Nona. kami berdua bisa membawa Nona menikmati surga dunia. Kalau di dunia ini ada surga. Untuk apa surga Akhirat. Benar begitu Bro. Ayo Nona!" Ucapnya lalu menarik tangan Miya. Kedua pria itu, masing-masing menggenggam salah satu pergelangan tangan Miya. Miya pun ikut berdiri kala kedua pria bertato kelinci itu memaksanya untuk berdiri.


Aaaakh!

__ADS_1


__ADS_2