Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Pergi Ke Pesta


__ADS_3

***


"Iya sayang, aku adalah Ayahmu. Maafkan Ayah karena selama ini tidak pernah menemuimu." Ujar Alvin dengan akting mempuni.


"Tidak apa-apa Ayah. Ayah pasti sangat sibuk membuatkan istana ini untuk aku dan Ibu. Aku sangat suka kamarku, Ayah. Kasurnya sangat empuk, aku tidur siang begitu lama." Ucap Naumi bercerita tarlihat begitu menggemaskan.


"Benarkah, kau suka kamarmu sayang. Nanti Ayah akan membuatkanmu kamar berdesain mersha, kau pasti akan suka nantinya." Tebak Alvin karena melihat Naumi memakai baju imut berdesain kartun Marsha end the bear. Hal itu membuat Miya begitu terharu. Entahlah, dia sangat terharu padahal dia tahu kalau Alvin hanya berakting.


"Aku tidak suka Marsha, Ayah. Aku menyukai beruangnya karena dia adalah Ayah yang baik dan bijaksana seperti Ayahku." Jawab Naumi membuat Miya meneteskan buliran air mata.


"Benarkah, kalau begitu nanti akan Ayah belikan boneka beruang yang banyak untukmu," ucap Alvin sambil mencubit gemas hidung mancung Naumi.


"Naumi, sayang. Ayah kan mau mandi dulu. Nanti lanjut lagi ya kangen-kangenannya. Oh iya, tadi Ibu masakin sup ayam kesukaan kamu, kamu makan dulu ya." Sambung Miya.


"Baiklah Ibu. Aku mengerti," jawab Naumi tersenyum manis.


"Mari, Nona muda." Ajak Bibi Musti ramah.


"Ayah, aku menunggu Ayah di meja makan." Ujar Naumi lalu segera pergi.


"Pasti sayang." Jawab Alvin membalas senyuman Naumi.


"Jangan lupakan bayaranku. Kau tau aktingku ini dibayar sangat mahal." Tagih Alvin.


"Tentu saja, Tuan. Saya sangat berterima kasih karena Tuan mau membantu saya dan membuat Putri saya bahagia." Jawab Miya.


"Bagus, jangan lupa persiapkan dirimu untuk pesta nanti malam. Jangan membuatku malu." Saut Alvin serius.

__ADS_1


"Siap, Tuan. Saya akan membuat Tuan bangga kepada saya." Jawab Miya.


Begitu selesai mandi dan bersiap, Alvin pun segera turun untuk makan malam bersama Naumi. Dia menyukai gadis imut itu.


"Ayah, ayo kita makan yah." Ajak Naumi langsung turun dari kuris dan menyeret Alvin untuk duduk disampingnya.


"Ayah, coba rasakan sup ini. Sangat enak, ini sup kesukaanku. Aku suka sayurannya." Oceh Naumi lalu menyuapi Alvin.


"Bagaimana rasanya? Enak kan Yah?" Tanya Naumi membuat Alvin mengangguk dengan mulut penuhnya.


"Oh iya, ibuku dimana?" Tanya Naumi tidak berhenti mengoceh.


"Ibumu saat ini sed ....


"Tidak apa, Ayah. Aku bahagia makan malam hanya berdua dengan Ayah. Nanti kalau aku sudah besar, aku akan memasak sup seenak ini untuk Ayah." Kembali Naumi mengoceh.


"Kamu juga makan dong sayang. Sini Ayah suapin ya." Ujar Alvin lalu menyuapi Naumi.


"Ayah, ayah sangat rapi. Apa Ayah akan pergi?" Tanya Naumi.


"Iya sayang, Ayah akan pergi menghadiri pesta temen Ayah. Ayah akan pergi bersama Ibumu. Kamu tidak apa kan, kalau Ayah tinggal." Jelas Alvin.


"Tidak apa-apa Ayah. Aku ini sangat dewasa. Jadi, aku mengerti." Jawab Naumi santai. Sudah biasa dirinya sendiri. Apalagi saat Ibunya bekerja dulu. Dia sering sendiri di rumah. Dan dia bisa mengatasi apapun kesulitan yang dia hadapi.


"Tuan, Sekretaris Haven sudah tiba." Lapor Bibi Musti.


"Baiklah. Bibi, tolong panggilkan Miya. Kenapa dia lama sekali." Titah Alvin dan Bibi Musti langsung menuju kamar Taunnya untuk memanggil Nona Miya.

__ADS_1


Baru beberapa langkah Bibi Musti menuju kamar Tuannya. Namun terhenti karena Miya telah datang dengan penampilan yang begitu anggun.


Lihatlah Alvin sampai tak berkedip kala melihat betapa cantiknya Miya malam ini. Gaun setumit tanpa lengan, terbuka dibagian belakang mengekspos punggung mulus Miya, berlian yang tersebar di gaun tampak berkerlap-kerlip kala berpantulan dengan cahaya lampu, gaun mewah berwarna hitam itu menempel sempurna di tubuh ideal Miya. Siapapun yang memandang Miya pasti tidak akan bisa menolak kecantikannya yang sempurna.


"Ibu, apakah itu Ibu?" Tanya Naumi menyadarkan Alvin yang sedari tadi terkagum.


"Iya sayang, ini ibu. Bagaimana, Ibu cantik bukan?" Tanya Miya sambil menyibak rambut gelombangnya.


"Ibu sangat cantik hingga aku tidak mengenali ibu. Ibu Cantik dan Ayah tampan, pantas saja aku bisa secantik ini." Ucap Naumi ikut kagum dengan kecantikkannya.


"Yasudah, kalau begitu kamu dirumah baik-baik ya. Ibu pergi dulu sayang, muach." Ucap Miya mengecup kedua pipi, dan kening putrinya.


"Pasti, Ibu." Jawab Naumi.


"Bibi, aku titip Naumi ya."


"Siap, Nona. Nona tidak usah khawatir, Nona muda Naumi aman bersama saya." Jawab Bibi Musti.


"Terima kasih, Bibi." Ucap Miya tulus lalu segera pergi bersama Alvin dan juga Sekretatis Haven.


OH IYA, OTHOR MAU KASIH TAU READER KALAU OTHOR AKAN AMBIL TIGA ORANG YANG MEMBERIKAN HADIAH TERBANYAK AKAN MENDAPATKAN HADIAH SEDERHANA DARI OTHOR. DAN SATU ORANG KOMENTAR TERPILIH.


HADIAHNYA APA THOR?


RAHASIA🙈


KAPAN PENGUMUMANNYA THOR?

__ADS_1


NANTI, SETELAH NOVELNYA TAMAT 😘


__ADS_2