Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Lepaskan Aku


__ADS_3

***


Kriett


Perlahan Alvin membuka pintu kamar, lalu berjalan hingga tiba di samping ranjang—dan segera naik ke atas ranjang. Berbaring disamping Miya yang tidur membelakanginya.


"Lepaskan aku!" Tepis Miya.


"Miya, aku mohon maafkan aku," mohon Alvin namun tidak ditanggapi oleh Miya. "Aku tau, aku salah. Aku meyesal, dulu aku sangat bodoh dan aku benar-benar khilaf. Aku mohon maafkan aku." Sambung Alvin lagi.


"Kamu berhak marah apalagi kecewa padaku. Aku tau tidak semudah itu untuk kamu memaafkan aku. Tapi setidaknya, kita harus memikirkan Naumi. Dia membutuhkan kedua orangtuanya, dia juga membutuhkan aku." Jelas Alvin berusaha meraih tubuh mungil Miya.


Miya tidak menolak, dia membiarkan Alvin meraih tubuhnya. Alvin pun merasa lega akan hal itu. Perlahan Alvin membalikkan tubuh Miya memghadap kepadanya.

__ADS_1


Alvin pun begitu terkejut melihat pipi mata dan hidung Miya yang telah basah akibat menangis. Alvin mengulurkan jemarinya untuk menyeka air mata Miya.


"Maafkan aku Miya, aku berjanji akan menikahimu dan membahagiakan hidupmu dan Naumi. Kau tau aku sangat mencintaimu. Aku mohon jangan pergi karena hal ini," ujar Alvin berusaha membujuk Miya.


"Aku marah bukan karena itu, Alvin." Jawab Miya.


"Ma-maksudmu, apa itu artinya kamu memaafkan aku, Sayang?" Tanya Alvin begitu terkejut akan pernyataan Miya.


"Aku tidak marah akan apa yang terjadi di masa lalu. Setidaknya aku lega karena yang merenggutnya adalah dirimu bukanlah Anan. Setidaknya aku memberikan kesucianku kepada orang yang kucintai. Tapi hiks ... Tapi, aku belum bisa menerima tindakkanmu. Jika kamu benar-benar mencintaiku, seharusnya kamu menjagaku bukannya menghancurkan masa depanku. Kalau itu terjadi pada Naumi Putrimu, apakah kamu akan memaafkan lelaki itu?"


"Aku mohon jangan libatkan Naumi, Miya. Aku tau sulit bagimu untuk memaafkanku. Tapi percayalah, aku sangat mencintaimu. Aku akan melakukan apapun yang kamu inginkan." Jelas Alvin.


"Baiklah, aku akan memaafkanmu asalkan kamu mau melakukan sesuatu untukku." Ujar Miya menatap mata Alvin dalam.

__ADS_1


"Apapun akan aku lakukan untukmu, asalkan kamu mau memaafkanku. Aku berjanji. Sekarang katakan padaku apa keinginanmu?" Tanya Alvin.


"Aku mohon lepaskan aku, biarkan aku pergi." Jawab Miya membuat Alvin menggeleng keras.


"Aku mohon jangan itu, Miya. Aku sangat mencintaimu. Aku tidak bisa hidup tanpamu. Setidaknya pikirkan nasib Naumi. Dia bahkan belum sempat aku sekolahkan." Bantah Alvin.


"Maafkan aku, aku tidak bisa bersamamu, hiks." Tangis Miya.


"Miya, aku mohon pikirkan sekali lagi ya. Sekarang kamu istirahatlah, setelah pikiranmu tenang kita bicarakan lagi." Ucap Alvin langsung mengubah topik.


"Tidak, Alvin. Kamu sudah berjanji akan melakukan apapun yang aku inginkan. Aku mohon biarkan aku dan Naumi pergi." Jawab Miya keukeuh.


"Tidak Miya! Aku tidak akan membiarkan kamu pergi dariku. Tidak dengan cara yang baik, maka aku akan menahanmu dengan caraku sendiri." Bentak Alvin turun dari ranjang dan mengunci Miya didalam kamar.

__ADS_1


"Maafkan aku Miya. Aku tidak akan membiarkanmu pergi dariku." Batin Alvin mencabut kunci kamar dan membawa serta kunci itu ke perusahaan.


Sore harinya, Miya masih terkunci didalam kamarnya. Bibi Musti tidak berani membuka pintu. Naumi yang baru saja terbangun, langsung menuju kamar Ibunya. Lama Naumi dan Bibi Musti mengetuk pintu, namun tidak ada sautan sama sekali dari dalam. Dan mereka berdua pun terlihat begitu panik.


__ADS_2