Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Terkuak


__ADS_3

***


Kini, hanya Miya seorang diri didalam gudang itu, Miya terus menatap layar ponsel milik Alvin yang dia temukan. Rasa penasaran membuat dia memasang Audio yang ada di layar utama.


Flashback On


Bruuuk!


"Apa yang kau lakukan, Anan!" Teriak Alvin kala mendapati Anna yang mengukung tubuh Miya. "Kenapa kau melakukan ini kepada Gadis itu!" Teriak Alvin lagi.


"Aku menginginkannya, apa salah!?" Jawab Anan sambil menyeka darah di sudut bibirnya.


"Apa kau gila! Pergilah sekarang juga, kalau tidak, aku akan mengadukan perbuatan bejatmu ini kepada Ayah dan Ibumu!" Ancam Alvin membuat Anan pergi begitu saja.

__ADS_1


Kini, hanya tinggal Alvin dan juga Miya yang berada di dalam gudang itu. Alvin menelan salivanya berusaha payah kala napsunya memuncak ketika melihat gundukkan Miya yang dihalai bra-nya yang terekspos. Miya terlihat tidak karuan, efek obat membuat gairahnya meningkat. Alvin menatap Miya dengan segala ketertarikannya.


"Aku sangat mencintaimu, Miya. Maafkan aku yang harus melakukan ini, aku tidak ingin berbagi dengan siapapun. Untuk itu, izinkan aku melakukan ini, aku hanya ingin menjadi yang pertama bagimu, dan kamu akan mejadi yang pertama bagiku." Ucap Alvin mengukung tubuh Miya. Khilaf, Alvilah yang merenggut paksa mahkota Miya. Jeritan seta teriakan Miya, tidak membuatnya berhenti melakukan perbuatan kejinya. Tapi, malah membuat napsunya kian memuncak.


Setelah berjam-jam lamanya, Alvin menghentikan aksinya kala mendapatkan panggilan telpon dari sang Ayah yang berada di Italia.


"Hallo Ayah, ada apa, Ayah?" Tanyanya masih dengan napas yang tersengal.


"Apa! Baiklah Ayah. Aku akan segera pulang sekarang juga," jawab Alvin bergegas memakai pakaiannya.


"Nanti saja kalau kau ingin menceramahiku. Aku harus pergi sekarang juga. Aku mohon gantikan aku, aku harus pergi. Dan kau harus ingat untuk menjaga Miya. Kau tau aku sangat mencintainya." Jawab Alvin.


"Baiklah, terima kasih Anan. Aku berjanji akan melakukan apapun yang kau mau," saut Alvin.

__ADS_1


Flashback Off


Air mata Miya bercucuran kala mendengar audio percakapan antara Alvin dan Anan. Dari percakapan lewat telpon itu, jelas Miya dapat mengetahui siapa sebenarnya yang telah merenggut kesuciannya. Orang itu bukanlah Anan seperti yang dia ketahui dulu, melainkan Alvin yang dulu pernah diam-diam Miya sukai.


Alvin, remaja tampan berusia 18 tahun. Diallah penyebab terjadinya semua kemalangan yang Miya alami. Kini Miya mengerti kenapa dulu hasil test yang dia lakukan dengan Anan tidak cocok. Itu terjadi karena memang bukan Ananlah yang memperkosa dirinya. Tapi, Alvinlah yang melakukan semua itu.


Dan kini, Miya malah tinggal bersama Alvin, lelaki yang bukan hanya merenggut kesuciannya tetap juga masa depannya, cita-citanya, semuanya hancur karena Alvin. Lelaki yang kini menjadikan dirinya sebagai istri diatas kertas.


Miya benar-benar tidak percaya semua ini terjadi. Apa Alvin mengetahui semua ini? Apa karena itu Alvin begitu menyayangi Naumi? Lalu, kenapa Alvin tidak mengatakan yang sebenarnya kepada dirinya?


Semua yang terjadi membuat Miya begitu terkejut. Jadi, semua kasih sayang, perhatian Alvin kepada Naumi bukanlah sekedar akting. Namun, itu murni karena dia menyayangi darah dagingnya sendiri. Tidak terima, sudah pasti Miya tidak akan menerima semua yang terjadi. 5 tahun dia berjuang sendiri. Mengalami segala hal yang begitu berat. Kenapa Alvin tega melakukan semua itu kepada dirinya.


Braaak!

__ADS_1


Ponsel itu pecah menjadi beberapa bagian ketika Miya hempaskan. Hatinya mungkin lebih hancur dari ponsel itu. Miya menjatuhkan tubuhnya kasar ke lantai, lalu menekuk lututnya, dan menangis terisak-isak sambil memikirkan langkah apa yang haru dia tempuh selanjutnya.


__ADS_2