Noda Melukis Cinta

Noda Melukis Cinta
Makan Malam


__ADS_3

***


Mungkin hanya sekitar setengah jam Miya memejamkan matanya. Kini, Miya telah terbangun karena rasa lapar mulai mengganggunya.


Turun dari ranjang Miya menuju dapur, dia ingat dimana dapurnya karena dia pernah diajak kesana oleh Bibi Musti. Tiba di dapur tampak begitu sepi. Para pelayan termasuk Bibi Musti telah beristirahat di bangunan khusus yang ada di belakang Mansion.


Tanpa ragu Miya segara membuka kulkas, didalam sana ada begitu banyak daging-dagingan, sayur-sayuran, serta buah-buahan yang terlihat begitu segar. Miya langsung menyambar satu buah apel dan dia gigit saat itu juga.


Rasa lapar yang tidak dapat ditahan membuat Miya sibuk mencari mie instan ataupun makanan instan lainnya. Dirinya tidak bisa kenyang hanya dengan makan buah.


Miya tidak berhasil menemukan apupun selain yang ada di kulkas. Pada akhirnya Miya terpaksa memotong banyak buah lalu dia bawa ke meja makan untuk melahapnya disana.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Alvin yang datang dari ruang kerja. Kedatangan Alvin yang tiba-tiba membuat Miya kaget.


"Maafkan saya, Tuan. Maafkan saya karena mengambil buah di rumah Tuan tanpa izin lebih dulu." Ucap Miya berdiri lalu menundukkan tubuhnya meminta maaf kepada Alvin.


"Apa aku melarangmu. Aku hanya bertanya apa kau merasa lapar?" Tanya Alvin lagi.


"Jadi, maksud Tuan saya boleh makan buah-buahan ini." Saut Miya.


"Tentu saja, kalau kau mau makan ya makan saja." Jawab Alvin. Membuat senyuman Miya mengambang seketika.


"Terima kasih banyak, Tuan." Jawab Miya kembali melahap buahnya.

__ADS_1


"Bibi Musti, kemarilah


" Titah Alvin berbicara kepada Bibi Musti lewat ponselnya. Alvin ikut duduk dihadapan Miya.


"Suapi aku," titah Alvin pada Miya.


"Maksud Tuan, saya suapkan Buah ini pada Tuan?" Tanya Miya kebingungan.


"Iya," jawab Alvin singkat. Sedikit ragu Miya pun menyuapi buah ke mulut Alvin.


"Lagi," titah Alvin, dan Miya pun kembali menyuapi Alvin. Begitulah seterusnya, Miya terus menyuapi Alvin hingga buah yang ada di piring habis tak bersisa, membuat Miya cemberut karena dia masih merasa sangat lapar.


Beberapa saat kemudian, Bibi Musti pun datang.


"Buatkan aku makan malam, apa saja.


Karena aku sangat lapar aku akan memakan apapun yang kau masak." Jawab Alvin yang memang begitu kelaparan.


"Baik, Tuan. Akan segera saya siapkan." Jawab Bibi Musti lalu segera pergi menuju dapur.


"Kau mau kemana?"


"Emm, saya mau kembali ke kamar untuk istirahat, Tuan." Jawab Miya.

__ADS_1


"Duduk, kau tidak boleh pergi bila belum aku suruh pergi." Titah Alvin membuat Miya kembali duduk di kursinya.


Tak lama kemudian, beberapa makanan yang begitu menggugah selera tersaji di meja makan. Miya meneguk salivanya karena tergoda akan makanan lezat dihadapannya. Steak yang dipanggang begitu sempurna, juga ada berbagai macam sayuran yang terlihat begitu segar bila dinikmati.


"Kalau begitu, saya permisi, Tuan." Pamit Bibi Musti mendapat anggukan kepala dari Alvin


"Suapi aku," titah Alvin lagi kepada Miya.


"Apa-apaan pria bejat ini. Naumi saja bisa makan sendiri, kenapa aku malah menyuapinya." Rutuk Miya dalam hati.


"Sialahkan, Tuan. Bagaimana rasanya?" Tanya Miya memasang wajah ramahnya.


"Lumayan enak, kau coba jugalah." Titah Alvin membuat Miya tersenyum. Miya langsung mengambil steak lalu menyuapi kemulutnya.


"Ya Tuhan, apa begini rasanya steak. Ini enak sekali. Besok pagi aku akan membeli steak juga untuk Putriku Naumi." Batin Miya menikmati steak itu.


Miya kaget ketika Alvin merebut steak sisa gigitannya. Ingin sekali Miya memaki pria bejat itu.


"Kenapa dia sangat suka merebut makananku." Batin Miya memotong steak lagi lalu memasukkan semua kedalam mulutnya.


"Sial, kenapa makanan bekas gigit wanita ini terasa sangat enak." Gumam Alvin kesal.


"Apa Tuan mengatakan sesuatu." Tanya Miya dengan mulut penuhnya. Terlihat begitu imut Dimata Alvin. Ingin sekali dia ******* mulut itu, pasti rasa steaknya akan terasa semakin nikmat.

__ADS_1


Potongan terakhir segera Miya masukkan kedalam mulutnya sebelum direbut lagi oleh Alvin.


__ADS_2